Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PANDANGAN TEOLOGI TERHADAP LGBT (LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER): THEOLOGICAL VIEWS ON LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL AND TRANSGENDER) Pattiata, Chelsya Chintya; Anouw, Yulian; Wattimury, Wiesye Agnes
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.165

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini untuk mengetahui (a) faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender); (b) peranan keluarga dan gereja dalam menangani LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender); (c) pandangan teologi kristen terhadap LGBT. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan wawancara dan juga situs internet. Hasil data yang didapatkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan: LGBT merupakan penyimpangan seksual, yang tidak dapat dipungkiri, orang kristen juga terjerumus didalamnya. Perilaku LGBT merupakan perbuatan yang keji dimata Tuhan. Ini menimbulkan hal negatif dalam kehidupan masyarakat dan kesehatan. Orang tua sangat berperan penting dalam mendidik anak, memberikan pendidikan seks yang benar dan sesuai Firman Tuhan. Kelompok LGBT ini berhak mendapatkan pertobatan dalam Yesus. Karena untuk itulah Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan manusia dari dalam dosa. Gereja juga mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan pendampingan kepada kelompok LGBT.
KAJIAN ETIKA KRISTEN TERHADAP PRAKTEK PEMBUANGAN SAMPAH: CHRISTIAN ETHICS STUDY ON THE PRACTICE OF WASTE DISPOSAL Elias, Thomson Framonty E.; Anouw, Yulian; Siahaya, Irianty Marsye
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.211

Abstract

Berbicara soal sampah itu berarti berbicara tentang lingkungan, karena sampah selalu ada dimana kita berada, dan juga berbicara tentang sumber penghasil sampah itu sendiri yaitu manusia. Manusia sebagai sumber penghasil sampah karena seringkali aktifitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan bahan sisa buangan/sampah. Secara garis besar skripsi ini berbicara tentang sampah di wilayah kelurahan kladufu yang terfokus pada pinggir jalan tempat pembuangan sampah oleh warga masyarakat di sekitar wilayah kaldufu. Dan apa yang dilakukan oleh Lurah dan jemaat GKI Emaus dalam menyoroti masalah sampah ini. Adakah keterlibatan Lurah dan gereja dalam menjaga alam lingkungan sebagai satu keutuhan ciptaan? Secara ringkas skripsi ini membahas juga tentang keterlibatan masyarakat lurah dan pemuda-pemudi jemaat GKI Emaus terhadap masalah sampah yang ada di lingkungan kelurahan kladufu sebagai satu keutuhan ciptaan Tuhan, sejauh mana keterlibatan atau peran mereka dalam menjaga kebersihan di pinggir jalan kladufu. Apakah mereka terlibat juga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam membuang sampah. Skripsi ini mengemukakan keadaan yang sebenarnya ada di kelurahan kladufu dalam kaitan dengan masalah sampah dan juga lokasi tempat pembuangan sampah yang tidak tepat; selain itu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam membuang sampah juga kurang maksimal dilaksanakan. Bahkan peran pemuda pun kurang dalam memberi diri untuk menjaga lingkungan sekitar.
BERSATU DALAM PERBEDAAN: UNITED IN DIVERSITY Anouw, Yulian; Wattimury, Wiesye Agnes; Tata, Marche Eka Risty
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.212

Abstract

Bersatu adalah penting di dalam sebuah masyarakat apalagi jemaat, karena bersatu merupakan senjata yang dapat mengalahkan ancaman dunia yang begitu mempesona dengan segala kepraktisannya. Perbedaan adalah sesuatu yang berlainan atau tidak sama, baik dalam tindakan maupun pandangan tentang suatu keadaan. Sudah tidak heran lagi kalau pertumbuhan serta perkembangan gereja dimana-mana sedang terjadi. Dapat diketahui bahwa disamping pertumbuhan serta perkembangannya, dapat dilihat bahwa dimana-mana juga ditemukan perpecahan didalam gereja pada masa kini. Penyebab dari perpecahan jemaat ini terjadi karena adanya kepentingan pribadi kelompok yang kemudian mempengaruhi jemaat, sehingga mereka menjadi egois, serakah, iri hati, dengki, dan selalu memprofokasikan orang lain serta mencampuri urusan politik dengan gereja. Mereka selalu membawa masalah politik kedalam suatu persekutuan berjemaat, sehingga sering kali terjadinya konflik dalam berjemaat dan terjadilah perdebatan di dalamnya yang mengakibatkan perpecahan jemaat atau gereja. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif seperti wawancara secara langsung serta mencatat dokumen untuk menggumpulkan data yang akan digunakan sebagai penunjang penelitian. Semua data diolah secara kualitatif dan setiap data yang diperoleh dari analisis data. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Jemaat GMIH Rehoboth sambiki baru dapat disimpulkan bahwa, akibat dari perpecahan yang terjadi di jemaat adalah kepentingan pribadi dan juga sifat keegoisan yang tinggi serta berbeda pendapat dan juga kurangnya pengetahuan tentang kebenaran Tuhan. Kebanyakan orang pada saat ini lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan tentang kebenaran Tuhan atau perintah-Nya yang dimana setiap orang yang percaya kepadaNya harus melaksanakan perintah-Nya untuk membritakan injil serta menjaga kesatuan dan keharmonisan persekutuan.
KAJIAN TEOLOGIS MENGENAI PRAKTIK OKULTISME SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN IMAN KRISTEN: THEOLOGICAL STUDY OF OCCULT PRACTICES AS AN OBSTACLE TO THE GROWTH OF CHRISTIAN FAITH Anouw, Yulian; Kwatolo, Agustinus; Waropen, Truly Ivane
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 1 (2024): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i1.216

Abstract

Okultisme adalah istilah yang dapat dipakai untuk menyebut kepercayaan dan praktik-praktik yang menyangkut magi atau kekuatan gaib, peramalan, magi, dan spritualisme. Praktek okultisme di jemaat GKI Efata Wejim adalah satu tanggung jawab besar bagi gereja yang sampai saat ini belum di wujudkan. Namun pada kenyataan sekarang banyak jemaat yang menjadi pelaku dan percaya kepada okultisme dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab pengaruh okultisme terhadap pertumbuhan iman Kristen dan juga untuk mengetahui bagaimana peran Gereja dalam mengatasi pengaruh okultisme terhadap pertumbuhan iman jemaat. Penulis menggunakan metode kualitatif, populasi 350 kepalah keluarga Kristen dengan jumblah 828 jiwa dan sampel 30 orang, dengan teknik observasi studi pustaka dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman Okultisme dari para responden bahwa okultisme merupakan satu kuasa gelap yang berasal dari iblis namun pada kenyataan dapat memberikan jawaban atas pergumulan hidup sehari-hari sehingga kepercayaan terhadap okultisme sudah menjadi salah satu kebiasaan yang turun temurun terus di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Jemaat akan memahami dengan benar tentang siapa di balik kuasa iblis melalui khotbah dan juga pastoral konseling kepada setiap warga jemaat.
PERAN ORANG TUA TERHADAP KEHADIRAN ANAK SEKOLAH MINGGU : THE ROLE OF PARENTS IN CHILDREN'S SUNDAY SCHOOL ATTENDANCE Nansy Kumajas, Injily; Anouw, Yulian; Montang, Ricky Donald
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.268

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup terutama dalam mempersiapkan bekal anak untuk meraih masa depan cerah yang baik. Anak merupakan penerus gereja yang wajib dibimbing, dan dibina imannya sejak kecil agar imannya tidak goyah saat beranjak dewasa. Ditengah kesibukan orang, sekolah minggu menjadi wadah bagi orang tua untuk memberikan pendidikan iman secara informal kepada anak dengan suasana yang menggembirakan dan lebih disukai anak- anak dari pada pendidikan informal di sekolah. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kombinasi yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif yang berupa wawancara dan observasi. Metode ini digunakan secara bersama- sama dalam kegiatan penelitian, sehingga didapat hasil yang lebih utuh dan komprehensif terhadap suatu masalah yang diteliti. Kesimpulan yang didapat dari penelitian wawancara adalah peran orang tua masih kurang peduli terhadap kehadiran anak di sekolah minggu dan lebih mementingkan urusan keluarga. Usaha dari orang tua sama sekali tidak ada karena kesibukan masing-masing. Dan pihak belum adanya fasilitas sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan sekolah minggu.
PENTINGNYA IBADAH KELOMPOK SEL PEMURIDAN BAGI KELUARGA KRISTEN : THE IMPORTANCE OF CELL GROUP WORSHIP FOR DISCIPLE FAMILIES Koude, Yoram; Anthoni, Jean; Anouw, Yulian
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Eirene
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v9i2.274

Abstract

Ibadah Kelompok Sel Pemuridan di Jemaat GKI Efata Malanu sebagai bentuk pola pelayanan gereja yang mempersempit wilayah pelayanan yang luas kedalam kelompok sel yang terdiri dari 15-20 Kepala Keluarga di dalamnya melatih dan membina anggota sel untuk aktif dan kreatif dalam tugas persekutuan, kesaksian dan pelayanan memuridkan sesame menjadi Murid Kristus berdasarkan (Matius 28:19-20) melalui pertumbuhan rohani dan kesejahteraan hidup. Namun seiring dengan perkembangan saman ada beberapa faktor yang membuat angka kehadiran warga jemaat dalam ibadah kelompok sel menurun dan juga terlihat masih kurang nampak manfaat ibadah kelompok sel bagi kehidupan Keluarga Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kurang hadirnya warga jemaat dalam ibadah kelompok sel dan juga sejauh mana peran pengajaran gereja tentang arti dan manfaat ibadah kelompok sel bagi Keluarga Kristen Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi pustaka dan kuesioner, dengan analisis data berupa Skala Likert dengan item-item pertanyaan dan analisa secara presentasi. Hasil dari penelitian ini adalah semakin berperannya gereja dalam pengajaran dan pembinaan kelompok sel berdasar Alkitab dan juga terdapat tingkat pemahaman warga jemaat tentang arti dan manfaat Ibadah Kelompok Sel bagi Kehidupan Kristen agar semakin meningkatnya angka kehadiran dalam ibadah kelompok sel guna mewujudkan bersama nilai kasih, pengajaran Alkitab, saling memperhatikan dan menolong antar satu anggota dengan yang lainnya guna pertumbuhan rohani di dalam Kristus di masa kini dan masa mendatang. Kata kunci : Ibadah, Kelompok Sel Pemuridan dan Keluarga Kristen
MEMPERLENGKAPI GENERASI MUDA DENGAN PENGENALAN AKAN KRISTUS DI SMA NEGERI 3 KOTA SORONG Watak, Skivo Reiner; Iwanggin, Alexanderina Paulina; Putnarubun, Adolfina; Ohoiwutun, Korneles V.; Andi, Sophian; Anouw, Yulian; Kwatolo, Agustinus; Anthoni, Jean; Pattinama, Inggrid Gracia
SOLIDEO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2` (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/js.v1i2`.90

Abstract

Mendidik anak adalah suatu pekerjaan atau tugas yang sangat mulia bagi para pendidik di sekolah. Karena tugas ini berhubungan dengan kualitas moral dari penduduk negara dimana mereka tinggal. Sebagaimana bangsa Indonesia yang sedang mengalami krisis karakter, korupsi merajalela dimana-mana, mentalitas meminta-minta, koflik horizontal atas dasar SARA, suka merusak bangsa sendiri dengan aksi-aksi demo untuk menjatuhkan kelompok masyarakat yang tidak sepaham dengan pendapat kelompoknya. Pendidikan ini dimulai dari anak-anak pada masa pertumbuhan untuk membangun suatu pribadi yang memiliki mental berkualitas. Sehingga setiap orang tua harus memiliki pola dasar pendidikan anak. Pelaksanan pengabdian ini bertujuan untuk memperlengkapi generasi muda dengan pengenalan akan Kristus sehingga diharapkan generasi muda setelah mengenal Kristus memiliki kepribadian yang baik.
PERAN PENTING GURU PAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER Iwanggin, Alexanderina Paulina; Anouw, Yulian; Picaulima, Agusthina
Jurnal Neria Vol 1 No 2 (2023): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/neria.v1i1.148

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru PAK dalam membentuk karakter siswa agar siswa menjadi teladan yang baik. Guru Pendidikan Agama Kristen berperan dalam membentuk karakter anak disekolah. Dalam tugasnya seorang guru seringkali menghadapi perilaku siswa itu sendiri termasuk perilaku malas belajar.Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang dimana metode ini peneliti meneliti secara langsung dilapangan dalam hal ini mencari data atau informasi. Dari populasi ini di tetapkan sampel, teknik penetapan sampel menggunakan teknik purpostive sampling atau sampel bertujuan. Tujuannya adalah supaya sampel yang ditetapkan mampu memberikan data yang akurat dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen belum terlalu berperan dalam pembentukan karakter siswa.
STRATEGI YANG TEPAT DALAM MENGATASI KEHADIRAN PEMUDA DALAM IBADAH Anthoni, Jean; Anouw, Yulian; Heluk, Kristina
Jurnal Neria Vol 1 No 2 (2023): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/neria.v1i1.151

Abstract

PenelitPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab menurunnya kehadiran pemuda dalam mengikuti ibadah pemuda di gereja GBI Penuai Pondok Persaudaraan.serta menjelaskan kajian teori tindakan terhadap faktor-faktor penyebab menurunnya kehadiran pemuda dalam mengikuti ibadah pemuda. GBI Penuai Pondok Persaudaraan. Faktor kesibukan, menunggu ajakan teman dekat, termasuk dalam tindakan sosial Rasional Instrumental. Faktor kejenuhan, kebosanan dalam ibadah, selanjutnya pribadi yang susah bergaul, tertutup atau introvert, beberapa hal di atas juga selaras dengan teori Tindakan Sosial Afektif. Faktor ibadah yang terkesan monoton atau tidak kreatif, hal tersebut selaras dengan teori Tindakan sosial Tradisional. Ibadah merupakan sarana pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan spiritualitas. Spiritualitas manusia terjadi dalam tiga bentuk relasi yaitu kepada Allah, alam, dan sesama manusia. Kehidupan pemuda akan selalu saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Kehidupan spiritualitas mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam tiga bentuk relasi kepada Allah, alam dan sesama manusia.
PERAN GURU BAGI PEMBENTUKAN KARATER IMAN ANAK Ulim, Venni Annace; Watak, Skivo Reiner; Anouw, Yulian
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.181

Abstract

Kepatuhan merupakan suatu bentuk perilaku positif yang diterapkan oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya. Sebagai seorang siswa harus menpunyai sikap perilaku disiplin atau taat pada suatu peraturan yang dibuat oleh lembaga pendidikan atau sekolah tempat siswa tersebut menuntun ilmu, akan tetapi penulis menemukan terdapat siswa-siswi yang memiliki perilaku yang tidak disiplin, tidak taat kepada peraturan yang dibuat oleh guru di SD Inpres 74 Malawei. Dimana siswa-siswi tidak patuh dalam membawa Alkitab pada saat jam pelajaran Agama Kristen yang merupakan permasalahan yang harus segera diatasi oleh guru. Karena akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter iman anak atau siswa-siswi SD Inpres 74 Malawei. Maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Metode Kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Penulis melakukan penelitian selama satu bulan pada lingkungan sekolah SD Inpres 74 Malawei. Dalam penelitian ini populasi yang diambil penulis berjumlah 30 orang. Dari populasi ini penulis menetapkan sempel yang berjumlah 10 orang. Dan hasil penelitian yang penulis temukan adalah peran guru dalam proses pembemtukan karakter iman anak di SD Inpres 74 Malawei sudah dilakukan dengan baik. Akan tetapi diperlukan kerjasama dari orang tua dalam mendidik anak dari rumah dengan menanamkan nilai – nilai kerohanian kepada anak atau siswa.