Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Dampak Sumber Pendapatan Terhadap Ketimpangan Pendapatan Petani Ubi Kayu Menggunakan Analisis Dekomposisi Gini Arbianti, Arbianti; Cahyaningsih, Anggi Fitria; Rahayu, Endang Siti; Sutrisno, Joko
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 2 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i2.41891

Abstract

Sumber pangan lokal yang masih dikonsumsi bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Wonogiri adalah ubi kayu. Ubi kayu menjadi salah satu komoditas yang dapat membantu menjaga ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan. Kondisi ekonomi ubi kayu yang fluktuatif menyebabkan terjadinya ketimpangan pendapatan, yang akhirnya dapat berpengaruh pada tingkat kemiskinan. Desakan kebutuhan ekonomi menyebabkan petani melakukan perluasan agribisnis di luar ubi kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumber pendapatan, koefisien gini, dan dekomposisi gini petani ubi kayu di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri yaitu Kecamatan Ngadirojo dan Kecamatan Jatiroto. Data penelitian menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan petani ubi kayu serta dan data sekunder melalui pencatatan. Metode penentuan jumlah sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik quota sampling. Sampel penelitian terdiri dari petani ubi kayu di Kecamatan Ngadirojo sebanyak 50 responden dan di Kecamatan Jatiroto sebanyak 50 responden, sehingga total responden sebanyak 100 petani ubi kayu. Metode analisis menggunakan analisis pendapatan petani ubi kayu, analisis koefisien gini, dan analisis dekomposisi gini. Hasil penelitian memberikan penjelasan bahwa sumber pendapatan petani ubi kayu terdiri dari pendapatan on-farm dari ubi kayu serta komoditas selain ubi kayu, pendapatan off-farm, dan pendapatan non-farm. Sumber pendapatan terbesar yaitu pendapatan on-farm ubi kayu (48,18%). Koefisien gini (Gk) pendapatan on-farm ubi kayu adalah 0,2758 sehingga termasuk dalam ketimpangan rendah. Nilai RME pendapatan on-farm ubi kayu adalah -0,2238. Pemerintah perlu mendorong kebijakan dan perhatian khusus terhadap peningkatan pendapatan usahatani komoditas ubi kayu agar kemiskinan menurun dan mencapai pemerataan pendapatan petani.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TAMAN ANGGUR K.D GARDEN Jaya, Gigieh Henggar; Cahyaningsih, Anggi Fitria; Azizi, Ernes Septina; Purbowati, Ike Sitoresmi Mulyo; Fachruzy, Andi; Wijayanti, Astri Shabrina; Agung, Firdaus; Azahra, Nisa Aulia; Sakti, Soca Rasendriya
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 5 No 1 (2024): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jaber.2024.5.1.14232

Abstract

Wisata Taman Anggur K.D Garden, yang terletak di Karangsalam, Baturaden, Banyumas, merupakan sebuah destinasi agrowisata yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Keunikan tersebut dapat dilihat dengan kebun anggurnya yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi pada taman wisata ini dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi dan biaya operasional yang digunakan melalui pendekatan studi kasus, mengola data mengenai biaya investasi awal, operasional, serta pendapatan yang dihasilkan untuk dianalisis dan memberikan gambaran lengkap mengenai kelayakan investasi. Adapun perhitungan ini menggunakan Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate Return (IRR), dan Payback Period (PP). Kelayakan investasi Wisata Taman Anggur K.D Garden dapat diketahui berdasarkan perhitungan tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil nilai NPV > 0 yaitu sebesar Rp. 34.140.639,00 sehingga investasi tersebut layak untuk dijalankan. Nilai PI sebesar 1,41 (PI > 1), IRR sebesar 19% (IRR > discount factor), dan PP sebesar 2,63 tahun. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan dengan nilai investasi akan kembali setelah usaha beroperasi selama 2,63 Tahun.
Pengaruh Faktor Sosiodemografis terhadap Akses Teknologi Digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Cahyaningsih, Anggi Fitria; Pujiyanto, M. Aris; Azizi, Ernes Septina; Permana, Faishal; Solekan, Muhamad; Kinding, Dwi Putriana Nuramanah
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10878

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Strategi perkembangan digitalisasi UMKM salah satu alternatif solusi bagi pelaku UMKM dalam proses bisnis usahanya. Namun adopsi teknologi digital mereka masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sosio-demografis yang mempengaruhi akses dan penggunaan teknologi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, mengambil sampel 50 pelaku UMKM melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan ordinal logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dihasilkan mengindikasikan bahwa variabel sosio-demografis mempengaruhi 53,2% dari akses teknologi digital UMKM. Secara spesifik, jenis kelamin, usia, jenis usaha, dan pendapatan rata-rata berpengaruh signifikan terhadap akses dan penggunaan teknologi digital. Jenis kelamin laki-laki cenderung memiliki akses dan penggunaan yang lebih tinggi (OR = 2,718). Usia berpengaruh negatif, di mana pelaku UMKM yang lebih tua memiliki akses lebih rendah (OR = -0,604). Jenis usaha perdagangan dan jasa lebih intensif dalam mengadopsi teknologi digital (OR = 0,443) dibandingkan jenis usaha lain. Selain itu, pendapatan yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan akses dan penggunaan teknologi (OR = 1,88). Adanya kesenjangan digital yang signifikan berdasarkan faktor sosio-demografis sehingga perlu adanya program pelatihan digital yang inklusif, dukungan finansial untuk investasi teknologi, dan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap kelompok UMKM untuk mendorong transformasi digital yang lebih merata.  
Pengaruh Faktor Sosiodemografis terhadap Akses Teknologi Digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap Cahyaningsih, Anggi Fitria; Pujiyanto, M. Aris; Azizi, Ernes Septina; Permana, Faishal; Solekan, Muhamad; Kinding, Dwi Putriana Nuramanah
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.10878

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Strategi perkembangan digitalisasi UMKM salah satu alternatif solusi bagi pelaku UMKM dalam proses bisnis usahanya. Namun adopsi teknologi digital mereka masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sosio-demografis yang mempengaruhi akses dan penggunaan teknologi digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, mengambil sampel 50 pelaku UMKM melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis menggunakan ordinal logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dihasilkan mengindikasikan bahwa variabel sosio-demografis mempengaruhi 53,2% dari akses teknologi digital UMKM. Secara spesifik, jenis kelamin, usia, jenis usaha, dan pendapatan rata-rata berpengaruh signifikan terhadap akses dan penggunaan teknologi digital. Jenis kelamin laki-laki cenderung memiliki akses dan penggunaan yang lebih tinggi (OR = 2,718). Usia berpengaruh negatif, di mana pelaku UMKM yang lebih tua memiliki akses lebih rendah (OR = -0,604). Jenis usaha perdagangan dan jasa lebih intensif dalam mengadopsi teknologi digital (OR = 0,443) dibandingkan jenis usaha lain. Selain itu, pendapatan yang lebih tinggi meningkatkan kemungkinan akses dan penggunaan teknologi (OR = 1,88). Adanya kesenjangan digital yang signifikan berdasarkan faktor sosio-demografis sehingga perlu adanya program pelatihan digital yang inklusif, dukungan finansial untuk investasi teknologi, dan kebijakan yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap kelompok UMKM untuk mendorong transformasi digital yang lebih merata.  
Strategi Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Jawa Tengah: Menangani Inflasi, Kemiskinan dan Kekurangan Gizi Pujiyanto, Muhammad Aris; Setyorini, Fitri Adi; Azizi, Ernes Septina; Cahyaningsih, Anggi Fitria; Solekan, Muhamad
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines sustainable food security strategies in Central Java, focusing on addressing the interrelated issues of inflation, poverty, and undernourishment. Through a systematic literature review, the research identifies effective approaches such as conditional cash transfers, public distribution systems, agricultural extension services, and community-based nutrition programs, which have been successfully implemented in other regions. The findings suggest that these strategies can be adapted to the local context in Central Java, with specific emphasis on enhancing food accessibility, improving nutritional outcomes, and promoting agricultural productivity. The proposed policies align with the strategic objectives outlined in the RENSTRA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2024-2026, including the development of rural infrastructure, strengthening food distribution systems, and integrating nutrition interventions into existing healthcare services. The study highlights the importance of a coordinated, multi-sectoral approach to effectively tackle food security challenges in Central Java, ensuring that interventions are sustainable and impactful in reducing poverty and improving public health outcomes. This research provides a framework for policymakers in Central Java to design and implement comprehensive food security strategies that are both practical and aligned with regional development goals.
Analisis perbandingan peramalan produksi dan harga komoditas ubi kayu di Jawa Tengah: Studi kasus aplikasi model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan implikasinya terhadap teori penawaran harga Permana, Faishal; Karim, Akhmad Rizqul; Prasetyo, Kunandar; Cahyaningsih, Anggi Fitria; Azizi, Ernes Septina; Pujiyanto, M Aris; Putriana N K, Dwi; Solekan, Muhamad
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 5 No. 1 (2025): JASRD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/xwxbgv69

Abstract

This research aimed to develop forecasting models for both the production and producer prices of cassava in Central Java using the Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method, recognizing the significant role of this commodity in the regional economy. Through time series analysis stages using 1993 until 2022 data years encompassing stationarity testing (ADF), model identification based on Autocorrelation Function (ACF) and Partial (Autocorrelation Function) PACF, parameter estimation using Akaike Information Criterion (AIC), Bayesian Information Criterion (BIC) atau Schwarz Bayesian Criterion (SBC), standard error with Stata 17, and residual diagnostic testing (white noise), the study identified ARIMA (2,1,1) as the optimal model for production forecasting and ARIMA (1,1,1) for producer price forecasting. The forecasting results indicate a declining trend in cassava production in Central Java from 1993 to 2029, contrasting with an increasing trend in producer prices. Supply elasticity analysis using the forecasted production and price data yielded a value of -0.76, indicating that the supply of cassava in Central Java is inelastic, where price changes do not elicit a proportional supply response from farmers. Although cassava is an inelastic and inferior commodity, the government still needs to play an active role in improving farmers' knowledge of technology and encouraging processing research to increase its added value and supply chain effectiveness.