Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Risk factors for transient tachypnea of newborns in the NICU room at Sylvani Hospital, Pahlawan Village, North Binjai District, Binjai City in 2024 Damanik, Nopalina Suyanti; Simanjuntak, Parningotan; Manurung, Herna Rinayanti; Sinaga, Ribur; Ginting, Astaria Br; Syahputri, Asry Febrina
Science Midwifery Vol 12 No 5 (2024): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i2.1783

Abstract

According to WHO estimates, there were 5 million neonatal deaths and 4.5 million infant deaths worldwide in 2020, with 7.5% of these deaths occurring in the first year of life (Novitasari et al, 2020). The global incidence of LBW is 15.5% with a range of 10-50%. Since 2012, there has been a decrease in the number of newborns with low birth weight (LBW) by 29% to 30%, and efforts have been made to reduce the number of LBW babies by 30% by 2025. These statistics are supported by a decrease in LBW from 20 million to 14 million in 2012 to 2019 (Rizka P, 2021). Respiratory distress in newborns, or known as Respiratory Distress in Newborn (RDN), is often characterized by symptoms of tachypnea, namely a respiratory rate of more than 60 times per minute, accompanied by grunting, chest retraction, breathing through the nostrils, and cyanosis. Research conducted by Tochie, Choukem, Langmia, Barla, & Ndombo (2016) in Cameroon showed that RDN is a common emergency condition and has a high prevalence of morbidity and mortality. This statement is based on research findings from Nardello et al. (2017) and Babaei, Dehghan, & Pirkashani (2018), which showed that the most common cause of death in newborns was RDN, with a percentage of 72.2% of 79 babies born. Research Objective Risk Factors of Transient Tachypnea of ​​Newborn in NICU Room at Sylvani Hospital, Pahlawan Village, North Binjai District, Binjai City in 202. Research Method Retrospective survey using Cross Sectional approach. In this study using extensive dataset to see many cases and relationships between variables. The results of statistical analysis using Chi-Square test showed p value (Sign) = 0.001 (p <α = 0.05), there is a significant relationship between maternal age and the risk of Transient Tachypnea of ​​Newborn. significant relationship between KEK nutritional status and Transient Tachypnea of ​​Newborn Chi-Square showed p value (Sig) = 0.027 (p <α = 0.05).
EFEKTIVITAS PROGRAM KESEHATAN MENTAL BERBASIS APLIKASI DIGITAL TERHADAP TINGKAT STRES REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 Simanjuntak, Parningotan; Damanik, Nopalina Suyanti; Sinaga, Ribur; Sari, Febriana; Sinaga, Plora Novita Febrina
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1419

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi penting dalam berbagai aspek perkembangan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Masa ini ditandai dengan berbagai tekanan, mulai dari tuntutan akademik, pergaulan sosial, hingga pencarian jati diri. Jika tekanan tersebut tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan stres yang berkelanjutan dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Laporan UNICEF dan BKKBN juga mengungkapkan bahwa hampir 50% remaja Indonesia merasa stres berat akibat tekanan sosial, akademik, dan kritik dari lingkungan. Sayangnya, masih rendahnya literasi kesehatan mental dan tingginya stigma menjadi penghalang utama bagi remaja dalam mencari pertolongan yang tepat (IDN Times, 2024). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen menggunakan desain pre-test dan post-test with control group. Sampel penelitian ini remaja usia 13–18 tahun yang berdomisili di Desa Bangun Rejo. total sebanyak 30 responden (15 kelompok intervensi, 15 kelompok kontrol) dengan Uji Paired Sample T-Test. Hasil uji Paired Sample T-Test. Pada kelompok intervensi, nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Sementara itu, kelompok kontrol memiliki nilai p sebesar 0,081 (p > 0,05), menandakan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hasil uji Paired Sample T-Test. Pada kelompok intervensi, nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Sementara itu, kelompok kontrol memiliki nilai p sebesar 0,081 (p > 0,05), menandakan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Disarankan untuk menggunakan aplikasi secara konsisten dan disertai refleksi pribadi agar manfaatnya optimal.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Damanik, Nopalina Suyanti; Parningotan Simanjuntak; Basaria Manurung; Nur Azizah; Retno Wahyuni; Tetti Seriati Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1423

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa ini sering kali diwarnai oleh tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, pencarian jati diri, dan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Data WHO (2023) menunjukkan bahwa sekitar 14% remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang berpotensi memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup mereka. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja masih cukup tinggi. Survei Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa lebih dari 6% remaja mengalami depresi, sementara gangguan kecemasan dialami oleh 8,4% remaja. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan mental, serta masih adanya stigma negatif yang membuat remaja enggan mencari pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangun Rejo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa one group pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 38 remaja berusia 13 sampai 18 tahun yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan setelah edukasi diberikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental di Desa Bangun Rejo.
Pemberdayaan Menerapkan Basic Feeding Rules pada Praktik Pemberian MP-ASI untuk Mencegah Stunting Situmorang, Tetti Seriati; Damanik, Nopalina Suyanti; Nainggolan, Anna Waris; Haslim, Syahrin Sakinah; Silalahi, Feronika; Hulzanah, Mifta; Ernamari, Ernamari
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v8i3.9919

Abstract

Edukasi bagi ibu dan keluarga menjadi penting untuk mengoptimalisasi pertumbuhan anak pada 1000 HPK agar dapat mencegah stunting. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan pemberdayaan keluarga menerapkan basic feeding rules pada pemberian MP-ASI untuk mencegah stunting terhadap 32 balita usia 6-18 bulan. Tahapan metode kegatan ini sebagai berikut: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan dilakukan sesuai tahapan pada perencanaan yang telag disusun. Dari 32 balita, terdapat 10 balita yang telah mampu makan secara mandiri dan teratur, 20 balita lainnya belum menerapkan pernah makan dengan menerapkan basic feeding rules sebelumnya. Hingga kegiatan pengabdian selesai terdapat 17 balita yang makan MP-ASI sesuai basic feeding rules. Kegiatan ini berdampak bagi pencegahan stunting khususnya pada balita usia 6-18 bulan melalui upaya memnuhi asupan gizi balita pada awal fase makan-MP-ASI. Disarankan kepada para keluarga balita untuk terus mempraktikkan metode basic feeding rules pada prkatik pemberian MP-ASI.
The Effectiveness of the “Father-Supportive Breastfeeding” Program on Readiness of Breastfeeding Mothers Rezeki, Sri; Siregar, Erin Padilla; Siregar, Amelia Erawaty; Simanjuntak, Emma Dosriamaya Noni Br; Damanik, Nopalina Suyanti; Simanjuntak, Parningotan; Sinuhaji, Lidya Natalia Br
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i1.173

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding (ASI) during six month First life still become standard gold in nutrition baby who is not replaced by products whatever. Globally, the latest data show There is increase, number exclusive breastfeeding still 48%, which means more from half babies in the world do not get right optimal nutrition. Failure in exclusive breastfeeding play a role to height number death baby consequence infection channel respiratory and diarrheal diseases in low- income countries low and middle.Methods: Type of research This is observational with cross-sectional design. sample with use total sampling technique. Sample data obtained through questionnaire. Research carried out in Bangun Rejo Village with with sample is all fathers who have baby age 6–12 months with total number of 40 people. Sampling technique sample using total sampling. Instrument study in the form of questionnaire closed which has been tested validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-square test with level significance 0.05Results: Based on table on can seen the majority of 16 respondents (40%) were less Ready breast-feed with good breastfeeding fathers and minorities readiness breast-feed as many as 7 respondents (17.5%) with beastfeeding father is good. Statistical test results with using the chi square test, obtained result 0.014 < α = 0.05, can concluded There is effectiveness of the “Father-Supportive Breastfeeding” Program on readiness Mother breastfeeding. Important factors that influence success breastfeeding is one of them is readiness a mother. Readiness Mother for the breastfeeding process, attitudes and behavior Mother is part from maturity Mother in decide as well as prepare before provide exclusive breastfeeding.Conclusion: Father-Supportive Breastfeeding Program effective in increase success of exclusive breastfeeding in mothers breastfeeding, so that father involvement through support emotional, informational, and instrumental evidence contribute to increasing success Mother in maintain exclusive breastfeeding until baby aged six month. Father's support plays a role important in increase breastfeeding self-efficacy mother, reduce stress during the postpartum period, as well as create environment conducive family for practice breastfeeding. A program that is special targeting capable fathers strengthen the role of the father as an integral part of system support breastfeeding, not only as companion passive, so that impact evident in behavior breast-feed Mother.
Penerapan Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Sebagai Fondasi Tumbuh Kembang Anak Yang Optimal di SD Negeri 060933 Damanik, Nopalina Suyanti; Simanjuntak, Parningotan; Sianipar, Yesica Giovany; Simbolon, Marlina; Rezeki, Sri; Barus, Magdalena; Yun, Deby Cyntia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/6e33cz59

Abstract

Lingkungan sekolah yang didukung sanitasi memadai, ketersediaan air bersih, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta pengelolaan sampah yang baik berperan dalam menurunkan kejadian penyakit menular pada siswa. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sehat melalui edukasi promotif dan preventif yang terstruktur, interaktif, dan aplikatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai fondasi tumbuh kembang optimal di SD Negeri 060933 Lingkungan XI Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor Tahun 2025. Metode meliputi identifikasi kondisi PHBS, penyusunan materi, serta pelaksanaan penyuluhan dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa tentang PHBS, termasuk cuci tangan yang benar, kebersihan lingkungan, dan jajanan sehat, disertai perubahan sikap dan perilaku seperti membiasakan cuci tangan sebelum makan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan diri, membawa bekal sehat, serta menjaga kebersihan kelas
The effect of antenatal care examinations on early detection of high-risk pregnancy Simanjuntak, Parningotan; Damanik, Nopalina Suyanti; Rezeki, Sri; Yun, Debby Chintya; Barus, Magdalena; Sipayung, Desi Ulina
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2553

Abstract

Background: A high-risk pregnancy is a pregnancy that can endanger the health of the mother and fetus due to complications, both pre-existing and emerging during pregnancy, such as hypertension, diabetes, preeclampsia, anemia, and infection. Antenatal care (ANC) examinations play a crucial role in early detection of high-risk pregnancies so that complications can be prevented or managed early. Purpose: To analyze the effect of Antenatal Care examinations on early detection of high-risk pregnancies. Method: This study used a quantitative design with an analytical survey approach. The study was conducted from February to June 2025 at Efarina Karo Hospital. The study population was all pregnant women undergoing ANC examinations, using a purposive sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test with a 95% confidence level (p-value = 0.05). Results: The results showed that the majority of respondents (30 respondents) underwent a complete ANC examination. Early detection of high-risk pregnancies was found in 27 respondents (60.0%). Pregnant women who underwent a complete ANC examination were more likely to have high-risk pregnancies detected, namely 22 respondents (73.3%). The chi-square test showed a p-value of 0.012 (p < 0.05). Conclusion: There is a significant influence between antenatal care (ANC) examinations and the early detection of high-risk pregnancies. Comprehensive ANC examinations are crucial for improving early detection and preventing pregnancy complications.