Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Perbandingan Optimasi Stochastic Gradient Descent dan Adaptive Moment Estimation dalam Klasifikasi Emosi dari Audio Menggunakan Convolutional Neural Network Aldelia Jocelyn Tutuhatunewa; Dorteus Lodewyik Rahakbauw; Zeth Arthur Leleury
Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal Vol 6 No 2 (2025): Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Pattimura University, Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tensorvol6iss1pp13-22

Abstract

Emotion plays a fundamental role in human life, influencing behavior, social interaction, anddecision-making. Successful communication and understanding between individuals depend greatly on ourability to recognize and express emotions. In this context, sound or audio plays a key role as a medium thatreflects and conveys human emotional expression. In the era of information technology and artificialintelligence, emotion recognition through sound has become a growing focus of research. Machine learningalgorithms, particularly neural networks, can be trained to understand and classify emotions conveyed invarious forms, including text, images, videos, and audio. Among these algorithms, Convolutional NeuralNetwork (CNN) has shown promising performance in emotion classification tasks. In this study, thecomparison between Stochastic Gradient Descent (SGD) and Adaptive Moment Estimation (Adam)optimizers in emotion classification from audio using CNN is investigated. The research aims to determinethe optimal optimizer for emotion classification tasks. The results suggest that SGD optimizer outperformsAdam in terms of overall accuracy, with SGD achieving 53% accuracy compared to Adam's 48% accuracy inThe Ryerson Audio-Visual Database of Emotional Speech and Song (RAVDESS) dataset. Therefore, foremotion classification from audio data, Stochastic Gradient Descent (SGD) optimizer is recommended forbetter performance.
Model Predator – Prey Dengan Fungsi Respon Holling Tipe II dengan Adanya Infeksi pada Prey dan Pemanenan pada Predator Hilda Amelia; Dorteus Lodewyik Rahakbauw; Zeth Arthur Leleury
Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal Vol 6 No 2 (2025): Vol 6 No 2 (2025): Tensor: Pure and Applied Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Pattimura University, Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/tensorvol6iss2pp95-110

Abstract

Model matematika predator-prey merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk memahami dinamika populasi dalam ekosistem. Penelitian ini mengembangkan model predator-prey dengan fungsi respon Holling tipe II, di mana prey (mangsa) dapat terinfeksi penyakit dan predator mengalami pemanenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk model matematika dari sistem tersebut, menentukan titik kesetimbangan, menganalisis kestabilannya, serta melakukan simulasi guna memahami dinamika populasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan pendekatan numerik dengan bantuan perangkat lunak Matlab. Model yang dikembangkan mempertimbangkan tiga sub-populasi mangsa: mangsa sehat, mangsa terinfeksi, dan mangsa yang sedang dalam proses perawatan (treatment). Predator dalam model ini mengalami pemanenan, yang berarti populasinya berkurang akibat eksploitasi manusia. Analisis kestabilan dilakukan dengan mencari titik kesetimbangan sistem serta mengevaluasi kestabilannya menggunakan matriks Jacobian dan nilai eigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik kesetimbangan dalam sistem, yaitu titik kesetimbangan trivial, semi-trivial, dan non-trivial. Titik kesetimbangan trivial terjadi ketika seluruh populasi punah. Titik kesetimbangan semi-trivial terjadi dalam beberapa skenario, seperti ketika predator punah, mangsa sehat tidak ada, atau mangsa terinfeksi tidak ada. Sementara itu, titik kesetimbangan non-trivial menggambarkan kondisi di mana semua populasi eksis dan berinteraksi dalam keseimbangan dinamis. Simulasi numerik menunjukkan bahwa keberadaan infeksi dan pemanenan dapat mempengaruhi kestabilan sistem dan pola interaksi predator-prey secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor infeksi pada prey dan pemanenan pada predator memiliki dampak besar terhadap keseimbangan ekosistem. Pemanenan yang berlebihan dapat menyebabkan kepunahan predator, yang selanjutnya dapat menyebabkan ledakan populasi mangsa atau ketidakseimbangan ekosistem. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar dilakukan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lingkungan lainnya, seperti variasi tingkat infeksi dan kebijakan pengelolaan pemanenan predator, untuk menjaga keseimbangan ekosistem secara lebih realistis.