Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALYSIS OF THE APPLICATION OF TEACHING METHODS IN TEACHING MANDARIN VOCABULARY AT UNIVERSITY LEVEL Nirdayanti Mustarih; Asmuliyati Nahnu; Nur Nasharuddin Noni; Sri Khaerani Rahman
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 1 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i1.1294

Abstract

This study explores the challenges and teaching methods designed to enhance Chinese vocabulary acquisition at the university level. Vocabulary acquisition is crucial for mastering a language, and in the case of Chinese, its complexity presents unique challenges for both learners and educators. The research employed a qualitative narrative design, conducting interviews with 10 Chinese language lecturers from various universities to gather insights into the methods and obstacles in vocabulary teaching. Data was collected using three primary methods: observations, questionnaires, and a comprehensive literature review. The findings of this study reveal a diverse range of approaches teachers employ. Approximately 60% of teachers adapt their methods based on student needs, indicating that flexibility and adaptability are key components of their teaching strategies. In contrast, 40% of teachers maintain a consistent teaching approach, believing that a structured framework helps students better understand the material and retain vocabulary. Despite these varied strategies, memory retention remains a significant challenge, with 50% of teachers reporting that their students struggle to retain Chinese vocabulary effectively. This highlights students' difficulty mastering a language with such a complex writing system. The study proposes a balanced approach, integrating flexible and consistent teaching methods, which are essential for overcoming the inherent challenges in Chinese vocabulary acquisition. Additionally, multimedia tools and digital technologies have effectively engaged students and enhanced vocabulary retention. The research concludes that refining current teaching methods—including structured routines, task-based learning, and spaced repetition—is necessary for improving student engagement and memory retention in Chinese language education.
The Role of Case-Based Learning in Developing Students' Critical Thinking of Chinese Language Study Program Ita Sarmita Samad; Mir'ah Azizah; Nur Nasharuddin Noni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3599

Abstract

The purpose of this study is to examine the extent to which Case-Based Learning (CBL) plays a role in developing critical thinking skills of students of the Chinese Language Education Study Program. Critical thinking skills are seen as one of the main competencies in 21st-century higher education, especially in foreign language learning which requires students not only to master linguistic aspects, but also to understand the socio-cultural context. This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent control group pattern involving 40 students in the odd semester of 2024/2025, consisting of 20 experimental group students taught with CBL and 20 control group students taught by conventional methods in the form of lectures and practice questions. The research instrument is in the form of a critical thinking essay test based on the California Critical Thinking Skills Test (CCTST) indicator, which is validated by experts and tested for reliability. Pretest and posttest results data were analyzed using normalized gain (N-gain) scores to assess learning effectiveness. The results showed that the experimental group obtained an average N-gain of 0.763 (high category) with a range of 0.54–1.00, while the control group only achieved an average N-gain of 0.45 (medium category) with a range of 0.23–0.80. These differences in achievement confirm that CBL is more effective than conventional methods in improving students' ability to analyze, evaluate, and interpret. Thus, it can be concluded that the application of CBL makes a significant contribution to the development of students' critical thinking skills, as it encourages them to connect theory with practice through authentic case analysis. These findings recommend that CBL be systematically integrated into the Chinese language learning curriculum to produce graduates who are critical, reflective and adaptive in the face of global challenges.
OPTIMALISASI KREATIVITAS MAHASISWA MELALUI PENDAMPINGAN PRODUK HANDMADE DAN PAMERAN KEWIRAUSAHAAN DI TRANS STUDIO MALL MAKASSAR Sry Wahyuni; Ita Sarmita Samad; Muawwal Al As’ary; Nur Nasharuddin Noni; Nirdayanti Mustarih
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pendampingan produk handmade dan pameran kewirausahaan di Trans Studio Mall Makassar. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar sebagai peserta utama dalam proses produksi dan promosi produk kreatif. Produk handmade yang dikembangkan meliputi bando karakter, bunga kawat bulu, gantungan HP kekinian, cermin karakter, gantungan kunci karakter, dan totebag bercorak hanzi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pendampingan berbasis praktik kewirausahaan melalui tahapan persiapan, pendampingan produksi produk, pelatihan kewirausahaan, pelaksanaan pameran, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghasilkan produk handmade yang kreatif, inovatif, dan memiliki nilai jual. Produk-produk yang dipamerkan mendapatkan respon positif dari masyarakat karena memiliki desain yang unik dan mengikuti tren pasar. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam promosi produk, komunikasi bisnis, pelayanan konsumen, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan jiwa entrepreneurship mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil menjadi sarana pengembangan kreativitas, keterampilan kewirausahaan, dan pengalaman praktik usaha bagi mahasiswa melalui kegiatan ekonomi kreatif berbasis produk handmade.
WEBSITE-BASED MANDARIN TOURISM GUIDE: PENDAMPINGAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI WISATA INDONESIA OLEH MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Muawwal Al As'ary; Sry Wahyuni; Ita Sarmita Samad; Nur Nasharuddin Noni; Ernawati Ernawati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perkembangan sektor pariwisata internasional menuntut tersedianya media informasi digital yang mampu menjembatani kebutuhan wisatawan asing, khususnya wisatawan berbahasa Mandarin yang berkunjung ke Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan website-based Mandarin tourism guide sebagai media informasi wisata Indonesia yang informatif, komunikatif, dan mudah diakses oleh wisatawan Tiongkok. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), workshop, dan mentoring dengan model blended learning yang menggabungkan pembelajaran sinkronus dan asinkronus selama 14 pertemuan. Kegiatan dilakukan secara luring di Universitas Negeri Makassar dan daring melalui Zoom Meeting maupun Google Meet. Sebanyak lima mahasiswa terlibat dalam proses pengembangan website menggunakan platform Hostinger dengan konten yang mencakup destinasi wisata, budaya Indonesia, kuliner, transportasi, dan etika wisata dalam bahasa Indonesia dan Mandarin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam literasi digital, pengembangan konten multibahasa, komunikasi lintas budaya, serta keterampilan kolaboratif. Selain itu, website yang dihasilkan berhasil dipresentasikan dan dipamerkan kepada publik di Trans Studio Mall sebagai bentuk edukasi digital pariwisata. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pembelajaran berbasis proyek dan pendampingan intensif mampu menghasilkan media informasi pariwisata yang inovatif sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang bahasa dan teknologi digital.