Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Optimalisasi Dakwah Digital: Penjaringan Pendakwah Tangguh Menghadapi Arus Media Sosial Melalui Unhas TV Mencari Da'i 2026 Syamsul Bahri Abd Hamid; Naufal Qadri Syarif
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jwxfqy32

Abstract

Arus digitalisasi dan pesatnya perkembangan media sosial menuntut hadirnya pendakwah yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan karakteristik komunikasi digital. Namun, masih ditemukan keterbatasan pada generasi muda dalam mengintegrasikan substansi dakwah dengan keterampilan public speaking dan literasi media digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dakwah generasi muda melalui keterlibatan dalam ajang “Unhas TV Mencari Da’i 2026”. Metode yang digunakan adalah pendampingan, observasi, dan evaluasi berbasis kompetisi yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pra pelaksanaan (pembekalan peserta), pelaksanaan (kompetisi bertahap), dan evaluasi (umpan balik dan refleksi). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta secara signifikan dan terukur. Pemahaman materi dakwah meningkat sebesar 25%, keterampilan public speaking meningkat sebesar 25%, literasi dakwah digital meningkat sebesar 25%, serta kepercayaan diri peserta meningkat hingga 30%. Selain itu, peserta mampu mengintegrasikan materi dakwah dengan isu kontemporer serta menyampaikannya secara komunikatif dan persuasif di hadapan audiens. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam menghasilkan da’i muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berkontribusi dalam penguatan ekosistem dakwah digital yang edukatif dan moderat di masyarakat.
Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini: Pelatihan Dasar Kepemimpinan bagi Siswa SMA Negeri 10 Kabupaten Pangkep Abdul Majid; Naufal Qadri Syarif; Hasruddin Nur; Abdurrahman Achmad; Iyan Iyan
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i1.553

Abstract

Fostering leadership spirit from an early age is a strategic effort to develop young generations who are responsible, confident, and capable of contributing positively to their school and community. This Community Service activity aimed to enhance students’ basic leadership knowledge and skills through a Basic Leadership Training program conducted in November 2025 at SMA Negeri 10 Kabupaten Pangkep. The implementation method consisted of preparation and coordination with the school, needs analysis, training sessions delivered through interactive lectures, group discussions, leadership simulations, reflective activities, and evaluation using questionnaires and participatory observation. The participants were students involved in school organizations and class representatives. The results indicated an improvement in students’ understanding of leadership concepts, effective communication, organizational management, teamwork, and responsible decision-making. In addition, students demonstrated increased self-confidence and collaboration skills during practical sessions and simulations. Participant evaluations showed positive responses toward the contextual and applicable training materials and methods. In conclusion, the Basic Leadership Training conducted in November 2025 at SMA Negeri 10 Kabupaten Pangkep was effective in fostering students’ leadership spirit from an early stage and is recommended to be implemented continuously as part of character development and student organization strengthening programs at school
Penguatan Kompetensi Guru Melalui Integrasi TPACK‑STEAM dalam Program Capacity Building di Sekolah Dasar Islam Celebes Ainun Najib Alfatih; Usman Usman; Muhammad Amran; Imron Burhan; Naufal Qadri Syarif
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86033

Abstract

Abstrak. Perubahan paradigma pendidikan menuju era digital dan Kurikulum Merdeka menuntut guru mengintegrasikan teknologi, pedagogi, konten, dan kreativitas dalam pembelajaran. Urgensi tersebut semakin terasa ketika hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa hanya sekitar 18 % siswa Indonesia mencapai minimal level 2 matematika (rata‑rata OECD 69 %), 25 % mencapai level 2 membaca (rata‑rata 74 %), dan 34 % mencapai level 2 sains (rata‑rata 76 %); hampir tidak ada siswa yang tergolong top performer (Organisation for Economic Co‑operation and Development (OECD), 2023). Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Celebes (CIS), kami melaksanakan program Capacity Building selama dua hari (6‑7 Juli 2025) dengan fokus integrasi Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) serta Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM). Peserta berjumlah 52 guru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan sekolah dasar. Program dirancang interaktif dengan pemaparan konsep, studi kasus, simulasi, curah pendapat, praktik mandiri, serta demonstrasi penggunaan kecerdasan buatan (AI), pengeditan video, dan Metode Ummi untuk pengajaran Al‑Qur’an. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman TPACK‑STEAM serta kepercayaan diri peserta dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis teknologi; lebih dari 90 % peserta menyatakan mampu membuat materi ajar baru dengan bantuan AI dan video. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menunjukkan bahwa pelatihan profesional berbasis TPACK‑STEAM dapat meningkatkan kompetensi guru (Martins & Baptista, 2024; Wahono dkk., 2025). Kesimpulannya, integrasi TPACK‑STEAM dalam program capacity building efektif meningkatkan kapasitas guru; keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan dan komunitas belajar.Kata kunci: Capacity Building; TPACK‑STEAM; Kecerdasan Buatan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V UPTD SD NEGERI 11 PAREPARE Zaenal Susanto; Abdul Hakim; Naufal Qadri Syarif
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/s6r5yb41

Abstract

This study aims to describe how the Make A Match learning model is implemented, while also evaluating the increase in learning engagement among fifth-grade students at UPTD SD Negeri 11 Parepare regarding the "Cultural Diversity in Indonesia" topic. Utilizing a qualitative approach with a Classroom Action Research (CAR) design, this study was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection phases. The subjects of this research included one classroom teacher and 28 fifth-grade students. Data were collected through observation and documentation methods. The findings indicate that the implementation of the Make A Match model effectively improved the learning process and boosted student engagement. This is evident from the improvement in both teacher and student activities, which progressed from the "Fair" category in Cycle I to the "Good" category in Cycle II. Additionally, the percentage of student learning engagement mastery rose significantly, from 62.72% (moderate category) in Cycle I to 87.94% (high category) in Cycle II. In conclusion, the Make A Match learning model is proven effective in enhancing the learning engagement of fifth-grade students at the school.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD NEGERI 4 PADOANG-DOANGAN KABUPATEN PANGKEP Naufal Qadri Syarif; Adisti Putri Auliyah; Yonathan S Pasinggi
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/d2bkqc68

Abstract

Abstract: This study aimed to describe students' mathematics learning outcomes before and after instruction and to examine the effect of the Numbered Heads Together (NHT) learning model on the mathematics learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 4 Padoang-Doangan, Pangkep Regency, particularly on the topic of mixed fraction subtraction. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of 21 students in the experimental class and 18 students in the control class selected through cluster random sampling. Data were collected using pretest and posttest instruments and analyzed through descriptive and inferential statistics using the Independent Samples T-Test. The findings revealed that the experimental class achieved a mean posttest score of 89.52, while the control class obtained a mean score of 76.39. The hypothesis testing showed of significance value (Sig. 2-tailed) of 0,000 which was lower than 0.05, indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Thus, the Numbered Heads Together (NHT) learning model had a significant effect on the mathematics learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 4 Padoang-Doangan, Pangkep Regency.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran serta pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 4 Padoang-doangan Kabupaten Pangkep pada materi pengurangan pecahan campuran. Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis peneltian kuasi eskperimen dan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 21 siswa kelas eksperimen dan 18 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata posttest sebesar 89,52, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 76,39. Hasil uji hipotesis menunjukkan nila signifikansi (Sig-2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga  ditolak dan H₁ diterima Dengan demikian, model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri 4 Paoang-doangan Kabupaten Pangkep.
Penerapan Model Game Based Learning (GBL) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Mata Pelajaran Matematika Peserta Didik Kelas V Di UPT SD Negeri 43 Pinrang Naufal Qadri Syarif; Novitasari Novitasari
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i2.252

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya keaktifan belajar peserta didik kelas V. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil penerapan model Game Based Learning untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika di kelas V UPT SD Negeri 43 Pinrang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini berjumlah 7 yaitu 1 guru dan 6 peserta didik yang terdiri dari 2 laki-laki dan 4 perempuan. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Pada siklus I hasil penelitian keaktifan belajar peserta didik berada pada kriteria Sedang dan pada siklus II hasil penelitian keaktifan belajar peserta didik berada pada kriteria Tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Game Based Learning dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik secara signifikan
Penaklukan Konstantinopel di Bawah Kepemimpinan Sultan Mahmud II (Kajian Ilmu Pendidikan Islam) Syamsul Bahri Abd. Hamid; Naufal Qadri Syarif; Rizka Ratu
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i1.228

Abstract

Penelitian ini menggambarkan tentang penaklukan Konstantinopel yang dipimpin oleh Sultan Al Fatih dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis motif yang mendasari penaklukan konstantinopel, mengetahui dan mendeskripsikan proses penaklukan konstantinopel, mengetahui dan menjelaskan bagaimana perkembangan Islam setelah penaklukan konstantinopel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian sejarah yakni heuristic atau pengumpulan sumber sejarah, kritik sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa motif umat Islam dalam menaklukan konstantinopel terdiri dari 3 hal yaitu: motivasi politik, motivasi budaya, motivasi politik. Adapun proses penaklukan konstantinopel dilakukan beberapa persiapan, penyerangan, kejeniusan Muhammad Al Fatih dalam strategi perang, detik detik bersejarah. Ada beberapa dampak perkembangan Islam pasca penaklukan yaitu, aspek peradaban, aspek politik, aspek agama.
Mewujudkan Lingkungan Pendidikan Bebas Perundungan (Studi Meta-Sintesis Kualitatif) Naufal Qadri Syarif
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 4 No. 2: OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v4i2.322

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis bullying, faktor penyebab, serta merumuskan upaya pencegahan di lingkungan sekolah dasar melalui pendekatan kualitatif meta-sintesis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis berbagai sumber primer, termasuk artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru berperan krusial sebagai pendidik, pengawas, dan fasilitator dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Budaya sekolah yang inklusif, didukung oleh kebijakan anti-perundungan, komunikasi terbuka, dan penanaman nilai empati, terbukti efektif mengurangi kasus bullying. Selain itu, kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan kebijakan sekolah menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi bagi praktisi pendidikan untuk memperkuat pelatihan guru dalam manajemen konflik, mengembangkan program pendidikan karakter berbasis empati, serta menerapkan kebijakan sekolah yang tegas dan konsisten dalam menangani perundungan.
Pelatihan Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis Media Kartu DOMIKA bagi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Barru Naufal Qadri Syarif; Muhammad Amran; Miftahul Jannah; Abdul Majid; Iyan
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vt849k13

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di UPTD SDN 128 Barru dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika melalui inovasi media edukatif DOMIKA (Domino Matematika). Latar belakang kegiatan ini berangkat dari permasalahan guru yang masih cenderung menggunakan metode konvensional berbasis ceramah dan minim media pembelajaran inovatif, sehingga siswa kurang termotivasi serta mengalami kesulitan dalam memahami operasi hitung dasar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan penyampaian materi, pendampingan, serta praktik langsung penggunaan media kartu DOMIKA dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran, serta peningkatan motivasi dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran matematika. Selain itu, luaran kegiatan berupa seperangkat kartu DOMIKA dan buku panduan telah dihasilkan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, program PKM ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar dan dapat menjadi model pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah lain.
Pelatihan Pengembangan Media Bamboozle Bagi Guru di Kabupaten Barru Iyan; Yonathan S Pasinggi; Naufal Qadri Syarif; Yulia; Rita Tuken
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9tc0eg07

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam mengembangkan serta mengimplementasikan aplikasi Bamboozle sebagai media pembelajaran di Sekolah Dasar (SD), dengan tujuan meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik. Bamboozle merupakan aplikasi berbasis permainan yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan 16 orang guru dan staf dari UPTD SD Negeri 128 Barru. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru, serta analisis dokumen terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Bamboozle berkontribusi terhadap peningkatan antusiasme guru dalam mengikuti pelatihan, memperbaiki kualitas interaksi antara guru dan peserta didik, serta mendorong terciptanya pembelajaran kolaboratif di antara siswa. Selain itu, penerapan aplikasi ini juga mempermudah siswa dalam memahami konsep-konsep yang kompleks melalui metode yang lebih menarik dan mudah dipahami. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi di sekolah serta perlunya pelatihan lanjutan bagi guru. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar sekolah dapat mengoptimalkan integrasi teknologi pendidikan untuk mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan inovatif