Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Partisipasi Masyarakat Pada Kawasan Minapolitan di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridtunisa; Hayati, Nurul; Agustini, Maria; Muhajir, Muhajir; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk; Sulistiawati, Ani
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan minapolitan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan dengan pembangunan fasilitas pelayanan standar perkotaan di wilayah perdesaan serta memandang wilayah perdesaan sebagai potensi kegiatan ekonomi. Kawasan minapolitan mempunyai karakteristik antara lain memiliki potensi fisik dan daya dukung sebagai kawasan perikanan, memiliki sektor dan komoditas unggulan, luas kawasan dan penduduk mencapai economic of scale dan economic of scope, memiliki pusat pelayanan skala kota kecil yang terintegrasi fungsional dengan kawasan produksi di sekitarnya dan sistem penataan ruang kawasan yang terencana dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi dan tingkat keterlibatan masyarakat serta faktor-faktor yang memengaruhinya dalam upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan kawasan minapolitan. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini adalah analisis statistik non-parametrik chi-square. Hasil penelitian diketahui persepsi masyarakat terhadap program minapolitan cenderung buruk, sementara tingkat partisipasinya relatif rendah. Selain itu faktor-faktor intrinsik yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi meliputi pendapatan dan luas lahan, sementara faktor-faktor ekstrinsiknya melibatkan sosialisasi, pendampingan, transparansi pemerintah, kesesuaian program, dan manfaat yang dirasakan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, diperlukan perbaikan pada faktor-faktor yang telah diidentifikasi sebagai faktor yang berpengaruh signifikan.
Analisis Efisiensi Teknis Produksi Ikan Pari Asap Pada Sentra Ikan Asap Kenjeran Kota Surabaya Putra, Angga Pratama; Wijayanti, Regita Faridtunisa; Hayati, Nurul; Sulistiawati, Ani; Sutrisno, Sutrisno; Winiastri, Dinda
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi September - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to analyze the achievement of the level of technical efficiency and the factors that influence the stingray smoking business at the Kenjeran Smoked Fish Center, Surabaya City. The research method used is the survey method. The data analysis method uses descriptive analysis and frontier production functions. Production inputs are stingrays, ice, water, wrapping leaves, fuel, food coloring, bamboo clamps and labor. The sampling technique used a census technique of 23 people. The average age of smoked stingray producers in Kenjeran is 42 years. In terms of education, the average education level of producers reaches 8 years. Meanwhile, the average experience of producers in the smoked stingray business is 8 years. The gamma value obtained was 0.131 and was not significant. This shows that 13.1 percent of the variation in smoked stingray production in Kenjeran is caused by differences in technical efficiency, while the remaining 86.9 percent is influenced by significant external factors and is outside the producer's control. The results of the partial test (t test) on the production function indicated that the number of fish, clean water, bamboo clamps, wrapping leaves, and labor significantly influenced the production of smoked stingrays in Kenjeran. However, the estimation results show that the age variable does not have a significant influence on the level of business inefficiency. Apart from that, education and experience variables also do not statistically influence the level of inefficiency of smoked stingray producers. Analysis of technical efficiency levels shows that the technical efficiency values ​​achieved by producers range from 0.953 (minimum value) to 0.998 (maximum value), with an average of 0.984. Of the 23 smoked stingray producers analyzed, 13 producers (56.52 percent) had an efficiency level above the average, while 10 other producers (43.48 percent) were below the average level of technical efficiency.
Pelatihan Dan Evaluasi Kelayakan Usaha Abon Ikan Lele (Clarias Gariepinus) Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Lokal Pada Umkm Jaya Mandiri Kampung Sukasirna Kecamatan Purbaratu, Kabupaten Tasikmalaya Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Sulistiawati, Ani; Sutrisno , Sutrisno; Hayati, Nurul; Muhajir, Muhajir; Agustini, Maria
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6418

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia, termasuk dalam sektor perikanan budidaya seperti ikan lele (Clarias gariepinus) di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pengembangan produk olahan bernilai tambah seperti abon ikan lele masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain teknik pengolahan yang belum standar, manajemen usaha yang belum tertata, serta strategi pemasaran yang terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial UMKM Jaya Mandiri melalui pelatihan produksi abon ikan lele yang higienis, pelatihan manajemen usaha dan keuangan, serta pelatihan pemasaran digital. Selain itu, dilakukan pula analisis kelayakan finansial usaha menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan produksi, dengan 85% panelis menyatakan rasa abon enak dan kaya rempah, serta peningkatan kualitas tekstur dan aroma produk. Sistem pencatatan keuangan dan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) berhasil diterapkan, dengan margin keuntungan mencapai 30–40% per kemasan. Dari sisi pemasaran, akun media sosial @AbonLeleJayaMandiri berhasil meningkatkan penjualan online sebesar 40%, didukung oleh kemasan baru yang informatif. Analisis finansial menunjukkan bahwa usaha ini layak dikembangkan (NPV = Rp25.000.000; IRR = 22%; Payback Period = 1,8 tahun). Dampak sosial-ekonomi juga dirasakan melalui penyerapan tenaga kerja baru dan peningkatan pendapatan mitra hingga 75%. Keseluruhan program memberikan multiplier effect terhadap penguatan ekonomi lokal, meski masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan alat dan infrastruktur digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis pelatihan terpadu dan pendampingan usaha dapat meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.
Analisis Laju Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain PAD Yang Sah di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur Sulistiawati, Ani; Sutrisno, Sutrisno; Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Hayati, Nurul; Muhajir, Muhajir; Agustini, Maria; Wirawan, Indra
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen-komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan (bumd), dan lain-lain pad yang sah terhadap total pad di kabupaten probolinggo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah meskipun Kabupaten Probolinggo memiliki potensi ekonomi yang besar. Ketergantungan tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat menjadi tantangan serius dalam pembangunan daerah yang mandiri dan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis laju pertumbuhan dan korelasi Pearson untuk menilai hubungan antara variabel-variabel PAD. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan PAD Kabupaten Probolinggo tahun 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan rata-rata PAD sebesar 5,5%, dengan kategori "tidak berhasil". Komponen-komponen PAD lainnya, seperti Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Hasil BUMD, juga menunjukkan laju pertumbuhan yang belum optimal, dengan nilai rata-rata masing-masing masih berada di bawah kriteria keberhasilan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk mengevaluasi strategi pengelolaan PAD dan meningkatkan kinerja fiskal daerah secara mandiri. Selain itu, penelitian ini juga mengisi kekosongan literatur dalam menganalisis secara komprehensif keempat komponen utama PAD dalam konteks daerah dengan karakteristik ekonomi seperti Kabupaten Probolinggo.
Pelatihan Manajemen Produksi Ikan Asap pada Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Kejawan Lor Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridtunisa; Hayati, Nurul; Agustini, Maria; Muhajir, Muhajir; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang; Hariyani, Nunuk; Sulistiawati, Ani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4357

Abstract

Kelurahan Kenjeran, yang terletak di pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan pusat produk pesisir, seperti ikan asap dan kerajinan kerang. Sentra ikan asap di daerah ini terkenal sebagai produsen ikan asap terbesar di Jawa Timur.   Permasalahan ikan asap yang dihadapi oleh mitra yaitu pengemasan produk ikan asap yang tidak baik sehingga berpengaruh terhadap umur simpan ikan asap. Selain itu permasalahan lainnya adalah ketersediaan bahan baku yang tidak menentu pada saat musim paceklik ikan. Pengolahan modern memerlukan persyaratan yang sulit dipenuhi oleh perikanan skala kecil, yaitu pasokan bahan baku yang bermutu tinggi dalam jenis dan ukuran yang seragam, dalam jumlah yang cukup banyak sesuai dengan kapasitas industri. Kegiatan “Pelatihan Manajemen Produksi Ikan Asap pada Kelompok Usaha Kecil Ikan Asap di Kejawan Lor Kelurahan Kenjeran Kota Surabaya” bertujuan membantu kelompok usaha kecil di Kenjeran menghasilkan ikan asap berkualitas dengan umur simpan lebih lama, serta mengatasi ketidakpastian ketersediaan bahan baku saat musim paceklik ikan. Program Kemitraan Masyarakat ini mencakup survei, penyuluhan, dan pelatihan bagi para pelaku usaha ikan asap. Pelatihan ini penting untuk memperkuat usaha kecil tersebut agar produk mereka tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga dapat dijual di minimarket, supermarket, bahkan diekspor. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah memberikan edukasi mengenai teknik pengemasan yang baik bagi para pelaku usaha.
Analisis Kelayakan Usaha Produksi Petis Udang Skala Industri Rumah Tangga Di Ud. Samporna Sidoarjo Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Sulistiawati, Ani; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Muhajir, Muhajir; Agustini, Maria; Sumaryam, Sumaryam; Kartikasari, Dwirini; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.8159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha produksi petis udang di UD. Samporna Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan dengan metode studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan referensi ilmiah terkait. Analisis dilakukan melalui perhitungan biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, keuntungan, dan nilai R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi petis udang sebesar Rp112.140.165 per bulan, dengan total penerimaan sebesar Rp384.800.000. Nilai keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp272.659.835, dan nilai R/C ratio sebesar 3,43 (>1), yang menandakan usaha ini layak dan menguntungkan secara finansial. Faktor-faktor yang mendukung kelayakan usaha meliputi ketersediaan bahan baku udang yang stabil, manajemen biaya yang efisien, serta permintaan pasar yang tinggi. Dengan demikian, usaha petis udang skala rumah tangga di UD. Samporna layak dikembangkan sebagai usaha berkelanjutan dan potensial dalam mendukung ekonomi lokal.
Peningkatan Kelayakan Usaha Produksi Petis Udang Skala Rumah Tangga Melalui Pendampingan Manajemen Bisnis di UD. Murni Sidoarjo Putra, Angga Pratama; Hendarto, Totok; Kurdiawan, Mamang; Wijayanti, Regita Faridatunisa; Sulistiawati, Ani; Wirawan, Indra; Budiyanto, Didik; Muhajir, Muhajir; Agustini, Maria; Yusrudin, Yusrudin; Sumaryam, Sumaryam; Kartikasari, Dwirini; Sigit Sucahyo, Mikael Bambang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8049

Abstract

UD Murni merupakan industri rumah tangga pengolah petis udang yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo dan telah beroperasi selama lebih dari lima dekade. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, usaha ini masih menghadapi kendala dalam manajemen biaya, pencatatan keuangan, efisiensi produksi, dan penetapan harga berbasis analisis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan usaha melalui pendampingan manajemen bisnis, meliputi identifikasi biaya tetap dan biaya variabel, perhitungan penerimaan dan keuntungan, serta analisis kelayakan menggunakan R/C ratio. Metode yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan pelatihan pencatatan keuangan sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa usaha produksi petis udang di UD Murni layak secara finansial dengan nilai R/C ratio sebesar 3,34, pendapatan bulanan mencapai Rp 382.200.000, dan keuntungan bersih sebesar Rp 268.059.835. Pendampingan juga meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap manajemen biaya, efisiensi proses produksi, dan penetapan harga yang lebih rasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas manajerial UMKM serta mendukung keberlanjutan usaha pengolahan hasil perikanan di tingkat rumah tangga.