Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : borneo journal of medical laboratory technology

Review Literature: an Update Faktor Risiko dan Skrining Awal Retinopati Diabetik Asram, Andi; Hidayati , Prema Hapsari; Novriansyah , Zulfikri Khalil; Hasan, Hasan; Rahmah, Marlyanti Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12249

Abstract

Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi mikrovaskular serius dari diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak dideteksi secara dini. Prevalensi RD di Indonesia cukup tinggi, mencapai 43,1% pada pasien DM tipe 2, dengan 26,1% di antaranya mengancam penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang relevan, dipublikasikan antara 2020–2025, untuk mengidentifikasi faktor risiko utama RD dan menekankan pentingnya skrining awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko paling konsisten adalah durasi DM, kadar HbA1c tinggi, hipertensi, serta jenis kelamin laki-laki. Penurunan HbA1c sebesar 1% dapat menurunkan risiko RD hingga 40%, sedangkan penurunan tekanan darah 10 mmHg menurunkan risiko sebesar 35%. Dislipidemia juga berperan, meskipun hasil penelitian terkait masih bervariasi. Skrining awal RD terbukti efektif mencegah kebutaan melalui deteksi dini menggunakan fotografi fundus, Optical Coherence Tomography (OCT), dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Integrasi skrining ke layanan primer dan pemanfaatan telemedicine direkomendasikan untuk menjangkau daerah dengan akses terbatas. Kesimpulannya, pengendalian faktor risiko dan skrining rutin merupakan strategi utama dalam pencegahan RD dan pengurangan beban kesehatan masyarakat.
Hubungan Tekanan Darah terhadap Kejadian Retinopati Diabetik pada Pasien di Klinik Mata JEC Orbita Makassar Nurfadilla, Nurfadilla; Gayatri , Sri Wahyuni; Aulia, Nur; Rahmah, Marlyanti Nur; Maharani, Ratih Natasha
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12251

Abstract

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Hipertensi yang sering menyertai diabetes diduga berperan dalam kerusakan pembuluh darah retina. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tekanan darah dan kejadian retinopati diabetik, hasil yang diperoleh masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah terhadap kejadian retinopati diabetik pada pasien di Klinik Mata JEC Orbita Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Analitik dengan menggunakan desain cross sectional berupa data rekam medis yang didapatkan dari Klinik Mata JEC Orbita Makassar. Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tekanan darah dan kejadian retinopati diabetik pada pasien di Klinik Mata JEC Orbita Makassar (p = 0,023). Peningkatan tekanan darah berhubungan dengan meningkatnya tingkat keparahan retinopati diabetik, di mana pasien dengan hipertensi derajat I–III lebih banyak mengalami retinopati diabetik proliferatif dibandingkan pasien dengan tekanan darah normal atau optimal. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah dan kejadian retinopati diabetik, di mana tekanan darah yang lebih tinggi berkaitan dengan tingkat keparahan retinopati diabetik yang lebih berat pada pasien di Klinik Mata JEC Orbita Makassar.
Prevalensi Kelainan Refraksi pada Anak SD Inpres Tangkala 2 Makassar Dewan, Nur Syamsih; Rahmah, Marlyanti Nur; Jafar, Muh Alfian; K, Sri Irmandha; Namirah, Hanna Aulia
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12280

Abstract

Gangguan refraksi merupakan penyebab utama gangguan penglihatan pada anak yang dapat dicegah dan ditangani, namun masih banyak yang tidak terdeteksi. Di Sulawesi Selatan, angka kebutaan akibat gangguan refraksi tergolong tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi kelainan refraksi pada anak SD Inpres Tangkala 2 Makassar, dan untk mengetahui jenis-jenis kelainan refraksi pada anak SD Inpres Tangkala 2 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain peneltian yang digunakan adalah studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kelainan refraksi pada siswa SD Inpres Tangkala 2 Makassar sebesar 27,8%, sedangkan 72,2% siswa memiliki refraksi normal. Jenis kelainan refraksi yang paling banyak ditemukan adalah astigmatisme (64%), diikuti miopia (36%), dan tidak ditemukan kasus hipermetropia. Maka dapat disimpulkan bahwa kelainan refraksi masih ditemukan pada sebagian siswa, dengan astigmatisme sebagai jenis yang paling dominan, sehingga diperlukan deteksi dini untuk mencegah gangguan penglihatan lebih lanjut.
Review Literature: an Update Faktor Risiko dan Skrining Awal Retinopati Diabetik Asram, Andi; Hidayati , Prema Hapsari; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Hasan, Hasan; Rahmah, Marlyanti Nur
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12989

Abstract

Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi mikrovaskular serius dari diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kebutaan bila tidak dideteksi secara dini. Prevalensi RD di Indonesia cukup tinggi, mencapai 43,1% pada pasien DM tipe 2, dengan 26,1% di antaranya mengancam penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap 10 artikel ilmiah yang relevan, dipublikasikan antara 2020–2025, untuk mengidentifikasi faktor risiko utama RD dan menekankan pentingnya skrining awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko paling konsisten adalah durasi DM, kadar HbA1c tinggi, hipertensi, serta jenis kelamin laki-laki. Penurunan HbA1c sebesar 1% dapat menurunkan risiko RD hingga 40%, sedangkan penurunan tekanan darah 10 mmHg menurunkan risiko sebesar 35%. Dislipidemia juga berperan, meskipun hasil penelitian terkait masih bervariasi. Skrining awal RD terbukti efektif mencegah kebutaan melalui deteksi dini menggunakan fotografi fundus, Optical Coherence Tomography (OCT), dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Integrasi skrining ke layanan primer dan pemanfaatan telemedicine direkomendasikan untuk menjangkau daerah dengan akses terbatas. Kesimpulannya, pengendalian faktor risiko dan skrining rutin merupakan strategi utama dalam pencegahan RD dan pengurangan beban kesehatan masyarakat.