Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pendampingan Dalam Meningkatkan Kualitas Ibadah Melalui Ilmu Fikih di Rumah Qur’an Munzala Al-Badar Palangka Raya Haliza, Noor; Yulistiana, Afda; Surawan, Surawan; Wahdah, Nurul
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i2.241

Abstract

Pembelajaran fiqih, yang mencakup tata cara ibadah dan interaksi sosial, sangat diperlukan untuk membentuk karakter dan pemahaman agama yang benar. Artikel ini membahas program pembelajaran di RQM Al-Badar, yang menggunakan metode Service Learning untuk meningkatkan kualitas ibadah anak, khususnya dalam pelaksanaan shalat. Hasil observasi menunjukkan bahwa santri mengalami peningkatan pemahaman terhadap bacaan dan gerakan shalat setelah mengikuti program ini. Dengan pendekatan terstruktur, diharapkan santri dapat lebih mudah memahami dan melaksanakan ibadah sesuai ajaran Islam. Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai ilmu fikih, terutama dalam pelaksanaan ibadah shalat, melalui metode pembelajaran yang terstruktur dan interaktif. Hasil dari pendampingan di RQM Al-Badar menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman santri terhadap tata cara shalat yang benar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran lain, seperti pembelajaran berbasis proyek atau gamifikasi, serta melakukan evaluasi jangka panjang terhadap pemahaman dan praktik ibadah anak. Selain itu, melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan melakukan studi perbandingan antara lembaga pendidikan non-formal juga direkomendasikan, guna menemukan praktik terbaik yang dapat diterapkan di berbagai konteks. Peningkatan sumber daya bagi pengajar di lembaga pendidikan non-formal juga penting untuk memastikan efektivitas pengajaran materi fikih.
PERAN GURU PAI MENJAGA MORAL GENERASI Z DI TENGAH DISTRAKSI DIGITAL DAN DOMINASI TIKTOK DI SMAN 6 PALANGKA RAYA Fauzianor, Ahmad; Nurrahmi, Dwi; Haliza, Noor; Ahmat Fauzi, Nurul; Muhammad Redha Anshri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i3.4877

Abstract

Abstract. Media sosial telah membawa perubahan signifikan tidak hanya dalam pola komunikasi, tetapi juga dalam cara generasi muda mengakses, memahami, dan merespons informasi, termasuk dalam ranah pendidikan dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina moral serta karakter Generasi Z di SMAN 6 Palangka Raya, khususnya di tengah tantangan era digital dan maraknya penggunaan platform seperti TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, serta melibatkan teknik Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali pandangan siswa mengenai dampak TikTok terhadap moralitas mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI menjalankan tiga peran sentral, yaitu sebagai pendidik nilai moral (moral educator), teladan (role model) dalam bersikap dan berperilaku, serta fasilitator dalam literasi digital dan moral. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi pendidikan moral yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Generasi Z.
The Influence of Spirituality on The Mental Health Impact of TikTok Scrolling in University Students Haliza, Noor; Surawan, Surawan
Journal of Islamic Education and Ethics Vol. 3 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jiee.v3i2.92

Abstract

Digital spirituality has become increasingly popular among university students, especially on social media platforms such as TikTok, known for its ability to spread religious messages quickly and widely. While previous studies have predominantly highlighted the negative psychological effects of social media, limited research has explored its positive role in fostering spiritual well-being, particularly among students in Islamic higher education contexts. This study aims to examine how spiritual content on TikTok contributes to the mental health of Islamic Religious Education (PAI) students of class 2022 at IAIN Palangka Raya. Using a qualitative method with a phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews with five PAI students who regularly engaged with proselytizing (da’wah) content on TikTok. The results unveiled that scrolling TikTok was not only a form of entertainment but also contributed significantly to shaping and strengthening students’ spirituality, especially regarding the Islamic faith. Students reported feeling calmer and more resilient in facing academic and social challenges after engaging with religious content. This study reveals the significance of social media in reinforcing both spiritual and mental health among university students in the digital era. The novelty of this research lies in its contextual focus on Indonesian PAI students and its exploration of TikTok as a platform for digital da’wah with therapeutic potential—an area still underexplored in current literature. Accordingly, although TikTok is commonly viewed as an entertainment medium, it demonstrates promising potential as an effective spiritual and mental health support tool for students.
STRATEGI EFEKTIF MENGGUNAKAN VIDEO DALAM PEMBELAJARAN PAI BERBASIS DESAIN INTRUKSIONAL Badriah, Siti; Haliza, Noor; Safitri, Novia; Noormila, Cahya; Jasiah, Jasiah
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4414

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pembelajaran, termasuk dalam Pembelajaran PAI. Media paling efektif yang dapat di terapkan adalah video pembelajaran, karena mampu menghadirkan materi secara visual dan auditori yang menarik serta relevan dengan karakteristik generasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi efektif penggunaan video dalam pembelajaran PAI berbasis desain instruksional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomologi dengan guru PAI di SMAN Negeri 3 Palangka Raya. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini juga menunjukan guru menerapkan video sebagai salah satu strategi yang efektif untuk pembelajaran PAI. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan video sebagai strategi yang efektif dalam pembelajaran PAI. Penggunaan video berdasarkan pada perencanaan yang sitematis yang dimana guru mengidentifiksi sesuai kebutuhan belajar siswa, selanjutnya pada pelaksanaan penggunaan video setelah dirancang secara sistematis dan kontekstual sehingga mendapatkan respon positif dari siswa, ini bisa di lihat saat proses belajar siswa yang sangat efektif lebih dari memiliki semangat dalam pemahaman pada materi PAI.
SECOND ACCOUNT INSTAGRAM AS SPIRITUAL SPACES FOR URBAN SUFIS AND SELF-EXPRESSION ON SOCIAL MEDIA Haliza, Noor; Wahdah, Nurul; Surawan, Surawan; Awang, Sarimah
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 30 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/akademika.v30i2.11193

Abstract

The existence of social demands and ideal images that must be maintained on their main Instagram accounts limits students' interactions. To express their more honest personal sides, many students choose to create second Instagram accounts as a space for freer and more authentic expression. This study aims to understand how PAI UIN Palangka Raya students use their second Instagram accounts as a means of self-expression and personal spirituality. Using a mixed method with a Sequential Explanatory design, data were collected through questionnaires (Google Form) and in-depth interviews, then analyzed using SPSS 27. The research findings show that the use of Instagram second accounts and the level of self-expression of PAI students are in the moderate category, with an average of 36.75 and 35.50, respectively. Regression analysis shows a positive and significant effect of the second account on self-expression (B = 0.585; p = 0.000), meaning that the more active students in using their second account, the higher their self-expression on social media. Behind this data, it turns out that Instagram is not only a means of social communication, but also a space for reflection in line with urban Sufism values to integrate modern life with spiritual practices. Students post spiritual reflections, prayers, and feelings that cannot be displayed on their main accounts. These findings have implications for educational institutions, particularly Islamic Education Study Programs, to take advantage of this phenomenon as an opportunity to encourage students to express religious and humanitarian values creatively on social media, while maintaining academic ethics and norms.
ANALISIS DEBIT BANJIR PADA SUB DAERAH ALIRAN (DAS) SUNGAI TABUK, PERBANDINGAN METODE HIDROGRAF SATUAN SINTETIK SCS DAN SNYDER Amal, Nilna; Haliza, Noor
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.6890

Abstract

Floods are a natural disaster that can occur during the rainy season in various watershed areas across many regions of Indonesia. Continuous heavy rainfall causes rivers to exceed their capacity, leading to flooding. The Sungai Tabuk sub-district, which comprises 20 villages and one urban village, is entirely affected by flooding, with the worst-hit area being Pemakuan Darat Village. To determine the magnitude of the flood discharge, a hydrological model simulation using the HEC-HMS software is necessary. The analysis was conducted by collecting data on the Sub-basin of Sungai Tabuk, which includes primary and secondary data. The data was processed to create a rainfall-runoff model using HEC-HMS. The rainfall distribution process was carried out using the Mononobe distribution. The method used is the SCS Curve Number, while direct runoff is analyzed using the HSS SCS and the HSS Snyder. The simulation results with observations dated January 1, 2021, using the Mononobe distribution method by SCS and Snyder, are as follows: the SCS method at the outlet Reach and Sink had the highest discharge of 1,430.2 m³/s, whereas the Snyder method had a discharge of only 1,092.3 m³/s. In contrast, the discharge observed in the field was 39.072 m³/s. It can be seen that the discharge values from the HEC-HMS software are significantly higher than the discharge values obtained in the field.
PENDAMPINGAN ILMU TAJWID SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS BACA AL-QURAN DI RUMAH QUR’AN MUNZALAN AL-BADAR PALANGKA RAYA Haliza, Noor; Yulistiana, Afda
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v6i1.271

Abstract

Pendampingan ilmu tajwid di Rumah Qur'an Munzalan Al-Badar Palangka Raya bertujuan untuk meningkatkan kualitas baca Al-Qur'an pada anak-anak melalui metode pembelajaran yang sistematis dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami konteks sosial dan kebutuhan santri dalam belajar tajwid. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik membaca, serta sesi tanya jawab yang memperkuat pemahaman. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, serta peningkatan rasa percaya diri dan motivasi santri. Faktor pendukung seperti antusiasme santri dan dukungan pengurus menjadi kunci keberhasilan, meskipun terdapat tantangan seperti perbedaan kemampuan antar santri. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur dapat menjadi model pembelajaran efektif untuk lembaga pendidikan non-formal lainnya, khususnya dalam pengajaran tajwid