Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

CLOUD MANUFACTURING ROBOT SPOT WELDING 5 D03, PLC MITSUBISHI DAN SERVER MENGGUNAKAN PROTOKOL ETHERNET NODE-RED Gilang Ramadan; Naufal Fadli Efendi; Lintang Putri Yuansyah; Yudi Prastyo
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2519

Abstract

Industri 4.0 telah mengubah paradigma operasional pabrik melalui digitalisasi, automasi, dan integrasi sistem berbasis cloud. Penelitian ini mengkaji implementasi Node-REDsebagai gateway komunikasi antara PLC Mitsubishi Q Seriesyang digunakan pada robot spot welding 5 D03 dan server berbasis cloud, menggunakan protokol Ethernet UDP. Tujuan penelitian adalah untuk mengatasi permasalahan integrasi antar perangkat yang memiliki protokol komunikasi berbeda, meminimalisir biaya, dan meningkatkan akurasi monitoring produksi secara real-time. Metode yang digunakan meliputi analisis sistem, konfigurasi parameter komunikasi, pengembangan program Node-RED berbasis flowchart, serta uji coba di lapangan pada departemen welding dan stamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Node-RED memberikan kompatibilitas tinggi, efisiensi biaya, dan performa konektivitas yang konsisten yang mendukung operasional sistem manufaktur berbasis cloud.
LITERATUR REVIEW : IMPLEMENTASI SISTEM JUST IN TIME DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR: TREN, TANTANGAN, DAN PELUANG Juliansyah, Eko; Yudi Prastyo
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v2i4.2421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur terkait implementasi sistem Just in Time (JIT) dalam industri manufaktur, dengan menyoroti tren, tantangan, dan peluang yang berkembang. Metode yang digunakan berupa studi literatur terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi JIT memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional, pengurangan biaya persediaan, serta peningkatan kualitas dan kecepatan produksi. Namun demikian, beberapa tantangan utama dalam penerapan JIT meliputi ketergantungan pada pemasok, fluktuasi permintaan pasar, serta kesiapan teknologi dan sumber daya manusia. Di sisi lain, peluang integrasi JIT dengan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan sistem informasi berbasis data real-time dinilai mampu memperkuat efektivitas penerapan JIT, khususnya dalam konteks Industri 4.0. Kajian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan strategi produksi yang adaptif dan berkelanjutan di sektor manufaktur. Kata Kunci: Just In Time, Industri Manufaktur, Efisiensi Produksi, Tantangan Operasional
STRATEGI MANAJEMEN PERUBAHAN ORGANISASI DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0: TINJAUAN LITERATUR REVIEW Alfian, Edi; Muhammad Naufal Herdian; Yudi Prastyo
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v2i4.2430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis strategi manajemen perubahan dalam konteks Industri 4.0 melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Metode penelitian menggunakan tahapan yang terstruktur mulai dari identifikasi masalah dan tujuan penelitian, desain penelitian, strategi pencarian literatur di database Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi dan analisis data secara tematik, hingga quality assessment untuk memastikan validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi menghadapi lima tantangan utama dalam adopsi Industri 4.0, yaitu keterbatasan teknologi dan infrastruktur, struktur organisasi yang kaku, kesenjangan kompetensi sumber daya manusia, budaya organisasi yang belum adaptif, serta keterbatasan finansial dan kesulitan mengukur ROI. Strategi manajemen perubahan yang efektif meliputi kepemimpinan transformasional, pengembangan kapabilitas digital, transformasi budaya organisasi, implementasi bertahap, serta manajemen stakeholder dan komunikasi yang transparan. Selain itu, keberhasilan transformasi digital dipengaruhi oleh delapan faktor kunci, dengan kapabilitas digital dan komitmen kepemimpinan sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini juga mengembangkan model konseptual terintegrasi yang terdiri dari lima fase utama sebagai panduan dalam mengelola perubahan di era Industri 4.0. Kesimpulannya, strategi manajemen perubahan yang holistik dan terintegrasi sangat penting untuk menghadapi tantangan transformasi digital secara efektif.Kata Kunci: Industri 4.0, Manajemen Perubahan, Transformasi Digital, Strategi Manajemen
IMPLEMENTASI SISTEM PENANDAAN BARANG NG DAN REPAIR MENGGUNAKAN INSULOCK WARNA DENGAN METODE KUALITATIF DEKRIPTIF DI PT. XYZ Syahrul Mubarok; Dimas Alam Firmansyah; Dava Septiawan; Arul, Arul; Yudi Prastyo
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v2i4.2443

Abstract

Dalam Dalam industri manufaktur, khususnya sektor otomotif, pengendalian mutu merupakan aspek krusial untuk menjamin kelancaran proses produksi dan kepuasan pelanggan. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penanganan barang Not Good (NG) dan Repair secara efektif di area produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi sistem visual berupa insulock berwarna dalam mempermudah identifikasi barang NG dan Repair di PT XYZ, sebuah perusahaan manufaktur komponen otomotif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui observasi langsung non-partisipatif dan pencatatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum implementasi, tingkat kesalahan pencampuran barang NG dan Repair mencapai rata-rata 12 kasus per minggu. Setelah penerapan insulock merah untuk barang NG dan kuning untuk barang Repair, angka tersebut menurun drastis menjadi 2 kasus per minggu. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk proses identifikasi dan pengambilan keputusan di lapangan berkurang dari rata-rata 15 menit menjadi 5 menit per kejadian. Implementasi sistem ini juga memperkuat penerapan prinsip visual management dalam kerangka Lean Manufacturing. Dengan demikian, sistem insulock berwarna terbukti sebagai solusi efektif dalam mendukung pengendalian mutu dan meningkatkan efisiensi proses produksi di lingkungan manufaktur otomotif.
“Literatur Review : Implementasi Sistem Just in Time dalam Industri Manufaktur: Tren, Tantangan, dan Peluang" Juliansyah, Eko; Dimas Hardiansyah; Hilmy Fauzy; Yudi Prastyo
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 8 (2025): Agustus
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i8.4928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur terkait implementasi sistem Just in Time (JIT) dalam industri manufaktur, dengan menyoroti tren, tantangan, dan peluang yang berkembang. Metode yang digunakan berupa studi literatur terhadap artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi JIT memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional, pengurangan biaya persediaan, serta peningkatan kualitas dan kecepatan produksi. Namun demikian, beberapa tantangan utama dalam penerapan JIT meliputi ketergantungan pada pemasok, fluktuasi permintaan pasar, serta kesiapan teknologi dan sumber daya manusia. Di sisi lain, peluang integrasi JIT dengan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), otomatisasi, dan sistem informasi berbasis data real-time dinilai mampu memperkuat efektivitas penerapan JIT, khususnya dalam konteks Industri 4.0. Kajian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan strategi produksi yang adaptif dan berkelanjutan di sektor manufaktur
LITERATURE REVIEW BENEFITS OF LEAN MANUFACTURING ON INDUSTRY PERFORMANCE AND PROPOSED IMPLEMENTATION IN MANUFACTURING Adam Maulana Irfan; Ade Setiawan; Anggit Nur Fauzy; Muslihun, Muslihun; Yudi Prastyo
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v3i1.2401

Abstract

This study aims to analyse the benefits of implementing the Lean Manufacturing concept in improving the performance and competitiveness of the manufacturing industry, as well as to propose strategies for its effective implementation. The research method used is a qualitative literature review, by collecting, analysing, and synthesising findings from 20 journal articles published between 2020 and 2025 that discuss Lean Manufacturing practices in various industrial sectors. The research results show that the application of Lean Manufacturing provides significant benefits, including reducing waste (muda), increasing production efficiency, improving product quality, and enhancing customer satisfaction. In addition, the integration of Lean principles with digital technologies in the Industry 4.0 era—known as Lean 4.0—has been shown to increase operational flexibility, process automation, and real-time decision-making capabilities. However, several challenges such as limited lean culture, lack of management commitment, and employee resistance remain obstacles to sustainable implementation. The conclusion of this study states that Lean Manufacturing is an effective strategic approach for improving industrial performance and competitiveness when supported by strong organizational commitment and continuous improvement culture.
Peningkatan Efisiensi Proses Produksi dengan Penurunan Line Stop Mesin Extrude Menggunakan Metode QCC dan PDCA Mualim soleh; Adi Supriadi; Andi Nugroho; Bintang Dermawan; Yudi Prastyo
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 6 No. 01 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI : MEI 2025
Publisher : DPPM UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jutin.v6i01.5868

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pada proses pembuatan Catch Seat Trim model YHA (Ertiga) di area Extrude dengan menurunkan jumlah line stop pada Pos 1. Melalui analisis mendalam terhadap akar penyebab line stop yang meliputi metode kerja, kondisi mesin, dan metode material handling, solusi inovatif berbasis teknologi sederhana dikembangkan dan diimplementasikan. Implementasi perbaikan, termasuk pemasangan sensor proximity, pembuatan heater portable untuk pre-heat mold, modifikasi troli unloading mold yang ergonomis, serta pengembangan alat bantu counting otomatis berbasis Karakuri, berhasil meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan dari 93,02% menjadi 95,15%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan sistematis berbasis Quality Control Circle (QCC) dan Plan-Do-Check-Action (PDCA), dengan fokus pada identifikasi akar masalah dan implementasi solusi yang terukur, mampu membawa dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Kata Kunci: Efisiensi produksi, Line Stop, QCC, Catch Seat Trim, Extrude, PDCA, Lean Manufacturing
Analisis Penyebab Ketidaksesuaian Barang di Inventory dengan Aktual: Studi Kasus pada Perusahaan X Menggunakan Metode RCA Muhammad Zidan Inprasepta; Aldi Allaudin; Nandana Malik Prayata; Anugrah Ramadhani Hidayah Warman; Yudi Prastyo
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 1 No 2 (2025): December: Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/wcwdg927

Abstract

This study examines stock accuracy performance, customer complaints, and the alignment between demand and fulfillment within a six-month operational period in order to identify the dominant factors contributing to inventory discrepancies. The findings show that variations in stock accuracy are closely related to nonstandard placement practices, non-real-time documentation, and inconsistencies in material movement across warehouse areas. Customer complaint records indicate recurring issues regarding wrong motif, wrong color, and shortage of delivered units, demonstrating that operational errors still play a substantive role. Additional analysis of demand and fulfillment across multiple ceramic sizes highlights that several product categories experience recurring gaps between requested and supplied quantities, particularly in the 60×60 WB variant. Root cause identification through a Pareto approach further reveals that human error, mixed materials in pallets, and misalignment between actual transfer and recorded data represent the largest contributors to overall discrepancies. These insights underscore the importance of strengthening warehouse discipline, enhancing personnel capability, and standardizing control mechanisms to ensure reliable inventory performance. The study concludes that structured interventions and continuous monitoring are required to maintain a stable and accurate stock management system.
Tinjauan Literatur tentang Upaya Optimalisasi Waktu Pergantian Mold Menggunakan SMED (Single Minute Exchange of Dies) Dionisius Tegar Cahyadi; Wijayanto, Wijayanto; Riska Anggun Sucianingrum; Agus Yoga Nafasa; Muhamad Annur; Yudi Prastyo
Journal of Engineering and Applied Technology Vol 1 No 2 (2025): December: Scripta Technica: Journal of Engineering and Applied Technology
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/0pd0n328

Abstract

This study presents a qualitative literature review on efforts to optimize mold changeover time through the implementation of the Single Minute Exchange of Dies (SMED) method in manufacturing industries, particularly injection molding processes. The review synthesizes findings from national and international studies published between 2020 and 2025 to identify common problems, implementation strategies, and performance impacts of SMED. The results indicate that prolonged mold changeover time is a major contributor to machine downtime and productivity loss, mainly caused by non-standardized procedures, poor preparation, and the dominance of internal setup activities. The implementation of SMED consistently demonstrates significant reductions in setup time by separating internal and external activities, simplifying work steps, and standardizing operating procedures. Furthermore, the literature reveals that SMED contributes to improvements in production output, equipment utilization, cost efficiency, and process stability. The findings also highlight the importance of operator involvement and managerial commitment to ensure sustainable results. Overall, this review confirms that SMED is a flexible and effective approach for enhancing manufacturing performance and supporting continuous improvement initiatives.
Menerapkan Metode PDCA dalam Menganalisis Strategi Optimasi dan Cost Down dalam Peningkatan Efisiensi Operasional di Perusahaan Otomotif Intan Mutiara I.; Alya Intan S.; Zharfan R.; Silwa A.; Yudi Prastyo
Journal of Science, Technology, and Innovation Vol 1 No 2 (2025): December: Inventa: Journal of Science, Technology, and Innovation
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/e5e4n124

Abstract

This study examines the application of the Plan-Do-Check-Act (PDCA) method in analyzing optimization strategies and cost down initiatives to improve operational efficiency in an automotive company. A qualitative descriptive approach was employed using internal company documents, cost reports, and process improvement records related to packing activities. The findings reveal that the implementation of PDCA enabled the company to identify non-value-added activities, optimize packing materials, and redesign packaging processes without compromising product quality. As a result, annual packing costs were reduced from Rp 65,642,400 to Rp 21,694,500, generating total savings of Rp 43,947,900. The results demonstrate that systematic process evaluation and continuous improvement contribute significantly to cost efficiency and operational stability. Furthermore, the integration of PDCA with cost down strategies strengthens coordination between operational and financial functions, supporting more effective managerial decision-making. This study confirms that PDCA is a practical and replicable framework for enhancing operational efficiency and cost control in the automotive manufacturing industry.
Co-Authors Adam Maulana Irfan Ade Omar Hidayat Ade Setiawan Adhi Danar Dono AGUS SETIAWAN Agus Yoga Nafasa Aji Wijayanto Aldi Allaudin alfian, Edi Alvi Octavianto Alya Intan S. Amalina Putri Salsabila Anas Nurrahman Andhika Danisvara Andi Nugroho Andriyas Sugiarto Anggit Nur Fauzy Anugrah Ramadhani Hidayah Warman Arul, Arul Aulia Deswita Bintang Dermawan Bintang Rafly Aryansyah Chairul Alfatory Dava Septiawan Devito Syachputra Dhimas Ramdhanni Dimas Alam Firmansyah Dimas Hardiansyah Dionisius Tegar Cahyadi Faiz El Farisi Fajar Jumadil Fadillah Feriyansah Feriyansah Ferry Budi Firmansyah Hafid Yuhafidin Hanif Zulfi Fauzan Hilmi Rabbani Ferdi Hilmy Fauzi Hilmy Fauzy Intan Mutiara I. Irvan Firdaus Jimmy Alfaruqi Ramadan Juliansyah, Eko Lalang Dintara Lastri Sulastri Lintang Putri Yuansyah Mahendra Mahendra MD. Rafifallah Medi Humaedi Mochamad Refly Robiansyah Mualim soleh Muhamad Annur Muhammad Adha Zidane Syahputra Andry Muhammad Bintang Aditya Azzami Muhammad Daffa Ichsan Muhammad Naufal Herdian Muhammad Zidan Inprasepta Muslihun Muslihun Nandana Malik Prayata Naufal Fadli Efendi Nauval Fakhri Ardiansyah Rafli Alfariz Hadiansyah Ramadan, Gilang Ramadhani, Rizky Reyhandi Reza Aurora S Ridwan Setiawan Riska Anggun Sucianingrum Rizki Saputra Rizky Ramdani Miftahul Fadilah Shofiyaturrahmah Shofiyaturrahmah Sikus Wanda Silwa A. Suhendra Syafrian Eko Nugroho Syahrul Mubarok Taufiq Siamuddin Tio Ramadan Triana Ambarwati WIJAYANTO WIJAYANTO Yuni Anggita Putri Zharfan R. Ziqhi Nurrahman