Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Rancang Bangun Teknologi Embedded System Pemberi Pakan Ikan Berbasis Internet of Things Dian Noviandi; Partaonan Harahap; Cholish Cholish
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.778 KB) | DOI: 10.30596/rele.v5i1.10794

Abstract

Abstrak Penelitian berdasarkan hasil observasi di lapangan yaitu para peternak ikan air tawar menggunakan tenaaga kontrak setiap musim panen hanya umtuk memberi makan dengan cara menyebarkan pakan ikan pagi dan sore, sehingga pendapatan mereka ketika panen berkurang akibat harus membayar tenaga kontrak. Tujuan penelitian adalah merancang dan membangun embedded system/sistem tertanam alat pemberi pakan ikan, yang dapat menggantikan tenaaga kontrak sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak ikan dan peternak mendapatkan alat berteknologi baru berbasis IoT. Metode yang digunakan Rapid Application Development (RAD) dengan langkah a.definisikan kebutuhan alat, membuat rancangan/model alat, dalam mengerjakan alat sesuai saran/perbaikan prototipe oleh pengguna dan penyelesaian proyek. Hasil penelitian sebuah alat embedded system (sistem tertanam/alat di isi dengan sistem otomatis) pemberi pakan ikan otomatis kesimpulan penelitian ini penelitian berhasil menyelesaikan masalah peternak ikan sehingga teknologi peternak ikan dalam meningkatkan pendapatan peternak ikan.Kata kunci : Teknologi,Pakan Ikan, IoT, WeMos, Solar CellAbstract The research is based on observations in the field, namely that freshwater fish farmers use contract labor every harvest season only for feeding by distributing fish feed in the morning and evening, so that their income when harvesting is reduced due to having to pay for contract workers. The aim of the research is to design and build an embedded system for fish feeding equipment, which can replace contract labor so as to increase the income of fish farmers and farmers to get new IoT-based technology tools. The method used is Rapid Application Development (RAD) with steps a. defining tool requirements, making tool designs/models. , working on tools according to user suggestions/prototyping improvements and project completion. The results of the research on an embedded system tool (embedded system / tool filled with automatic system) automatic fish feeder. The conclusion of this research is that this research has succeeded in solving the problem of fish farmers, so that fish breeders menology in increasing the income of fish farmers.Keywords : Technology,Fish Feeder, IoT, WeMos, Solar Cell
Implementasi Alat Mentoring Suhu Dan Kelembaban Kandang Bebek Di Peternakan Tanjung Morawa Berbasis Mikrokontroler Masdania Zurairah; Muhammad Adam; Partaonan Harahap
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): JULI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i4.233

Abstract

This new discovery arose because the dilator is backed by high work efficiency, as well as the effectiveness and efficiency of human labor in carrying out the manual (hand) process. Therefore, a thought emerged to make a special cage for ducks that can control temperature, humidity and feed automatically by using solar panels as an energy source. The method used is solar panels converting energy which is then stored in the battery by the solar charger controller. The battery then supports a load consisting of the main device, namely a 60WP solar panel, 12 7AH VRLA battery, 20A Solar Charger Controller and DC to DC Converter Step Down. This research starts from 08:30 - 15:30. The results of the research on the Solar Power Plant are 19.4 Watts of power, 1.4A current, and 13.87V connections.
Penerapan Solar Cell Pada Bkm Muhammadiyah Di Kota Medan Untuk Penunjang Program Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) Benny Oktrialdi; Partaonan Harahap; Affandi; Balisranislam; Irma Dewi; Sri Frapanti
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v3i2.721

Abstract

Program GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara melalui Dikop dan UKM (Dinaskoperasi dan Usaha Kecil dan Menengah) dalam melakukan budikdamber (budidaya ikan dalam ember), terdapat faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan perikanan budikdamber (budidaya ikan dalam ember) yaitu aspek kualitas air kolam yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut maupun kekeruhan air. Sebagai tempat hidup ikan, perubahan parameter fisik tersebut dapat berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan dan daya tahan budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Oleh karena itu, peternak perlu melakukan pengamatan berkala terhadap kondisi air kolam budidaya untuk kemudian memberikan perlakuan tertentu agar kondisi air tetap sesuai dengan prasyarat tumbuh kembang ikan yang dibudidayakan. Salah satunya adalah dengan menerepkan sel surya Menganalisis kebutuhan, Mengidentifikasi kebutuhan,Merancang desain, Mengimplementasikan PLTS di BKM (Badan Kenajiran Masjid) dan Memberikan pelatihan in class, Dari hasil pengujian di dapat rata-rata radiasi sebesar 1058,2W/m2, rata-rata suhu pada panel surya sebesar 42,8 0C, rata-rata tegangan sebesar 15.8 Volt dan rata-rata arus sebesar 1.8 Amper. Hal ini sudah dapat diperuntukan untuk menghidupkan oksigen
Sistem Mitigasi Bencana Tanah Longsor Berbasis Gelombang Radio Agus Purwadi; Denny Trias Utomo; Partaonan Harahap
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v5i2.13080

Abstract

Abstrak Wilayah Indonesia memiliki potensi tinggi untuk terkena bencana geologi, yaitu letusan gunung api, gempa bumi, longsor, tsunami dll. Dengan tujuan memberi perlindungan dari bencana geologi, dan menekan jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda yang mungkin timbul, maka perlu dilakukan mitigasi bencana geologi. Mitigasi merupakan proses mengupayakan berbagai tindakan preventif untuk meminimalkan dampak negatif bencana alam yang diantisipasi akan terjadi di masa yang akan datang di suatu wilayah. Di suatu daerah yang jaringan GSM-nya cukup besar, sistem informasi kebencanaan sudah digantikan oleh teknologi canggih yang dikembangkan protokol GSM. Namun bila terjadi gangguan telekomunikasi via handphone saat bencana, atau adanya gangguan jaringan listrik, dalam ketiadaan komunikasi regular, atau saat semua infrastruktur komunikasi jatuh dan juga kondisi geografis daerah yang tidak terjangkau jaringan publik. Maka salah satu media yang efektif dalam upaya menciptakan sistem informasi yang ideal adalah komunikasi radio, yang mana banyak dipakai para anggota Amatir Radio yang tersebar luas di Indonesia. Radio, merupakan media elektronik yang tidak hanya murah, tetapi juga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, bahkan daya jangkau siaran Radio sampai ke segala penjuru daerah terpencil yang minim fasilitas. Maka penelitian ini dilakukan untuk menggunakan transmisi gelombang radio pada spectrum VHF dengan frekuensi 144 MHz sebagai media transmisi untuk melewatkan sinyal informasi mitigasi bencana berupa tanah longsor untuk masyarakat lokal. Dari integrasi sistem tersebut kemudian dilakukan pengukuran untuk mendapatkan nilai arah rambat gelombang, gain serta bandwith dari transmisi gelombang radio tersebut.Kata kunci : Gelombang Radio, FSK (Frequency Shift Keying), VHF (Very High Freqwensi)AbstractIndonesian territory has a high potential for geological disasters such as volcanic eruptions, earthquakes, landslides, tsunamis. To provide disaster protection it is necessary to carry out mitigation which is a preventive action to minimize the negative impact of natural disasters that occur. In areas where the GSM network is large enough, the disaster information system is being replaced by the advanced technology developed by the GSM protocol. However, if there is a telecommunication disruption and when all the regular communication infrastructure is down as well as geographic conditions are not covered by the public network. So one of the effective media in an effort to create an ideal information system is radio communication, which is widely used by Amatir Radio members who are widespread in Indonesia which can be accessed by all levels of society with a wide range. So this research was conducted by utilizing the VHF spectrum radio wave transmission with a frequency of 144 MHz as a transmission medium to convey information signals on landslide disaster mitigation for the community. From the system integration measurements were taken to obtain the value of the ground motion sensor and the range of radio wave transmission.. Keywords : Radio Waves, FSK (Frequency Shift Keying), VHF (Very High Frequency)
Analisis Sistem Monitoring Suhu Dan Kelembaban Berbasis ATmega8535 Benny Oktrialdi; Partaonan Harahap; Muhammad Adam; Rahmat Fauzi Siregar
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rele.v5i2.13086

Abstract

Abstrak Kemajuan teknologi saat ini mendorong era modernisasi yang membawa manusia pada kemajuan iptek yang dapat menciptakan alat yang dapat membantu dan mempermudah kerja manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan yang rutin, sehingga menghasilkan hasil yang maksimal sistem monitoring suhu, kelembaban dan tekanan udara jenis sensor DHT11 yang digunkan sebagai sensor untuk mendeteksi temperatur dan kelembaban, sensorr BMP.085 untuk mengukur nilai atau besaran tekanan udara disekitar lingkungan yang kemudian dibaca dan diproses oleh Arduino Uno yang berbasis Mikrokontroler Atmega 328, dalam pengujiannya alat ketika sensor DHT11 bekerja maka program Lcd akan menampilkan keterangan suhu dan kelembaban, perancangan ini dibuat untuk memudahkan menstabilkan suhu pada kandang bebek. pengukuran hari pertama hasil pengukuran suhu dan kelembapan pada sensor DTH11 didapat rata-rata suhu sebesar 31? dengan kelembaban rata-rata sebesar 72 % sedangkan pada hasil pengukuran suhu dan kelembapan di hari kedua pada sensor DTH11 didapat rata-rata suhu sebesar 29? dengan kelembaban rata-rata sebesar 75 %. Hal ini menunjukan perubahan suhu dan kelembaban ada kandang bebek tersebut.Kata kunci : Perancangan, Pengukuran, Suhu, ATmega8535, Sensor DHT11Abstract Advances in technology are currently driving the era of modernization which brings people to advances in science and technology that can create tools that can help and facilitate human work in carrying out daily activities and routine activities, so as to produce maximum results monitoring systems for temperature, humidity and air pressure sensor type DHT11 is used as a sensor to detect temperature and humidity, BMP.085 sensor to measure the value or amount of air pressure around the environment which is then read and processed by Arduino Uno based on Atmega 328 microcontroller, in testing the tool when the DHT11 sensor works, the LCD program will display information on temperature and humidity, this design was made to make it easier to stabilize the temperature in the duck coop. the first day of measurement of the results of temperature and humidity measurements on the DTH11 sensor obtained an average temperature of 31 ? with an average humidity of 72% while the results of temperature and humidity measurements on the second day on the DTH11 sensor obtained an average temperature of 29 ? with humidity an average of 75%. This shows changes in temperature and humidity in the duck pen. Keywords : Design, Measurement, Temperature, ATmega8535, DHT11 Sensor
IMPLEMENTASI KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN PLTS TERHADAP PERALATAN TRAINER ENERGI BARU TERBARUKAN Partaonan Harahap
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.645 KB)

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah perkembangan teknologi energi surya yang terjangkau, tidak habis, dan bersih akan memberikan keuntunganjangka panjang yang besar, pada saat iniĀ  sudah banyak yang memanfaatkan panel surya sebagai pembangikt listrik mandiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada PLN, setiap tahun kebutuhan akan energi listrik di dunia akan mengalami pertumbuhan. Pemanfaatan energi matahari sebagai pembangkit listrik telah banyak dilakukan dengan menggunakan panel surya. Panel surya yang terpasang selama ini masih bersifat statis (tidak mengikuti pergerakan matahari), Berdasarkan kondisi ini, maka panel surya tidak dapat menangkap cahaya secara maksimal, Keterbatasan pada panel surya yang statis tersebut dapat diatasi dengan pengujian dengan Panel Surya dengan Rotasi Dinamis (dapat mengikuti arah pergerakan matahari). Perolehan arus dan tegangan pada panel surya lebih efektif yaitu dengan perolehan nilai rata-rata daya keluaran yang dihasilkan sebesar 34,93 W.
Installation of PLTS as a Source of Electricity for Enhancement of Chicken Farming Business in Percut Sei Tuan Sub-District Deli Serdang District: Pemasangan PLTS sebagai Sumber Listrik untuk Peningkatan Usaha Budidaya Ayam di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Partaonan Harahap; Benny Oktrialdi; Rimbawati; Balisranislam
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i4.15353

Abstract

The need for electrical energy at this time is very important for humans. Electrical energy is currently still using fossil fuels. Indonesia is a tropical country so it has excess sunlight. Utilization of sunlight can be used for solar power generation, solar power generation is one of the renewable energies where the use of sunlight can be converted into electrical energy. The intensity of sunlight and weather conditions can affect the voltage and current generated from solar panels. The magnitude of the value of the electric power generated by the 100 Wp solar panel is strongly influenced by weather conditions, the average test gets a maximum voltage and current of 13.41 V and 4.60 with an average voltage and current of 12.7 V and 2.7 A. For a load of equipment in 24 hours of use requires a power of 392 watts. It is hoped that the chicken breeder partners in Percut Sei Tuan District, Deliserdang Regency can apply PLTS technology to increase chicken livestock production.
Implementation of 3000-watt inverter as a source of electrical energy in solar power plants Partaonan Harahap; Noorly Evalina; Faisal Irsan Pasaribu; Rimbawati Rimbawati; Benny Oktrialdi; Rahmatullah Rahmatullah; Munawar Alfansury Siregar
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 4 (2023): August
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i4.3626

Abstract

In industry, an inverter is a tool/component for adjusting the speed of an electric motor. By using an inverter for electric motor purposes, it becomes a variable speed, whereas the speed can be changed or adjusted as needed. The method used in this study is an experimental research method, namely designing and measuring the system under study. Measurements are made for non-electrical quantities, namely the inverter of the solar module which is generated by the intensity of sunlight hitting the surface of the solar cell. Measurements are also made for electrical parameters such as current, voltage, power factor, and power. Based on the data obtained from all the tests that have been carried out, the system output voltage cannot reach the expected 220 Volts. Because changes in load affect the output voltage of the system were occurred, as the load of 60 W/220V is added, the output voltage drops to 740.5 Volts. As the load is reduced by 60W/220 V, the output voltage increases by 786.9 Volts, within the average inverter efficiency of 77%.