Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFYING SWEAR WORDS UTTERED BY INDONESIA GAMER ON LIVE STREAMING Wiranda, Arya; Alqawwiy, Thareq Ahmad; Daulay, Sholihatul Hamidah
JALC : JOURNAL OF APPLIED LINGUISTIC AND STUDIES OF CULTURAL Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/jalc.v2i2.486

Abstract

Live streaming sessions on online platforms, focusing on two different genres of games: Clash Royale and DreadOut. Using descriptive qualitative research with content analysis, the study identified and categorized swear words into six types: sexuality, insults, animal-based terms, personal background, intellect-based terms, and English swears. The analysis revealed that the frequency and types of swear words varied depending on the game's nature. In Clash Royale, animal-based terms were predominantly used, while in DreadOut, English swears were more prevalent. Overall, the most frequent swear words across both videos were related to animal-based terms, and English swears, suggesting that gamers adapt their language based on emotions and game environments. The study sheds light on the dynamics of language use in online gaming communities and highlights the role of swear words as expressions of emotion and intensity during gameplay. Further research could explore the psychological and social implications of swearing in gaming contexts and strategies for promoting responsible language use among gamers.
Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Pernikahan Dini pada Remaja Kelurahan Bela Rakyat Sitepu, Rajin; Wiranda, Arya; Sukma, Kinana Dwinta; Lubis, Irma Yanti; Sihombing, Rofitrah Fadli
Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jahe.v1i2.3773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pernikahan dini dan stunting melalui kegiatan sosialisasi di Kelurahan Bela Rakyat, Langkat. Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, seringkali berhubungan dengan kondisi ekonomi dan sosial, terutama pernikahan dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Responden penelitian terdiri dari 10 pasangan muda, 7 tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan, serta 15 remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan muda yang menikah dini tidak memahami dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan anak, khususnya stunting. Pemahaman mereka mengenai gizi juga sangat terbatas, dengan mayoritas pasangan mengaku tidak memiliki kesiapan finansial yang memadai. Sosialisasi yang dilakukan peneliti bersama perangkat desa dan tenaga kesehatan mendapat tanggapan positif, meski masih banyak tantangan dalam menyebarkan informasi secara merata. Kesimpulannya, pernikahan dini dan keterbatasan ekonomi memperbesar risiko stunting pada anak-anak, sehingga diperlukan edukasi yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk mencegah pernikahan dini dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi anak.
Nilai Kemanusiaan dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan:Implementasi Siswa dalam Pembelajaran Wiranda, Arya; Sabila, Fadlah Putri; Susanti, Eka; Sitompul, Eby Delyani; Hidayat, Yulia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11516

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan nilai kemanusiaan dalam pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan fokus pada siswa di sebuah SMP Negeri di Kota Medan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena yang terjadi dalam konteks pembelajaran. Partisipan dipilih menggunakan metode purposive sampling, dengan instrumen kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan triangulasi dan menyimpulkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari belum optimal, yang berdampak pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Konsep kemanusiaan yang adil dan beradab, seperti yang tercantum dalam sila kedua Pancasila, masih perlu diperkuat dalam praktek masyarakat. Penelitian menemukan bahwa situasi yang tidak mematuhi nilai kemanusiaan ditemukan dalam berbagai konteks, termasuk di kalangan aparat negara dan remaja. Selain itu, untuk penerapan nilai kemanusiaan dinilai sudah cukup dilihat dari aspek kebenaran, kedamaian, cinta kasih, Kebajikan, dan situasi tanpa kekerasan. Perlunya pembangunan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila menjadi penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan bermartabat. Dengan demikian, pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki peran yang penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya upaya bersama dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Perspektif al-Qur’an Terhadap Cyberbullying Dalam Etika Digital Wiranda, Arya; Fatah, Abdul
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 04 (2025): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v2i04.9449

Abstract

Perkembangan teknologi digital tidak hanya membawa kemajuan, tetapi juga memunculkan tantangan sosial seperti cyberbullying. Artikel ini mengkaji fenomena perundungan digital dalam perspektif etika Islam melalui telaah terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis. Dengan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, artikel ini mengeksplorasi istilah kunci dalam Al-Qur’an—yaskhar (mengolok), lamz (mencela), buhtan (fitnah), dan zulm (penindasan)—yang memiliki keterkaitan erat dengan perilaku perundungan di ruang digital. Analisis dilakukan secara tematik dan hermeneutik dengan merujuk pada kitab-kitab tafsir klasik serta studi kasus aktual di Indonesia sepanjang 2024–2025. Hasilnya menunjukkan bahwa Al-Qur’an menyuguhkan kerangka etik yang transformatif dalam mencegah dan menangani cyberbullying, baik secara preventif maupun kuratif. Artikel ini juga menekankan pentingnya pendidikan etika digital berbasis nilai-nilai Islam, penguatan peran keluarga dan institusi pendidikan, serta dakwah digital yang empatik dan solutif. Kesimpulannya, Islam tidak hanya melarang kekerasan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan budaya digital yang berkeadaban.