Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Hubungan Akses Media Pornografi dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Sekolah XX Wilayah Lombok Barat Sastrawan, Komang Riski; Mardiah, Aena; Mathar, Muhammad Ashhabul Kahfi; Imam, Lalu Yogi Prasetio
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/62gxsz76

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan masalah yang berdampak pada kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan stres psikologis. Remaja mengalami perubahan fisik dan emosional yang sering tidak disertai pengetahuan seksual yang memadai, sementara paparan media pornografi dan stres dapat memengaruhi kecenderungan perilaku seksual mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan seksual, akses media pornografi, dan tingkat stres terhadap kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja di Sekolah XX wilayah Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 102 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seksual, paparan pornografi, dan tingkat stres melalui Perceived Stress Scale (PSS-10), serta perilaku seksual pranikah. Data  dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan  menunjukkan Terdapat hubungan bermakna antara akses media pornografi dan perilaku seksual pranikah (p = 0,000), sedangkan pengetahuan seksual (p = 0,352) dan tingkat stres (p = 0,289) tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah. The Relationship Between Access to Pornographic Media and Premarital Sexual Behavior among Adolescents at XX Schools in the West Lombok Region Abstract Premarital sexual behavior among adolescents is an issue that can lead to unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and psychological stress. Adolescents undergo physical and emotional changes that are often not accompanied by adequate sexual knowledge, while exposure to pornographic media and stress may influence their tendency to engage in sexual behavior. This study aims to analyze the relationship between sexual knowledge, access to pornographic media, and stress levels with the occurrence of premarital sexual behavior among adolescents at School XX in the West Lombok region.This research used a cross-sectional design with 102 respondents selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires on sexual knowledge, pornography exposure, stress levels measured by the Perceived Stress Scale (PSS-10), and premarital sexual behavior. Data were analyzed using the Chi-Square test and showed a significant relationship between access to pornographic media and premarital sexual behavior (p = 0.000), while sexual knowledge (p = 0.352) and stress levels (p = 0.289) were not associated with premarital sexual behavior.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Riwayat Pengobatan, dan Aksesibilitas Antibiotik Terhadap Perilaku Swamedikasi Antibiotik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Dewi, Ida Ayu Putri Liana; Wanadiatri, Halia; Andriana, Ana; Imam, Lalu Yogi Prasetio
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4311

Abstract

Swamedikasi antibiotik merupakan salah satu penyebab meningkatnya resistensi antimikroba secara global. Mahasiswa kedokteran memiliki dasar pengetahuan farmakologi, praktik penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih dapat terjadi akibat kemudahan akses dan kepercayaan diri berlebih dalam melakukan diagnosis mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi swamedikasi antibiotik, karakteristik responden, jenis antibiotik yang dikonsumsi serta hubungan tingkat pengetahuan, riwayat pengobatan, dan aksesibilitas antibiotik dengan perilaku swamedikasi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain potong lintang pada September 2025 melibatkan 84 mahasiswa dari angkatan 2022–2024 yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji Chi-square (α = 0,05). Sebanyak 39 responden (46,4%) memiliki riwayat swamedikasi antibiotik dalam tiga tahun terakhir, dengan amoksisilin sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan (69,5%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (72,6%) dan perilaku swamedikasi yang baik (66,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p < 0,001) dan aksesibilitas antibiotik (p = 0,002; PR = 2,75; 95% CI: 1,6–4,7) dengan perilaku swamedikasi antibiotik. Namun, riwayat pengobatan tidak berhubungan signifikan dengan perilaku swamedikasi (p = 0,260). Pengetahuan yang tinggi dan keterbatasan akses antibiotik berperan dalam mendorong perilaku swamedikasi yang lebih rasional. The Association of Knowledge Level, Treatment History, and Antibiotic Accessibility with Antibiotic Self-Medication Behavior among Medical Students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Al-Azhar Abstract Antibiotic self-medication is one of the contributors to the global increase in antimicrobial resistance. Although medical students have a basic understanding of pharmacology, irrational antibiotic use may still occur due to easy access to antibiotics and excessive confidence in making self-diagnoses. This study aimed to determine the prevalence of antibiotic self-medication, respondent characteristics, types of antibiotics used, and the association between knowledge level, treatment history, and antibiotic accessibility with self-medication behavior among students of the Faculty of Medicine, Universitas Islam Al-Azhar. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach in September 2025, involving 84 students from the 2022–2024 cohorts selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using an online questionnaire and analyzed using the Chi-square test (α = 0.05). A total of 39 respondents (46.4%) had a history of antibiotic self-medication within the previous three years, with amoxicillin being the most commonly used antibiotic (69.5%). Most respondents had a good level of knowledge (72.6%) and good self-medication behavior (66.7%). Bivariate analysis showed a significant association between knowledge level (p < 0.001) and antibiotic accessibility (p = 0.002; PR = 2.75; 95% CI: 1.6–4.7) with antibiotic self-medication behavior. However, treatment history was not significantly associated with self-medication behavior (p = 0.260). Higher knowledge and limited access to antibiotics were associated with more rational antibiotic self-medication behavior.