Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH TURBULENSI DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA FINANSIAL IKM DI KOTA PADANG Fandeli, Hary; Jamarun, Novirman; Putri, Ruhil Amani Jozura; Alvendri, Fathila Fausta
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2404

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of environmental turbulence on environmental sustainability and financial performance of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Padang City, with environmental sustainability as a mediating variable. Environmental turbulence, including market changes, policies, and economic dynamics, is considered a significant challenge for SMEs to survive amidst uncertainties. The study applies Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) using data collected through questionnaires from SME owners and employees. The findings reveal that environmental turbulence does not have a direct significant impact on financial performance but positively affects environmental sustainability. Furthermore, environmental sustainability significantly contributes to improving SMEs’ financial performance. These results indicate that adopting sustainability practices, such as reducing resource usage and producing environmentally friendly products, can serve as a vital adaptive strategy to enhance efficiency, competitiveness, and profitability in the long term. This study recommends the importance of government and stakeholder support in helping SMEs integrate sustainability into their operations to create stability amidst business environment dynamics. Keywords: Environmental Turbulence; Environmental Sustainability; Financial                  Performance; Small and Medium Enterprises. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh turbulensi lingkungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kinerja finansial Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Padang, dengan keberlanjutan lingkungan sebagai variabel mediasi. Turbulensi lingkungan, yang mencakup perubahan pasar, kebijakan, serta dinamika ekonomi, dianggap sebagai tantangan utama bagi IKM untuk bertahan di tengah ketidakpastian. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dari pemilik dan karyawan IKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi lingkungan tidak memiliki dampak langsung signifikan terhadap kinerja finansial IKM, tetapi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, keberlanjutan lingkungan terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja finansial IKM. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik keberlanjutan, seperti pengurangan penggunaan sumber daya dan produksi ramah lingkungan, dapat menjadi strategi adaptasi penting untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan profitabilitas jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membantu IKM mengintegrasikan keberlanjutan dalam operasional mereka untuk menciptakan stabilitas di tengah dinamika lingkungan bisnis. Kata kunci: Turbulensi Lingkungan; Keberlanjutan Lingkungan; Kinerja Finansial; Industri Kecil dan Menengah.
Analisis Pemilihan Pemasok Bahan Baku Karet Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process Irmayani; Fandeli, Hary; Meri. Z, Mufrida; Zulia Ramadhani, Ratih Zulia
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/53cy9h88

Abstract

Manajemen rantai pasok merupakan salah satu perencanaan strategis perusahaan. Tahapan kegiatan untuk mendapatkan bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, hingga kegiatan pendistribusian produk ke konsumen yang melibatkan produsen, pemasok, distributor, pengecer, dan pelanggan merupakan salah satu mata rantai kegiatan terpenting perusahaan agar sirkulasi produksi yang efektif dan menguntungkan terjamin.  PT Lembah Karet bergerak pada pengolahan karet mentah menjadi karet setengah jadi, (karet remah), yaitu Crumb Rubber SIR 2.  Permasalahan pasokan bahan baku seperti keterlambatan dan perbedaan jumlah yang diterima dengan jumlah yang diorder menjadi permasalahan di lantai produksi hingga bagian pemasaran. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menetapkan urutan kriteria penting dalam pemilihan pemasok agar dapat menetapkan pemasok yang tepat.  Pada penelitian ini digunakan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice dan MS processing dalam menentukan urutan kriteria untuk menetapkan pemasok yang tepat di PT. Lembah Karet Padang.  Hasil penelitian menunjukkan variable kualitas merupakan prioritas pertama dalam pemilihan pemasok (33,6%), selanjutnya variable adaptif (21,7%), harga (15,9%), pengiriman (15,2%), dan pelayanan (13,6%). 
Evaluasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Industri Furnitur Berbasis Metode HIRADC Fandeli, Hary; Tomas, Micko
Jurnal Andalas: Rekayasa dan Penerapan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jarpet.v5i2.125

Abstract

The furniture industry is one of the key contributors to Indonesia’s manufacturing sector, supporting national economic growth through exports and employment opportunities. However, this sector is also characterized by a high level of occupational hazards, including exposure to wood dust, machine noise, chemical solvents, and poor ergonomic practices. Small and medium-sized enterprises (SMEs) in particular often lack formal Occupational Health and Safety (OHS) management systems, making workers more vulnerable to accidents and occupational diseases. To address these challenges, this study aims to identify potential hazards, assess risk levels, and provide control recommendations in the furniture production process. The research employed the HIRADC method (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) through field observation and interviews in one of the small and medium industries in Padang City, West Sumatra. The results indicate that most risks fall into the low to moderate categories, with one high-risk activity identified during wood sanding due to dust exposure. Recommended controls focus on applying the OHS control hierarchy, including engineering controls (local ventilation, noise reduction, ergonomic design), administrative measures (training and housekeeping), and the use of personal protective equipment. The findings conclude that HIRADC is effective in minimizing potential hazards and supporting the creation of a safe and sustainable working environment in the furniture industry.
Pemilihan dan Implementasi Strategi Peningkatan Kenyamanan Termal Ruang Kuliah Lusi Susanti; Hary Fandeli
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 16 No. 2 (2017): Published in October 2017
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/josi.v16.n2.p112-119.2017

Abstract

Optimum conditions help us think and work better. Thermal comfort in lecture buildings is important to maintain students’s comfort and help them concentrate on study. The fastest way to achieve expected thermal comfort inside the lecture room is using air conditioner, however, compensation on high electricity bills and degradation of the environmental quality has to be made. Therefore, the aim of this paper is to find and promote several environmental friendly strategies which can provide comfort to users in one hand, but also can reduce energy consumption in another hand. There have been several strategies in records to increase thermal comfort in buildings. To select the best and the most appropriate alternative, Analytical Hierarchy Process method was used by setting the criteria, sub-criteria, and alternatives to increase thermal comfort in lecture buildings of Andalas University. To test the selected alternative, thermal comfort inside two lecture rooms were evaluated experimentally. The comfort level was evaluated using PMV (Predicted Mean Vote) and PPD (Predicted Percentage Dissatisfied) model. For all experimental conditions, PMV and PPD results and individual thermal vote results showed a good match statistically meaning that the PMV and PPD models could predict thermal condition inside the lecture rooms. Results also showed that the presence of natural vegetation infront of glass windows of the lecture rooms statistically improved thermal comfort sensations of students under natural ventilation mode and reduced thermostat setting under air conditioning mode.
Analisis Beban Kerja Mental Pada Pekerja UMKM Tahu Mtb Menggunakan Metode NASA-TLX Meri, Mufrida; Fandeli, Hary; Linda, Rozza; Irmayani, Irmayani; Febrian, Rio
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 1 (2023): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.509 KB) | DOI: 10.59435/jiss.v1i1.24

Abstract

Kinerja karyawan sangat berpengaruh dalam penentuan produktivitas suatu perusahaan. Apabila kinerja karyawan di sebuah perusahaan baik, maka produktivitas perusahaan tersebut akan meningkat dan hal ini dapat menyebabkan keuntungan pada perusahaan tersebut bertambah. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerja karyawan tersebut buruk, maka produktivitas perusahaan tersebut akan menurun. Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja karyawan tersebut yaitu beban kerja mental. Beban kerja mental merupakan sesuatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang memberi tekanan dalam hidupnya. Semakin tinggi tekanan yang dirasakan karyawan itu, maka semakin rendah kinerja yang bisa dicapainya. Salah satunya yaitu pada pekerja-pekerja di Pabrik Tahu MTB. Berdasarkan data-data perbandingan nilai rata-rata tiap faktor untuk menghitung beban kerja mental dapat disimpulkan bahwa faktor beban kerja mental yang paling berpengaruh yaitu performansi kerja yang menyatakan tingkat kepuasan yang dirasakan terhadap kinerja yang telah dilakukan yaitu sebesar 85. Rata-rata nilai kebutuhan mental dan kebutuhan fisik bernilai sama yaitu sebesar 80.5 yang menyatakan bahwa beban kerja para pekerja yang membutuhkan fisik dan mental bernilai sama .Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi beban kerja para pekerja yaitu Mental Demand,Physical Demand, Temporal Demand,Performance,Frustation, Effort. Berdasarkan hasil dari perhitungan dapat diketahui jumlah karyawan yang memiliki tingkat beban kerja mental kategori tinggi sekali dengan rata-rata WWL 85.66 yang berjumlah 4 orang dan kategori tinggi dengan rata-rata WWL 71.22 yang berjumlah 6 orang.
Pengenalan Lean Manufacturing untuk Meningkatkan Daya Saing UKM Rendang Gadih di Payakumbuh Fahlevi, Fidruzal; Amrina, Elita; Hasan, Alizar; Putri, Nilda Tri; Zadry, Hilma Raimona; Indrapriyatna, Ahmad Syafruddin; Taufik; Wirdianto, Eri; Kamil, Insannul; Fithri, Prima; Wisnel; Rahmayanti, Dina; Jumeno, Desto; Patrisina, Reinny; Adi, Alexie Herryandie Bronto; Huda, Ashila Nurul; Liperda, Rahmad Inca; Fandeli, Hary; Maulana, Ghufran; Febriano, Raihan
Warta Pengabdian Andalas Vol 33 No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.33.1.19-27.2026

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs) are the backbone of Indonesia's economy, contributing over 60% to the national GDP and employing more than 97% of the workforce. In Payakumbuh, culinary SMEs have significant potential due to the abundance of local raw materials and high demand for traditional foods such as rendang. Rendang Gadih is one such SME focusing on rendang production for both local and regional markets. However, inefficiencies in production, inconsistent quality, and manual management processes limit its competitiveness. This community service activity introduced the concept of Lean Manufacturing to improve efficiency and reduce waste. The main tools socialized were Value Stream Mapping (VSM), Process Activity Mapping (PAM), and identification of the eight types of waste, along with the application of Kaizen principles for continuous improvement. Implementation was carried out through preparation, socialization, and evaluation stages. The results of this activity are expected to help Randang Gadih enhance production efficiency, minimize waste, and strengthen competitiveness, serving as a model for other culinary SMEs in West Sumatra.
Analisis Pemilihan Pemasok Bahan Baku Karet Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process Irmayani; Fandeli, Hary; Meri. Z, Mufrida; Zulia Ramadhani, Ratih Zulia
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/53cy9h88

Abstract

Manajemen rantai pasok merupakan salah satu perencanaan strategis perusahaan. Tahapan kegiatan untuk mendapatkan bahan mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, hingga kegiatan pendistribusian produk ke konsumen yang melibatkan produsen, pemasok, distributor, pengecer, dan pelanggan merupakan salah satu mata rantai kegiatan terpenting perusahaan agar sirkulasi produksi yang efektif dan menguntungkan terjamin.  PT Lembah Karet bergerak pada pengolahan karet mentah menjadi karet setengah jadi, (karet remah), yaitu Crumb Rubber SIR 2.  Permasalahan pasokan bahan baku seperti keterlambatan dan perbedaan jumlah yang diterima dengan jumlah yang diorder menjadi permasalahan di lantai produksi hingga bagian pemasaran. Hal ini menyebabkan perusahaan harus menetapkan urutan kriteria penting dalam pemilihan pemasok agar dapat menetapkan pemasok yang tepat.  Pada penelitian ini digunakan metoda Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice dan MS processing dalam menentukan urutan kriteria untuk menetapkan pemasok yang tepat di PT. Lembah Karet Padang.  Hasil penelitian menunjukkan variable kualitas merupakan prioritas pertama dalam pemilihan pemasok (33,6%), selanjutnya variable adaptif (21,7%), harga (15,9%), pengiriman (15,2%), dan pelayanan (13,6%). 
Evaluasi  dan Sosialisasi Kesehatan Keselamatan Kerja Pada IKM Cahaya Mulia Bakery Kota Padang Rozza Linda; Isna Juwita; Mufrida Meri; Irmayani Irmayani; Hary Fandeli; Desriyenti Desriyenti
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v1i1.24

Abstract

Pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada industri kecil dan menengah (IKM) sangat penting dalam memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi K3 di Cahaya Mulia Bakery, sebuah IKM di Kota Padang, Sumatera Barat. Berdasarkan observasi dan wawancara, ditemukan bahwa IKM ini menghadapi berbagai tantangan terkait pemahaman dan pelaksanaan K3. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Cahaya Mulia Bakery telah mempertahankan kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan limbah yang baik, serta menyediakan ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur keselamatan lainnya juga diterapkan dengan benar, yang ditunjukkan oleh minimnya insiden kecelakaan kerja. Namun, ada kebutuhan untuk terus meningkatkan kesadaran pekerja terhadap K3 dan mengadopsi teknologi baru untuk mengurangi risiko. Program pelatihan K3 yang berkelanjutan dan evaluasi berkala juga diidentifikasi sebagai langkah penting ke depan. Secara keseluruhan, Cahaya Mulia Bakery telah menunjukkan komitmen yang signifikan terhadap praktik K3, yang telah menghasilkan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien. Namun, perhatian lebih lanjut diperlukan dalam aspek peningkatan fasilitas, pelatihan berkelanjutan, dan keterlibatan pekerja dalam keputusan terkait K3 untuk lebih memperkuat implementasi K3 di masa mendatang.