Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian General Education dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Indra Gunawan; Ayu Vinlandari Wahyudi
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9508

Abstract

Abstrak: Kehidupan sosial di era revolusi industri 4.0 terus mengalami perubahan yang semakin cepat, kompetitif, dan semakin kompleks. Kecepatan perubahan tersebut mengakibatkan lahirnya spesialisasi pendidikan yang berlebihan sehingga pendidikan cenderung melunturkan esensinya sebagai wahana dalam pembentukan jati diri manusia. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk pada pembentukan diri manusia dalam arus globalisasi yang semakin cepat, prinsip dan konsep general education di sistem pendidikan menjadi suatu keharusan. Berdasarkan latarbelakang masalah tersebut, tujuan tulisan ini adalah untuk mendefinisikan general education secara generik. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis konsep dengan desain analisis generik untuk mengidentifikasi makna esensial dari general education. Hasil dari tulisan ini adalah kejelasan konsep dari general education yang berupaya memadukan antara pendidikan umum dan spesialisasi dengan pendekatan inter dan multi disiplin. Konsep-konsep dari general education memiliki visi misi yang sama dengan konsep merdeka belajar sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan sebagai penguatan kebijakan merdeka belajar.Kata Kunci: General Education, Revolusi Industri 4.0, Spesialisasi, Merdeka Belajar Abstract: Social life in the era of the industrial revolution 4.0 continues to experience changes that are increasingly fast, competitive, and increasingly complex. The speed of these changes resulted in the birth of excessive specialization of education so that education tends to fade its essence as a vehicle in the formation of human identity. To anticipate a worse impact on the formation of human beings in the increasingly rapid flow of globalization, the principles and concepts of general education in the education system are a must. Based on the background of the problem, the purpose of this paper is to define general education generically. This research method uses concept analysis method with generic analysis design to identify the essential meaning of general education. The result of this paper is the clarity of the concept of general education which seeks to combine general education and specialization with inter and multi-disciplinary approaches. The concepts of general education have the same vision and mission as the concept of independent learning so that the results of this study can be used as a reference as a strengthening of the independent learning policy.Keywords: General Education, Industrial Revolution 4.0, Specialization, Free Learning
INTERNALISASI NILAI KARAKTER GAGAH MELALUI PEMBELAJARAN TARI TOPENG KLANA CIREBON Ayu Vinlandari Wahyudi; Yunita Dwi Jayanti; Yayu Mega Purnamasari
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol. 32 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ath.v32i1.10527

Abstract

AbstrakKarakter dalam tari merupakan bagian terpenting selain dari gerak dan irama musik. Lemahnya kreativitas dalam pembelajaran tari menjadi persoalan utama dalam teknik penguasaan karakter, sehingga berpengaruh terhadap unsur-unsur lainnya seperti gerak dan musik karena unsur tari tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini dilakukan untuk memperdalam pemahaman terhadap karakter dalam tari, yaitu Tari Topeng Cirebon. Karakter dalam Tari Topeng Cirebon sangat variatif, yaitu Topeng Panji, Rumyang, Tumenggung, Samba, dan Klana. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan tentang karakter “gagah” dalam Tari Topeng Klana. Lemahnya karakter seseorang, khususnya remaja dalam memerankan perannya di kehidupan menjadi persoalan lain yang berkaitan dengan karakter “gagah” yang dimaksud. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa Tari Topeng Klana Cirebon memiliki nilai karakter gagah, yang dimana tercermin dari data tekstual dan kontekstual tentang Tari Topeng Klana Cirebon. Nilai karakter gagah pun dapat termanifestasi melalui proses pembelajaran yang dilakukan melalui model pembelajaran role playing.Kata kunci: Tari Topeng Klana Cirebon, karakter, gagah AbstractCharacter in dance is the most important part beside the movement and the rhythm of the music. Weak creativity in dance learning is the main problem in character mastery techniques. Thus, it affects other elements such as motion and music because these elements of dance are an inseparable unit. This research was conducted to deepen the understanding of the characters in dance, namely Cirebon Mask Dance. The characters in Cirebon Mask Dance are very varied, namely Panji, Rumyang, Tumenggung, Samba, and Klana masks. This paper aims to describe the "gallant" character in the Klana Mask Dance. The weakness of a person's character, especially teenagers in playing their roles in life, is another problem related to the "gallant" character. The method used in this research is descriptive analysis method with a qualitative approach. Based on the result of this study, it is found that the Cirebon Klana Mask Dance has a “gallant” character value, which is reflected in the textual and contextual data about the Cirebon Klana Mask Dance. The value of a “gallant” character can also be manifested through a learning process carried out through a role playing learning model.Keywords: Cirebon Klana Mask Dance, character, gallant