Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Digitizing Worship: Challenges of Religious Applications and Spiritual Decline in the Digital Era Ruqayah, Farah; Setia, Paelani; Rosele, Muhammad Ikhlas
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol. 7 No. 2 (2024): Temali: Jurnal Pembangunan Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v7i2.39565

Abstract

This paper aims to analyze the impact of digitalization on the religious practices of Muslims through the use of religious applications, such as Muslim Pro, and to explore the challenges related to spiritual depth and community engagement. This research uses a qualitative method with data collection techniques through online observation of users' interactions with the application. The research findings show that while religious applications facilitate access to information and worship, there is a tendency for a decline in spiritual quality and community engagement, particularly in terms of social interaction and direct religious guidance. Over-reliance on these applications can reduce a deeper understanding of religion and weaken participation in collective religious activities. This research contributes by offering solutions that integrate technology with religious social interactions, involving collaboration between app developers, religious institutions, and communities to maintain a balance between digital convenience and spiritual needs.
Keterampilan Literasi Digital dalam Pemanfaatan Big Data Demi Terwujudnya Masyarakat Pengetahuan Igiriza, Miftahunnisa’; Rahmatullah, Tansah; Achmad Syam, Rifqi Zaeni; Ruqayah, Farah
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 16 No. 1 2025
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unilib.Vol16.iss1.art5

Abstract

Meskipun berbagai keterampilan untuk menggunakan media digital, kumpulan data, dan internet untuk tujuan tertentu sudah tidak diragukan lagi menjadi keterampilan yang penting, warga dalam masyarakat pengetahuan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan. Mereka harus dapat memahami dan secara kritis merefleksikan pengumpulan data pribadi mereka yang tersebar luas di internet dan kemungkinan risiko serta implikasi yang akan muncul dengan praktik big data. Artikel ini membahas tentang wawasan keterampilan digital yang diperlukan dalam pemanfaatan big data demi mewujudkan masyarakat pengetahuan, yang tidak hanya terampil, namun juga memiliki kesadaran tentang perilaku informasi data terbuka, sehingga masyarakat menjadi lebih bijak, dan kemungkinan resiko serta ancaman yang mengintai dapat diminalisir atau bahkan dihindari. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang disampaikan secara deskriptif dan berisi kutipan dari data untuk menggambarkan seperti apa situasi atau pandangan dunia tertentu dalam bentuk naratif. Penelitian kualitatif dilakukan melalui pemaparan pendapat atau pemahaman para ahli terhadap fenomena yang diamati. Jenis penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah jenis penelitian kepustakaan, dimana penulis mengumpulkan data berupa buku, manuskrip, artikel ilmiah, laporan, hasil survei, website atau majalah yang relevan dengan objek penelitian. Dalam perspektif big data, dan oleh karena kepentingan untuk mewujudkan masyarakat pengetahuan, maka diperlukan perubahan sosial dalam masyarakat secara spesifik dalam bentuk perpindahan dari masyarakat informasi yang didasarkan pada ekonomi pengetahuan menjadi masyarakat yang didasarkan pada pengetahuan. Masyarakat pengetahuan adalah masyarakat yang menghasilkan, memproses, membagikan, dan membuat pengetahuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kondisi manusia tersedia bagi semua anggotanya. Tantangan keterampilan literasi digital big data dalam mewujudkan masyarakat pengetahuan terletak pada upaya membentuk kompetensi dan kemampuan manusia untuk belajar dari sejumlah data yang secara signifikan melebihi kapasitas kognitif manusia. Kompetensi dan kemampuan yang dimaksud adalah gabungan dari berbagai keterampilan untuk belajar dari data yang dikembangkan oleh semua bentuk literasi, yang perlu didukung oleh keahlian tambahan yaitu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman.
UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA DI PERPUSTAKAAN MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA Meilani, Mentari; Nurrohmah, Oom; Ruqayah, Farah
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v5i2.2490

Abstract

This study aims to determine the library's efforts to save collections when facing a disaster, especially disasters caused by human activities. Disasters in the form of human activities that can harm the library, such as theft, lack of security in institutions, fires and so on. The method used in this research is descriptive research method with a qualitative approach. Data collection techniques by means of observation, interviews and documentation studies. Informants in this study amounted to two people. The results of the study show that the Museum Library of the Asian-African Conference has chosen disaster preparedness efforts which are seen from four stages, namely, the prevention stage, the response stage, the reaction stage, and the recovery stage. The prevention stage is by carrying out an inspection of the library environment by the librarian and installing CCTV cameras. The response phase is by providing librarian disaster preparedness training and collaborating with the National Library of Indonesia in library collection preservation activities. The reaction stage, using evacuation route signs, APAR (Light Fire Extinguisher), and deposit boxes in the event of a disaster. The recovery phase is by collecting damage data and asking the National Library of Indonesia for help.Keywords: disaster preparedness, collection rescue, Asian African Conference Museum LibraryABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya perpustakan dalam menyelamatkan koleksi ketika menghadapi suatu bencana, terutama bencana yang disebabkan oleh ulah manusia. Bencana berupa ulah manusia yang dapat membahayakan di perpustakaan ini seperti pencurian, kurangnya pengamanan yang ada dalam institusi, kebakaran dan lain sebagainya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Museum Konferensi Asia Afrika sudah memilihi upaya kesiapsiagaan bencana yang dilihat dari empat tahap yaitu, tahap pencegahan, tahap tanggapan, tahap reaksi, dan tahap pemulihan. Tahap pencegahan dengan melakukan pemeriksaan lingkungan perpustakaan oleh pustakawan serta memasang kamera CCTV. Tahap tanggapan yaitu dengan memberi pelatihan kesiapsiagaan bencana pustakawan dan menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam kegiatan preservasi koleksi perpustakaan. Tahap reaksi, dengan menggunakan rambu-rambu jalur evakuasi, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan deposit box apabila terjadi bencana. Tahap pemulihan dengan melakukan pendataan kerusakan, dan meminta bantuan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
ANALISIS KETERAMPILAN LITERASI INFORMASI PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO BERDASARKAN MODEL BIG 6 Himawan, Catur Indra; Ruqayah, Farah; Iriantara, Yosal
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.274

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode evaluasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pustakawan di Perpustakaan Universitas Muhammdiyah Purwokerto sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan ditabulasikan dalam persentase. Berdasarkan hasil pada penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa tingkat kemampuan literasi informasi yaitu sebagian besar pustakawan mempunyai kemampuan dalam mendefenisikan masalah ditandai dengan 70%. Memiliki kemampuan strategi pencarian informasi dengan 60%. Kemampuan dalam menemukan dan mengakses lokasi informasi dengan 90%. Kemampuan dalam strategi pencarian informasi atau cara efektif untuk menyaring dan mengevaluasi informasi ditandai dengan 60%. Kemampuan mensitesis dan menggabungkan informasi ditandai dengan 70%. Kemampuan untuk menilai hasil dan proses pencarian dengan 60%. ABSTRACTThis research uses quantitative approach of evaluative study. The population of this research is all librarian in Muhammadiyah University Library Purwokerto, that is 10 people. Data were obtained by distributing questionnaires and obtaining questionnaire data then tabulated in percentage form. Based on the results of the discussion, the authors conclude that the level of literacy skill information is as follows: that most librarians have the skills in defining problems marked by 70%. Most have information search strategy skills marked 60%. Most have the skill of finding the access information location marked 90%. Most librarians have information search strategy skills or have an effective way to filter and extort information marked 60%. Most have synthesis skills or incorporate various information marked 70%. Most librarians have skills in assessing the results and processes that have been successfully tracked by 60%.
KOMPETENSI BRAINWARE DALAM EKSISTENSI SISTEM INFORMASI OPEN LIBRARY Ruqayah, Farah; Mintarsih, Tina; ., Mahmudin
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.275

Abstract

Kompetensi merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang baik dengan menggunakan keterampilan, pengetahuan, dan karakteristik yang dimiliki oleh seseorang. Pustakawan layanan sirkulasi, sebagai orang yang terlibat dalam menggunakan sistem informasi dituntut untuk memiliki kemampuan secara luas, terutama dalam teknologi informasi. Selanjutnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pustakawan layanan sirkulasi dalam memahami dan menggunakan sistem informasi open library di perpustakaan Telkom University Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dan datanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi pustaka.  Sebagai hasilnya menunjukkan bahwa kompetensi pustakawan layanan sirkulasi di perpustakaan Telkom University Bandung telah dapat memahami sistem informasi melalui pengetahuan yang diberikan oleh ahli IT atau pembuat sistem terkait fungsi dan penggunaannya dan dalam menggunakan sistem informasi open library pustakawan layanan sirkulasi telah mampu untuk tujuan memberikan pelayanan yang baik kepada pemustaka.ABSTRACTCompetence is the ability to do good work by using the skills, knowledge and characteristics possessed by a person. Circulation librarian, as people involved in using information systems are required to have broad capabilities, especially in information technology. Furthermore, the purpose of this study was to determine the competence of circulation librarian in understanding and using an open library information system in the library of Telkom University Bandung. The method used in this study is a qualitative method, and the data is collected through observation, interviews, documentation studies, and literature studies. As a result shows that the circulation librarian competence in Telkom University Bandung library has been able to understand the information system through the knowledge provided by IT experts or system makers related to its function and use, and in using the open library information system circulation librarian has been able to provide good service to the users
LAYANAN RUMAH BELAJAR SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBINAAN KREATIVITAS MEMBACA Ruqayah, Farah; Handayani, Neng Erni; Insan, Husen Saeful
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 1 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i2.374

Abstract

Layanan rumah belajar merupakan forum diskusi yang didirikan oleh sebuah komunitas yang di kenal dengan MAPUSTA (Masyarakat Perpustakaan) untuk membatu memberikan kebutuhan informasi bagi masyarakat. Program layanan rumah belajar menjadi salah satu media dalam pembinaan kreativitas membaca bagi peserta didik yang ikut bergabung dalam program tersebut di DISPUSIPDA. Tujuan penelitian untuk mengetahui layanan pada program rumah belajar sebagai media dalam pembinaan kreatifitas membaca. metode penelitian : kualitatif deskriptif dan studi kasus. Informan yang terdapat dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 katogori yitu, 1. Peserta didik, 2. Fasilitator, dan 3. Komunitas Masyarakat Perpustakaan (MAPUSTA). Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Perpustakaan dan Arsip (DISPUSIPDA) Jawa Barat. Dengan indikator yang terdapat pada penelitian ini seperti fungsi dan peranan program rumah belajar, faktor pendukung pada program rumah belajar, serta prantara sumber belajar yang terdapat pada program layanan rumah belajar. Dari hasil penelitian maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa layanan pada program rumah belajar merupakan salah satu media dalam pembinaan kreatifitas membaca bagi peserta didik ABSTRACTHome learning services are a discussion forum founded by a community known as MAPUSTA (Library Society) to help provide information needs for the community. The home learning service program is one of the media in developing reading creativity for students who join the program at DISPUSIPDA. The purpose of the study was to find out the services in the learning home program as a medium in developing reading creativity. Research methods: descriptive qualitative and case studies. The informants in this study divided into three categories, 1. Students, 2. Facilitators, and 3. Community Library Community (MAPUSTA). This research was carried out at the West Java Library and Archives (DISPUSIPDA) Office. With the indicators contained in this study such as the function and role of home learning programs, supporting factors in the learning home program, and learning resources among the learning home service programs. From the results of the study, the researcher can conclude that services in the home learning program are one of the media in the development of reading creativity for students
PEMANFAATAN KOLEKSI REPOSITORI DIGITAL DI PERPUSTAKAAN STIKES RAJAWALI BANDUNG Rohiman, Iman; Ruqayah, Farah; Sari, Ratu Arti Wulan
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v4i1.1218

Abstract

The library's digital repository collection can be a reference in making student scientific papers. This study aims to: (1) determine the completeness and suitability of digital repository collections; (2) knowing the speed of accessing and searching digital repository collections; and (3) knowing the obstacles of students in utilizing digital repository collections in the STIKes Rajawali Library. The research method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques by observation, interviews, and documentation studies. Informants in this study amounted to 4 people consisting of the head of the library, librarians, and students. The results obtained from this study are (1) an audit of information conducted by librarians to determine the completeness and suitability of digital repository collections to be used by students (2) the existence of digital repositories makes it easier for students to access and search for collections that can be done anywhere and anytime via smartphones. and laptops (3) students' obstacles in using digital repository collections are still not compatible with all types of smartphones and lack of promotion so that there are still many students who are confused about the use of digital repositories. The conclusion is that the use of digital repository collections in the STIKes Rajawali Library has been used properly.Keywords: collection utilization; digital repository; STIKES RajawaliABSTRAKKoleksi repositori digital Perpustakan dapat menjadi salah satu referensi dalam pembuatan karya tulis ilmiah mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelengkapan dan kesesuian koleksi repositori digital; (2) mengetahui kecepatan mengakses dan mencari koleksi repositori digital; serta (3) mengetahui hambatan mahasiswa dalam menafaatkan koleksi repositori digital di Perpustakaan STIKES Rajawali. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan dan mahasiswa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) audit informasi yang dilakukan oleh pustakawan menentukan kelengkapan dan kesesuian koleksi repositori digital untuk dimanfaatkan oleh mahasiswa (2) keberadaan repositori digital mempermudah mahasiswa dalam mengakses dan mencari koleksi yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja melalui smartphone dan laptop (3) hambatan mahasiswa dalam menafaatkan koleksi repositori digital masih belum kompatibelnya di semua jenis smartphone dan kurangnya promosi sehingga masih banyak mahasiswa yang kebingungan dalam penggunaan repositori digital. Simpulan didapat bahwa pemanfaatan koleksi repository digital di Perpustakan STIKES Rajawali sudah dimanfaatkan dengan baik.