Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

CAHAYA DI BALIK KETERBATASAN : PERJUANGAN KELUARGA DHUAFA IBU MARHATI Satrio Ramdhani Yusuf; Amanda Salsabilla; Saad Muh Ubadah; Rifma Ghulam Dzaljad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini meneliti Teologi Al-Ma’un, sebuah gerakan dalam Muhammadiyah yang dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan. Teologi ini diwujudkan melalui tiga pilar utama: pendidikan (schooling), kesehatan (healing), dan pelayanan sosial (social services). Untuk mengimplementasikan teologi Al-Ma’un, diperlukan konsep yang melibatkan akal pikiran atau qalb, serta ruh. Teologi Al-Ma'un awalnya bertujuan untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan, dengan konsep bahwa Allah SWT hadir untuk membantu masyarakat miskin. Oleh karena itu, iman yang diyakini harus dapat diimplementasikan secara praktis dalam kehidupan masyarakat. Hal itu dapat diwujudkan dengan melakukan pemberdayaan ekonomi keluarga duafa, bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial yang positif dan juga meningkatkan kondisi ekonomi mereka agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Salah satu bentuk pemberdayaan ini adalah melalui pengembangan usaha minuman yang dimiliki oleh keluarga tersebut. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah studi observasi. Hasil penagbdian dan observasi menunjukkan bahwa pengembangan usaha minuman ini terjadi berkat modal yang telah kami kumpulkan dan berikan.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DHUAFA “KELUARGA IBU NURHANDAYANI Muhammad Hasby Faizy; Fadeyushka Haggi Ramazan; Muhammad Rayhan Kurniawan; Rifma Ghulam Dzaljad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan masih menjadi masalah serius di Indonesia, dengan sebagian besar wilayah masih berada di bawah garis kemiskinan. Data dari BPS menunjukkan bahwa pada Maret 2021, proporsi penduduk miskin mencapai 10,14 persen, dengan 27,54 juta jiwa miskin. Meskipun angka ini mengalami penurunan tipis dari September 2020, masih terjadi peningkatan dibandingkan Maret 2020. Pada Maret 2021, rasio penduduk miskin perkotaan dan perdesaan juga tercatat mengalami fluktuasi. Guna mengatasi kondisi tersebut, dilakukan upaya pemberdayaan keluarga dhuafa, termasuk pemberian pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, akses pendidikan, dan layanan kesehatan, serta pendampingan dalam pengembangan usaha kecil. Inisiatif ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, sebuah program pemberdayaan keluarga dhuafa telah diinisiasi di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, di mana mahasiswa terlibat dalam kegiatan tersebut.
KETERLIBATAN KELUARGA IBU YUSTIKA DALAM PEMBERDAYAAN KAUM DHUAFA UNTUK MENCIPTAKAN MASA DEPAN YANG CERAH Agnes Tia Sinti Selviani; Tuffa Humairah; Syafira Dwi Anjani; Rifma Ghulam Dzaljad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Al-Quran dan hadis, Muhammadiyah adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selama lebih dari seratus tahun, ia telah membantu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kesejahteraan sosial, dan dakwah. Dalam hal ini, surat al-ma'un menunjukkan bahwa ibadah ritual tidak memiliki arti kecuali dilakukan dalam konteks amal sosial. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat miskin ini, tim mahasiswa dan penyuluh menggunakan metodologi kualitatif yang menggunakan pendekatan filantropis dan wawancara langsung dengan keluarga yang terdampak. Kita dapat melihat perkembangan ekonomi keluarga Ibu Yustika setelah melakukan upaya untuk membantu keluarga duafa dengan menggunakan pendekatan filantropi dan pemberdayaan ekonomi.
PERBERDAYAAN KELUARGA DHUAFA KELUARGA BAPAK SUPATNO: “MENGATASI TANTANGAN SOSIAL MELALUI PEMBERDAYAAN KAUM DHUAFA DALAM MASYARAKAT KEPADA KELUARGA BAPAK SUPATNO” Dinar Maulidhan Ali; Daffa Mozzard; Abdul Hafidz Mudawwamul Husna; Rifma Ghulam Dzaljad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 03 (2024): JUNI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Hal ini menyebabkan banyak keluarga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan upaya pemberdayaan keluarga dhuafa.Kegiatan pemberdayaan keluarga dhuafa ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan ini akan dilakukan dengan cara memberikan bantuan modal usaha untuk membuka usaha kepada keluarga tersebut. Dana untuk kegiatan ini akan diperoleh melalui kegiatan fundraising. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, keluarga dhuafa dapat menjadi mandiri secara ekonomi dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka.
ULURKAN TANGAN ANDA UNTUK KELUARGA IBU SAODAH: AGAR TERCIPTANYA KESEJAHTERAAN Nawril Rakhathoriq; Muhamad Raihan; Muhammad Kamil; Rifma Ghulam Dzaljad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. Mengentaskan kemiskinan bisadilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Peneliti berusaha melakukan pemberdayaan kepada salah satu kaum dhuafa yang Bernama keluarga Ibu Saodah. Keluarga Ibu Saodah memiliki beberapa masalah perekonomian. Tujuan penelitian ini dibuat adalah dengan harapan bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan dari keluarga Ibu Saodah. Metode pelaksanaan dari kegiatan pemberdayaan ini dimulai pencarian keluarga dhuafa, proses penggalangan dana, dan juga proses penyerahan dari hasil penggalangan dana yang berupa sembako, alat bantu tongkat, dan juga uang tunai yang ditujukan sebagai modal usaha. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemiskinan bisa dientaskan melalui kegiatan pemberdayaan. Selain itu kegiatan ini juga dapat membantu masalah perekonomian yang dihadapi dan juga meningkatkan kesejahteraan dari keluarga yang diberdayakan
PEMBERDAYAAN KELUARGA DHUAFA BAPAK BUKHORI MELALUI PENGEMBANGAN USAHA PENJAHIT KELILING DALAM ASPEK EKONOMI DAN KEAGAMAAN Shinta Adjining Lati; Rifma Ghulam Dzaljad; Ghiffary Syahadah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan keluarga dhuafa yang dilakukan untuk keluarga Bapak Bukhori, fokus kita pada aspek ekonomi (seperti modal usaha dan sembako) dan keagamaan. Pokok masalahnya melibatkan kondisi keluarga dhuafa yang dihadapi keluarga tersebut, yang mencakup keterbatasan ekonomi dan tantangan keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarga dhuafa melalui intervensi dalam ketiga aspek tersebut. Metode penelitian mencakup survei, wawancara, dan analisis data kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi keluarga Bapak Bukhori dan partisipasi mereka dalam program peduli keluarga duafa. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan dalam aspek ekonomi dan keagamaan, dengan peningkatan pendapatan dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan keluarga dhuafa dapat efektif meningkatkan kesejahteraan keluarga dhuafa Bapak Bukhori melalui pendekatan terintegrasi dalam aspek ekonomi dan keagamaan.
PEMBERDAYAAN KAUM DHUAFA: MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP KAUM DHUAFA MELALUI PROGRAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DAN PEMBINAAN EKONOMI Adinda Salsabila; Tarisa Farah Azizah; Michael Alven Chaniago; Rifma Ghulam Dzaljad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak lepas dari makhluk lainnya untuk saling membantu dan tolong menolong dalam berbuat kebaikan. Sebagai sesama manusia kita mempunyai kewajiban untuk membantu kepada yang nasibnya kurang beruntung dari kita. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Surah Al-Maun tentang pentingnya membantu sesama manusia terutama kepada manusia yang membutuhkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Dalam mengimplementasikan surat Al-Maun tentang membantu sesama manusia pendekatan konsultatif merupakan pilihan yang baik. Fokus utama penelitian pengabdian ini adalah membantu mensejahterakan masyarakat Hasil dari penelitian ini menunjukkan program yang dilakukan oleh mahasiswa FISIP UHAMKA untuk menumbuhkan rasa kepedulian dengan mengadakan kegiatan pemberdayaan terhadap kaum dhuafa. Jurnal ini tidak sekedar respon praktis terhadap tantangan sosial dan ekonomi kaum dhuafa melainkan juga sebagai implementasi dari ajaran kemanusiaan dan keadilan sosial yang terdapat dalam Surah Al-Maun.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DHUAFA KEPADA IBU ISA UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DAN EKONOMI KELUARGANYA Naila Amelia; Amelia Ramdhani; Sasha Nadia Purwita; Muhammad Rizky Maulana; Rifma Ghulam Dzaljad
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan, telah berperan aktif dalam memajukan masyarakat melalui berbagai bidang, seperti bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, dan bidang sosial. Pemikiran KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah, tentang Tauhid Al-Ma'un menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan dan mendorong umat islam untuk berpartisipasi dalam kegiatan amal sosial terkait dengan masalah sosial dan masalah ekonomi. Studi ini menyoroti pemberdayaan keluarga dhuafa dengan pendekatan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia, serta keagamaan. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa, meningkatkan kualitas hidup, dan kemandirian mereka. Mitra pengabdian yang dilakukan seperti, memanfaatkan media sosial, berdagang, dan pemberian proposal kegiatan kepada kerabat dan teman-teman. Pemberdayaan keluarga dhuafa ini dilakukan dengan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat sebagai subjek penelitian dari mahasiswa. Hasil dari kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan dampak positif, seperti pengembangan usaha, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, peningkatan kesejahteraan keluarga dhuafa, perubahan yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih layak dan berkontribusi secara signifikan dalam masyarakat.
Tradisi VS Modernitas: Konflik Generasi dan Komunikasi Gender dalam Crashing Eid Lilis Widarti; Rifma Ghulam Dzaljad; Yulia Rahmawati
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 4 No. 4 (2024): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting (In Press)
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v4i4.4547

Abstract

This study investigates the intricate dynamics of tradition versus modernity through the lens of generational conflict and gender communication in the Netflix series "Crashing Eid." Utilizing a systematic content analysis, the research aims to identify and categorize representations of these themes within the series. The analysis focuses on key aspects such as traditional versus modern values, generational perspectives, and gender roles as depicted in the interactions and dialogues of the characters. The findings reveal that "Crashing Eid" effectively portrays the tension between traditional and modern values, particularly in the context of family expectations and personal aspirations. The series highlights the challenges faced by younger generations in balancing respect for cultural heritage with the desire for individual autonomy. Gender communication is intricately woven into these narratives, showcasing the evolving roles of women and men within the Saudi Arabian cultural setting. The study underscores the importance of media representation in reflecting and shaping societal norms and values. "Crashing Eid" serves as a poignant example of how contemporary media can address and bring to light the complexities of generational and gender-related conflicts. The research contributes to the broader discourse on cultural change and continuity, emphasizing the role of media in facilitating dialogue and understanding across different societal segments.