Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Comparative Analysis of OHS Professional Certification Systems: A Scoping Review Agung Raharjo; Januar Ariyanto; Farahul Jannah
Journal of Global Research in Public Health Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v11i1.627

Abstract

As Occupational Health and Safety (OHS) evolves into a sophisticated discipline, standardizing professional recognition is critical. This scoping review maps certification mechanisms and governance models to identify effective system components. A scoping review following Arksey and O'Malley's framework was conducted. Three databases (Scopus, Web of Science, CINAHL) and grey literature sources were searched in March 2026. Data were extracted and synthesized using narrative thematic analysis. Analyzing 30 sources from 1976 to 2024, we identify four governance models and a shift toward capability-based frameworks. Results indicate that effective systems utilize independent examinations and two-tier structures, whereas reliance on short-duration training or portfolio assessment risks limited professional capability. The review suggests that robust professionalization requires aligning education, examination, and governance, suggesting developing nations adopt rigorous, standardized assessment to ensure workforce capability.
PALANG MERAH REMAJA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN STRATEGI PENYULUHAN KESEHATAN PERILAKU HIDUP SEHAT DI KALANGAN REMAJA DI JAKARTA Een Kurnaesih; Muhammad Ramadhani Firmansyah; Muhammad Husssein; Dhya Ulhaq; Salsabila Putri P; Ranya Nashita Wibisono; Agung Raharjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29718

Abstract

Abstrak: Kesehatan remaja merupakan aspek krusial dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, masih banyak remaja yang memiliki pemahaman rendah terhadap perilaku hidup sehat dan pertolongan pertama dalam keadaan darurat. Palang Merah Remaja (PMR) sebagai organisasi kepemudaan memiliki potensi besar dalam menjadi agen perubahan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan peran PMR dalam strategi penyuluhan kesehatan bagi remaja melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan berbasis pengalaman. Kegiatan penyuluhan mencakup materi tentang gangguan makan, diabetes, kesehatan mental, dan anemia, yang sering dialami oleh remaja. Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini meliputi pre-test, post-test, diskusi, dan permainan edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Peserta kegiatan ini adalah siswa MA Citra Cendekia sejumlah 53 orang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan nilai rata-rata post-test meningkat dari 67,88 menjadi 81,61, yang menunjukkan keberhasilan metode interaktif yang diterapkan.Abstract: Adolescent health is a crucial aspect in developing quality human resources. However, many adolescents still have a low understanding of healthy living behavior and first aid in emergencies. The Youth Red Cross (PMR), as a youth organization, has great potential to become an agent of change to increase health awareness among adolescents. This community service activity aims to strengthen the role of PMR in health education strategies for adolescents through an educational, interactive, and community-based approach. This study aimed to raise students' awareness about adolescent health and the significance of the Youth Red Cross (PMR) in promoting health within the school environment. The counseling session covered topics such as eating disorders, diabetes, mental health, and anemia, which are prevalent among adolescents. The methods used in the session included pre-tests, post-tests, discussions, and educational games to enhance students' understanding. The participants of this activity were 53 students from MA Citra Cendekia. Evaluation results indicated a significant improvement in students' knowledge, with average post-test scores increasing from 67.88 to 81.61, demonstrating the effectiveness of the interactive methods employed.
Internalisasi Mitigasi Risiko Kebakaran Listrik melalui Gamifikasi Digital di SMP–SMA Islam Al-Falah Rempoa: Pendekatan Participatory Action Research untuk Membangun Budaya Keselamatan Siswa Agung Raharjo; Marina Ery Setiyawati; Farahul Jannah; Januar Ariyanto; Ismi Farah Syarifah; Virens Rizaldi; Muhamad Rama Noufalwafiq; Aisyah Luna Lampard; Isnaini Nur Hasanah; Nayla Inez Rachmawati
JURPIKAT Vol 7 No 3 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i3.3262

Abstract

Risiko kebakaran di lingkungan sekolah sering terabaikan, padahal dampaknya dapat berupa kerugian aset hingga korban jiwa. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi mitigasi kebakaran siswa melalui media gamifikasi digital berbasis skenario. Metode Participatory Action Research (PAR) dilaksanakan di SMP–SMA Islam Al-Falah Rempoa melalui diagnosis bersama guru, pengembangan media gamifikasi, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi pada 43 siswa (desain one-group pretest–posttest). Rata-rata skor meningkat dari 9,16 (SD = 1,27) menjadi 9,88 (SD = 0,45) (selisih 0,72; 95% CI 0,41–1,03; p < 0,001). Item tentang tata letak stop kontak aman menunjukkan peningkatan tertinggi (67,4% menjadi 97,7%). Gamifikasi digital efektif sebagai media edukasi keselamatan kebakaran yang menarik bagi siswa
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Prediabetes Pada Perawat di Rumah Sakit X Tahun 2025 Nurhaliza, Putri; Simanjorang, Chandrayani; Raharjo, Agung
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes melitus dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, beban ekonomi juga meningkat akibat tingginya biaya pelayanan kesehatan dan penurunan produktivitas kerja. Salah satu kelompok berisiko prediabetes adalah perawat karena karakteristik pekerjaannya, seperti penerapan sistem kerja sif serta tingginya beban dan tekanan kerja yang dapat memicu stres. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian prediabetes pada perawat di Rumah Sakit X pada tahun 2025. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan sumber data primer yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari laporan hasil medical check-up tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perawat Rumah Sakit X, dengan jumlah sampel sebanyak 82 perawat yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Proporsi kejadian prediabetes pada perawat di Rumah Sakit X diketahui sebesar 20,7%. Analisis multivariat menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (POR=5,071; 95% CI=1,464-17,569) dan hipertensi (POR=7,418; 95% CI=2,058-26,735) secara signifikan berhubungan dengan kejadian prediabetes pada perawat di Rumah Sakit X. Upaya penguatan program kesehatan kerja di rumah sakit diharapkan dapat diarahkan pada pencegahan gangguan kesehatan metabolik, khususnya melalui skrining kesehatan metabolik secara berkala dan program pengendalian berat badan.
Essential Competencies of Public Health Professionals in Disaster Management: A Scoping Review Agung Raharjo; Januar Ariyanto; Farahul Jannah
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i2.505

Abstract

Purpose: This scoping review aimed to systematically identify core competencies for public health professionals in disaster management. Research Method: We analyzed 22 studies (2002-2024) from PubMed/MEDLINE, Scopus, and Web of Science using Arksey and O’Malley’s scoping review framework. Included studies addressed competencies for disaster preparedness, response, and recovery. Results and Discussion: The review identified seven critical competency domains: disaster preparedness and risk reduction, leadership and crisis management, communication and digital tool utilization, psychosocial support, community engagement with cultural competency, inter-agency coordination, and post-disaster recovery systems. Leadership and community-centered approaches were universally essential, while technological competencies, such as GIS and proficiency in social media, represented emerging needs. Significant gaps were noted in climate-related disaster frameworks and standardized global training protocols. Implications: Findings underscore the urgent need to validate competencies in field settings, integrate climate science into training programs, and develop standardized frameworks for resource-limited regions. These directly inform public health curriculum development and policy initiatives aimed at enhancing workforce preparedness for evolving disaster scenarios, including climate-related emergencies and pandemics.