Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pembuatan Seperangkat KIT Praktikum (SKP) Berbasis Mikrokontroler dan Pemrograman Bascom AVR Sujinal Arifin; Suhadi Suhadi; M Jhoni
JUSIFO : Jurnal Sistem Informasi Vol 4 No 1 (2018): ANALISIS KINERJA JARINGAN 4G PADA CLUSTER PALEMBANG INNER MENGGUNAKAN METODE DRIV
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jusifo.v4i1.2446

Abstract

Peralatan elektronika semakin canggih dengan hadirnya mikrokontroler, akan tetapi penelitian di bidang mikrokontroler kebanyakan diterapkan di dunia teknik (robotika) dan MIPA. Sementara itu, di bidang pendidikan masih sangat jarang sekali. Dengan aplikasi Mikrokontroler ini data yang dihasilkan dapat menjadi data digital, lebih akurat, teliti, fleksibel dan lebih menarik dalam pembelajaran. Calon guru fisika sudah semestinya dibekali skill di bidang ini. Transfer knowledge dilakukan melalui pembelajaran elektronika dasar yang peralatan praktikumnya berasal dari produk penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah membuat Seperangkat KIT Praktikum (SKP) elektronika dasar khususnya di UIN Raden Fatah Palembang. Agar SKP ini berhasil dibuat, valid dan bisa digunakan maka perlu dilakukan penelitian yang melaui tahapan-tahapan berikut: (1) mengidentifikasi dan menginventarisasi alat-alat praktikum elektronika dasar di UIN Raden Fatah Palembang, (2) mendesain penelitian dan produknya, yang terdiri dari aplikasi regulator, aplikasi rangkaian flip-flop, aplikasi rangkaian seven segmen, aplikasi LCD 16x2, aplikasi dot matriks, dan aplikasi running text dot matriks, (3) validasi 3 tim ahli (ahli materi, ahli alat praktikum, dan ahli desain konten), (4) melakukan revisi berdasarkan kelemahan-kelemahan yang diberikan para validator. Hasil penelitian ini sangat nyata kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan. SKP yang akan dibuat ini akan digunakan mahasiswa calon guru fisika dalam praktikum elektronika dasar.
Transformasi Pendidikan Agama Islam Dalam Tradisi Lokal Melalui Pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta: Studi Kasus Di Madrasah Yayi Sulistiorini; Ahmad Zainuri; Mukti Ali; Abdur Razzaq; Muhammad Jhoni
Alhamdulillah : Jurnal Agama Islam Vol. 5 No. 01 (2026): Alhamdulillah : Jurnal Agama Islam
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/alhamdulillah.v5i01.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui integrasi tradisi lokal dengan pendekatan kurikulum berbasis cinta di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Lampung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pembelajaran PAI yang masih berfokus pada aspek kognitif dan belum optimal dalam menginternalisasikan nilai-nilai afektif dalam kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual, humanis, dan menyentuh dimensi emosional serta sosial siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta dokumentasi yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PAI di madrasah ini ditandai dengan perubahan pendekatan dari teacher-centered menjadi student-centered, serta dari pembelajaran yang bersifat normatif menuju pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Integrasi tradisi lokal seperti nilai piil pesenggiri, nemui nyimah, sakai sambayan, serta budaya gotong royong, sopan santun, dan kebersamaan dari masyarakat Lampung, Jawa, Sunda, dan Ogan, mampu menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. Selain itu, pendekatan kurikulum berbasis cinta menciptakan suasana pembelajaran yang dialogis, humanis, dan partisipatif, sehingga siswa lebih aktif, nyaman, dan mampu menginternalisasikan nilai empati, kepedulian, dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi tradisi lokal dalam kurikulum berbasis cinta tidak hanya memperkuat aspek afektif dalam pembelajaran PAI, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa yang lebih humanis dan responsif terhadap fenomena krisis moral. Dengan demikian, model pembelajaran ini relevan sebagai alternatif dalam mengembangkan pendidikan agama Islam yang kontekstual, holistik, dan berkelanjutan.