Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH BOIKOT DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Siti Fatimatul Zahro; Naning Margasari
Kajian Ekonomi dan Bisnis Vol. 21 No. 1 (2026):
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51277/keb.v21i1.302

Abstract

This study aims to determine the effect of boycott and financial performance (CR, TATO, DER, and ROA) on firm value (P/E Ratio). The research method used was a quantitative approach with the period 2022-2024. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 9 boycotted companies related to the boycott of pro-Israel products. The model specification test in this study employed panel data regression using the fixed effect model. The findings of this study indicated that: (1) boycott had a negative and significant effect on firm value, (2) company performance proxied by CR had no effect on firm value, (3) company performance proxied by TATO had no effect on firm value, (4) company performance proxied by DER had a negative and significant effect on firm value, and (5) company performance proxied by ROA had a negative and significant effect on firm value.
PENINGKATAN KAPASITAS MANAJERIAL PELAKU USAHA MIKRO DI SENTRA PRODUKSI MAKANAN RINGAN PELEMADU, BANTUL Musaroh Musaroh; Naning Margasari; Nindya Nuriswati Laili; Tsania Ayu Rohani; Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim; Farlianto Farlianto
D'edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi keterbatasan manajerial dan pemanfaatan teknologi digital. Permasalahan tersebut juga dialami pelaku usaha di Sentra Produksi Makanan Ringan Pelemadu, Bantul, terutama pada aspek kemasan, promosi digital, dan pembayaran modern. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial pelaku usaha mikro melalui pelatihan dan pendampingan dalam desain kemasan produk, fotografi produk digital, serta penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama: identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, dan evaluasi. Berjumlah 20 pelaku usaha kripik tempe sagu mengikuti sesi pelatihan interaktif dengan instrumen evaluasi berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan penerapan prinsip manajerial pada aspek kemasan produk yang lebih informatif dan menarik, kemampuan fotografi digital sederhana untuk promosi daring, serta kesiapan penggunaan sistem pembayaran QRIS. Pelaku usaha menunjukkan perubahan perilaku dalam orientasi bisnis yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan digital. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan literasi digital dan daya saing UMKM lokal di era ekonomi digital.
The Effect Of Environmental, Social, And Governance Score On Stock Returns: The Moderating Role Of Company Size On The Indonesiann Stock Exchange Muh. Faiz Rhamdani; Naning Margasari
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 12 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i12.52555

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Environmental, Social, and Governance (ESG) dimensions on stock returns and test the moderating role of company size in companies listed on the LQ45 Index of the Indonesian Stock Exchange. This study uses a quantitative approach with purposive sampling and obtains 17 companies as samples for the 2019–2024 period. The data are analyzed using panel data regression and moderation regression to test the relationships between variables. The results show that the environmental score has a negative and significant effect on stock returns, the social score has a positive and significant effect on stock returns, while the governance score has no significant effect on stock returns. In addition, company size does not strengthen the relationships between the three ESG dimensions and stock returns. These findings provide practical implications for investors in portfolio selection by emphasizing social performance over environmental costs, for managers in optimizing ESG resource allocation toward high-impact social initiatives, and for policymakers in developing regulations that better align environmental investments with market incentives to enhance the effectiveness of sustainability practices in driving stock performance.
Pendampingan UMKM Kuliner dalam Optimalisasi Identitas Visual dan Strategi Pemasaran Digital di Pulewulung, Turi, Sleman, Yogyakarta Naning Margasari; Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim; Musaroh Musaroh; Nindya Nuriswati Laili; Tsania Ayu Rohani
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v7i1.1094

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan memberdayakan pelaku UMKM Sentra Kuliner di Desa Pulewulung, Sleman, Yogyakarta, yang memiliki potensi besar dalam pertanian salak pondoh namun menghadapi tantangan dalam penyerapan hasil panen, pengembangan usaha, dan pemasaran. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan penggunaan pemasaran digital yang menghalangi pengembangan produk lokal. Kegiatan ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals, khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan kesetaraan gender (SDG 5). Industri bakpia salak di desa ini berpotensi menjadi lapangan kerja inklusif, terutama bagi perempuan. PKM dilakukan melalui pelatihan, sosialisasi, dan praktik langsung mengenai pemasaran digital serta pencatatan keuangan digital. Materi mencakup pembuatan dan pengenalan akun e-commerce (Shopee, TikTok), sistem pencatatan keuangan digital (SI APIK, Buku Warung), teknik foto produk dengan photo box, pembuatan poster menarik, dan video pemasaran menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan dihadiri 35 peserta, mayoritas ibu rumah tangga dan pemuda, pada 13 September 2025, dengan antusiasme tinggi. Hasil kegiatan berupa poster produk, photo box, buku panduan, konten video, akun e-commerce, dan pencatatan keuangan digital yang dibuat langsung oleh peserta. Indikator keberhasilan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan penjualan, mengelola keuangan lebih efisien, dan berkontribusi pada kesejahteraan serta pembangunan berkelanjutan desa.
Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Layanan Desa Wisata Pulerejo dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Elin Trinovita; Naning Margasari; Musaroh Musaroh; Citra Purwita
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i03.1331

Abstract

Pengembangan desa wisata memerlukan dukungan sumber daya manusia dan tata kelola layanan yang memadai untuk menciptakan layanan wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Namun, pengelola Desa Wisata Pulerejo di Dusun Pulerejo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pelayanan wisata, pembagian tugas, dan sistem kerja pengelolaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola layanan pengelola desa wisata guna mendukung pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada periode 1 April hingga 10 Juni 2026 dengan melibatkan 40 orang pengelola Desa Wisata Pulerejo sebagai peserta. Program dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, workshop penguatan kapasitas, pelatihan tata kelola layanan wisata, pendampingan penyusunan sistem kerja, serta evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 62 pada pre-test menjadi 86 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesiapan pengelola pada aspek pemahaman layanan, kerja tim, pembagian tugas, dan kesiapan operasional. Program ini juga menghasilkan luaran berupa dokumen standar layanan wisata dasar, matriks pembagian tugas dan tanggung jawab, serta sistem koordinasi kerja yang dapat digunakan sebagai pedoman operasional pengelola desa wisata. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kapasitas individu dan kesiapan organisasi pengelola sehingga mendukung pengelolaan destinasi wisata yang lebih profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.