Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Prioritisasi Pengelolaan DAS Deli Menggunakan Metode AHP-SYI dan Fuzzy AHP-SYI dalam Format GIS Syafaruddin, Syafaruddin; Mulia, Ahmad Perwira; Nasution, Zaid Perdana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4837.512 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3768

Abstract

Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan lingkungan dari tahun ke tahun. Kerusakan lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) meliputi kerusakan pada aspek biofisik ataupun kualitas air. Pengelolaan DAS dilakukan untuk menjaga DAS tetap berfungsi, dengan memperhatikan biaya dan mengingat luasnya DAS yang mengalami kerusakan perlu dibuat skala prioritas untuk dapat menyiasati permasalahn tersebut. Penelitian ini bertujuan memprioritaskan mikro DAS dengan pendekatan model SYI yang berbasis AHP dan Fuzzy Analitic Hierarchy Proces (FAHP). Metode penelitian ini pada dasarnya menggunakan informasi Potensi Erosi Indek (PEI) dan Sediment Delivery Rasio (SDR) yang menunjukkan kapasitas angkut sedimen. Faktor pengiriman sedimen yaitu topografi, tutupan vegetasi, kedekatan dengan aliran air dan jenis yang terintegrasi dalam domain GIS. Untuk penilaian PEI, parameter yang digunakan yaitu data curah hujan, jenis tanah, kemiringan lahan, vegetasi penutup tanah, jaringan sungai, kerapatan sungai diintegrasikan dalam domain GIS menggunakan metode Weightd Linear Combination (WLC) dengan memberikan bobot dan peringkat untuk kreteria utama dan sub kreteria. Lokasi Studi DAS Deli terletak di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta prioritas FAHP-SYI dioverlay dengan peta lahan kritis menunjukkan kesesuain lahan kritis dengan metode medium menghasilkan prosentase 38.00 % untuk prioritas tinggi dan sangat tinggi atau 81.30 % terhadap keseluruhan peta lahan kritis. Dengan jumlah mikro DAS 21 dari 53 mikro DAS masuk sangat tinggi dan tinggi menandakan diperlukan pengelolaan DAS
Pemetaan Banjir Rob Wilayah Medan Utara Menggunakan Regresi Logistik dan GIS Pyanto, Farino; Mulia, Ahmad Perwira; Surbakti, Medis S
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.893 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i9.1579

Abstract

Perlunya memetakan zona terancam banjir rob berdasarkan faktor-faktor penyebab banjir rob di wilayah Medan Utara sebagai dasar bagi stakeholder dalam rangka penanganan banjir rob. Indikator kerawanan terhadap banjir rob mencakup curah hujan, kerapatan drainase, tata guna lahan, jarak ke sungai, jenis tanah, elevasi, kemiringan, aspek, jarak ke muara. Analisis data menggunakan GIS dan regresi logistik. Lokasi penelitian adalah kecamatan Belawan, Marelan dan Labuhan. Hasil analisis yang didapat, yaitu faktor curah hujan, drainage density, elevasi, jarak ke muara, aspek berpengaruh terhadap kerawanan banjir rob. Sedangkan indikator land use, jenis tanah, jarak ke sungai, kemiringan tidak berpengaruh terhadap kerawanan banjir rob. Hasil analisis menunjukkan peringkat indikator yang mempengaruhi terhadap kerawanan banjir rob dari pertama sampai sembilan adalah jarak ke muara, elevasi, aspek, jarak ke sungai, jenis tanah, land use, kemiringan, curah hujan dan drainage density. Jumlah sampel 126 dengan 9 faktor didapat ketepatan model penelitian sebesar 93,7%. Sementara, sampel 209 dengan 9 faktor didapat ketepatan model penelitian sebesar 86,1%. Jumlah sampel 126 dengan 2 faktor didapat ketepatan model penelitian sebesar 92,1%. Sementara, sampel 209 dengan 7 faktor didapat ketepatan model penelitian sebesar 86,1%.
Analisis Faktor Penyebab Pembengkakan Biayakonstruksi (Cost Overrun) Pada Proyek Konstruksi Di Kota Medan Ilhamsyah Siregar, Sutan; Mulia, Ahmad Perwira; Raphita Hasibuan, Gina Cynthia; Bakara, Ricky
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3005

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Medan tidak terlepas dari risiko terjadinya cost overrun, sehingga penting menganalisis faktor penyebab tersebut untuk mengantisipasi terjadinya cost overrun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cost overrun pada proyek konstruksi; menganalisis nilai bobot faktor penyebab cost overrun; dan menganalisis faktor dominan penyebab cost overrun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, melibatkan 13 responden secara purposive sampling pakar/ahli konstruksi. Analisis data menggunakan Rater Aiken dan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan kajian pustaka diperoleh 33 faktor lalu direduksi menjadi 27 faktor. Diperoleh 8 faktor dominan penyebab cost overrun berdasarkan Validitas Aiken (V) > 0,8, berurut mulai peringkat tertinggi: X6 (Kesalahan pekerjaan (rework)), X14 (Kesalahan perencanaan biaya), X5 (Kemampuan/produktivitas kerja tim yang buruk) , X3 (project manager tidak kompeten dan kurang berpengalaman), X7 (Waktu pelaksanaan lebih lama dari waktu yang direncanakan), X20 (pengendalian biaya buruk), X8 (kurangnya tenaga kerja terampil (kualitas pekerja buruk)), dan X9 (kurangnya pengalaman kontraktor dan koordinasi yang buruk antara kontraktor dengan pihak lainnya). Sedangkan satu faktor tambahan dari pakar/ahli adalah X32 (Kurangnya peralatan dan alat kerja). Penelitian ini menyarankan agar kontraktor memperhatikan faktor dominan untuk menghindari cost overrun dan menyarankan peneliti selanjutnya fokus pada besarnya nilai cost overrun.
Prioritas Pemilihan Tipe Fondasi Jembatan Gantung Cubancer Menggunakan Metode AHP dan Topsis Tampubolon, Gustav Reynold; Mulia, Ahmad Perwira; Raphita Hasibua, Gina Cynthia; Bakara, Ricky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.62242

Abstract

Dalam konteks perencanaan jembatan, tantangan yang dihadapi dalam pemilihan fondasi yang tepat menjadi faktor krusial untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan struktur. Dalam prosesnya, umumnya pembangunan jembatan memiliki permasalahan teknis dan nonteknis. Permasalahan nonteknis tersebut dapat jumpai seperti ketersediaan material, aksesibilitas, dan kemudahan pengerjaan. Jembatan gantung Cubancer, sebagai salah satu jenis jembatan yang kompleks, memerlukan pendekatan yang sistematis dalam menentukan fondasi yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bobot kriteria dalam perencanaan jembatan dan menentukan prioritas alternatif desain fondasi jembatan gantung Cubancer menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang berpengalaman dalam perencanaan dan pelaksanaan jembatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria konstruksi memiliki bobot tertinggi (0,488) dalam metode AHP, sedangkan dalam metode TOPSIS, biaya pelaksanaan dan waktu pelaksanaan memiliki nilai kepentingan tertinggi (4,778). Prioritas alternatif desain fondasi jembatan menunjukkan bahwa fondasi langsung adalah pilihan terbaik dengan skor AHP sebesar 4,204 dan skor TOPSIS sebesar 0,867. Penggunaan metode AHP dan TOPSIS dapat memberikan keputusan yang lebih objektif dan tepat dalam pemilihan fondasi jembatan.
Introduction of GIS software (Geographical information system) as a life Teachers and Students / imedium School for Namira Medan Kadreni, Emilia; Mulia, Ahmad Perwira; Pandia, Indra Jaya; Harahap, Hamidah; Manurung, Renita
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.844 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v4i2.4089

Abstract

Namira High School is one of the favorite schools in the city of Medan, with the number of students graduating and being accepted at the State University increasing from year to year. To further foster and improve the quality and creativity of Namira High School Students and Teachers, a technology-based training program for the Geographical Information System (GIS). Community Service Program is part of the Tri Dharma College, in collaboration with High School partners Namira, is expected to be able to increase learning in the Computer Laboratory to learn the concepts and technology of GIS which is relatively new. By attending this training, students get the opportunity to work more by utilizing geospatial-based information. The use of Geographical Information System (GIS) in various fields is very real, because GIS provides various facilities that are relatively easy to do. With the open source GIS software training, it is hoped that students and teachers at Namira High School will know the importance of geography literacy and its use in various fields.
Analisis Faktor Penyebab Pembengkakan Biayakonstruksi (Cost Overrun) Pada Proyek Konstruksi Di Kota Medan Ilhamsyah Siregar, Sutan; Mulia, Ahmad Perwira; Raphita Hasibuan, Gina Cynthia; Bakara, Ricky
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3005

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Medan tidak terlepas dari risiko terjadinya cost overrun, sehingga penting menganalisis faktor penyebab tersebut untuk mengantisipasi terjadinya cost overrun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab cost overrun pada proyek konstruksi; menganalisis nilai bobot faktor penyebab cost overrun; dan menganalisis faktor dominan penyebab cost overrun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, melibatkan 13 responden secara purposive sampling pakar/ahli konstruksi. Analisis data menggunakan Rater Aiken dan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan kajian pustaka diperoleh 33 faktor lalu direduksi menjadi 27 faktor. Diperoleh 8 faktor dominan penyebab cost overrun berdasarkan Validitas Aiken (V) > 0,8, berurut mulai peringkat tertinggi: X6 (Kesalahan pekerjaan (rework)), X14 (Kesalahan perencanaan biaya), X5 (Kemampuan/produktivitas kerja tim yang buruk) , X3 (project manager tidak kompeten dan kurang berpengalaman), X7 (Waktu pelaksanaan lebih lama dari waktu yang direncanakan), X20 (pengendalian biaya buruk), X8 (kurangnya tenaga kerja terampil (kualitas pekerja buruk)), dan X9 (kurangnya pengalaman kontraktor dan koordinasi yang buruk antara kontraktor dengan pihak lainnya). Sedangkan satu faktor tambahan dari pakar/ahli adalah X32 (Kurangnya peralatan dan alat kerja). Penelitian ini menyarankan agar kontraktor memperhatikan faktor dominan untuk menghindari cost overrun dan menyarankan peneliti selanjutnya fokus pada besarnya nilai cost overrun.
Analisis Keberlanjutan Program Pamsimas Menggunakan Metode AHP: Studi Kasus Di Desa Binjai Baru, Kabupaten Batu Bara Hasbi, Muhammad Taufik; Bangun, Emma Patricia; Mulia, Ahmad Perwira
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61143

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan akses air bersih di wilayah perdesaan. Namun, keberlanjutan program ini sering menghadapi kendala teknis, kelembagaan, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan program PAMSIMAS di Desa Binjai Baru, Kabupaten Batu Bara, serta menetapkan prioritas kriteria keberlanjutan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat dan wawancara terhadap 10 responden ahli. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar sub-kriteria berada pada kategori "Baik", dengan skor tertinggi pada keandalan operasional sistem dan kualitas lingkungan air. Aspek sosial menjadi kriteria paling dominan (prioritas 0,2401), diikuti oleh ekonomi (0,2185), lingkungan (0,2058), teknologi (0,1844), dan kelembagaan (0,1512). Sub-kriteria terpenting adalah partisipasi masyarakat (0,1460), sistem iuran (0,1231), dan perlindungan lingkungan (0,1125). Hasil ini menunjukkan bahwa metode AHP efektif untuk menetapkan prioritas strategi keberlanjutan program air minum perdesaan. Rekomendasi diarahkan pada penguatan aspek sosial, sistem keuangan, serta peran kelembagaan yang berkelanjutan.
The Impact of Land Cover Change in the Bolon Watershed on Flood Zonation Pane, Indah Permatasari Br. S.; Mardianta, Anthoni Veery; Mulia, Ahmad Perwira
Journal La Lifesci Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v6i5.2740

Abstract

Flood risk assessment plays a crucial role in determining flood hazard zones and formulating effective mitigation strategies. Using a multi- criteria decision support system, this study focuses on evaluating the flood risk index within the Bolon Watershed (DAS Bolon). Geographic Information Systems (GIS) were employed as an effective disaster mitigation tool to provide comprehensive geospatial data. The research integrates the Cellular Automata–Markov Chain (CA–MC) model using the MOLUSCE plugin in QGIS to spatially project land-use change analysis, the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine variable weights influencing flood risk, and Weighted Multi-Criteria Analysis (WMCA) for spatial flood zonation assessment. Between 2017 and 2021, significant land-cover changes occurred in the Bolon Watershed, with 67.55 km² converted into residential areas. Forest Flood risk assessment plays a crucial role in determining flood hazard zones and formulating effective mitigation strategies. Using a multi- criteria decision support system, this study focuses on evaluating the flood risk index within the Bolon Watershed (DAS Bolon). Geographic Information Systems (GIS) were employed as an effective disaster mitigation tool to provide comprehensive geospatial data. The research integrates the Cellular Automata–Markov Chain (CA–MC) model using the MOLUSCE plugin in QGIS to spatially project land-use change analysis, the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine variable weights influencing flood risk, and Weighted Multi-Criteria Analysis (WMCA) for spatial flood zonation assessment. Between 2017 and 2021, significant land-cover changes occurred in the Bolon Watershed, with 67.55 km² converted into residential areas. Forest deforestation began in 2017 and is projected to continue until 2033, potentially disrupting the hydrological cycle and intensifying flood-prone zones. As a result, the flood-prone residential area increased markedly from 1.4% (2017) to 2.89% (2021) and is projected to reach 4.74% by 2033, with an average annual increase of 0.21%. This study underscores the importance of improved land-cover management to mitigate flood zonation in the Bolon Watershed. It also emphasizes the need for strict enforcement of spatial planning and zoning regulations, as well as enhanced monitoring and legal measures against land-use conversion particularly in flood-prone and water recharge areas
Faktor Penyebab Keterlambatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan dan Jembatan di Lingkungan Balai Besar Jalan Nasional Sumatera Utara Girsang, Arisman; Mulia, Ahmad Perwira; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Bakara, Ricky; Nasution, Soraya Muthma Innah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63160

Abstract

Keterlambatan pengadaan tanah merupakan tahap krusial dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, karena keterlambatan pada tahap ini dapat menghambat jadwal konstruksi dan meningkatkan biaya proyek. Di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, proses pengadaan tanah masih menghadapi berbagai kendala administratif, kelembagaan, dan sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan pengadaan tanah, menentukan bobot pengaruh setiap faktor secara matematis menggunakan metode Importance Index, serta merumuskan strategi mitigasi untuk percepatan prosesnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap empat kelompok responden---Owner, Stakeholder, Tim Appraisal, dan Pemilik Tanah---dengan total 35 indikator penyebab keterlambatan. Analisis dilakukan dengan menghitung Frequency Index (FI), Severity Index (SI), dan agregasi Importance Index (II) rerata kelompok. Hasil menunjukkan lima faktor dengan nilai II tertinggi: C2 (Koordinasi antar instansi memerlukan waktu, 60,79%), C1 (Perizinan dan rekomendasi lambat, 56,26%), H2 (Jumlah warga pemilik tanah banyak, 52,98%), H4 (Banyak pemilik tanah yang memiliki ekonomi rendah, 52,43%), dan H1 (Harga permintaan ganti rugi yang tinggi, 51,49%). Pembahasan menunjukkan bahwa hambatan kelembagaan dan sosial-ekonomi menjadi penyebab dominan. Strategi mitigasi difokuskan pada pembentukan task force lintas instansi, penyederhanaan birokrasi, digitalisasi data bidang tanah, dan sosialisasi publik yang transparan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola kelembagaan dan pendekatan sosial berbasis kepercayaan menjadi kunci utama percepatan pengadaan tanah yang efisien, adil, dan berkelanjutan.
Perencanaan Jaringan Distribusi Sistem Penyediaan Air Bersih di Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Dengan Sumber Air Baku Sungai Tuntungan Tambunan, Fadlan Sarifuddin; Mulia, Ahmad Perwira; Faisal, Muhammad
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 9 No. 1 (2026): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sensus penduduk 2020, BPS telah mencatat jumlah penduduk Indonesia saat ini sebesar 270,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25 persen per tahun. Dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan air bersih akan terus meningkat, serta dikhawatirkan akan terjadi kekurangan ketersedian sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini merencanakan jaringan distribusi system penyediaan air bersih di kecamatan kutalimbaru dan kecamatan pancur batu, provinsi sumatera utara tepatnya pada desa lau bakeri, desa silebo - lebo, desa gunung tinggi, dan desa sei glugur. Penelitian ini menggunakan metode Gravitasi dan simulasi EPANET. Berdasarkan hasil survey dan perhitungan maka didapatlah desain teknis jaringan distribusi yang direncanakan dimana sistem pengaliran yaitu secara sistem gravitasi dengan jarak peletakan reservoir £214 m dari letak intake pada sumber air baku sungai tuntungan dengan ketinggian reservoir yaitu berada pada ketinggian £170 mdpl. Jenis pipa yang digunakan pada perencanaan ini adalah pipa gip dengan ukuran pipa primer ø sebesar 200mm dengan nilai kekasaran pada pipa sebesar 110, kapasitas maksimal 0,037 It/dtk. Aspek kontinuitas aliran terpenuhi, dengan tekanan air yang telah memenuhi syarat hampir di semua lokasi pelayanan ( 10 meter) dan kecepatan pada pipa juga memenuhi syarat disemua lokasi perencanaan pelayanan (0,3 - 3 m/s)