Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Untuk Meningkatkan Kualitas Gizi Anak Usia Dini Purnamasari, Yayu Mega; Jazariyah, Jazariyah; Wahyudi, Ayu Vinlandari
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14061

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan terkait keluarga sadar gizi (KADARZI) kepada para orang tua yang memiliki anak usia dini guna meningkatkan kualitas gizi anak usia dini di Desa Sampiran Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. Pendampingan KADARZI ini dilakukan dengan memberikan materi terkait pentingnya kualitas gizi bagi anak usia dini, serta memberikan kesempatan kepada orang tua yang memiliki anak usia dini untuk mengisi kuesioner serta berekspresi dengan mengikuti alur permainan yang sudah dirancang. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih tentang gizi bagi anak usia dini, seperti halnya menu sehat untuk anak usia dini. Permasalahan gizi anak usia dini menjadi permasalahan yang kompleks, karena hal tersebut berkait dengan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak usia dini, yang mana merupakan generasi penerus bangsa. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dimana abdimas menjadi turut berkontribusi dalam kegiatan pendampingan, yakni ikut memberikan materi kepada para peserta, Setelah diberikannya pendampingan terkait KADARZI, terlihat para peserta antusias dalam mengikuti seluruh alur pendampingan, dan memiliki pengetahuan tambahan terkait gizi bagi anak usia dini. Hal tersebut tergambar dari kuesioner yang diis oleh para peserta, juga ketika proses pemainan tentang pemahaman gizi.
Pendampingan Kesehatan Mental Ibu Dalam Mendidk Anak Usia Dini Melalui Art Theraphy Mulyana, Asep; Syifauzakia, Syifauzakia; Wahyudi, Ayu Vinlandari
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15828

Abstract

Dikatakan bahwa orang yang mentalnya sehat, dapat mengarungi kehidupan dengan baik sehingga dapat beradaptasi dengan permasalaan hidup, hal ini pula yang menjadikan perlunya menjaga kesehatan mental. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental terutama bagi para ibu dalam mendidik anak usia dini. Art theraphy yang diberikan dalam kegiatan ini adalah melalui gerak, lagu dan melukis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Participatory Action Research (PAR) melalui 6 tahap yaitu 1). Identifikasi awal, 2). Membangun hubungan kemanusiaan, 3). Penentuan agenda, 4). Tindakan aksi, 5). Refleksi, 6). Meluaskan aksi. Kegiatan ini bertempat di Perumahan Graha Bukit Ciperna Desa Sampiran, Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang dihadiri oleh ibu-ibu yang memiliki anak usia dini berjumlah 61 orang. Melalui kegiatan pendampingan kesehatan mental pada ibu dalam mendidik anak ini membawa suasana dan wawasan baru bagi ibu-ibu perumahan Graha Bukit Ciperna. Mereka merasa kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi mereka, merasa kegiatan ini juga menyenangkan karena selain sebagai bentuk sosialisasi mereka jadi mendapatkan ilmu baru seperti mengetahui cara mengelola emosi, dan juga kegiatan ini menjadi recharge tersendiri bagi para ibu dalam mendidik anak-anak sehingga tak sedikit dari mereka yang berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan.
Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi Ayu Vinlandari Wahyudi; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
PANGGUNG Vol 28 No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.462

Abstract

ABSTRACTThis research aims to inculcate kasundaan values that is cageur, bageur, bener, pinter, singer that have been disappeared from students life. The decline of local cultural values creates problems, as well as moral degradation following the decrease of ethics and aesthetics values. This research consist of two steps include an analysis to the dance by using etnochoreology, etnopedagogy  and folklore. Meanwhile, the implementation of dance learning uses a Lickona and Gardner theory. The results of studies show that the values contained in the dance pertains to cageur, bageur, bener, pinter, tur singer and these values are implemented through an ethnic dance learning that is Pakujajar Dance by using a sinectic learning model. This research employ an action research method with a qualitative approach. Based on the processes that have been done, there is a significant increase shown by improvement in imagination  and understanding of the students to the subject materials,as well as student’s attitudes of caring and mutual respects both to their teachers and their peers. This research produces the ethnic dance learning model.Keywords: kasundaan values, Pakujajar dance, implementation of dance learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasundaan, yaitu cageur, bageur, bener, pinter,  singer yang telah luput dari kehidupan para siswa. Terkikisnya nilai-nilai budaya lokal menimbulkan permasalahan, yaitu degradasi karakter yang dipengaruhi oleh lemahnya etika dan estetika. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu mengkaji tari dengan menggunakan teori etnokoreologi yang dibantu dengan pendekatan etnopedagogik dan folklor, serta implementasi pembelajaran dengan menggunakan teori Lickona dan Gardner. Hasil kajian diperoleh bahwa nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, tur singer yang kemudian diimplementasikan melalui sebuah pembelajaran tari etnis, yaitu tari pakujajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian action research dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan proses yang telah dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan yang dibuktikan dengan meningkatnya daya imajinasi serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan sikap siswa yang peduli serta saling menghormati baik pada guru maupun antarsesama. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran tari etnis. Kata Kunci: Nilai-nilai kasundaan, tari pakujajar, implementasi pembelajaran tari  
Pembelajaran Tari Kreatif di RA Nurul Huda Kota Bandung Vinlandari Wahyudi, Ayu; Gunawan, Indra
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 5 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2020.54-04

Abstract

This study aims to describe creative dance learning at RA Nurul Huda Bandung City. This research uses a qualitative approach with a descriptive analysis method. The subjects of this study were students, school principals, and educator’s RA Nurul Huda, Bandung City. Collecting data by observation, interviews, and documentation. The data analysis used refers to the Milles and Huberman model. While the validity test was done by triangulating techniques and sources. The results of the study can be described that learning creative dance at RA Nurul Huda includes developing themes in the core activities of the learning process. The process of learning creative dance at RA Nurul Huda includes: initial, core and closing activities. The initial activity contains brainstorming, prayers, and reading short letters. This activity contains an explanation of the theme and dancing according to the theme. The closing activity contains evaluation of creative dance activities.
The Relevance of the Curriculum Early Childhood Islamic Education Study Program to Employment Needs Mulyana, Asep; Syifauzakia, Syifauzakia; Wahyudi, Ayu Vinlandari; Shifwatussolihat, Shifwatussolihat
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 18 Number 2 November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v18i2.48975

Abstract

The workforce tests the skills students acquire during their studies. This study aims to analyze how the curriculum of the Early Childhood Islamic Education Study Program aligns with the competencies required in the workforce. In addition, this study evaluates the competitiveness of alumni and the level of satisfaction of the institutions that employ them. This study employs a mixed method, also known as a mixed method, along with a sequential explanatory design. Random sampling techniques selected a total of 45 alumni and 16 alumni users as samples. We collected quantitative data through surveys and obtained qualitative data through structured interviews and focus group discussions. We analyze quantitative data using descriptive statistics and interactively analyze qualitative data. The results showed that 97.78% of courses are relevant to work needs, and 98% of alumni competencies are in accordance with the demands of the workforce. However, the curriculum requires adjustments to face the challenges of the 21st century, such as technology integration, cooperative learning, application of differentiated learning, and a holistic learning approach. Additionally, the curriculum needs to adapt to current trends in early childhood Islamic education, including emotional management, smart device use, artificial intelligence, and STEAM-based learning design.
Cerdas Berkarakter Sebagai Nilai Kebajikan Warganegara Gunawan, Indra; Wahyudi, Ayu Vinlandari
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04202.2020

Abstract

Kondisi krisis nilai-nilai kebajikan Bangsa Indonesia pasca-reformasi menunjukkan capaian karakter cerdas yang diproses melalui pendidikan belum menghasilkan individu-individu dengan karakter cerdas yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebajikan. Hilangnya nilai-nilai kebajikan pada masyarakat Indonesia tercerminkan dengan banyaknya fenomena yang terjadi seperti korupsi, intoleransi, tindakan kriminal, kerusakan lingkungan, ketidakadilan hukum, dan pelanggaran HAM yang dimana sebagian fenomena-fenomena tersebut dilakukan oleh individu yang tergolong cerdas dan berpendidikan. Fenomena dan fakta tersebut menyebabkan banyak pihak yang menyimpulkan bahwa Bangsa Indonesia bukan kekurangan individu cerdas, melainkan kekurangan individu cerdas yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebajikan, sehingga tidak hanya cerdas dalam konteks intelektual kognitif melainkan cerdas dan berkarakter. Karakter cerdas seorang individu dapat dilihat dari prilakunya, bentuknya berupa pribadi utuh yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual serta selalu mengamalkan kecerdasannya kepada nilai-nilai kebajikan untuk kemaslahatan banyak orang dan Negaranya.
Penanaman Karakter Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Tari Kreatif Berbasis Ramah Anak Wahyudi, Ayu Vinlandari; Indra Gunawan
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12732

Abstract

The growth and development of early childhood is certainly supported by several aspects, such as development in cognitive, affective and psychomotor aspects. Nowadays, many cases arise due to the erosion of individual character values. Thus, every individual needs to have a good personality and character from an early age. This research aims to find out how to instill character in early childhood through child-friendly creative dance learning. This research is qualitative research with descriptive analysis methods. Data collection techniques in this research were obtained through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are obtained using data reduction, data verification, and data presentation. The results of this research show that dance learning has the potential to instill character in early childhood. Creative dance learning on a child-friendly basis makes it easy for young children to learn dance and develop their creativity, because through creative dance learning children are given aesthetic experiences to express and be creative through dance works. The character values that serve as a reference for cultivating character through child-friendly creative dance learning are religious values, self-confidence values, mutual cooperation values, and tolerance values.
Cerdas Berkarakter Sebagai Nilai Kebajikan Warganegara Gunawan, Indra; Wahyudi, Ayu Vinlandari
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04202.2020

Abstract

Kondisi krisis nilai-nilai kebajikan Bangsa Indonesia pasca-reformasi menunjukkan capaian karakter cerdas yang diproses melalui pendidikan belum menghasilkan individu-individu dengan karakter cerdas yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebajikan. Hilangnya nilai-nilai kebajikan pada masyarakat Indonesia tercerminkan dengan banyaknya fenomena yang terjadi seperti korupsi, intoleransi, tindakan kriminal, kerusakan lingkungan, ketidakadilan hukum, dan pelanggaran HAM yang dimana sebagian fenomena-fenomena tersebut dilakukan oleh individu yang tergolong cerdas dan berpendidikan. Fenomena dan fakta tersebut menyebabkan banyak pihak yang menyimpulkan bahwa Bangsa Indonesia bukan kekurangan individu cerdas, melainkan kekurangan individu cerdas yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebajikan, sehingga tidak hanya cerdas dalam konteks intelektual kognitif melainkan cerdas dan berkarakter. Karakter cerdas seorang individu dapat dilihat dari prilakunya, bentuknya berupa pribadi utuh yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial dan spiritual serta selalu mengamalkan kecerdasannya kepada nilai-nilai kebajikan untuk kemaslahatan banyak orang dan Negaranya.
Penerapan Digitalisasi untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Seni dan Budaya di Desa Slangit Kecamatan Klangenan Haryati, Yati; Hatami, Wisnu; Jayanti, Yunita Dwi; Wahyudi, Ayu Vinlandari; Fahdri, Ibnu Umar; Apriansyah, Robin
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19386

Abstract

Background: Teknologi digital memiliki dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Pengembangan pariwisata melalui pengembangan desa wisata berbasis seni dan budaya merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan perekonomian dan pelestarian budaya lokal. Desa Slangit memiliki potensi seni dan budaya yang kaya, namun belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan digitalisasi dalam mendukung pengembangan desa wisata seni dan budaya di Desa Slangit Kecamatan Klangenan. Metode: Pengabdian ini menggunkan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang terdiri dari beberapa langkah yaitu discovey, dream, define, design, dan destiny. Beberapa langkah yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini antara lain menggali informasi terkait dengan potensi seni dan budaya lokal di Desa Slangit, melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi perangkat desa, karang taruna, serta masyarakat setempat melalui pemanfaatan platform digital atau media sosial yang digunakan sebagai promosi dan pengelolaan desa wisata. Hasil: Penerapan dan pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi seni dan budaya lokal, memperluas jangkauan promosi wisata seni dan budaya, serta meningkatkan daya tarik Desa Slangit sebagai destinasi wisata seni dan budaya. Kesimpulan: Proses digitalisasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata seni dan budaya.
Design and Development of ‘Si Ebon’: A Cirebon Cultural Encyclopedia for Local Culture Revitalization in Early Childhood Education Wahyudi, Ayu Vinlandari; Purnamasari, Yayu Mega; Hikmah, Fatihatul
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2026.111-08

Abstract

Based on preliminary needs analysis, the availability of learning media that introduce local cultural knowledge to early childhood, particularly in the form of cultural encyclopedias, remains limited. As a result, children’s exposure to local cultural knowledge in formal learning environments is still relatively low, especially regarding Cirebon culture. This study aims to design, develop, and evaluate “Si Ebon,” a digital Cirebon cultural encyclopedia intended as a learning medium to support the revitalization of local culture in early childhood education (ECE). The study employed a development research approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The product was validated by media experts, subject matter experts, and cultural experts to ensure the appropriateness of the content, design, and cultural representation. The implementation involved teachers and early childhood students from several ECE institutions in Cirebon. Data were collected through questionnaires and observations and analyzed using descriptive quantitative techniques to determine the feasibility and effectiveness of the product. The results indicate that the “Si Ebon” digital encyclopedia is highly feasible and effective as a culturally responsive learning medium. Its use enhances children’s understanding of various elements of Cirebon culture, including local history, traditional arts, culinary heritage, traditions, and historical sites. This study contributes to the development of digital-based cultural learning media and highlights the potential of integrating local cultural content into early childhood education as a strategy for cultural revitalization.