Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PERBANDINGAN KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris L.) DAN RUMPUT LAUT (Euchema cottonii) TERHADAP KARAKTERISTIK PERMEN JELLY Moh. Amin; Rifni Novitasari; Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v7i1.110

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) adalah salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak ditemukan dan dimanfaatkan di Indonesia. Kacang merah kering merupakan sumber protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, folasin, tiamin, kalsium, fosfor, dan zat besi. Rumput laut (Euchema cottonii) merupakan salah satu komoditi kelautan Indonesia yang cukup potensial sebagai penghasil devisa negara. Kadar karagenan dalam setiap Eucheuma berkisar antara 54-73% tergantung pada jenis dan tempat tumbuhnya. Rumput laut ini digunakan dalam pengolahan permen jelly bertujuan untuk membantu tekstur dari permen jelly kacang merah, karena rumput laut mengandung karagenan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi perbandingan antara kacang merah (Phaseolus Vulgaris L.) dan rumput laut (Euchema cottonii) yang tepat terhadap karakteristik permen jelly. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL), menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada C (kacang merah 50% dan rumput laut 50%) dengan kadar air total 22,95 %, kadar gula reduksi 19,10 %, kadar abu 1,012 %, dan hasil uji organoleftik rasa 4,15%, warna 3,9%, aroma 4,2% dan tekstur 4,15%. Pada pembuatan permen jelly kacang merah dan rumput laut belum menghasilkan permen dengan kadar air yang sesuai standar SNI.
STUDI PEMBUATAN PIKEL CABAI KERITING UTUH (Capsicum annuum var.glabiusculum) Rifni Novitasari
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v7i1.111

Abstract

Penelitian dengan judul studi pembuatan pikel cabai keriting utuh ini bertujuan untuk mencegah kerusakan cabai keriting dan memperpanjang umur simpannya. Pembuatan pikel dimulai dengan cara sortasi bahan baku yakni cabai merah keriting dengan ukuran sedang, yang kemudian dibuang bagian tangkainya, lalu dicuci bersih dengan menggunakan air mengalir. Kemudian di blanching dengan menggunakan air yang dimasak dan telah mencapai suhu 82oC selama 5 menit, kemudian dimasukkan ke dalam air dingin sesaat lalu ditiriskan dengan tujuan proses pemasakan akibat proses blanching terhenti, sehongga cabai tidak melunak. Selanjutnya dilakukan proses Perendaman dalam larutan CaCl2 0,2% selama 30 menit & ditiriskan dengan tujuan untuk memperkuat tekstur cabai.Kemudian cabai ditiriskan kembali dan dilakukan proses perendaman dalam larutan garam 5% + gula 1% + asam asetat 1,5% + asam sitrat 0,15% + irisan bawang putih 8 gr, yang telah dilarutkan secara merata dengan cara memasaknya selama 2 menit dengan tujuan agar larutan tercampur dengan rata, Perendaman dilakukan selama 7 hari, dan setelah 7 hari dibuang buihnya lalu dilakukan proses pengemasan pikel.Pikel yang dihasilkkan setelah di analisa secara kimia memiliki pH 3,8 dengan kadar vitamin C berkisar 26,4 mg dengan tekstur yang masih kokoh seperti bahan bakunya, warna merah khas cabai yang cerah serta aroma dan rasa khas pikel pada umumnya berdasarkan penilaian objektif.
STUDI PEMBUATAN SIRUP JERUK MANIS PASAMAN (Citrus sinensis Linn.) Rifni Novitasari
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v7i2.155

Abstract

Telah dilakukan penelitian pada tanggal 01 s/d 18 Oktober 2018 di Laboratorium Pilot Plant, Universitas Andalas, Padang dengan judul “STUDI PEMBUATAN SIRUP JERUK MANIS PASAMAN (Citrus sinensis Linn.)”. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan yang tepat dalam pengolahan jeruk manis dari Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat sehingga dihasilkan sirup kemasan dengan citarasa, aroma dan warna yang disukai oleh panelis. Dari beberapa perlakuan pengolahan akhirnya dapat diketahui bahwa hasil pengolahan sirup jeruk dengan cara membuang kulit arid an biji pada daging buah jeruk, dan penambahan CMC 1% , serta penambahan Natrium benzoate 0,02%, dan penambahan gula sebanyak 526,15 gram dengan penambahan pasta sebanyak 21 tetes per 300 ml larutan sari buah menghasilkan sirup jeruk kemasan yang disukai dari segi warna, rasa, dan aroma juga kekentalannya dengan kadar gula 62,4% yang diukur dengan hand refraktometer.
PEMBUATAN PIZZA SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN SKILL KULINER BAGI IBU-IBU PKK, KHUSUSNYA DI NAGARI AIA GADANG Rifni Novitasari
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.579

Abstract

Telah dilakukan Pelatihan Pembuatan Pizza sebagai Usaha Pengembangan Skill Kuliner Bagi Ibu-ibu PKK di nagari Aia Gadang pada tanggal 2 Maret 2019, Pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan para Ibu-ibu PKK tentang produk olahan pangan siap saji yang merupakan Panganan berskala Internasional yang nantinya dikombinasi dengan topping yang bercitra rasa khas Indonesia. Pada pelatihan ini para Ibu-ibu PKK diajarkan beberapa metode pembuatan maupun variasi bentuk dan topping yang dapat disajikan sebagai daya tarik dari pizza itu sendiri. Variasi bentuk yang diajarkan adalah variasi bentuk standar (Original Pizza), Flower Pizza, Pigura Pizza. Dengan topping handalan yakni daging asap, sosis, mix sayur dan rendang khas Padang
Studi Pengolahan Serbuk Biji Buah Pokat (Persea Americana Mill) dengan Varians Rasa dari Teh Celup Berbagai Merk dalam Pembuatan Minuman Herbal Kemasan Botolan Rifni Novitasari
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.481 KB) | DOI: 10.32520/jtp.v9i1.1001

Abstract

Telah dilakukan pra-penelitian dan penelitian utama dengan judul “Studi Pengolahan Biji Buah Pokat (Persea americana mill) dalam Pembuatan Minuman Herbal Kemasan Botolan” di Laboratorium Pilot Plant, Universitas Andalas. Penelitian pendahuluan dilakukan dari tanggal 18 sampai dengan 22 Maret 2019, dan penelitian utama dilakukan hingga pertengahan April 2019. Pra-penelitian dilatarbelakangi oleh masalah reaksi pencoklatan yang timbul saat proses pengolahan biji alpukat. Pra-penelitian mencakup kadar natrium metabisulfit yang harus ditambahkan untuk mengatasi masalah warna sebuk biji pokat, dan lamanya proses pengeringan biji alpukan engan menggunakan oven vakum modifikasi penggunaan energi panasnya, yakni dari listrik dan panas dari kompor yang dinyalakan dibawah oven vakum modifikasi. Peneltian utama adalah penggunaan the celup dari merk dan variasi rasa yang berbeda, dengan perlakuan A : Penggunaan teh celup merk Walini rasa Lemon, B : Penggunaan teh celup merk Walini rasa Blackcurrent,dan C: Penggunaan teh celup merk Prendjak original. Minuman herbal kemasan terbaik dari studi pengolahan serbuk biji pokat (Persea americana mill) dengan varians rasa dari teh celup berbagai merk dalam pembuatam minuman herbal kemasan diperoleh dari pemakaian teh celup kemasan Merk Walini Rasa Lemon berdasarkan uji hedonik skala 9 yang dilakukan terhadap 20 orang panelis terlatih. Dari analisa yang dilakukan produk minuman herbal kemasan dengan rasa lemon yang diperoleh dari perlakuan penggunaan teh celup merk Walini ini memiliki skor 7,25 untuk warna, dan 7,90 untuk rasa dan 7, 55untuk aroma.
PEMBUATAN BAKSO IKAN GABUS DENGAN PEMANFAATAN TEPUNG SAGU YANG MERUPAKAN POTENSI LOKAL SUMBER DAYA ALAM KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rifni Novitasari; Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v9i2.1263

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan bakso ikan gabus dengan pemanfaatan tepung sagu yang merupakan potensi lokal sumber daya alam Kabupaten Indragiri Hilir pada tanggal dari tanggal 28 September sampai dengan 2 Oktober 2020. Adapun penelitian dilakukan dengan 3 Perlakuan yakni A = Bakso Ikan Gabus dengan penambahan tepung sagu 80 gr, B = Bakso Ikan Gabus dengan penambahan tepung sagu 100 gr dan C = Bakso Ikan Gabus dengan penambahan tepung sagu 120 gr, kemudian dari masing perlakuan dilakukan analisa dengan menggunakan metode Uji Hedonik dengan melibatkan 20 orang panelis terlatih. Dari hasil analisa diketahui bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan A dengan skor terhadap warna 7,60, skor rasa 7,45 dan skor aroma 8,35.
PELATIHAN TEKNIS PENANAMAN PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN Mulono Apriyanto; Nursida; Hermiza Mardesci; Marlina; Yeni Afiza; Retty Ninsix; Yoyon Riono; Rifni Novitasari; Partini; Yulianti
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i2.43

Abstract

Extension is a partnership between government, landowners and communities, providing planned care and education to meet community needs. The purpose of community service is to increase the ability of extension workers in the technique of jajar legowo rice cultivation. The training method is the presentation of material and practice. The results of community service show an increase in the ability of extension workers in the technique of planting jajar legowo rice.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PANGAN DARI BIJI BUAH ALPUKAT (Persea americana MILL) Rifni Novitasari; Tuty Anggraini; Hasbullah; Dini Hervani
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2194

Abstract

Sumatera barat adalah salah satu penyumbang komoditi buah alpukat dari Indonesia. Buah alpukat (persea Americana mill), masyarakat kurang mengetahui bahwa bukan hanya daging buah alpukat yang berkasiat bagi kesehatan, tetapi biji buah alpukat juga berperan karena kandungan gizi dan antioksidan serta serat. Kandungan antioksidan yang tinggi dan persentase kandungan pati yang tinggi membuat biji alpukat memungkinkan menjadikannya pangan fungsional dalam bentuk tepung biji alpukat. Beberapa tahun ini telah dilakukan penelitian pemanfaatan biji buah alpukat (Persea americana Mill) dalam menghasilkan produk, baik dalam bidang teknologi pangan (makanan dan minuman), kimia, farmokologi dan seni rupa. Artikel ini dibuat dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), untuk mengetahui diverfikasi produk olahan biji alpukat sudah ada, dan merupakan teknologi yang bisa diterapkan ditengah masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PANGAN LOKAL SAGU DI KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA Yeni Afiza; Hayatun Nurul; Rifni Novitasari
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 1 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i1.2681

Abstract

Sagu merupakan salah satu komoditas pangan lokal komoditas alternatif yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan pangan lokal karena memiliki beberapa keunggulan ketersediaannya sangat besar, rantai distribusinya pendek, kualitas gizinya baik serta tumbuh sesuai kondisi agroekologi setempat. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2023. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja pada daerah sentra produksi sagu yakni Desa Teluk Sungka dan Desa Teluk Pantaian Kecamatan Gaung Anak Serka dengan jumlah responden 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pangan lokal sagu adalah sangat baik dengan skor 447. Sago is one of the alternative local food commodities that has the potential to be developed as a local food ingredient because it has several advantages: very large availability, short distribution chain, good nutritional quality and grows according to local agroecological conditions. The research was conducted in January 2023. The determination of the research location was carried out deliberately in the sago production center areas, namely Teluk Sungka Village and Teluk Pantaian Village, Gaung Anak Serka District, with 100 respondents. The results showed that the public's perception of local sago food was very good with a score of 447.
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK MENINGKATAN KEMAMPUAN TENAGA KERJA SESUAI SKKNI Mulono Apriyanto; Marlina Marlina; Rifni Novitasari; Akbar Alfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17170

Abstract

Abstrak: Ketersediaan lahan yang kecil, pengeluaran yang rendah dan kemampuan pembiayaan, merupakan faktor khas bagi petani muda, sehingga bertanam sayur secara hidroponik merupakan sebuah solusi. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja dalam mengembangkan pertanian melalui hidroponik sayuran sederhana memiliki kompetensi pembudidaya hidroponik sayuran. Metode pelaksanaan yaitu pelatihan, praktek dan uji kompetensi sesuai SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dengan mitra Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Batam sebanyak 30 orang. Pelatihan dilakukan didalam kelas, praktek langsung ke kebun hidroponik. Untuk uji kompetensi menggunakan materi uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi. Hasil yang dicapai yaitu peserta memiliki kompetensi mengoperasikan dan merawat peralatan tangan, mengenal tanaman, produk dan perlakuannya, mengenal organisme penganggu tanaman dan musuh alami, memilih bahan-bahan kimia dan biologi, menerapkan ketentuan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di tempat kerja, menanam bahan tanam, menyediakan prasarana pesemaian tanaman, memanen hasil tanaman, melakukan penanganan pasca panen, memelihara sistem hidroponik, memonitor sistem hidroponik, dan memasang sistem hidroponik. Guna mengetahui perubahan pengetahuan memakai metode test tulis dan lisan dari hasil kegiatan dapat disimpulkan terjadi peningkatan kemampuan tenaga kerja muda dalam Bertani hiidroponik sayuran sebesar 40%.Abstract: Small land availability, low expenditure and financing ability are typical factors for young farmers, so growing vegetables hydroponically is a solution. The purpose of service activities is to improve the ability of the workforce in developing agriculture through simple vegetable hydroponics to have the competence of vegetable hydroponic cultivators. The implementation method is training, practice and competency tests according to SKKNI (Indonesian National Work Competency Standards) with 30 partners of the Batam City Government Manpower Office. Training is carried out in the classroom, direct practice to the hydroponic garden. For competency tests using competency test materials from Professional Certification Bodies. The results achieved are that participants have the competence to operate and care for hand tools, know plants, products and their treatment, know plant disturbing organisms and natural enemies, choose chemicals and biology, apply safety, occupational health and environmental provisions in the workplace, plant planting material, provide plant seedling infrastructure, harvest crop products, carry out post-harvest handling, maintain hydroponic systems, monitor the hydroponic system, and install the hydroponic system. In order to determine the change in knowledge using written and oral test methods from the results of activities, it can be concluded that there is an increase in the ability of young workers in vegetable hydrodroponic farming by 40%.