Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

METODE TAFFLER DAN ALTMAN Z-SCORE DALAM MENGUKUR FINANCIAL DISTRESS PADA PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES, Tbk. Sepbeariska Manurung; Liper Siregar; Eliza Arshandy; Daud Immanuel Hutagalung
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to predict the level of bankruptcy of a company using the Tafflerand Altman Z-Score methods at PT Tirta Mahakam Resources, Tbk. for the period 2015-2022and to determine the comparison of the accuracy and error rate of each method used, namelythe Taffler and Altman Z-Score methods. This study uses quantitative data by taking secondarydata accessed from the official website of the Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id). Thedata analysis technique used is descriptive qualitative and comparative analysis. The results ofthis study indicate that there are different results in predicting the level of bankruptcy producedusing the Taffler method in contrast to the Altman Z-Score method. This can be seen from thehighest level of accuracy is using the Altman Z-Score method with a percentage of 0% whilethe error rate is using the Altman Z-Score with a percentage of 100%. Thus it can be concludedthat the most suitable and accurate method in predicting Financial Distress is the Altman ZScoremethod.
BANK DIGITAL DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN Sudung Simatupang; Onita Sari Sinaga; Sepbeariska Manurung; Marthin Hutler Ambarita; Erna Ningsih Mokodongan
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tranformasi dalam dunia perbankan telah merubah bentuk proses kerjabank, dari model bank konvensional menjadi bank digital. Tujuan penelitian iniuntuk melihat gambaran dari kehadiran bank digital melalui regulasi dari BankIndonesia serta Otoritas Jasa Keuangan dalam prosenya berupaya untuk mendapatkepercayaan konsumen, sebab konsumen masih belum sepenuhnya paham tentangbank digital serta risiko yang akan dihadapi ketika menggunakan bank digitalsebab wujud fisik dari bank tersebut tidak dapat dilihat oleh konsumen. Bankdigital harus dapat menumbuhkan kepercyaan konsumen melalui keamanantransaksi, ketepatan dan ketersediaan layanan, responsif terhadap masalahkonsumen, memiliki inovasi dan keterbukaan, kesadaran konsumen, dankepatuhan terhadap regulasi pemerintah serta mampu menjaga privasi dan etikanasabah sebagai konsumen. 
Pengaruh Fee Audit dan Audit Tenure Terhadap Opini Audit Going Concern Sepbeariska Manurung; Azlansyah Putra; Siti Nuridah; Lidya Anggiline Maramis
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16239

Abstract

Penelitian ini adalah Pengaruh Audit Tenure, Fee Audit, Profitabilitas, Kerugian Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern. Permasalahan penelitian ini adalah apakah audit tenure, fee audit, profitabilitas, kerugian perusahaan, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pemberian opini audit going concern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap opini audit going concern pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit tenure dan fee audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap opini audit going concern. Profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap opini audit going concern, sedangkan kerugian perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap opini audit going concern. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik auditor dan kondisi keuangan perusahaan berperan penting dalam penilaian kelangsungan usaha.