Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan model reciprocal teaching dengan pendekatan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis mahasiswa Ahmad Yani T; Meldi, Nadya Febriani; Agus Winarji; Metia Novianti; Mahmuda Sumarno
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v13i2.7865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi matematis mahasiswa pada mata kuliah persamaan differensial biasa (PDB) melalui penerapan Reciprocal Teaching dengan pendekatan metakognitif. Reciprocal Teaching merupakan pembelajaran menggunakan empat strategi pemahaman yaitu: merangkum dari bahan ajar, mencermati dan membuat pertanyaan, mencatat istilah atau konsep-konsep yang dijelaskan dan membuat catatan masalah yang kurang logis atau membuat kesimpulan. Penelitian ini menggunakan mixed method, yaitu penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman secara mendalam tentang kemampuan literasi matematis. Untuk desain penelitian ini ialah explanatory sequential, dengan mendahulukan fase kuantitatif kemudian dilanjuti dengan fase kualitatif. Desain yang digunakan pada fase kuantitatif yaitu Experimental Design Pre Test Post Test. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika PMIPA FKIP Untan semester genap tahun akademik 2023-2024. Instrumen penelitian menggunakan tes literasi matematis dan wawancara serta dokumentasi sehingga memperoleh data kemampuan literasi Mahasiswa yang kemudian data yang diperoleh diolah dengan uji t. Hasil dari uji T diperoleh sig .001 < .005 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan Model Reciprocal Teaching dengan pendekatan metakognitif efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis mahasiswa. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat perbedaan rata-rata dari kelas dengan metode konvensional dan kelas bermetodekan Reciprocal Teaching dengan pendekatan metakognitif yang berarti kemampuan literasi matematis mahasiswa terjadi peningkatan.
Technology Training : Utilizing GeoGebra in Mathematics Learning R, Zubaidah; Pasaribu, Revi Lestari; Dona Fitriawan; Ade Mirza; Dede Suratman; Edy Yusmin; Dian Ahmad; Rustam; Nadya Febriani Meldi; Metia Novianti; Agus Winarji
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v6i2.5065

Abstract

This Community Service Activity began with a discussion between the mathematics education study program lecturers, the faculty of teaching and educational sciences at Tanjungpura University, and the chairman of the Kubu Raya Subject Teachers' Conference about the rapid development of technology, especially in mathematics learning. Through this discussion, it was found that many teachers still need to utilize technology in teaching mathematics. One technology that is often used in mathematics learning is GeoGebra. GeoGebra is an application with various features that can be used to explain concepts and numbers in mathematics learning, such as plane geometry, space geometry, algebra, etc. Therefore, teachers need technology-related training to assist in learning, especially GeoGebra. Mastery of this technology is an unavoidable demand, and it also plays a role in improving education in Indonesia, especially in West Kalimantan. This training was held on 8 August 2024, with a total of forty-five participants consisting of thirty-five mathematics teachers from various junior high schools in Kubu Raya, three mathematics education students, and seven lecturers at the Tanjungpura University mathematics education study program. This training aims to increase teachers' motivation and ability to use GeoGebra in mathematics learning. The outputs produced in this activity are 1) implementation of training, 2) publication of documentary video activities on social media, and 3) activity reports.
Analysis of Initial Ability and Visual Thinking Ability of Grade X High School Students in Trigonometry Competence Nur Khotibah; Ahmad Yani T; Agus Winarji; Mohammad Rif&#039;at; Metia Novianti
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): Volume 11 Number 2, September 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i2.8899

Abstract

This study investigated students’ prior knowledge, visual thinking ability, and the relationship between both aspects in learning trigonometry among tenth-grade students at SMAN 10 Pontianak. The study was motivated by the importance of prerequisite knowledge in supporting conceptual understanding and by the role of visual thinking in interpreting abstract trigonometric concepts. A qualitative approach with a case study design was employed. Six students from class X-A were selected purposively to represent high, moderate, and low levels of visual thinking ability. Data were collected through prior knowledge tests, visual thinking tests, and semi-structured interviews. Visual thinking was examined through four indicators: looking, seeing, imagining, and showing and telling. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings revealed that students’ prior knowledge and visual thinking ability were categorized into high, moderate, and low levels. Students with strong prior knowledge were generally able to construct accurate visual representations and apply concepts systematically. In contrast, students with limited prior knowledge experienced difficulties, particularly in the imagining stage, because they struggled to connect prerequisite concepts with visual problem-solving processes. The study indicates that prior knowledge contributes to the quality of students’ visual representations and influences the consistency of concept application in solving trigonometry problems. Therefore, strengthening prerequisite concepts is necessary to support the development of visual thinking skills in mathematics learning.Analisis Kemampuan Awal dan Kemampuan Berpikir Visual Peserta Didik Kelas X SMA pada Kompetensi TrigonometriABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan awal, kemampuan berpikir visual, serta keterkaitan antara kemampuan awal dan kemampuan berpikir visual peserta didik kelas X SMAN 10 Pontianak pada materi trigonometri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan awal sebagai dasar pemahaman konsep serta peran kemampuan berpikir visual dalam membantu peserta didik merepresentasikan konsep trigonometri yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari enam peserta didik kelas X-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kategori kemampuan berpikir visual tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes kemampuan awal, tes kemampuan berpikir visual, dan wawancara semi terstruktur. Kemampuan berpikir visual dianalisis berdasarkan indikator looking, seeing, imagining, serta showing and telling. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan tingkat penguasaan kemampuan awal dan kemampuan berpikir visual peserta didik yang dapat dikelompokkan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Peserta didik dengan kemampuan awal tinggi cenderung mampu membangun representasi visual secara tepat dan sistematis. Sebaliknya, peserta didik dengan kemampuan awal rendah mengalami kesulitan pada indikator imagining karena belum mampu menghubungkan konsep prasyarat dengan visualisasi penyelesaian masalah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal memengaruhi kualitas representasi visual dan konsistensi penggunaan konsep dalam penyelesaian soal trigonometri. Oleh karena itu, penguatan konsep prasyarat perlu dilakukan untuk mendukung kemampuan berpikir visual peserta didik dalam pembelajaran trigonometri.Kata Kunci :Kemampuan Awal; Kemampuan Berpikir Visual; Trigonometri