Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU DAN KOTORAN KAMBING DALAM MEMACU PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Ramadhani, Elrisa; Warsito, Kabul; Irawan, Indra
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.255-261

Abstract

Produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.) dipengaruhi oleh teknik pemupukan dan jenis pupuk yang dipakai. Penggunaan dosis yang tepat serta waktu yang tepat akan memaksimalkan produktivitas buah yang dihasilkan. Penelitian tentang penggunaan pupuk cair limbah tahu dan kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan produksi kacang panjang untuk mengetahui efektivitas dosis pupuk dan pengaruhnya masing-masing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan penambahan pupuk organik cair limbah tahu dan kotoran kambing. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kendang kambing, yaitu konsentrasi 0 g (PK0), 200 g (PK1), 400 g (PK2), dan 600 g (PK3).  Faktor kedua adalah POC air tahu, yaitu konsentrasi 0 ml/l (PC0), 10 ml/l (PC1),  20 ml/l (PC2), dan 30 ml/l (PC3). Hasil pengujian menunjukkan perlakuan terbaik parameter tinggi tanaman dengan dosis PC1 (233,7 cm), parameter jumlah daun perlakuan terbaik pada PC2 (46,66) dan parameter berat buah terbaik pada perlakuan PK2 (465,50 gr). Penggunaan pupuk organik cair limbah tahu dan kotoran kambing efektif memacu pertumbuhan dana produksi kacang panjang.
Trichoderma sp. Antagonist Test Ability as an Inhibitor of Yellow Rot Disease Pathogens of Red Dragon Fruit Plants (Hylocereus polyrhizus) Elrisa Ramadhani; Kabul Warsito; Indra Irawan; Nur Ikhsan
International Journal of Mathematics and Science Education Vol. 1 No. 3 (2024): August : International Journal of Mathematics and Science Education
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijmse.v1i3.21

Abstract

Dragon fruit plants originating from Central and South America have not been widely cultivated. This plant has only been cultivated intensively in several countries such as: Israel, Colombia, Nicaragua, Vietnam, Thailand, China and Australia. Macroscopic identification showed that the fungi associated with dragon fruit stems had similarities to the colony form of Colletotrichum gloeosporioides sp. Trichoderma is known to have antagonistic abilities against pathogenic fungi. Trichoderma is easily found in soil ecosystems and plant roots. The method in this study is a survey method. Determination of the sample using purposive sampling or Judgmental sampling method, namely purposive sampling is a sampling method that selects objects (vines) that are considered attacked or have symptoms of pathogen attack. Trichoderma sp is also tolerant to stress and able to inactivate pathogenic microbial enzymes. In addition, Trichoderma sp. Able to produce enzymes that hydrolyze pathogenic cell walls which will inhibit the synthesis of pathogenic cell walls and increase their fungicidal activity, as a result of which pathogenic fungi experience a decrease in growth rate.
Trichoderma sp. Antagonist Test Ability as an Inhibitor of Yellow Rot Disease Pathogens of Red Dragon Fruit Plants: (Hylocereus polyrhizus) Elrisa Ramadhani; Kabul Warsito; Indra Irawan; Nur Ikhsan
International Journal of Science and Mathematics Education Vol. 1 No. 2 (2024): June:International Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijsme.v1i2.20

Abstract

Dragon fruit plants originating from Central and South America have not been widely cultivated. This plant has only been cultivated intensively in several countries such as: Israel, Colombia, Nicaragua, Vietnam, Thailand, China and Australia. Macroscopic identification showed that the fungi associated with dragon fruit stems had similarities to the colony form of Colletotrichum gloeosporioides sp. Trichoderma is known to have antagonistic abilities against pathogenic fungi. Trichoderma is easily found in soil ecosystems and plant roots. The method in this study is a survey method. Determination of the sample using purposive sampling or Judgmental sampling method, namely purposive sampling is a sampling method that selects objects (vines) that are considered attacked or have symptoms of pathogen attack. Trichoderma sp is also tolerant to stress and able to inactivate pathogenic microbial enzymes. In addition, Trichoderma sp. Able to produce enzymes that hydrolyze pathogenic cell walls which will inhibit the synthesis of pathogenic cell walls and increase their fungicidal activity, as a result of which pathogenic fungi experience a decrease in growth rate.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kohesivitas Kelompok Tani Dalam Menjalankan Fungsi Unit Produksi Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang P, Novi Anggiana; Febrimeli, Dwi; Ramadhani, Elrisa
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1459

Abstract

Peningkatan efektivitas kelompok tani sebagai unit produksi sangat dipengaruhi oleh kemampuan anggota kelompoknya dalam menjalin kerja sama yang kuat. Kohesivitas kelompok menjadi indikator penting dalam keberhasilan kelompok untuk menjalankan fungsinya sebagai unit produksi pada usahatani padi sawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kohesivitas kelompok tani serta faktor-faktor yang memengaruhinya, dengan kebaruan yang terletak pada penggunaan enam variabel psikososial yang diuji secara simultan pada konteks kelompok tani padi sawah di Kecamatan Sunggal. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan wawancara tidak terstruktur, serta dianalisis menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas berada pada kategori tinggi (78,46%), dengan persamaan regresi Y = 4,702 + 0,170X1 + 0,430X2 + 0,946X3 – 0,350X4 + 0,560X5 + 0,552X6 + e. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa interaksi sosial (X2), tujuan kelompok (X3), konflik kelompok ((X5), dan peran dalam kelompok (X6) terbukti berpengaruh signifikan, sedangkan untuk ketertarikan anggota (X1) dan ukuran kelompok (X4) tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi, kejelasan tujuan, manajemen konflik, dan pembagian peran merupakan faktor kunci yang memperkuat kohesivitas kelompok tani dalam menjalankan fungsi unit produksi usahatani padi sawah.