Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN GURU MELALUI AKTIVITAS PERMAINAN PUZZLE DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA PADA ANAK USIA 6 TAHUN DENGAN GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBICARA (SPEECH DELAY) DI KOBER BINA BANGSA KRAMATWATU SERANG Julaehah; Havid Surya; Mahsiani Mina Laili
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9016

Abstract

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi. Tumbuh kembang anak harus selalu diperhatikan oleh guru dan orang tua.Menemukan bakat dan minat belajar anak kecil yang dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak kecil adalah kewajiban para guru remaja. Informasi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan yang teridentifikasi adalah belummaksimalnya perkembangan kemampuan berbahasa pada anak usia dini sehingga mengakibatkan terjadinya keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran guru sebagai pelatih dalam menstimulasi keterampilan berbahasaanak usia dini pada aspek berbicara di Kober Bina Bangsa; (2) mendeskripsikan peran guru sebagai pemandu dalam menstimulasi kemampuan berbahasa anak usia dini pada aspek berbicara; dan (3) mendeskripsikan dampak peran guru dalammenstimulasi kemampuan berbahasa anak usia dini pada aspek berbicara. Metode penelitian deskriptif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Jenis penelitian disebut studi kasus. Guru menikmati permainan menebak huruf, yang digunakan dalam penelitian ini untuk membantu anak mengembangkan keterampilan berbahasanya dengan membimbingmereka melalui kegiatan yang mereka ikuti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruhguru dan orang tua terhadap anak dengan perkembangan bahasa keterlambatan bicara.
TEACHER STRATEGIES IN IMPROVING THE SOCIO-EMOTIONAL DEVELOPMENT OF 4-5 YEAR-OLD CHILDREN THROUGH BLOCK PLAY AT AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL LINDUK PRESCHOOL Satriyah Triyastati; Mahsiani Mina Laili; Vina Karina Putri; Umalihayati; Inten Risna
Cakrawala Pedagogik Vol. 9 No. 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.798

Abstract

This study was motivated by the importance of early childhood social-emotional development as the foundation for character building and interpersonal skills in the future. However, there are still children aged 4-5 years who experience difficulties in interacting with their peers and expressing their emotions appropriately. This study aims to describe and analyze the strategies used by teachers to enhance the social-emotional development of 4- to 5-year-old children through block play at the Aisyiyah Bustanul Athfal Linduk Early Childhood Education Center. The method used is qualitative with a descriptive approach, employing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. This study involved 1 teacher and 5 children aged 4-5 years (Class A). The results of the study indicate that the teacher's strategies in enhancing the social-emotional development of 4-5-year-old children through block play at PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Linduk include several approaches such as fostering polite behavior, collaborative small-group learning, varied teaching methods, and managing children's emotions during block play. These strategies successfully stimulated children's social-emotional aspects, including cooperation, empathy, independence, and self-control. In this case, the active role of teachers as facilitators and companions in block play is very important, and block play contributes significantly to children's social-emotional development at the PAUD
TEACHER STRATEGIES IN STIMULATING THE CREATIVITY OF 5-6 YEAR-OLD CHILDREN THROUGH RECYCLING ACTIVITIES AT AL-HIKMAH PAUD, TANARA DISTRICT Haorah; Mahsiani Mina Laili; Yoga Mahendra; Yolanda Pahrul; Nuryati
Cakrawala Pedagogik Vol. 9 No. 3 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i3.810

Abstract

This study aims to describe the teacher’s strategies in stimulating the creativity of children aged 5-6 years through recycling activities at PA UD Al-Hikmah, Tanara District. Creativity in early childhood is an essential aspect that should be developed from an early age, encompassing the ability to take initiative, process materials, and produce original works. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The subjects consisted of teachers and Group B children. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis involved data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that teachers implemented learning strategies based on play, experimentation, and projects. Through these activities, children were encouraged to explore various recyclable materials such as cardboard, plastic bottles, and used paper. These strategies effectively enhanced children’s creativity indicators, namely the emergence of initiative, skills in processing materials into functional products, and the ability to create unique and aesthetic works. Supporting factors included the availability of recyclable materials, active teacher involvement, and the supportive school environment. This study recommends the continuous use of recycling activities as an effective medium to stimulate creativity in early childhood
Analisis Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Kartu Kosa Kata Di PAUD Al-Barokah Siti Supartini; Moh Fikri Tanzil Mutaqin; Mahsiani Mina Laili; Novitasari Novitasari; Beni Junedi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1065

Abstract

Bahasa sebagai salah satu dari kemampuan dasar yang harus dimiliki anak, terdiri dari beberapa tahapan sesuai dengan usia dan karakteristik perkembangannya. dalam kenyataannya, masih banyak anak usia dini yang memiliki keterbatasan dalam penguasaan kosa kata. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya stimulasi dari lingkungan, kurangnya media pembelajaran yang menarik, serta metode pembelajaran yang belum sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun melalui media kartu kosa kata di PAUD Al-Barokah terbukti efektif. Tidak hanya dalam menambah jumlah kata yang diketahui anak, tetapi juga dalam meningkatkan kemampuan menyebutkan, mengingat, serta menggunakan kosa kata dalam konteks sederhana. Strategi ini dapat direkomendasikan sebagai metode pembelajaran bahasa yang menyenangkan dan edukatif dalam pendidikan anak usia dini dan penerapan media kartu kosa kata sebagai alat bantu pembelajaran sangat tinggi dalam konteks PAUD. Media ini tidak hanya meningkatkan jumlah kosa kata yang dikuasai anak, tetapi juga membentuk keberanian, kemandirian, dan interaksi sosial yang baik selama proses belajar. Dengan pengelolaan yang tepat oleh guru, serta penggunaan yang konsisten dan variatif, media kartu kosa kata menjadi sarana yang efektif dan menyenangkan dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.
Penguatan Resiliensi Keluarga dan Ketangguhan Anak Usia Dini melalui Psikoedukasi Interaktif Berbasis Karakter Orang Tua Gigih di TK Negeri Assalam Cilegon Mahsiani Mina Laili; Yuni Safira; Yunita Yuningsih
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i3.21866

Abstract

This community service program aims to enhance family resilience awareness through interactive psychoeducational activities employing a character-strengthening approach for resilient parenting at TK Negeri Assalam Cilegon. The program involved 35 parents of kindergarten students as participants. Data were collected using pre-test and post-test questionnaires that measured four indicators: understanding of family resilience, parenting styles, parenting strategies, and strategies for strengthening the family's role based on the framework of the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA). Scores were measured on a scale with a maximum value of 100%. The data were analyzed using the Normalized Gain (N-Gain) index. The results showed a substantial improvement in participants' knowledge, with the mean overall score increasing from 7.50% on the pre-test to 65.00% on the post-test. The greatest improvement was observed in the indicator measuring strategies for responding to children's failures, with an N-Gain score of 0.74 (high category). The overall mean N-Gain was 0.62, indicating a moderate level of improvement. These findings highlight the importance of integrating family resilience-based parenting programs into the school's ongoing educational agenda.
Penerapan Metode Guru Dalam Menstimulasi Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Alivia Nur‘asiah; Mahsiani Mina Laili; Sanin Sudrajat; Muthia Sari
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Metode guru dalam Menstimulasi kemampuan membaca pada anak usia 5-6 tahun melalui kartu huruf pada kelompok B1 di TK Alivia link. Cibonteng Kelurahan Lebakwangi Rt 002 Rw 001 Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten, Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Subyek pelaksanaan penelitian ini adalah kelompok B1 TK Alivia yang berjumlah 5 siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru kelas dan lima anak usia 5–6 tahun di TK Alivia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai Metode pembelajaran, seperti metode fonik, metode global, metode SAS, bermain sambil belajar, serta pendekatan individual dan kelompok. Selain itu, faktor pendukung seperti ketersediaan media pembelajaran, lingkungan belajar yang kondusif, dan keterlibatan orang tua turut membantu Menstimulasi kemampuan membaca anak. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan anak, kurangnya konsentrasi, serta motivasi membaca yang rendah pada sebagian anak. Dengan Metode yang tepat dan berkelanjutan, guru mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dalam Menstimulasi kemampuan membaca anak usia dini.
Kemampuan Orang Tua dalam Mengembangkan Regulasi Emosi Anak Usia 1 - 2 Tahun Di Tegal Wangi Cilegon Banten Yunita Yuningsih; Mohamad Bayi Tabrani; Yolanda Pahrul; Mahsiani Mina Laili; Maulida Nur
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.615

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengalaman nyata orang tua dalam membantu mengelola emosi anak usia 1–2 tahun (toddler) di Kampung Tegal Wangi, Cilegon, Banten, serta faktor apa saja yang melatarbelakangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk menggali cerita yang jujur dan mendalam langsung dari situasi kehidupan informan. Data dalam skripsi ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 5 orang tua yang dipilih secara khusus, serta didukung oleh foto dokumentasi dan penggunaan catatan lapangan (fieldnote) selama berada di lokasi riset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan setiap orang tua berbeda-beda saat menghadapi anak yang rewel. Orang tua yang memiliki pemahaman baik tentang pengasuhan cenderung bisa lebih sabar. Mereka mampu menenangkan anak secara fisik saat menangis (co-regulation), memberikan contoh perilaku yang tenang (emotional modeling), dan pintar memberi tahu nama perasaan kepada anak (emotion labeling). Sebaliknya, kemampuan ini bisa terhambat oleh beberapa masalah nyata, seperti kurangnya ilmu mengasuh anak, rasa lelah fisik, dan kejenuhan mengurus rumah sendirian (parenting burnout). Masalah-masalah inilah yang memicu stres sehingga orang tua refleks membentak atau terpaksa memberikan HP sebagai penenang instan (digital pacifier). Kesimpulannya, kemampuan orang tua dalam melatih emosi anak sangat bergantung pada cara mereka menahan emosi diri sendiri, di mana bantuan nyata dari suami lewat kerja sama mengasuh anak (coparenting) menjadi faktor pendukung yang paling utama. Kata kunci: Kemampuan Orang Tua, Mengembangkan Regulasi Emosi, Anak Usia Toddler, Faktor Pengasuhan, Kerja Sama Suami Istri (Coparenting). Abstract This study aims to examine the lived experiences of parents in managing the emotions of toddlers (aged 1–2 years) in Kampung Tegal Wangi, Cilegon, Banten, as well as the underlying factors involved. A qualitative phenomenological approach was employed to elicit honest, in-depth narratives directly from the informants' real-life situations. Data were gathered through in-depth interviews with five purposively selected parents, supplemented by photographic documentation and field notes recorded at the research site. The findings reveal that parents vary in their ability to handle a fussy child. Parents with a solid understanding of child-rearing tend to exhibit greater patience; they are able to physically soothe a crying child (co-regulation), model calm behavior (emotional modeling), and effectively teach their children to identify and name their feelings (emotion labeling). Conversely, these abilities can be hindered by tangible challenges such as a lack of parenting knowledge, physical exhaustion, and the burnout associated with managing the household alone. These issues trigger stress, leading parents to reflexively shout or resort to using a mobile phone as an instant soother (digital pacifier). In conclusion, a parent's ability to foster emotional regulation in their child depends heavily on their own capacity to manage their emotions, with tangible support from a spouse through shared parenting (coparenting) serving as the primary facilitating factor. Keywords : Parental Ability, Developing Emotional Regulation, Toddlers, Parenting Factors, Co-parenting