Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Manfish Journal

Evaluasi Keberlanjutan Mata Pencaharian Nelayan Gillnet Melalui Pendekatan Teknik Rapfish Belvi Vatria
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 1 No 2 (2020): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.869 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i02.171

Abstract

Small-scale fisheries development will be more effective if it focuses on strengthening fishermen's livelihoods. The main focus of the sustainable livelihood approach is to improve livelihoods by bringing together all elements of development for poverty alleviation. However, the problem that arises is that the implementation of the evaluation of the sustainability of small-scale fisheries development becomes difficult to analyze when faced with multi-dimensional conditions that affect it. Especially when faced with the condition of integrating all ecological, human, physical, financial, social, economic, and institutional data. Therefore, we need an evaluation technique that can integrate all the information comprehensively. One of the sustainability evaluation techniques with a quantitative approach is the Rapfish technique. The purpose of this study was to evaluate the sustainability of the livelihoods of Gillnet fishermen in Kayong Utara Regency, West Kalimantan Province through the Rapfish technique approach. The evaluation results show that the sustainability status of the livelihoods of Gillnet fishermen represented by the captain and crew is quite sustainable, although, with different MDS scores, they are still in the same range. Eleven sensitive attributes were found that influenced the sustainability status, namely: the threat of natural disasters, other natural resources, expected education, number of children, ice conditions, added value processing, remittances from migrants, social structure, leadership, trust/honesty, and support. /participation. This sensitive attribute is a driving factor or an inhibiting factor for the sustainability of the livelihoods of Gillnet fishermen
Pemanfaatan Limbah Kulit Udang Sebagai Edible Coating Chitosan Dalam Menghambat Kemunduran Mutu Fillet Ikan Kakap Skinless Belvi Vatria; Vivin Primadini; Kristina Novalina
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.872 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.307

Abstract

In general, the purpose of this study was to utilize shrimp shell waste as an edible coating of chitosan in inhibiting the deterioration of the quality of skinless snapper fillets. This research is an experimental research using factorial completely randomized design with two treatment factors, namely the concentration factor of the chitosan coating solution with 3 levels, namely 1%, 2%, and 3%, and the immersion time factor with 2 levels, namely 1 minute and 3 minutes. The data were processed statistically with analysis of variance and Duncan's continued test if the results were significantly different. The results of the study found that the characteristics of chitosan made from waste vanamie shrimp shells met the predetermined quality standards. Skinless snapper fillets continued to decline in quality as storage time increased. However, skinless snapper fillets that were treated with chitosan edible coating experienced a slower decline in quality compared to untreated skinless snapper fillets. The treatment chosen as an ingredient for chitosan edible coating was a concentration of 3% with a soaking time of 3 minutes. Soaking time, chitosan concentration, and the interaction between soaking time and chitosan concentration affected the deterioration of the quality of the skinless snapper fillets.
Karateristik Mutu Sosis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Penambahan Isolat Protein Kedelai Sebagai Emulsifier Alami Belvi Vatria; Teguh Setyo Nugroho
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 3 No 2 (2022): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.032 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v2i3.488

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu komoditas perikanan yang saat ini berpotensi besar untuk dikembangkan melalui upaya diversifikasi produk olahan ikan seperti sosis. Kriteria terpenting dalam pembuatan sosis adalah kestabilan. Sifat yang diunggulkan dari isolat protein kedelai adalah sifat fungsional emulsifikasi proteinnya, daya serap lemak, dan daya serap air. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan karateristik mutu dan menentukan formulasi terbaik sosis ikan nila dengan penambahan isolat protein kedelai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang diuji pada penelitian ini yaitu perbedaan penambahan konsentrasi Isolat Protein Kedelai sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% sebanyak 2 kali ulangan. Analisis parametrik menggunakan uji F pada ANOVA dan jika memberikan pengaruh yang berbeda terhadap sosis ikan nila maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Analisis non parametrik menggunakan uji Kruskal- Wallis dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut multiple comparison. Hasil penelitian menemukan bahwa Penambahan isolat protein kedelai yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel (g.cm), stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A2, dengan spesifikasi karateristik fisik berupa uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori sedikit retak bila dilipat, kekuatan gel 272.34 g.cm, daya mengikat air 72.12 %, dan stabilitas emulsi 72.34%.
Pengaruh Jenis Olahan Bahan Baku dan Penambahan Tepung Tapioka Yang Berbeda Terhadap Karateristik Bakso Ikan Nila Vivin Primadini; Belvi Vatria; Kristina Novalina
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 2 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.808 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v2i01.357

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan bakso ikan.Bakso ikan merupakan produk makanan berbentuk bulatan atau lain, yang diperoleh dari campurandaging ikan dan pati dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain yang diijinkan. Tujuanpenelitian ini adalah menganalisis pengaruh jenis olahan bahan baku dan penambahan tepung tapiokayang berbeda terhadap karateristik bakso ikan nila dan menentukan formula terbaik bakso ikan nilatersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkapfaktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor jenis bahan baku dengan 3 taraf yaitu daging lumatdan surimi dan faktor konsentrasi tepung tapioka dengan 4 taraf yaitu kosentrasi tepung tapioka 5%,10%, 15% sebanyak 2 kali ulangan. Data parametrik diolah secara statistik dengan analisis varian danuji lanjut Duncan jika hasilnya berbeda nyata. Data non parametrik dianalisis dengan Kruskal- Wallis.Jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut multiple comparison. Hasil penelitian menemukan bahwa jenisolahan bahan baku dan penambahan tepung tapioka yang berbeda memberikan pengaruh nyataterhadap kekuatan gel, uji gigit, uji lipat, penampakan, dan tekstur bakso ikan nila tetapi tidakmemberikan pengaruh nyata terhadap warna, aroma, dan rasa bakso ikan nila. Formulasi terbaikadalah formulasi jenis bahan baku surimi dengan penambahan tepung tapioka sebanyak 15%(formulasi B4). Bakso ikan dengan formulasi terbaik tersebut memiliki karakteristik fisik berupakekuatan gel sebesar 561.41 g.cm, uji gigit katagori normal, dan uji lipat katagori tidak retak biladilipat satu kali (Grade A) serta karateristik organoleptik dengan spesifikasi: kenampakan; berbentukbulat solid, sedikit berongga, dan seragam; warna putih cerah; aroma spesifik ikan, harum, dan tidakamis; tekstur kenyal, padat, dan kompak; dan rasa yang enak dan gurih spesifik ikan. Bakso ikanformula B1 paling diterima dan disukai oleh penelis.
Review : Penerapan Sistim Analysis and Critical Control Point (HACCP) Sebagai Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan Hasil Perikanan Belvi Vatria
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 3 No 1 (2022): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.735 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v2i2.422

Abstract

Saat ini sebagian besar negara-negara di dunia terus berusaha memastikan agar makanan yang dikonsumsi masyarakatnya tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi. Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) adalah suatu sistim manajemen mutu dan keamanan makanan termasuk hasil perikanan yang telah diakui efektifitasnya sehingga sebagian besar negara di dunia telah menerapkan HACCP sebagai sistim jaminan mutu dan keamanan makanan di negara mereka. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan langkah-langkah penerapan sistim HACCP pada unit pengolahan hasil perikanan. Metode penelitian ini adalah studi kepustakaan melalui analisis deskriptif dengan menguraikan secara teratur berbagai data yang telah diperoleh kemudian disintesis sehingga menghasilkan pemahaman dan konsep yang jelas dan mudah dipahami. Penelitian ini menemukan bahwa sebelum menerapkan sistim HACCP terdapat program pra-syarat yang harus dipenuhi oleh unit pengolahan ikan (UPI). Pemenuhan program pra-syarat ini dimaksudkan untuk memastikan penerapan sistim HACCP dapat berjalan secara efektif dan efisien. Program pra-syarat tersebut terdiri dari: 1) pemenuhan syarat lokasi, lingkungan, bangunan, peralatan, 2) penerapan standar prosedur operasi pengolahan, 3) pemenuhan persyaratan standar prosedur operasi sanitasi, dan 4) program prasyarat lainnya seperti; program ketelusuran produk, prosedur penanganan keluhan pelanggan, dan pelatihan karyawan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat 12 langkah dalam penerapan sistim HACCP yaitu: 1) pembentukan tim HACCP, 2) deskripsi produk, 3) dentifikasi penggunaan produk, 4) penyusunan diagram alir, 5) konfirmasi diagram alir di lapangan, 6) analisis bahaya, 7) penentuan CCP, 8) penentuan batas kritis, 9) penyusunan sistem pemantauan pada setiap CCP, 10) penetapan tindakan koreksi, 11) penetapan prosedur verifikasi, dan 12) penetapan prosedur pencatatan.
Karakteristik Mutu Fisik dan Hedonik Dimsum Ikan Nila dengan Penambahan Konsentrasi Karagenan yang Berbeda Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Lasmi, Leni
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.615

Abstract

Dimsum ikan merupakan salah satu diversifikasi produk olahan hasil perikanan yang dapat meningkatkan produksi produk perikanan di Indonesia. Kriteria terpenting pada produk-produk fish jelly seperti dimsum, antara lain adalah kestabilan emulsi, tingkat kekenyalan, dan kerenyahan, yang dapat memengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Oleh karena itu diperlukan bahan penstabil yang perlu ditambahkan dengan takaran yang tepat ke dalam adonan dimsum yang dibuat. Karagenan merupakan bahan alami untuk penstabil adonan makanan yang terbuat dari rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mutu fisik dan hedonik dimsum ikan nila dengan penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang diuji pada penelitian ini yaitu perbedaan penambahan karagenen sebesar 1%, 3%, 5%, dan 7% sebanyak 2 kali ulangan. Analisis parametrik menggunakan uji F pada Anova dan jika memberikan pengaruh yang berbeda terhadap dimsum ikan nila maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Analisis non parametrik menggunakan uji Kruskal- Wallis dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut Multiple comparison. Hasil penelitian menemukan bahwa penambahan karagenan yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Nilai uji fisik akan berbanding lurus dengan penambahan karagenan pada dimsum ikan nila. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A1, dengan spesifikasi karateristik mutu fisik berupa uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori tidak retak bila dilipat satu kali, kekuatan gel 242.16 g.cm, daya mengikat air 70.22 %, dan stabilitas emulsi 71.34 %.
Karakteristik Mutu Kaki Naga Ikan Nila Dengan Substitusi Tepung Mocaf Sebagai Produk Diversifikasi Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Kusumawati, Rr. Puji Hastuti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.918

Abstract

Tilapia dragon feet are processed fish products that are currently developing. The combination of tilapia meat and mocaf flour can create dragon feet products with delicious taste, high nutrition, affordable price, and good for health. The purpose of this study was to describe the quality characteristics of tilapia dragon feet substituted with mocaf flour and to describe the best formulation of tilapia dragon feet with mocaf flour substitution. This study conducted an experiment using a one-factor completely randomized design (CRD) model with four levels. The factors tested were the substitution between tilapia meat and mocaf flour of 5%, 10%, 15%, and 20%. The substitution was calculated from the total weight of 100% (meat + mocaf flour). Parametric analysis used the F test in Anova. Non-parametric analysis used the Kruskal-Wallis test. This study found that the physical test of dragon fish feet, which includes a bite test obtained a value ranging from 6.15 - 6.42 (scale 9), a folding test of 3.45 - 3.83 (scale 5), gel strength ranging from 232.17 g.cm - 245.38 g.cm, water binding capacity ranging from 72.27% - 73.12%, and emulsion stability of 72.22% - 72.87%. The hedonic test of tilapia dragon fish feet which includes color obtained a value ranging from 6.21-7.39, aroma 7.89 - 7.81, texture 7.12 - 7.89, taste 6.95 - 7.66 and appearance 7.15 - 7.26. The chemical and microbiological quality characteristics of all dragon fish feet formulations still meet SNI quality standards. With physical quality characteristic specifications such as gel strength of 232.17 grams per centimeter, water binding capacity of 72.27%, and emulsion stability of 72.22%, formulation A1 is the best based on the panelists' preference level.
Karakteristik Mutu Nugget Ikan Nila dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah Sebagai Pangan Fungsional Primadini, Vivin; Vatria, Belvi; Wibowo Sasongko, Lukas
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1052

Abstract

Kriteria mutu yang terpenting pada produk nugget ikan adalah kestabilan emulsi, derajat kekenyalan, dan kerenyahan. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan karateristik mutu nugget ikan nila yang disubtitusi dengan tepung kacang merah dan menguraikan formula terbaik nugget ikan nila yang disubtitusi dengan tepung kacang merah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang di uji pada penelitian ini adalah subtitusi antara daging ikan nila dengan tepung kacang merah 5%, 10%, 15%, dan 20% sebanyak 2 kali ulangan. Hasil penelitian menemukan bahwa subtitusi tepung kacang merah yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Berdasarkan hasil uji fisik nugget ikan, yang mencakup uji gigit memperoleh nilai berkisar 6.22 – 6.47 (skala 9), uji lipat 3.45 – 3.83 (skala 5), kekuatan gel berkisar 236.38 g.cm – 227.17 g.cm, daya mengikat air berkisar 71.56% – 71.88%, dan stabilitas emulsi 72.21% – 73.11%. Berdasarkan hasil uji hedonik nugget ikan nila yang meliputi warna memporoleh nilai berkisar 6.81-7.57, aroma 7.61 – 7.68, tekstur 7.34 – 7.98, rasa 7.15 – 7.85, dan kenampakan 7.15 – 7.35. Karateristik mutu kimia dan mikrobiologi seluruh formulasi nugget ikan masih memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A1, dengan spesifikasi hasil uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori tidak retak bila dilipat satu kali, kekuatan gel 232.17 g.cm, daya mengikat air 72.27%, dan stabilitas emulsi bernilai 72.22 %.
Kualitas Produk Otak-Otak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dimodifikasi dengan Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Wibowo Sasongko, Lukas
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak-otak ikan merupakan produk diversifikasi hasil perikanan yang banyak digemari, dengan mutu yang sangat dipengaruhi oleh bahan baku dan proses pengolahannya. Ikan nila berpotensi digunakan sebagai bahan baku karena ketersediaannya melimpah, bernutrisi tinggi, dan berharga relatif murah. Tepung sorgum memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang berfungsi sebagai bahan pengikat dan berpotensi meningkatkan tekstur produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas otak-otak ikan nila yang dimodifikasi dengan tepung sorgum serta menentukan formulasi terbaik. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf subtitusi tepung sorgum sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari total adonan, masing-masing dengan dua ulangan. Analisis data meliputi ANOVA dan uji Duncan untuk data parametrik, serta uji Kruskal–Wallis dan Multiple Comparison untuk data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung sorgum berpengaruh nyata terhadap uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Nilai fisik produk berada pada kisaran: uji gigit 6.11–6.42, uji lipat 3.42–3.66, kekuatan gel 232.21–248.16 g.cm, daya mengikat air 73.32%–73.42%, dan stabilitas emulsi 71.24%–71.39%. Penilaian hedonik menunjukkan skor warna 6.78–7.48, aroma 7.33–7.38, tekstur 7.35–7.67, rasa 7.26–7.64, dan kenampakan 7.36–7.53. Seluruh formula memenuhi standar mutu SNI. Formula terbaik diperoleh pada subtitusi 5% (A1), dengan mutu fisik dan sensoris paling disukai panelis.