Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, work-life balance, dan keterlibatan karyawan terhadap retensi karyawan baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang dianalisi dengan regresi linier berganda. Sampel terdiri atas 100 karyawan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala budaya organisasi, work-life balance, dan keterlibatan karyawan serta retensi karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,381, nilai t hitung sebesar 6,847, dan signifikansi 0,000. Work-Life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, dengan koefisien regresi sebesar 0,208, t hitung sebesar 4,984, dan signifikansi 0,000. Selanjutnya, keterlibatan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, dengan koefisien regresi sebesar 0,253, t hitung sebesar 4,772, dan signifikansi 0,000. Secara simultan, budaya organisasi, work-life balance, dan keterlibatan karyawan berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan (sig 0,000 < 0,05). Nilai R Square sebesar 0,538 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 53,8% variasi Retensi Karyawan, sedangkan 46,2% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.