Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Produksi Ikan Air Tawar Melalui Manajemen Padat Tebar dan Manajemen Pemberian Pakan di Sekitar Danau Lebo, Taliwang, Sumbawa Barat Rangga Idris Affandi; Zaenal Abidin; Andre Rachmat Scabra; Andi Maria Ulfa; Anton; Suhardinata; Sahrul Alim; Nuri Muahiddah; Septiana Dwiyanti; Yuliana Asri
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6485

Abstract

Danau Rawa Taliwang merupakan perairan air tawar yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat dan oleh masyarakat sekitar disebut Danau Lebo. Lebo memiliki berbagai macam jenis ikan air tawar yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Hal tersebut mendorong penduduk sekitar danau untuk menjadi pembudidaya ikan air tawar dan membuat kelompok pembudidaya ikan, salah satunya kelompok pembudidaya ikan air tawar Desa Sampir dengan biota yang dibudidayakan yaitu ikan nila. Masalah yang dihadapi oleh kelompok pembudidaya ikan di sekitar Danau Lebo adalah ikan yang tumbuhnya terlalu lama sehingga mengakibatkan proses pemanenan menjadi mundur dan membuat rugi. Tujuan kegiatan ini adalah penerapan teknologi manajemen padat tebar dan manajemen pemberian pakan serta penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) sehingga kualitas sistem budidaya dapat diperbaiki. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu telah dilakukan penyuluhan manajemen padat tebar dan manajemen pemberian pakan, pendampingan cara budidaya ikan yang baik (CBIB), serta evaluasi program pengabdian. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan penyuluhan manajemen padat tebar dan manajemen pemberian pakan, pendampingan cara budidaya ikan yang baik (CBIB), serta evaluasi program pengabdian telah disampaikan. Dari kegiatan ini diharapkan nantinya target produksi budidaya dapat ditingkatkan.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) Witari Anggraini; Zaenal Abidin; Saptono Waspodo
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.114

Abstract

The aim of study was to determine the effect of feeding apple snails on the growth and survival of sand lobster (panulirus homarus). The experiment used Completely Randomized Design with five different treatments. The treatments were P1 (100% trash fish as control), P2 (50% trash fish + 50% fresh apple snail), P3 (50% trash fish + 50% processed apple snail), P4 (100% fresh apple snail), and P5 (100% processed apple snail). The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with a significant level of 5% and Duncan test was carried out with a significant level of 5% to find out the best treatment. Based on the results of the study showed that all treatments had a significantly different effect (p<0.05) on absolute growth, specific growth, feed conversion ratio and feed efficiency. Feeding 100% fresh apple snail is the best treatment compared to other treatments.
PENGARUH PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK GUANO DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN Spirulina sp. Viqram Viqram; Zaenal Abidin; Alis Mukhlis
Jurnal Perikanan Unram Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Perikanan
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v8i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik guano kelelawar yang tepat terhadap pertumbuhan mikroalga Spirulina sp. Metode digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan dengan konsentrasi pemberian pupuk yang berbeda yaitu pupuk komersil sebagai kontrol positif, 0 g/L sebagai kontrol negatif, guano 0,040 g/L, guano 0,060 g/L, guano 0,080 g/L dan guano 0,100 g/L yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Kepadatan awal penebaran 1.500 unit/mL yang dipelihara selama 96 jam. Pengamatan kepadatan dilakukan setiap 12 jam. Parameter yang diamati meliputi kepadatan puncak, pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan biomassa, dan waktu penggandaan diri. Hasil penelitian menujukkan bahwa konsentrasi 0,100 g/L menghasilkan pertumbuhan populasi Spirulina sp. tertinggi dengan nilai rata-rata 6.572 unit/mL dengan pertumbuhan mutlak tertinggi dengan nilai rata-rata 5.072 unit/mL dan waktu penggandaan diri tercepat yaitu 36,76 jam. Namun dalam percobaan ini tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap hasil pertumbuhan biomassa.
Effects of Rearing Structure on The Growth and Survival of Pearl Oysters (Pinctada maxima) Windi Juli Ani; Muhammad Junaidi; Zaenal Abidin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.6346

Abstract

West Nusa Tenggara (NTB) is one of the provinces that cultivates many Pinctada maxima pearl oysters. Seed dispersal is a stage that can influence the growth and activity of pearl oysters because they will be moved from the hatchery to the sea. The use of appropriate containers in pearl oyster seed dispersal very necessary to prevent pearl oysters from being carried away by currents or attaching biofouling as a nuisance to biota. The aim of this research is to determine the effect of rearing containers on the growth and survival of pearl oysters (Pinctada maxima). This research used an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments used are different types of keeping containers, namely using traditional containers, pocket baskets, waring baskets and lantern baskets. The results of the research showed that rearing pearl oyster spat (Pinctada maxima) for 60 days in Ekas Bay with the influence of different containers showed that the average absolute length growth obtained was 1.80-3.88 cm, the absolute weight ranged from 12.3 -31.10 g and survival rate 38.86 – 83.30%. The conclusion from this research is that using pocket baskets is better than other containers.
Pelatihan Pembuatan Kepiting Presto Crispy Sebagai Diversifikasi Produk Pangan Berbasis Potensi Pesisir Di Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Sekotong Wastu Ayu Diamahesa; Bagus Dwi Hari Setyono; Muhammad Baiul Hak; Fariq Azhar; Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Zaenal Abidin; Laily Fitriani Mulyani; Yuliana Asri; Sahrul Alim; Dewi Putri Lestari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15816

Abstract

Abstract: Coastal areas have considerable potential to support community-based food product innovation, particularly through the utilization of local fishery resources. This community service activity aimed to improve the knowledge and practical skills of POKDARWIS Bagek Kembar in processing crab into a value-added food product, namely crispy pressure-cooked crab. The activity was carried out in Bagek Kembar Ecotourism Area, Cendi Manik Village, Sekotong District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara, from July to September 2025. The program involved preliminary identification, partner needs assessment, counseling, demonstration, and hands-on training. A total of 15 participants joined the training. The material covered raw material preparation, crab cleaning, basic food hygiene, pressure-cooking technique, seasoning, flour coating, and frying process to produce a crispy texture. The results showed that the participants were actively involved in discussions and practical sessions and were able to follow the main stages of crispy pressure-cooked crab processing. This activity introduced a simple and applicable processing technique that can potentially support local culinary diversification in the ecotourism area. Further assistance is needed, particularly in product standardization, food safety, packaging, marketing, and business feasibility analysis.
IMPLEMENTASI LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI TANAH DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS MASYARAKAT DI DESA KEMBANG KUNING Kurniatun Sholeha; Baiq Farah Oksasi Yuliandari; Adina Ayu Daraswita; Nurlaila Sa’adah; Lalu Rahadiyan Riza Putra; Thoefani Abdiel Junior Manafe; Lenny Eriska; Ro’imah Ro’imah; M. Aldi Safroni; Muhammad Naufal Widyantara; Zaenal Abidin
Jurnal Pepadu Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i2.11012

Abstract

Sampah organik yang berasal dari rumah tangga, kegiatan pertanian, dan homestay masih menjadi permasalahan lingkungan di Desa Kembang Kuning, Kabupaten Lombok Timur. Pengelolaan sampah organik yang belum optimal dapat menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, serta menurunkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan lubang resapan biopori sebagai strategi berbasis masyarakat untuk konservasi tanah dan pengelolaan sampah organik. Metode kegiatan meliputi observasi kondisi lingkungan, identifikasi lokasi, perencanaan bersama Karang Taruna, persiapan alat dan bahan, pembuatan lubang resapan biopori, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pemilik homestay. Lubang biopori dibuat dengan diameter sekitar 4 inci dan kedalaman 80–100 cm. Kegiatan dilaksanakan di lima dusun dengan total 17 titik lokasi yang mencakup rumah warga dan homestay. Sebanyak 74 lubang resapan biopori berhasil dibuat. Implementasi biopori membantu meningkatkan resapan air hujan, mengurangi potensi genangan, serta menyediakan media pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos melalui proses dekomposisi alami. Edukasi dilakukan melalui penjelasan langsung, praktik lapangan, dan pembagian brosur untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat biopori. Program ini menunjukkan bahwa lubang resapan biopori merupakan teknologi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan di desa wisata. Keberlanjutan program memerlukan pemeliharaan rutin, pemilahan sampah dari sumbernya, serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat.