Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Increasing Knowledge About Stunting and Growth Charts Through Seminars and Assistance for Parents of Students Aged 3 – 18 Years Liman, Patricia Budihartanti; Dita Setiati; Yuliana; Faradilla, Meutia Atika; Anastasya, Karina Shasri; Yenny
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i4.79886

Abstract

Stunting and obesity in Indonesia are still unresolved problems This may be caused by a lack of parental knowledge. StResearch regarding increasing parental knowledge about stunting and the use of growth charts is still controversial. This research aims to determine the effectiveness of health education on parental knowledge. This was a one-group experimental pre- and post-test study involving 61 parents of children aged 3-18 years. A modified structured questionnaire was used to assess stunting knowledge scores through seminars and growth chart knowledge scores through mentoring. Data were analyzed using SPSS ver. 29.0.2.0. The Mann-Whitney test was used to compare changes in scores after the seminar and mentoring training. Post-test knowledge score of seminars and mentoring method improved significantly compared with pretest scores (p < 0.001 for both analyses). The increase in scores for the mentoring method was three times compared to the seminar method (p=0.016). The implication of these findings is that mentoring methods can be considered further on a larger community scale for parent capacity building programs to achieve reduction of malnutrition in Indonesia.  
PENYULUHAN INTERVENSI GIZI IBU HAMIL DENGAN KURANG ENERGI KRONIK KECAMATAN CIAMBAR SUKABUMI Sudarma, Verawati; Liman, Patricia Budihartanti; Anastasya, Karina Shasri; Istriana, Erita; Zulkarnain, Salwa Fildzah; Primaresti, Arella Fina; Maizura, Fanny Izzati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v2i1.22056

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu bentuk masalah gizi yang timbul akibat asupan zat gizi yang tidak seimbang dalam jangka waktu yang cukup lama. Kondisi KEK pada wanita hamil dapat menimbulkan berbagai kompilkasi selama kehamilan juga efek samping pasca persalinan  baik untuk bayi dan ibu. Pada ibu dapat terjadi anemia, pertambahan berat badan masa kehamilan yang tidak adekuat, perdarahan, bahkan kematian ibu. Selanjutnya pada bayi, dilaporkan ditemukan kondisi berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan intra uterin, abnormalitas kehamilan, kelainan kongenital, kematian janin intrauterine dan juga stunting. Penapisan status gizi sebelum ibu masuk dalam masa kehamilan menjadi penting untuk dilakukan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada 26 ibu hamil dan 15 kader di Kecamatan Ciambar, Sukabumi. Selain itu dilakukan pengukuran lingkar lengan atas (LLA) dan pengisian kuesioner sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil kegiatan ini didapatkan data bahwa usia ibu hamil yang mengikuti PkM antara 21 – 39 tahun,  riwayat gestasi adalah 1 – 4, rerata LLA adalah 28,19 cm, dan terdapat terdapat peningkatan pengetahuan dari 9,5 saat pre-test menjadi 9,88 saat post-test. Penyuluhan tentang asupan nutrisi yang baik dapat menjadi salah satu tombak peningkatan pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarganya. Penyediaan makanan yang bergizi namun mudah didapat, ekonomis, mudah dibuat dan sesuai kearifan lokal menjadi salah satu pendekatan dalam upaya pencegahan stunting selain mempertahankan status kesehatan ibu yang optimal.
Correlation between body mass index and 25(OH)D levels in pregnant women Sudarma, Verawati; Liman, Patricia Budihartanti; Istriana, Erita; Hamid Jan B Jan Mohamed; Mediana, Achmad
World Nutrition Journal Vol. 8 No. i2 (2025): Volume 08 Issue 2, February 2025
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V08.i2.0008

Abstract

Background: Vitamin D is a vitamin that has a positive effect on maternal and infant health. The mother's nutritional status affects vitamin D levels, where one of nutritional status is expressed in body mass index (BMI). It has been assumed that BMI has the potential to influence the mother's vitamin D levels. Objective: This study analyzes the correlation between BMI and 25(OH)D levels in pregnant women. Methods: This observational analytical study examines data from the medical records of pregnant women who underwent antenatal examinations at the AMS Clinic Kemang from January 2022 to December 2023. The data analyzed were maternal age, gestational age at the time of vitamin D examination, gestational age at delivery, 25(OH)D levels, and maternal BMI. The Pearson correlation or Spearman Rank test was used in bivariate analysis, with a significance level of p<0.05. Results: The mean maternal age was 33.45±6.24 years, with the median gestational age at the time of vitamin D examination being 6.5 mg. The median gestational age at birth was 39 weeks, with vitamin D levels of 20.8 ± 7.8, and a median BMI of 24.22 kg/m2. Based on the results of the Spearman statistical test analysis, there is a strong negative significant correlation between body mass index and levels of 25(OH)D in pregnant women (r -0.747; p=0.008). Conclusion: Pregnant women's body mass index correlates negatively with levels 25 (OH)D. Therefore, it is recommended that pregnant women maintain a BMI within the normal range.
PELATIHAN PENGGUNAAN KURVA PERTUMBUHAN DALAM UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING Liman, Patricia Budihartanti; Devita, Arleen; Yuliana; Annam, Deva Muhammad; Yenny; Sudarma, Verawati
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i2.22210

Abstract

Pemantauan pertumbuhan sangat penting dalam deteksi dini gangguan pertumbuhan anak, termasuk stunting. Salah satu penilaian pertumbuhan anak adalah dengan menggunakan kurva pertumbuhan, yang sebaiknya diketahui juga oleh masyarakat, selain para kader, tenaga kesehatan, dan guru. Sebelumnya hampir tidak pernah dilaksanakan pelatihan penggunaan kurva kepada ibu hamil dan ibu dengan anak di bawah dua tahun di Desa Nagrak dan Desa Ciangsana. Karena itu tim pengabdian masyarakat melakukan pelatihan peningkatan keterampilan dan keberdayaan masyarakat dengan metode kegiatan yaitu pelatihan penggunaan kurva pertumbuhan anak untuk menilai status berat dan tinggi badan menurut usia anak. Kegiatan diadakan hari Sabtu, 9 November 2024, pk.08.00–12.00 WIB di Lahan kampus Trisakti, Nagrak, Bogor, Jawa Barat. Terdapat 31 responden yaitu 16 warga Desa Nagrak dan 15 warga Desa Ciangsana. Median (p25–p75) usia responden adalah 29 (25–32) tahun. Hasil PkM menunjukkan mayoritas responden belum mengetahui penggunaan kurva pertumbuhan, sesuai median (p25–p75) skor pengetahuan sebelum pelatihan sebesar 20 (0–50), dan skor meningkat secara sinifikan sebesar lima kali setelah dilakukan pelatihan. Luaran lainnya adalah publikasi media masa dan HKI. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyakarat mengenai penggunaan kurva pertumbuhan. Pelatihan bercakupan lebih luas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyakarakat Indonesia, khususnya keluarga risiko stunting.  
Peningkatan Pengetahuan Asupan Gizi Seimbang dan Nutrigenomik Pada Anggota Masyarakat Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis Indonesia Liman, Patricia Budihartanti; Anastasya, Karina Shari; Hairunisa, Nany; Sudarma, Verawati
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.16456

Abstract

Pengetahuan yang baik mengenai gizi seimbang memiliki berperan dalam perilaku diet sehat, yang selanjutnya dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Diketahui bahwa penyuluhan gizi seimbang yang dikaitkan dengan TB paru belum pernah dilakukan oleh mitra Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (TB POP) Indonesia. Pada survey yang dilaksanakan mitra menunjukkan bahwa nutrisi menjadi tren topik untuk diajukan untuk penyuluhan. Hal ini menjadi dasar dari mitra untuk berkolaborasi dengan tim penyuluhan PkM dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Tujuan PkM ini adalah memberikan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan nutrigenomik pada penyintas TB Paru. Tingkat pengetahuan responden dinilai secara objektif dengan kuesioner terstruktur dan secara subyektif dengan responden menilai dengan skala rating satu sampai 10. T-test berpasangan atau Wilcoxon test pada SPSS ver. 28.0.1.1 digunakan dalam analisis dengan batas kemaknaan 0,05. Penyuluhan diikuti oleh 51 partisipan yang mewakili dari anggota masyarakat organisasi penyintas TB RO (OPT) yang tersebar di tujuh Provinsi di Indonesia seperti Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hasil dari penyuluhan PkM terlihat pengetahuan anggota masyarakat setelah dilakukan penyuluhan meningkat sebesar 57% dibandingkan sebelum dilakukannya penyuluhan (p<0,001). Peningkatan pengetahuan juga dirasakan secara subyektif oleh responden sebesar25% setelah dilakukan penyuluhan (p<0,001). Penyuluhan lebih lanjut dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dengan responden lainnya atau memberikan pendampingan pemilihan makanan gizi seimbang.