Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN PENGARUH CAMPURAN ASPHALT DENGAN TAMBAHAN BENZOIN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL Kartika Indah Sari; Rizky Franchitika; Asri Afriliany Surbakti; Nurkhasanah Rina Puspita; Soraya Muthma Innah Nasution
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 9: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i9.9665

Abstract

Factors that support the development of an area are improving transportation facilities in the form of roads. The aim of improving roads is to facilitate all activities directly related to movement, both people and goods. For this reason, improving the quality of transportation facilities in the form of roads currently needs attention. Efforts to improve road quality can be carried out by research in the form of variations in pavement layer mixtures with various kinds of added materials. One variation of the mixture that can be used is benzoin (incense resin). Benzoin is a forest product that has similar physical properties to asphalt. With this research, it is hoped that the addition of benzoin will affect the results of the Asphalt Concrete-Binder Course mixture when viewed from the Marshall characteristics. This research method uses the Marshall Method and the Marshall test procedure follows SNI 06-2489-1991 with reference to the 2018 General Specifications. The research results show that the optimum asphalt content obtained for each variation is: Normal Asphalt (5.55%), Asphalt with 5% benzoin added (5.45%), Asphalt with 10% benzoin added (5.35%) and Asphalt with 15% benzoin added (5.25%). Next, test values were obtained after optimum asphalt content for all parameters, namely stability, flow, VIM, VMA, VFB, Marshall Quotient and residual stability values for all variations. And the final research results, that the use of 15% benzoin additives in asphalt mixtures cannot be used because the Marshall residual stability value does not meet the 2018 General Specifications.
Risk Management Approach in Solar Power Plant Projects Using the SLR Method Agistin, Veriza; Whardani, Putri Nurul Kusuma; Nasution, Soraya Muthma Innah; Revolis, Messa; Sahti, Armia Lara
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i2.37273

Abstract

Utilizing solar energy is among the renewable energy sources that are both abundant and kind to the environment. Therefore, the development of Solar Power Plants (PLTS) in Indonesia continues to grow as part of the clean energy transition and efforts to meet national renewable energy targets. However, solar power plant (PLTS) projects face various risks ranging from technical risks, resource risks, environmental risks, social and community risks, economic risks, occupational health and safety risks, to regulatory and legal risks that can hinder their success and efficiency in implementation, necessitating risk management. Structured risk management is crucial for ensuring that the solar power plant project can operate efficiently, safely, and sustainably. This research was conducted to identify the most significant risks in a solar power plant construction project using a qualitative method through a systematic literature review approach. Then, the findings from previous studies were synthesized to provide a comprehensive overview by identifying and classifying the main risks documented in the literature. This research aims to enhance the development of policies and risk management strategies for renewable energy initiatives in Indonesia
Integrasi Prinsip Pengadaan Berkelanjutan dalam Proyek Konstruksi Publik di Indonesia Nasution, Soraya Muthma Innah
JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality Vol 9, No 1 (2025): Vol 9 No 1 2025
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ju.v9i1.1606

Abstract

The construction industry significantly contributes to global resource consumption and environmental degradation, positioning it as a key sector in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). Its high usage of materials, water, and energy, alongside substantial carbon emissions, underscores its critical role in sustainable development efforts. Therefore, integrating sustainability principles into construction projects is both urgent and potentially beneficial from a social perspective. Within this context, sustainable procurement emerges as a vital mechanism to enhance resource efficiency, generate socio-economic value, and safeguard labor rights across the supply chain. This study explores the implementation of sustainable procurement in public construction projects in Indonesia. Using six key principles outlined in ISO 20400—Organizational Policy and Strategy, Integration in Procurement Processes, Supply Chain Management, Operational Practices, Stakeholder Engagement, and Monitoring and Evaluation Systems—the research assesses adoption levels through a questionnaire distributed to government procurement practitioners in the construction sector. Results indicate a positive trend, with average implementation levels above 70%. The highest scores were found in Organizational Policy and Strategy and Supply Chain Management (84%), while Operational Practices lagged behind at 70%.Kata Kunci: Berkelanjutan; Implementasi; Indikator; Konstruksi Publik; Pengadaan
Inovasi Alat Penangkap Sampah Sederhana Pada Drainase Untuk Menghadapi Masalah Lingkungan Padang Bulan Selayang II Silaen, Marojahan Koster; Harahap, M. Rizki; Nurkhasanah; Franchitika, Rizky; Nasution, Soraya Muthma Innah
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 6 No. 1 (2025): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v6i1.255

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun budaya peduli lingkungan di Padang Bulan Selayang II, khususnya dalam mengatasi sampah yang menyumbat saluran drainase dan berpotensi menyebabkan banjir. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran warga, memperkenalkan alat penangkap sampah sederhana dari besi bekas, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Data yang digunakan berasal dari observasi langsung, wawancara dengan warga dan kepala lingkungan, serta dokumentasi kegiatan sebelumnya. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, perancangan, dan pemasangan alat. Edukasi juga diberikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan drainase dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kepala lingkungan berperan sebagai penghubung antara tim pengabdi dan warga untuk memastikan keberlanjutan program. Hasilnya, masyarakat mulai merasakan manfaat berkurangnya genangan dan aktif dalam perawatan lingkungan. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi nyata dan direkomendasikan untuk dilanjutkan serta direplikasi di wilayah lain dengan dukungan pihak terkait agar dampaknya tetap berkelanjutan.
Kajian Studi Eksperimental Kompratif Beton HSC (High Strengt Concrate) Dengan Penambahan Serat Baja dan Abu Cangkang Sawit (ACS) dan Beton Normal Sutiyo, Heri; Nursyamsi, Nursyamsi; Tarigan, Johannes; Bakara, Ricky; Nasution, Soraya Muthma Innah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu cangkang sawit (ACS) sebagai bahan pengganti 15% semen dan penambahan serat baja 2% terhadap sifat mekanis beton mutu tinggi (High Strength Concrete/HSC). Pengujian meliputi uji beton segar (slump flow, T50 time, V-funnel, L-box) dan beton keras (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Hasil menunjukkan seluruh parameter beton segar memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete (SCC). Kuat tekan meningkat signifikan dari 30,89 MPa (beton normal) menjadi 90,25 MPa (HSC)—peningkatan 192% atau 65,7% lebih tinggi dari target mutu. Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm. Peningkatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas. Analisis displacement menunjukkan peningkatan ketebalan lapisan HSC meningkatkan kekakuan lentur dan menurunkan lendutan maksimum. Kombinasi ACS 15% dan serat baja 2% terbukti efektif meningkatkan performa mekanis dan struktural beton hingga tiga kali lipat dibanding beton normal, sekaligus mendukung material ramah lingkungan dalam teknologi beton modern dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit.
Faktor Penyebab Keterlambatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Lingkungan Balai Besar Jalan Nasional Sumatera Utara Girsang, Arisman; Mulia, Ahmad Perwira; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Bakara, Ricky; Nasution, Soraya Muthma Innah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63160

Abstract

Keterlambatan pengadaan tanah merupakan tahap krusial dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, karena keterlambatan pada tahap ini dapat menghambat jadwal konstruksi dan meningkatkan biaya proyek. Di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, proses pengadaan tanah masih menghadapi berbagai kendala administratif, kelembagaan, dan sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan pengadaan tanah, menentukan bobot pengaruh setiap faktor secara matematis menggunakan metode Importance Index, serta merumuskan strategi mitigasi untuk percepatan prosesnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap empat kelompok responden---Owner, Stakeholder, Tim Appraisal, dan Pemilik Tanah---dengan total 35 indikator penyebab keterlambatan. Analisis dilakukan dengan menghitung Frequency Index (FI), Severity Index (SI), dan agregasi Importance Index (II) rerata kelompok. Hasil menunjukkan lima faktor dengan nilai II tertinggi: C2 (Koordinasi antar instansi memerlukan waktu, 60,79%), C1 (Perizinan dan rekomendasi lambat, 56,26%), H2 (Jumlah warga pemilik tanah banyak, 52,98%), H4 (Banyak pemilik tanah yang memiliki ekonomi rendah, 52,43%), dan H1 (Harga permintaan ganti rugi yang tinggi, 51,49%). Pembahasan menunjukkan bahwa hambatan kelembagaan dan sosial-ekonomi menjadi penyebab dominan. Strategi mitigasi difokuskan pada pembentukan task force lintas instansi, penyederhanaan birokrasi, digitalisasi data bidang tanah, dan sosialisasi publik yang transparan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola kelembagaan dan pendekatan sosial berbasis kepercayaan menjadi kunci utama percepatan pengadaan tanah yang efisien, adil, dan berkelanjutan.