Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FROM SCHOOLBOY INTO FULL-TIME ATHLETE: EXPLORING SLEEPING HABITS AND DIETARY INTAKE OF JUNIOR FOOTBALL PLAYERS IN EAST JAVA Fitria, S.Gz, M.Sc, Anisa Lailatul; Salsabila, Qizza; Pribadi, Heri Purnama; Kusumawardhani, Mahda Putri; Ramadhan, Sasha Anggita; Azzahra, Aprillia; Diana, Rian; Rifqi, Mahmud Aditya; Pratiwi, Azizah Ajeng; Atmaka, Dominikus Raditya; Simangunsong, Tiara Tivany; Agustin, Asri Meidyah; Wahyudi, Nanang Tri
Media Gizi Indonesia Vol. 20 No. 2 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v20i2.116-126

Abstract

Junior football players often encounter difficulties in managing their sleep and dietary patterns. At the same time, they need to balance their time between scheduled school activities and training sessions. This dual responsibility can sometimes make junior athletes susceptible to sleep and dietary issues, potentially affecting their performance. This study aimed to examine the sleep patterns and dietary intake of football players across different age groups at a football club in East Java. We compared the sleep patterns and dietary intake of players in the U18 (n=18), U16 (n=13), and U14 (n=8) categories. Data were collected through interviews using validated questionnaires. Dietary intake was assessed with a semi-quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Sleeping quality and quantity were assessed using structured questionnaire adapted from Pittsburgh Sleeping Quality Index (PSQI). The results showed no statistically significant differences in the quality or quantity of sleep across all groups (p > 0.05). However, a trend suggested that U18 players had slightly better sleep quality and quantity compared to the other groups. In contrast, the U18 group demonstrated significantly lower energy intake than the other groups (p = 0.000). The U16 group exhibited the best energy and nutrient intake among all age categories. In conclusion, older and younger player groups tend to overlook dietary patterns, while their sleep patterns remain relatively consistent.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Edukasi Pemberian ASI dan Pemanfaatan Pangan Fungsional untuk Pencegahan Stunting di Desa Sumorame, Sidoarjo: Capacity Building of Posyandu Cadres in Breastfeeding Education and Functional Food Utilization for Stunting Prevention in Sumorame Village, Sidoarjo Shofiya, Dian; Hafid, Fahmi; Ma’arif, Mohammad Zainul; Halimah, Husnul; Salsabila, Qizza; Azmi, Afifah; Sari, Devita Kurnia; Ismah, Fildzah Zatil; Adelia, Kartika Rifqi; Loka, Lovieta Parasayu Shinta; Triantika, Mei Linda; Fur’qon, Firman Oktaviano; Prayoga, Ahmad Aditya
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.717

Abstract

Stunting pada anak balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Sumorame, Kabupaten Sidoarjo. Salah satu faktor kunci pencegahan stunting adalah praktik menyusui yang optimal, khususnya pemberian ASI eksklusif. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam melakukan edukasi menyusui serta pemanfaatan pangan fungsional berbasis lokal untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Metode pelaksanaan berupa edukasi interaktif, demonstrasi pembuatan pangan fungsional, serta pendampingan kader selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam menyampaikan materi edukasi menyusui serta kemampuan mengolah pangan fungsional yang mendukung laktasi. Pada kelompok ibu hamil, peningkatan pengetahuan mendekati signifikansi statistik (p = 0,058), menunjukkan adanya dampak positif dari intervensi meskipun masih terbatas. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan cakupan ASI eksklusif dan berpotensi menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan