Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Dengan Kadar Trigliserida Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik RS Muhammadiyah Palembang khairani, lilis; Permana, Adhi; Fadilah, Yudi; Saraswati, Nia Ayu
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 5, No 2 (2025): MESINA (Medical Scientific Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v5i2.9757

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sensitivitas insulin dan insufisiensi produksi insulin oleh pancreas. Penderita diabetes mellitus tipe 2 mellitus tipe 2 dituntut untuk melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan pengontrolan glukosa darahagar metabolismenya dapat terkendali dengan baik. Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak didalam tubuh yang beredar didalam darah dan berbagai organ tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan kadar Trigliserida pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di poliklinik RS Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di RS Muhammadiyah Palembang pada bulan januari 2025. Sampel penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tipe 2 yang di rawat jalan di RS Muhammadiyah Palembang pada periode Desember 2024-Januari 2025. Besar sampel minimal pada penelitian ini adalah 108 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rerata gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2 di RS Muhammadiyah Palembang dalam penelitian ini adalah 192 mg/dL. Kadar rerata Trigliserida pada pasien DM Tipe 2 di RS Muhammadiyah Palembang dalam penelitian ini adalah 227 mg/dL.
KORELASI KONTROL GULA DARAH SEWAKTU DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG khairani, lilis; Permana, Adhi; Fadillah, Yudi
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.10412

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that commonly affects the elderly. Hyperglycemia can accelerate cerebral vascular damage and increase the risk of cognitive impairment. Random blood glucose (RBG) testing is frequently used to monitor glycemic control in daily clinical practice. The purpose of this study was to determine the correlation between random blood glucose levels and cognitive function in elderly patients with type 2 DM. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. Subjects were elderly patients with type 2 DM. Random blood glucose levels were measured using an enzymatic method, while cognitive function was measured using the Mini-Cog questionnaire. Statistical analysis used the spearman/pearson corerelation test. Results: The majority of patients with BG levels ?200 mg/dL had lower cognitive impairment scores than those with BG levels <200 mg/dL. There was a significant positive correlation between random blood glucose levels and cognitive scores (r=0.445;p<0.001). So it can be concluded that high random blood sugar levels are associated with decreased cognitive function in elderly people with type 2 diabetes. GDS examintaion can be an early indicator for detecting the risk of cognitive impairment in elderly type 2 diabetes patients.
Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Mencit Mus musculus dengan Hiperurisemia Hartanti, Miranti Dwi; Febriani, Ratika; Fitriani, Nyayu; Tanzila, Raden Ayu; Khairani, Lilis; Arthamevia, Mitha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat enzim xanthine oxidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Mengetahui efektivitas ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan (Mus musculus) model hiperurisemia. Penelitian eksperimental dengan desain pre- and post-test control group. Sebanyak 30 mencit jantan galur Swiss Webster diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat (250 mg/kgBB) dan homogenat hepatik ayam, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun salam (200, 300, dan 400 mg/kgBB). Kadar asam urat diukur pada hari ke-0, ke-7, ke-9, ke-12, dan ke-15. Analisis data menggunakan Pair T-Test, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc. Terdapat penurunan kadar asam urat yang bermakna (p<0,05) pada kelompok allopurinol dan ekstrak daun salam (semua dosis), sedangkan kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan penurunan terbesar (5,2 mg/dl). Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan bermakna antara allopurinol dengan ekstrak daun salam dosis 200 dan 300 mg/kgBB (p>0,05). Ekstrak daun salam efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek optimal.
PROMOSI PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI EDUKASI, SKRINING, DAN KONSELING GAYA HIDUP SEHAT Hartanti, Miranti Dwi; Khairani, Lilis; Tanzila, Raden Ayu; Mayasari, Ni Made Elva; Nurfauza, Aqila Meisya Putri; Andelina, Rizky
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 8, No 1 (2026): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v8i1.3191

Abstract

Penyakit diabetes melitus terus meningkat pada kelompok usia dewasa dan lansia sehingga diperlukan upaya preventif berbasis komunitas yang mampu meningkatkan pengetahuan serta mendeteksi individu dengan risiko tinggi. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyakit DM, mengukur risiko peserta melalui instrumen terstruktur, serta mendorong perubahan perilaku melalui konseling gaya hidup. Pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan edukasi kesehatan, skrining faktor risiko, serta konseling gaya hidup sehat pada kelompok masyarakat berisiko penyakit tidak menular (PTM), yaitu diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang pada Kamis, 30 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 (lima puluh) peserta berusia 45-60 tahun yang direkrut secara purposive dari masyarakat yang tinggal di sekitar klinik. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi selama kurang lebih 3 (tiga) jam yang terdiri atas beberapa tahapan kegiatan. Tahapan pertama berupa sosialisasi dan edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini diabetes melitus menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab dengan media presentasi. Tahap kedua berupa pelaksanaan skrining faktor risiko diabetes melitus melalui pengisian kuesioner penilaian faktor risiko yang diadaptasi dari instrumen Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang telah divalidasi secara internasional. Tahap ketiga adalah pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) menggunakan timbangan digital dan mikrotoise untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT), serta pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi. Variabel yang diamati dalam kegiatan ini meliputi tingkat pengetahuan peserta mengenai diabetes melitus, faktor risiko perilaku, serta kategori risiko diabetes melitus berdasarkan hasil skrining. Peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi selanjutnya diberikan konseling indivdu mengenai modifikasi gaya hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian faktor risiko lainnya yang dilakukan secara individual oleh dokter ahli penyakit dalam bagi peserta yang teridentifikasi memiliki kategori risiko sedang dan tinggi. Konseling dilakukan secara tatap muka selama kurang lebih 10-15 menit per peserta dengan pendekatan komunikasi interpersonal berbasis edukasi kesehatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan peserta, profil faktro risiko diabetes melitus, kategori risiko kesehatan, serta kecenderungan perubahan perilaku kesehatan setelah intervensi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi dengan nilai rerata 78,6 ± 9,4 dan nilai median 80, dengan nilai minimal 52 dan maksimal 96 . Sebagian besar peserta berada pada kategori risiko sedang dan tinggi, di mana 38,2% berada pada kategori risiko sedang dan 20,7% berada pada kategori risiko tinggi.  Mayoritas peserta yang menerima konseling melaporkan peningkatan aktivitas fisik serta perubahan pola makan menjadi lebih sehat dengan rerata 71,3 ± 8,1 dan median 72, serta rentang nilai minimal 55 hingga maksimal 89 . Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi yang terstruktur dan skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku pencegahan penyakit DM. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkala pada layanan primer guna memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.
AGGRESSIVE SOLID PSEUDOPAPILLARY NEOPLASM OF THE PANCREAS WITH MULTIORGAN INFILTRATION AND SYNCHRONOUS HEPATIC AND INTESTINAL METASTASES: A CASE REPORT Gunawan, Vidro Alif; Fahriza Utama; Rudyanto; Gunawan Tohir; Khairani, Lilis; Ghiffari, Ahmad
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 2 (2026): April - June
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i2.753

Abstract

Solid pseudopapillary neoplasm (SPN) of the pancreas is a rare epithelial tumor that predominantly affects young women and is generally regarded as a low-grade malignant neoplasm with favorable prognosis after complete surgical resection. However, a small subset of cases may exhibit aggressive behavior, including local infiltration and distant metastases. This case is noteworthy because it demonstrates that SPN may present with indolent and nonspecific symptoms despite already showing aggressive intraoperative findings. A 25-year-old woman presented with a 3-month history of intermittent dull epigastric pain, progressive abdominal enlargement, early satiety, abdominal discomfort, and occasional nausea. Physical examination revealed abdominal distension with a palpable mass in the epigastric to left hypochondriac region. Abdominal ultrasonography demonstrated a pancreatic mass measuring approximately 6–8 cm with solid and cystic components, while computed tomography showed a well-defined encapsulated solid-cystic pancreatic mass suggestive of SPN. The patient underwent tumor resection. Intraoperatively, infiltration to the bowel, ovary, and pancreas, as well as hepatic and intestinal synchronous metastaseses, were identified, without major vascular involvement. Histopathologic examination revealed pseudopapillary structures composed of monomorphic tumor cells with cystic degeneration and hemorrhage, consistent with SPN. SPN should be considered in young women presenting with slowly progressive, nonspecific abdominal symptoms and a large solid-cystic pancreatic mass. The main contribution of this case is to emphasize that SPN, although usually indolent, may already demonstrate aggressive behavior at presentation. Integration of clinical presentation, imaging, intraoperative findings, and histopathology remains essential for diagnosis and surgical decision-making, particularly in resource-limited settings where tumor markers and immunohistochemistry are not available.