Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perbandingan Quantity Take-Off Beton antara Metode Konvensional dengan Metode BIM pada Gedung 13 Lantai Anwar, Muhamad Rayhannafi; Nurchasanah, Yenny
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi yang dapat mendukung proses konstruksi adalah Building Information Modeling (BIM). Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan dan menganalisis selisih perhitungan volume beton menggunakan metode konvensional dengan metode BIM. Penelitian ini membahas perbandingan perhitungan volume struktur beton gedung 13 lantai mulai dari pondasi raft, balok, kolom, plat lantai, shearwall dan corewall (tanpa perhitungan tulangan). Metode yang digunakan adalah membandingkan volume beton antara perhitungan metode konvensional dengan metode BIM. Metode konvensional dilakukan dengan menghitung secara manual menggunakan Microsoft Excel dan AutoCAD sedangkan metode BIM dilakukan menggunakan Autodesk Revit. Perhitungan metode BIM lebih akurat dan dapat meminimalisir terjadinya human error. Berdasarkan penelitian ini didapatkan nilai selisih perbandingan volume beton antara metode konvensional dengan metode BIM pada struktur pondasi sebesar 0,00%, struktur balok sebesar 0,03%, struktur koom sebesar 0,62%, struktur plat sebesar 0,62%, struktur shearwall sebesar 0,50%, struktur corewall sebesar 5,85%, dan volume total sebesar 0,45%.
Implementasi Building Information Modeling (BIM) dalam Analisis Struktur menggunakan Autodesk Robot Structural Analysis Professional untuk Mengoptimalkan Value Engineering Hanggara, Hananta Nur; Nurchasanah, Yenny
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2023: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia kini semakin meningkat. Banyak kendala yang terjadi selama proses perencanaan hingga konstruksi, seperti proses perencanaan dalam perhitungan kekuatan struktur bangunan dan gambar shopdrawing yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah inovasi berbasis teknologi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah Building Information Modeling (BIM). Dengan mengintegrasikan antara proses analisis struktur menggunakan Autodesk Robot Structural Analysis Professional dengan pemodelan 3 dimensi menggunakan Autodek Revit sehingga lebih efektif dan efisien, serta dalam pembuatan shopdrawing akan lebih cepat. Berdasarkan penelitian ini, dengan analisa ulang menggunakan Autodesk Robot Structural Analysis Professional didapatkan hasil perhitungan tulangan untuk tulangan balok sebanyak 10 D22, tulangan bawah didapatkan sebanyak 4 D22 dan untuk tulangan lapangan, tulangan atas didapatkan sebanyak 5 D22, tulangan bawah didapatkan sebanyak 5 D22. Serta hasil perhitungan kolom sama dengan data awal untuk tulangan utama sebanyak 22 buah dengan diameter 32 mm. Untuk sengkang pada kolom digunakan 13 mm dengan jarak 100 mm pada daerah lapangan dan 150 mm pada daerah tumpuan.
Pengaruh Pozzolan Buatan dari Abu Eceng Gondok terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Beton Normal Alfarisi, Ibnu Kamal; Nurchasanah, Yenny; Ujianto, Muhammad; Rochman, Abdul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu eceng gondok merupakan pozzolan buatan yang dapat dipergunakan sebagai tambahan atau sebagai pengganti sebagian campuran beton. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan dan daya serap air beton yang dicampur dengan abu eceng gondok yang biasa disebut dengan pozzolan buatan sebagai penggantian sebagian semen sebanyak 0%,8%,10%,12%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perkembangan nilai kuat tekan beton yang diuji pada umur 28 hari, serta daya serap air beton. Pengujian kuat tekan sendiri menggunakan silinder beton ukuran 15 cm x 30 cm dan untuk pengujian daya serap air menggunakan silinder ukuran 10 cm x 20 cm. Berdasarkan hasil penelitian dilakukan pengujian beton segar (slump test) didapatkan nilai tertinggi yaitu pada beton normal dengan menggunakan semen PPC 100% dibandingkan dengan semen OPC dengan penggantian sebagian abu eceng gondok. Pada beton normal semen PPC 100% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 14,77 MPa dan kenaikkan terjadi pada variasi abu eceng gondok 12% sebesar 5,43% dengan nilai kuat tekan sebesar 20,20 MPa. Pemakaian variasi abu eceng gondok serapan airnya semakin kecil dibandingkan beton normal semen PPC 100%, dimana beton dengan 12% abu eceng gondok daya serap airnya yang paling rendah dan yang paling kedap air.
Pengaruh Jenis Pembakaran Abu Kayu sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Paving Block Handayani, Nur Khotimah; Wibowo, Tegar Yustisi; Nurchasanah, Yenny; Nugroho, Suhendro Tri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu kayu hasil pembakaran batu bata belum banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan abu kayu dapat digunakan untuk bahan tambah dalam pembuatan paving block. Material abu kayu sangat dipengaruhi oleh proses pembakaran dan selanjutnya penambahan abu kayu ini akan berpengaruh terhadap sifat mekanik paving block. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pembakaran abu kayu terhadap kuat tekan paving. Pembakaran abu kayu dilakukan dengan 2 jenis pembakaran yaitu dengan suhu terkontrol (800°C) dan tidak terkontrol pada pembakaran batu bata. Penelitian ini menggunakan variasi campuran abu 0%, 10%, 15%, dan 20% dengan perbandingan semen:pasir sebesar 1:4. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental melalui uji kuat tekan. Hasil kuat tekan paving block dengan abu kayu hasil dari pembakaran furnance dengan bahan tambah 0%,10%,15%, dan 20% secara berturut-turut adalah 22,04 MPa, 24,35 MPa, 27,04 MPa, dan 27,96 MPa serta hasil daya serap rata-rata 2,85%, 1,36%, 1,09%, dan 0,57%. Sedangkan pada abu hasil pembakaran batu bata didapatkan nilai kuat tekan 22,04 MPa, 26,30 MPa, 25,28 MPa, dan 25,09 MPa serta hasil daya serap rata-rata sebesar 2,85%, 1,07%, 2,89%, dan 3,53%. Pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu kayu hasil pembakaran tidak terkontrol mampu meningkatkan kuat tekan paving pada penambahan abu kayu 10%, namun lebih dari presentase tersebut kuat tekan paving menunjukkan nilai yang semakin menurun.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung menggunakan Analisis Respons Spektrum Gempa Desain SNI 1726:2019 Nugroho, Fajar Adhy; Nurchasanah, Yenny; Fauzi, Muchammad Gemawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung di Indonesia harus mengikuti peraturan yang berlaku. Pembaruan peraturan yang terjadi diakibatkan karena Indonesia merupakan negara yang memiliki intensitas gempa yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa Gedung eksisting berdasarkan peraturan yang terbaru yaitu SNI 1726:2019 dan mengevaluasi bangunan gedung eksisting dengan parameter displacement, nilai drift ratio, dan level kinerja berdasarkan peraturan SNI 1726:2019. Pemodelan struktur pada penelitian ini menggunakan SAP2000 V14, untuk menganalisis perilaku struktur yang terjadi. Proses analisis struktur terhadap gempa dengan metode Respons Spektrum untuk mengetahui perilaku struktur bangunan setelah mendapatkan gaya gempa dengan berdasarkan peraturan SNI 1726:2019. Hasil Analisis ini didapatkan nilai gaya geser dasar metode statik untuk arah-X dan arah-Y sebesar 12247,403 KN dan untuk metode dinamik didapat arah-X = 9558 KN dan arah-Y = 11170 KN. Untuk hasil Analisis simpangan antar lantai untuk arah-X didapat lantai I sebesar 32,152 mm dan lantai 2 sebesar 14,310 mm, untuk arah-Y didapat lantai l sebesar 17,355 mm dan lantai 2 sebesar 3,100 mm. Analisis evaluasi kinerja struktur untuk nilai drift ratio didapatkan arah-X sebesar 0,5666 % dan untuk arah-Y sebesar 0,2495 %, dan untuk hasil level kinerja gedung dengan metode respons spektrum berdasarkan peraturan SNI 1726:2019 struktur dapat dikategorikan dalam kondisi IO (ImmediateOccupancy).
Analisis Penetrasi Ion Klorida Pada Beton High Volume Fly Ash Mutu Tinggi Dengan Variasi Tingkat Kehalusan Fly Ash Solikin, Mochamad; Setiawan, Budi; Nurchasanah, Yenny; Prayogi, Singgih
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.749

Abstract

Abstrak Beton mutu tinggi memerlukan material khusus tambahan salah satunya berupa fly ash dengan maksud meningkatkan kinerja beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehalusan fly ash terhadap penetrasi ion klorida beton high volume fly ash mutu tinggi. Benda uji menggunakan kadar fly ash 50% sebagai substitusi semen dengan variasi kehalusan lolos ayakan mesh ukuran 200 dan 400. Pengujian meliputi perkembangan kuat tekan beton umur 28 dan 56 hari dan uji penetrasi ion klorida menggunakan metode Rapid Chloride Penetration Test (RCPT) umur 56 hari. Benda uji kuat tekan silinder diameter 15 cm, tinggi 30 cm sedangkan benda uji penetrasi ion klorida silinder diameter 10 cm, tinggi 5 cm. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan semakin halus fly ash maka menghasilkan kuat tekan yang setara dengan kuat tekan beton acuan dan semakin halus butiran fly ash maka ketahanan penetrasi ion klorida dapat mencapai level sangat rendah. Kata kunci: beton mutu tinggi, high volume fly ash, kuat tekan beton, rapid chloride penetration test.   Abstract High strenght concrete requires special materials such as fly ash to improve concrete properties. This study was intended to determine the effect of fly ash fineness on chloride ion penetration of high-volume fly ash concrete. The mix proportion employed fly ash content of 50% by cement weight as a cement substitution with variations in fineness i.e.: passing through mesh sizes of 200 and 400. The testing program consists of compressive strength development of concrete at the age of 28 and 56 days and chloride ion penetration test using Rapid Chloride Penetration Test (RCPT) method at the age of 56 days. The cylindrical compressive strength test specimen has a diameter of 15 cm, and a height of 30 cm, while the cylindrical concrete specimen with a diameter of 10 cm and height of 5 cm was used for chloride ion penetration test. The compressive strength test results show that the finer the fly ash the higher the compressive strength for all test ages. In addition, the finer the fly ash leads to the denser the concrete, as shown by very low chloride ion penetration resistance levels. Keywords: high strength concrete, high volume fly ash, compressive strength, rapid chloride penetration test.
Model Analysis and Laboratory Experiments of Strengthening Diagonal Wall Panels in Concrete Structures Nurchasanah, Yenny; Ujianto, Muhammad
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2015: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2346

Abstract

Walls, even though being included in non-engineering building element, actually have the strength and stiffness. In this study, the wall elements will be analyzed regarding the influence in a system of reinforced concrete frame. The other side of this research is the adoption of high-rising building technology in the use of shear wall elements into earthquake-safe homes.This technology is to prevent the wall from quick collapse when exposed to seismic forces are by strengthening the areas diagonally. Diagonal area is an area where there will be the greatest shear force effects, and it is characterized by the appearance of cracks or even splitting on the diagonal area. The modeling of reinforced concrete structures is applied to SAP2000 to open frame and frame with concrete panels as filler. This is modeled as bracing representing an area of wall. There are 37 test objects of open frame and frame with wall concrete panels as filler (100x50x7), with diagonal reinforcement/bracing of the group of steel reinforcing. SAP2000 analysis results indicate that the structure with wall panels have a higher value than the capacity of open frame structure. Laboratory experimental data with compression test showed increased values up to 215.36% on the frame with wall panel, an increase of 271.99% on the frame wall panels with diagonal steel reinforcement. Flexural test showed increased values up to 37.73% on the frame with wall panel and an increase of 260.76% on the frame wall panels with diagonal steel reinforcement. The addition of diagonal reinforcement elements is conducted to divide the force received by the wall and to increase the strength of the wall and the stiffness of the structural system.