Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGADAAN MRI MELALUI TARGET KUNJUNGAN PASIEN DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Santosa, Gatot; Satoto, Bambang; Indrati, Rini; Susanto, Edy; Budiati, Tri Asih; Hariri, Ahmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34623

Abstract

Sektor kesehatan merupakan aspek fundamental dari kehidupan manusia, membutuhkan perhatian berkelanjutan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan. Dalam layanan radiologi, khususnya Magnetic Resonance Imaging (MRI), upaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya sangat penting karena biaya peralatan yang tinggi dan kompleksitas operasi. Studi ini mengembangkan formula komputasi yang dirancang untuk membantu kepala departemen radiologi dalam merencanakan dan menghitung target pemeriksaan MRI harian selama masa pakai peralatan. Faktor-faktor seperti jenis rumah sakit, biaya layanan, biaya operasional, dan lokasi regional dimasukkan ke dalam rumus. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan survei pendahuluan dengan pengembangan dan validasi rumus komputasi. Validasi oleh pakar keuangan dan radiologi menunjukkan keandalan dan akurasi formula. Selain itu, pengujian skala besar yang melibatkan sepuluh pemangku kepentingan mengkonfirmasi fungsionalitas, keandalan, dan keramahan pengguna aplikasi. Hasil menunjukkan bahwa alat ini secara signifikan meningkatkan perencanaan dan manajemen operasional peralatan MRI, menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan peraturan baru dan data waktu nyata. Aplikasi ini memberikan metode yang menjanjikan untuk mengoptimalkan penggunaan MRI di rumah sakit, terutama dalam konteks sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya membuatnya berlaku untuk rumah sakit pemerintah dan swasta, memastikan pemanfaatan MRI dan manajemen keuangan yang efektif.
Transforming CT-Scan Scheduling System in Hospital Through Web-Based Technology Hayati, Nur; Sudiyono, Sudiyono; Handoko, Bagus Dwi; Budiati, Tri Asih; Kartikasari, Yeti; Wibowo, Gatot Murti
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol. 13 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.v13i3.463

Abstract

The schedule for outpatient CT-Scan examinations at Bhayangkara Level I Hospital is encountered with problems, including recording errors due to poor patient manual scheduling and service delays. These challenges have been a great disadvantage to health workers and administrative systems, impacting the quality of health service. A web-based application, “SIJARO-CT,” in integration with the Hospital Health Management Information System (SIMRS), was designed and assessed to solve this problem. The method used for this study was R&D), which also placed emphasis on the ISO 9126 standard for system quality evaluation and its efficiency with regard to resources, time, cost, and quality of functional services. The results show that the system validation was rated 100% in the excellent range, which substantially improved resource use and quality of services (p=0.003). The study points out that even though the system potentially improves operational performance, its weaknesses include the single site implementation and limited scale as it shows quite room for further exploration. This research adds value to the healthcare sector through operationalizing, optimizing hospital management, and integrating these systems across levels to increase efficiency, service delivery, and satisfaction in healthcare sector institutions operating in a variety of contexts.
Keselamatan Radiografer dalam Pemeriksaan Radiologi di Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Nur Hikmah, Anisa Fitri; Sokhibi, Ahmad Hariri; Budiati, Tri Asih
Journal of Nursing and Health Science Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v2i2.61

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan tindakan yang belum pernah terjadi, untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 kepada pasien dan staf, departemen radiologi harus memastikan keselamatan anggotanya. Untuk mengidentifikasi keselamatan Radiografer dalam pemeriksaan Radiologi di ruang Isolasi pasien COVID-19. Literature review dan observasi langsung prosedur kerja Radiografer. Observasi dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2021. Pendalaman materi dilakukan dengan wawancara kepada Radiografer yang bertugas di instalasi Radiologi Isolasi khusus COVID-19 di RSPP. Tinjauan ini memberikan gambaran global tentang pandemic berdampak pada praktik radiografi klinis di berbagai pengaturan ketersediaan sumber daya yang bervariasi. Ada perubahan signifikan pada praktik klinis, pola kerja dan peningkatan beban kerja karena lonjakan COVID-19. Perubahan dan ketakutan pribadi terhadap virus ini berkontribusi pada kecemasan dan stres terkait tempat kerja selama pandemi menjadi tantangan dan dinamika tersendiri. Evaluasi dan perbaharuan standar darurat untuk treatmen pasien covid 19 harus dilakukan. Pembuatan protokol khusus terhadap perlakuan pemeriksaan pasien COVID-19 pada akhirnya mampu menciptakan algoritma yang lebih mudah untuk diikuti dalam keadaan mendesak dan darurat. Studi ini menunjukkan bahwa wabah pandemi covid 19 memaksa radiologi untuk melakukan perubahan yang dinamis.
ANALYSIS OF THE SIGNAL TO NOISE RATIO IN USE OF 15% KVP RULE METHOD IN THE RADIOGRAPHY EXAMINATION SUPINE AP CHEST Sutoro, Shinta Gunawati; Irsal, Muhammad; Budiati, Tri Asih; Yansyah, Andri
Indonesian Physical Review Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v5i2.141

Abstract

The exposure factor is one of the important parameters in optimizing the radiographic examination. This study aimed to analyze the value of the Signal To Noise Ratio (SNR) against the use of the 15% kV rule method in the examination of Chest AP Supine. Descriptive quantitative research method conducted in the laboratory of the Department of diagnostic imaging and radiotherapy, Health Polytechnic of the Ministry of Health, Jakarta 2, using computer radiography, X-rays, piranha radiation detectors, and anthropomorphic phantoms, with statistical analysis of the Pearson test to determine the level of relationship between SNR and Exposure Index (EI). Against the 15% kV rule method, then the one-way ANOVA test to determine the effect of the 15% method on changes in value. The results of the Pearson test obtained a p-value of 0.820 with a strong relationship between SNR and EI against the 15% kV method. Therefore, using an exposure factor of 15% kV rule method makes it possible to control the SNR and EI values. The one way ANOVA test has a p-value of 0.943, so there is no significant difference in the SNR value to changes in the exposure factor with the 15% kV rule method so that the optimization of the exposure factor with the 15% kV rule method can reduce the radiation dose while maintaining the image quality radiographic
Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Radiologi: Dampaknya terhadap Efisiensi Tenaga Kerja dan Keunggulan Layanan melalui Pendekatan Fenomenologi Budiati, Tri Asih; Wahyuni, Wilda; Safitri, Mutiara
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan radiologi merupakan elemen penting dalam sistem kesehatan yang mendukung diagnosis dan terapi pasien. Namun, tenaga radiologi menghadapi berbagai risiko kerja, seperti paparan radiasi ionisasi, cedera muskuloskeletal, dan tekanan mental akibat beban kerja. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, serta mendukung kualitas layanan radiologi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan lingkungan kerja ramah K3 terhadap produktivitas tenaga radiologi dan kualitas layanan yang diberikan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Informan terdiri dari tenaga kerja radiologi, supervisor, dan manajer K3 yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan pengalaman kerja minimal dua tahun. Data dianalisis menggunakan teknik coding, kategorisasi, dan tematisasi, serta divalidasi melalui triangulasi dan member checking. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan rutin dan sosialisasi K3 meningkatkan pemahaman tenaga kerja tentang keselamatan kerja. Kepatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat, meskipun beberapa tenaga kerja mengeluhkan ketidaknyamanan. Observasi mengungkapkan bahwa fasilitas radiologi sebagian besar memenuhi standar K3, tetapi beberapa area, seperti penyimpanan bahan berbahaya dan pemeliharaan peralatan, membutuhkan perbaikan lebih lanjut. Budaya keselamatan kerja juga menunjukkan perkembangan, dengan tenaga kerja yang lebih proaktif melaporkan insiden keselamatan. Kesimpulan: Penerapan lingkungan kerja ramah K3 terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan kualitas layanan radiologi. Investasi dalam pelatihan, peningkatan ergonomi APD, dan penguatan budaya keselamatan kerja diperlukan untuk memastikan layanan radiologi yang berkualitas tinggi. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Layanan Radiologi, Ergonomi Tempat Kerja, Alat Pelindung diri (APD) dan Produktivitas dan kualitas layanan
Perlindungan terhadap Pekerja dan Pasien di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Pertamina: Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 melalui Pembaruan Prosedur Budiati, Tri Asih; Rubiyanto, Hamdi; Fatihah, Imanda Khansa
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Corona virus disease 2019 atau COVID 19 adalah virus yang penularannya melalui droplet berbentuk bulat atau oval dengan diameter 60 – 140 nm serta memiliki panjang genom sekita 26 hingga 32 kPa. Virus ini memiliki tingkat penyebaran yang cepat dan mematikan sehingga perlu dilakukan pencegahan penyebarannya. Tujuan: Pemeriksaan untuk mendiagnosa virus ini adalah CT Scan yang mana dapat mengetahui tingkat keparahan virus ini menginfeksi paru paru. Upaya perlindungan dilakukan oleh Rumah Sakit Pusat Pertamina terhadap pasien dan pekerja baik dari penyebarannya maupun perlindungan dari radiasi. Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dan observasi lapangan terhadap kebijakan dan tindakan Instakasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Pertamina dalam melakukan upaya perlindungan terhadap pasien dan pekerja di ruangan CT Scan. Hasil: Hasil penelitian ini ialah Rumah Sakit Pusat Pertamina melakukan upaya pencegahan penyebaran virus COVID 19 dengan memperbaharui alur pemeriksaan pada instalasi radiologi, membagi rumah sakit dalam tiga zonasi, upaya perlindungan pasien dan pekerja serta melakukan desinfeksi pada alat CT Scan serta ruangan CT scan. Kesimpulan : Rumah Sakit Pusat Pertamina telah mengimplementasikan berbagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan memperbarui alur pemeriksaan, membagi zonasi, serta melakukan desinfeksi dalam rangka memberikan perlindungan untuk pasien dan pekerja, dan telah dijalankan secara efektif.
INVESTIGASI FAKTOR USIA MODALITAS MRI 1.5 TESLA TERHADAP SIGNAL TO NOISE RATIO Dea Indri Utami; Irsal, Muhammad; Shinta Gunawati Sutori; Budiati, Tri Asih
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v16i2.459

Abstract

Changes in signal-to-noise ratio (SNR) may be influenced by the installation age of MRI systems exceeding 10 years, as well as increased usage frequency, which can contribute to a decline in system performance. This study investigated the effect of MRI installation age on SNR in two different brands of 1.5 Tesla MRI systems. This research employed an experimental method by measuring SNR values using an MRI phantom filled with 1000 cc of water. Image acquisition was performed using FLAIR, DWI, and T2*GRE sequences. SNR measurements were conducted using ImageJ software with a consistent region of interest (ROI) diameter of 5 mm applied to all images. Statistical analysis was performed to assess differences in mean SNR values between the two 1.5 Tesla MRI systems using an independent samples t-test with a significance level of 0.05. The results showed that the SNR value for the FLAIR sequence was 102.8 for brand A and 65.8 for brand B, with a p-value of 0.00. For the DWI sequence, the SNR value was 63.4 for brand A and 54.3 for brand B, with a p-value of 0.04. For the T2*GRE sequence, the SNR value was 107.1 for brand A and 45.2 for brand B, with a p-value of 0.00. Differences in SNR values were associated with variations in acquisition parameters such as TR, TE, NEX, and bandwidth, differences in the number of head coil channels, as well as differences in production year and duration of MRI system utilization. Therefore, standardization of acquisition parameters, routine technical evaluation of MRI systems, and detailed analysis of DICOM metadata are recommended in future studies to achieve more objective and accurate comparisons of MRI image quality.     Abstrak: Perubahan nilai signal to noise ratio (SNR) disebabkan faktor usia instalasi modalitas MRI yang sudah mencapai lebih dari 10 tahun, serta frekuensi penggunaan yang semakin tinggi yang dapat menyebabkan penurunan kinerja modalitas. Penelitian ini melakukan investigasi faktor usia instalasi modalitas MRI terhadap SNR pada dua merek modalitas MRI dengan kekuatan medan magnet 1.5 Tesla. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengukuran nilai SNR pada dua modalitas MRI menggunakan pantom MRI yang berisi air dengan volume 1000 cc pada penggunaan sequence FLAIR, DWI dan T2*GRE. Pengukuran SNR menggunakan Image-J dengan mempertimbangkan ukuran regoin of interest (ROI) berdiameter 5 mm sama pada semua citra. Kemudian dilakukan uji statistik untuk mengetahui adakah perbedaan nilai rata-rata SNR pada kedua modalitas MRI 1.5 Tesla dengan uji Independent t-test dengan nilai p-value 0.05. Hasil penelitian untuk nilai SNR pada sequence FLAIR untuk merek A 102.8, sedang merek B 65.8 dengan hasil p-value 0.00.  Nilai SNR Pada sequence DWI untuk merek A 63.4, sedangkan merek B 54.3 dengan hasil p-value 0.04. Nilai SNR Pada sequence T2*GRE untuk merek A 107.1, sedangkan merek B 45.2 dengan hasil p-value 0.00. Perbedaan nilai SNR tersebut berkaitan dengan variasi parameter akuisisi seperti TR, TE, NEX, dan bandwidth, perbedaan jumlah channel head coil, serta perbedaan tahun produksi dan usia pemanfaatan perangkat MRI. Oleh karena itu, perlunya standarisasi parameter akuisisi, evaluasi teknis perangkat MRI secara berkala, serta analisis metadata DICOM pada penelitian selanjutnya guna memperoleh perbandingan kualitas citra MRI yang lebih objektif dan akurat.