Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS TONDANO SELATAN Lumowa, Fresy; Wetik, Syenshie; Rakinaung, Natalia
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v1i3.45

Abstract

Kesehatan Ibu dan anak adalah salah satu jaminan tolak ukur dari berhasilnya tatanan kesehatan dalam suatu negara. UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan mendukung adanya hak setiap anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimana didalamnya hak tersebut didapatkan sejak anak dalam kandungan , begitu juga dengan kesehatan ibu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan tepat guna untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.Keberhasilan pelaksanaan pelayanan KIA di puskesmas salah satunya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang dikelolah oleh bidan yang berkompeten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bidan pelaksana KIA di puskesmas dalam melakukan pelayanan KIA dipuskesmas serta sistem rujukan yang berlaku dalam pelayanan KIA puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain penlitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam pada 4 orang responden. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa puskesmas melaksanakan pelayanan KIA Maternal setiap hari senin sampai dengan sabtu dengan bidan pelaksana sebanyak 4 orang yang pada aplikasinya jumlah tenaga bidan pelaksana masih kurang sesuai dengan jadwal pelayanan, jumlah pasien yang datang, maupun program – program KIA diluar gedung puskesmas seperti program BIAN, vaksinasi, dan sebagainya. Bidan pelaksana KIA juga melakukan rujukan maternal melalui aplikasi p- care puskesmas sesuai dengan kondisi dan indikasi pasien yang perlu dirujuk meskipun dalam pengaplikasiannya terdapat banyak kendala.Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan KIA Maternal di puskesmas telah berjalan cukup baik dan pelayanan diberikan oleh bidan berkompeten meskipun jumlah bidan pelaksana puskesmas belum mencukupi untuk pelaksanaan semua program KIA Maternal, sehingga jika berada pada bulan BIAN, pelayanan KIA di puskesmas seringkali tidak terdapat petugas.Begitu pula dengan sistem rujukan maternal yang tidak bisa diberikan setiap hari, karena keterbatasan sistem aplikasi p- care dan jadwal pelayanan p- care yang hanya sampai hari jumat, sementara hari pelayanan KIA hingga hari sabtu.
Kajian Faktor Ekonomi Sebagai Determinan Kejadian Stunting: Economic Factors As Determinants of Stunting Among Children Rakinaung, Natalia; Laka, Angela; Pasulu, Theresetty
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8316

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia 0–59 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan di bawah standar usia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu keterbatasan ekonomi keluarga. Stunting berdampak pada gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan verbal, keterlambatan perkembangan otak, gangguan metabolisme, pertumbuhan fisik yang tidak optimal, serta berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan faktor ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu, Kabupaten Toraja Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu. Sampel berjumlah 86 ibu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner demografi yang berfokus pada variable pendapatan keluarga. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara faktor ekonomi dengan kejadian stunting. Nilai signifikansi tersebut (p ≤ 0,005) mengindikasikan bahwa faktor ekonomi berperan dalam terjadinya stunting pada anak balita. Kesimpulan: Faktor ekonomi berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak balita. Kata kunci ; Faktor Ekonomi, Kejadian Stunting  
Patterns of Bullying Behavior in Undergraduate Nursing Student Rakinaung, Natalia Elisa
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2373

Abstract

Bullying behaviour patterns among undergraduate nursing students are a worrying problem that can negatively affect the classroom, student well-being, and the standard of patient care. The study investigated the patterns of bullying behaviour in undergraduate nursing students. This observational study was conducted with 62 undergraduate students using the purposive sampling technique in 2-4 years nursing students. As a research instrument, the revised Olweus bully/victim questionnaire (OBVQ-R) was administered to students. The data were analysed using descriptive analysis in SPSS version 26.0. The data showed that there were 10 patterns of bullying performed and received by nursing students in this study. In the category of victimisation, the highest pattern performed was spread rumours/lies talk (48.4%), followed by mean names (37.1%). In the aggression scale that represents bullying, the most common complaints are "call mean names" (32.3%), followed by "excluded from group" (25.6%). To address various forms of bullying behaviour in the nursing school environment, it is suggested that nursing schools provide bullying prevention programmes and counselling to nursing students.
EFEKTIFITAS EDUKASI KESEHATAN DENGAN METODE TELENURSING DALAM MENANGGULANGI KECENDERUNGAN SIKAP SEKS BEBAS PADA REMAJA Tiwow, Irene; Rakinaung, Natalia; Geneo, Martinus; Budiawan, Helly
Lasalle Health Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Free sex is a sexual behavior that is driven by a desire carried out by both the same sex and the opposite sex without any marriage ties. However, there are still many adolescent who fall into free sex. This can make many generations of young people drop out of school due to free sex and sexually transmitted diseases can occur. Objective: The purpose of this study is to provide health education about the impact of free sex on adolescents by using telenursing method which is expected to increase adolescents' good attitudes towards free sex. Method: This research is a quantitative research with a quasi-experimental research design with one group pre and post-test. Respondents from this study were adolescent who lived in Sarongsong 1 Village, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province. Indonesia. Respondent in this research are 23 adolescent by using a total sampling technique. The statistical test used in this study was paired t-test with a significant value p-value<0.05. Results: The results showed the attitude of the respondents during the pretest; the mean is 65.70 and the post-test is 73.70 with P-value = 0.000. Conclusions: so, it can be concluded that health education about the impact of free sex on adolescents using the telenursing method is significantly effective in increasing adolescents' good attitudes towards free sex. It is hoped that the results of this study can add insight to nurses about health education methods for adolescents, especially related to free sex and hopefully health education about the impact of free sex on adolescents by using telenursing method can be used in health services for adolescents.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENANGANAN QUARTER LIFE CRISIS TERHADAP SIKAP MAHASISWA TINGKAT AKHIR Paramita Pontolondo; Natalia Rakinaung; Angela A.M.L Laka
Lasalle Health Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Quarter-life crisis merupakan fase krisis emosional yang umum dialami oleh individu usia 20–30 tahun, termasuk mahasiswa tingkat akhir, yang dihadapkan pada tekanan akademik, tuntutan karier, dan ketidakpastian masa depan. Objektif: Untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam penanganan Quarter-life crisis terhadap sikap mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-experimen dengan pendekatan one-group pretest-postttest design. Lokasi penelitian dilaksanakan di Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado. Populasi adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan dengan jumlah 68 mahasiswa, menggunakan total sampling n = 68. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan dari sikap mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tentang penanganan Quarter-life crisis (Z = -5.388 dengan p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi kesehatan tentang penanganan Quarter-life crisis efektif dalam meningkatkan sikap mahasiswa ke arah positif.