Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kewenangan Pemerintah Melakukan Pemutusan Akses Sistem Elektronik dalam Perspektif Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Syurpana Nofanda
JUSTITIABLE - Jurnal Hukum Vol. 7 No. 2 (2025): JUSTITIABLE -Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/justitiable.v7i2.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan pemerintah dalam melakukan pemutusan akses sistem elektronik menurut Undang-Undang ITE berdasarkan putusan MK, serta implikasinya terhadap negara hukum dan hak asasi manusia. Latar belakang penelitian ini adalah gugatan terhadap Pasal 40 ayat (2b) UU ITE yang dianggap kabur dan bertentangan dengan UUD 1945. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan pemerintah untuk memutus akses sistem elektronik bertujuan melindungi kepentingan umum dalam menghadapi ancaman dunia siber. Namun, penerapannya dianggap bertentangan dengan tiga norma UUD 1945, dan pelaksanaan kewenangan ini tidak selalu dalam bentuk tertulis, tetapi juga tindakan hukum lainnya. Dari perspektif negara hukum, kewenangan tersebut belum diatur secara tegas, meskipun pemerintah mengklaim bahwa norma tersebut konstitusional. Sementara itu, dari aspek hak asasi manusia, pemutusan akses tanpa pemberitahuan menimbulkan ketidakpastian dan merugikan hak warga negara untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. Saran penelitian ini adalah perlunya prosedur pemberitahuan yang jelas mengenai pelanggaran dan konten yang melanggar, sebagai upaya menyeimbangkan kewenangan pemerintah dengan perlindungan hak konstitusional warga negara.
Juridical Review of Local Government Policies in Overcoming Waste Problems in Kerinci District and Sungai Penuh City Nofanda, Syurpana
AHKAM Vol 4 No 3 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v4i3.6743

Abstract

Waste management challenges in Kerinci Regency and Sungai Penuh City present significant obstacles to the effective implementation of regional environmental policies. This study aims to analyze the juridical aspects of waste management policies, identify barriers to their implementation, and propose strategies to enhance the effectiveness of regulations grounded in good governance principles. Utilizing a normative legal research approach with statutory, conceptual, and case analyses, the study examines regulatory disharmony between national laws, including Law No. 18 of 2008 on Waste Management, Government Regulation No. 81 of 2012, and Presidential Regulation No. 97 of 2017, and local regulations in both regions. The findings reveal three primary issues: (1) inconsistency between national policies and regional regulations, notably Kerinci Regional Regulation No. 9 of 2013 and Regent Regulation No. 42 of 2018, as well as Sungai Penuh City Regional Regulation No. 9 of 2013 and Mayor Regulation No. 19 of 2024; (2) weak enforcement of legal instruments, including administrative sanctions and incentives; and (3) limited institutional effectiveness of TPS3R (3R Waste Processing Site) and insufficient community participation in the waste bank program. The study recommends harmonizing central and regional regulations, strengthening environmental law enforcement, developing economic incentives, and optimizing the role of community-based institutions such as BUM Desa (Village-Owned Enterprises) and KSM (Community Self-Help Groups) to establish a sustainable waste management system.
The Juridical Impact of the Misuse of Casual Daily Worker (CDW) Status on the Protection of Workers’ Normative Rights in the Coal Transportation Sector in Jambi Yudistira, Primus; Budhiartie, Arrie; Dewi, Ratna; Nofanda, Syurpana
Mandalika Law Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mandalika Law Journal
Publisher : Yayasan Baru Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mlj.v3i2.5978

Abstract

This study analyzes the juridical impact of the misuse of Daily Casual Worker (DCW) status on the protection of workers’ normative rights in the coal transportation sector in Jambi Province. In practice, DCW status is frequently applied to workers who perform permanent and continuous work, resulting in legal uncertainty and weakened protection of workers’ rights. This research employs a normative legal research method by examining labor regulations, legal doctrines, and relevant scholarly literature. The findings indicate that the misuse of DCW status contradicts the principles of protection in labor law and leads to the loss of workers’ normative rights, including minimum wage entitlements, social security coverage, occupational safety, and certainty of employment relations. Weak supervision and law enforcement further exacerbate workers’ vulnerability. Therefore, strengthening regulations and oversight is necessary to ensure fair legal protection for workers in the coal transportation sector.
Implementasi Kewenangan Pemerintah Dalam Perpanjangan Izin Lingkungan: Studi Kasus Pt. Sas Di Provinsi Jambi Syurpana Nofanda
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4357

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika implementasi kewenangan pemerintah dalam perpanjangan izin lingkungan dengan mengambil studi kasus PT. Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Provinsi Jambi. Dengan pendekatan yuridis normatif yang didukung analisis dokumenter, penelitian mengkaji kompleksitas tarik-menarik kepentingan ekonomi dan lingkungan, distribusi kewenangan antar level pemerintahan, serta efektivitas mekanisme pengawasan dalam konteks perizinan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakharmonisan antara pemerintah provinsi dan kota dalam implementasi kewenangan perizinan, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi dan pengawasan. Penelitian juga mengidentifikasi ambiguitas hukum pasca-diberlakukannya UU Cipta Kerja yang mengubah rezim "izin lingkungan" menjadi "persetujuan lingkungan", yang berimplikasi pada mekanisme perpanjangan izin dan penegakan sanksi administratif. Kontribusi penelitian ini terletak pada analisis komprehensif mengenai pertentangan kepentingan dan kewenangan dalam perpanjangan izin lingkungan pada konteks otonomi daerah, yang belum banyak dikaji dalam literatur sebelumnya. Penelitian merekomendasikan penguatan harmonisasi regulasi pusat-daerah, peningkatan transparansi dan partisipasi publik, serta pengembangan sistem digitalisasi terintegrasi untuk administrasi dan pengawasan perizinan lingkungan.
Juridical Analysis of 3 Kg LPG Distribution Supervision Policy by Local Government: A Case Study in Jambi Province Nofanda, Syurpana
International Journal of Law Society Services Vol 5, No 1 (2025): International Journal of Law Society Services
Publisher : LAW FACULTY UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/ijlss.v5i1.50749

Abstract

This study analyzes the 3 kg LPG distribution supervision policy in Jambi Province from a juridical perspective. The approach applied is normative juridical accompanied by literature analysis, which is supported by documentation studies as the main data collection method. The research findings indicate that the implementation of supervisory policies in Jambi Province has not been optimal due to several factors: (1) a weak distribution system that allows misappropriation practices such as sales above the HET (Highest Retail Price), hoarding, and adulteration; (2) limited coordination between relevant government agencies; (3) a lack of human resources and budget for supervision; (4) low public awareness; and (5) suboptimal utilization of technology in the monitoring system. The juridical analysis revealed that although the regulatory framework from the central to local levels is in place, implementation is constrained due to weak enforcement mechanisms and unclear division of authority. This study recommends strengthening cross-sectoral coordination, increasing the capacity of supervisors, implementing an integrated information system, strengthening community participation, and strict and consistent law enforcement in order to strengthen the effectiveness of supervision of 3kilogram LPG distribution in Jambi Province.