Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Kajian Senyawa Aktif Tanaman Obat sebagai Agen Antihipertensi pada Kehamilan Nadya Syarifatul Fajriyah; Suharno Zen; Ilham Fathurrahman; Miftahuz Zakiyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i1.8949

Abstract

Hypertension during pregnancy is a major complication that poses significant risks to both maternal and fetal health. While pharmacological treatments are commonly used, their application is often limited due to potential adverse effects on fetal development, thereby necessitating safer alternative therapies, such as the use of medicinal plants. This study aims to examine the active compounds found in medicinal plants with antihypertensive potential and to evaluate their mechanisms of action within the context of pregnancy. A descriptive qualitative literature review was conducted by analyzing scientific articles published between 2010 and 2025 through databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The review identified several plants, including Moringa oleifera, Zingiber officinale, Annona muricata, and Cymbopogon citratus, which contain bioactive compounds such as flavonoids, gingerol, acetogenins, and citral. These compounds contribute to blood pressure reduction through mechanisms such as vasodilation, antioxidant activity, diuretic effects, and inhibition of the angiotensin-converting enzyme (ACE). The findings suggest that these active compounds from medicinal plants have promising potential as safe antihypertensive agents during pregnancy; however, further large-scale clinical trials are necessary to confirm their long-term safety and efficacy
TROMBOSITOPENIA DAN HEMORAGIK PADA ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD): KAJIAN LITERATUR Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Nadya Syarifatul Fajriyah; Suharno Zen; Yuda Nabella Prameswari; Benedikta Diah Saraswati
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 02 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i02.10612

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major cause of morbidity among children in Indonesia. Thrombocytopenia is one of the key hematological abnormalities associated with progression to hemorrhagic manifestations.This review aims to summarize current evidence related to thrombocytopenia and clinical hemorrhagic features in pediatric DHF based on several Indonesian studies. A narrative review was conducted using 20 references focusing on pediatric DHF, thrombocytopenia, clinical manifestations, and disease severity.Data from the reviewed studies indicate that thrombocytopenia occurs in more than 70% of DHF cases and typically worsens around days 3–7 of fever. Hemorrhagic manifestations such as petechiae, gum bleeding, and prolonged fever duration are associated with lower platelet count and higher disease severity. Nutritional status, duration of fever, and clinical progression also influence the degree of hemorrhage in children. Thrombocytopenia is a consistent predictor of hemorrhagic complications in pediatric DHF. Early recognition of platelet decline and clinical bleeding signs is crucial in preventing progression to severe dengue.
Perbandingan Uji Sederhana Kadar Vitamin C pada Berbagai Bahan Pangan Elva Zhilianti; Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno Zen
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 02 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i02.10620

Abstract

Vitamin C atau asam askorbat merupakan zat gizi esensial yang berperan pening dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu pembentukan kolagen, mempercepat penyembuhan luka, dan melindungi tubuh dari radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan vitamin C secara kualitatif pada beberapa bahan pangan alami seperti sari jeruk, tomat, mangga, serta minuman olahan seperti You C 1000dan Buavita jambu. Uji dilakukan menggunakan metode sederhana dengan indikator betadine (povidon iodine) sebagai oksidator. Semakin cepat larutan betadine memudar setelah dicampurkan dengan sampel, menunjukkan semakin tinggi kadar vitamin C yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C tertinggi terdapat pada sampel mangga dengan nilai 3.000%, diikuti You C 1000 dan tomat masing-masing 1.000%, sari jeruk 1.167%, dan Buavita jambu 875%. Perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh faktor jenis bahan, tingkat kematangan buah, serta keberadaan vitamin C tambahan pada produk olahan. Uji kualitatif sederhana ini membuktikan bahwa keberadaan vitamin C dapat dengan mudah dideteksi menggunakan reaksi reduksi-oksidasi, dan hasilnya dapat digunakan sebagai dasar edukasi mengenai pentingnya asupan vitamin C alami dari buah segar.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami (Serai dan Kemangi) di SMA MUAD Kota Metro Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno Zen
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4768

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami (Serai dan Kemangi) di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk melalui pemanfaatan bahan alami lokal. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih tingginya kasus penyakit tular vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, serta tingginya penggunaan bahan kimia sintetis dalam produk anti nyamuk yang berpotensi menimbulkan efek samping terhadap kesehatan dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai penyakit akibat gigitan nyamuk dan bahaya penggunaan bahan kimia, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk alami berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) dan kemangi (Ocimum basilicum). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui post-test, observasi aktivitas peserta, serta penyebaran kuesioner kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 78% berdasarkan hasil post-test. Seluruh peserta mampu membuat produk spray alami dengan aroma yang khas, larutan stabil, dan kemasan menarik. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan serta menumbuhkan semangat inovasi dan kewirausahaan berbasis sains. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam  peningkatan literasi sains, kesadaran kesehatan lingkungan, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam penerapan ilmu biomedis terapan.
PERUBAHAN POLA MENGHISAP NYAMUK AKIBAT DEFORESTASI HUTAN: TINJAUAN SISTEMATIS Suharno Zen; Miftahuz Zakiyah; Nadya Syarifatul Fajriyah; Ilham Fathurrahman
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v2i01.11549

Abstract

Deforestation is a form of environmental change that significantly impacts the ecology of disease vectors, including mosquitoes. Changes in forest cover can influence mosquito behavior, particularly biting patterns and host preferences, which have implications for increasing the risk of vector-borne diseases in humans. The purpose of this article is to systematically review research findings from the past three years related to changes in mosquito biting patterns due to deforestation. The method used was a systematic review of scientific articles published between 2022 and 2026, which discussed the relationship between deforestation, habitat change, and mosquito biting behavior. The results indicate that deforestation contributes to increased mosquito biting activity on humans, changes in peak biting times, and a shift in host preference from animals to humans. The conclusions of this review confirm that deforestation plays a significant role in changing mosquito behavior and has the potential to increase the risk of vector-borne disease transmission.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Bit, Cabai, dan Buah Naga Menggunakan Metode DPPH faradita dhiyan putri; Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno zen
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v2i01.11551

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga dapat merusak sel dengan cara mengambil elektron dari molekul lain. Radikal bebas dapat berasal dari faktor eksternal seperti sinar matahari, polusi, asap rokok, serta bahan kimia, maupun terbentuk secara alami dalam tubuh melalui proses metabolisme. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Buah bit (Beta vulgaris), cabai (Capsicum annuum L.), dan buah naga (Hylocereus polyrhizus) merupakan bahan pangan nabati yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, vitamin C, dan pigmen alami (betalain dan antosianin) yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari ketiga ekstrak tersebut menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode ini didasarkan pada penurunan absorbansi larutan DPPH berwarna ungu akibat reaksi dengan senyawa antioksidan yang mendonorkan atom hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ketiga sampel berbeda-beda. Cabai memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai inhibisi maksimum sebesar 90,36% pada konsentrasi 60 ppm. Buah bit menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai maksimum sekitar 55,41% pada konsentrasi 80 ppm. Sementara itu, buah naga memiliki aktivitas antioksidan terendah dengan nilai inhibisi maksimum sekitar 30%. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa bioaktif dalam masing-masing sampel. Berdasarkan hasil tersebut, urutan kekuatan aktivitas antioksidan adalah cabai, buah bit, dan buah naga. Meskipun demikian, ketiganya tetap berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan.
Mutasi Gen rpoB Mycobacterium tuberculosis sebagai Determinan Utama Resistensi terhadap Antibiotik Rifampisin Kajian Molekuler dan Implikasi Klinisi Ilham Fathurrahman
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rifampisin merupakan antibiotik lini pertama yang paling penting dalam terapi tuberkulosis. Resistensi terhadap rifampisin, yang terutama disebabkan oleh mutasi pada gen rpoB Mycobacterium tuberculosis, menjadi permasalahan kesehatan global yang kritis. Kajian ini bertujuan untuk mengulas secara komprehensif jenis-jenis mutasi rpoB, distribusinya, serta implikasi klinis terhadap tatalaksana tuberkulosis. Kajian literatur sistematis dilakukan menggunakan database PubMed, Scopus, dan Google Scholar meliputi artikel tahun 2000–2024. Lebih dari 96% strain M. tuberculosis resisten rifampisin membawa mutasi dalam Rifampicin Resistance Determining Region (RRDR) 81-bp pada gen rpoB. Mutasi paling umum terjadi pada kodon 531 (Ser531Leu), 526 (His526Tyr/Asp), dan 516 (Asp516Val). Mutasi-mutasi ini mengganggu afinitas pengikatan rifampisin terhadap RNA polimerase. Pemahaman profil mutasi rpoB sangat penting untuk diagnosis molekuler cepat dan strategi pengobatan berbasis bukti pada tuberkulosis resisten obat.
PERBANDINGAN METODE FERMENTASI DAN PEMANASAN TERHADAP PROFIL KUALITAS MINYAK KELAPA MURNI Salsabila Dewi Larasati; Suharno Zen; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Nadya Syarifatul Fajriyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v2i01.11575

Abstract

Kelapa merupakan komoditas unggulan di Indonesia dengan potensi besar untuk diubah menjadi Minyak Kelapa Murni (VCO). Produksi VCO sangat bergantung pada efektivitas pemecahan emulsi santan yang stabil berkat ikatan protein. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara metode pemanasan terkendali dan metode fermentasi dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae dalam menghasilkan VCO berkualitas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah eksperimen untuk membandingkan mekanisme denaturasi protein melalui pemanasan dan aktivitas enzim proteolitik pada fermentasi. Parameter yang diukur termasuk mekanisme pemisahan fase minyak dan efisiensi hasil. Temuan menunjukkan bahwa metode pemanasan jauh lebih efektif dalam menghasilkan rendemen, yaitu sebesar 34%, sementara metode fermentasi hanya menghasilkan 2%. Perbedaan ini disebabkan oleh kecepatan destabilisasi protein dan pengurangan viskositas larutan selama pemanasan. Dalam hal fisik, kedua metode menghasilkan VCO yang memenuhi kriteria mutu, yaitu jernih, memiliki aroma kelapa yang khas, dan tidak berbau tengik. Walau kedua cara berhasil memecah emulsi santan, metode pemanasan memberikan hasil yang lebih optimal untuk produksi dalam jumlah besar dibandingkan dengan metode fermentasi.