Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

P PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA BALITA DIPENGARUHI OLEH TINGKAT PENGETAHUAN DAN SELF-EFFICACY Pasang, Melani; Rakinaung, Natalia Elisa; Wetik, Syenshie Virgini
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v3i2.635

Abstract

Salah satu masalah kesehatan bagi balita yang insidennya terus meningkat dan menjadi ancaman adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Ibu yang memiliki anak balita memegang peran penting dalam upaya pencegahan penyakit tersebut. Level pengetahuan yang baik serta self-efficacy yang tinggi dapat memengaruhi perilaku ibu dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan. Tanpa keyakinan diri dan motivasi yang cukup, ibu mungkin mengalami kesulitan dalam menjalankan perilaku pencegahan yang efektif. Oleh karena itu, pengetahuan dan self-efficacy ibu menjadi faktor utama dalam menurunkan risiko kejadian DBD pada balita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara level pengetahuan dan self-efficacy ibu dengan perilaku pencegahan DBD pada balita di Desa Sidey Baru, Kabupaten Manokwari. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Sidey Baru, Kabupaten Manokwari = 85 orang sehingga sampel (n) berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku pencegahan DBD, pengetahuan dan self-efficacy. Berdasarkan hasil uji korelasi non-parametrik Spearman, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan DBD pada balita (p = 0,016), serta antara self-efficacy ibu dengan perilaku pencegahan DBD (p = 0,000). Kedua nilai p tersebut lebih kecil dari batas signifikansi (p ≤ 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa baik pengetahuan maupun self-efficacy ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan DBD pada balita. Hasil ini berkontribusi bagi instansi terkait untuk meningkatkan edukasi dan pemberdayaan ibu untuk mendukung perilaku pencegahan DBD pada balita.
ANALISIS PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI PUSKESMAS TONDANO SELATAN Lumowa, Fresy; Wetik, Syenshie; Rakinaung, Natalia
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v1i3.45

Abstract

Kesehatan Ibu dan anak adalah salah satu jaminan tolak ukur dari berhasilnya tatanan kesehatan dalam suatu negara. UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan mendukung adanya hak setiap anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dimana didalamnya hak tersebut didapatkan sejak anak dalam kandungan , begitu juga dengan kesehatan ibu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan tepat guna untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.Keberhasilan pelaksanaan pelayanan KIA di puskesmas salah satunya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang dikelolah oleh bidan yang berkompeten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bidan pelaksana KIA di puskesmas dalam melakukan pelayanan KIA dipuskesmas serta sistem rujukan yang berlaku dalam pelayanan KIA puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain penlitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam pada 4 orang responden. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa puskesmas melaksanakan pelayanan KIA Maternal setiap hari senin sampai dengan sabtu dengan bidan pelaksana sebanyak 4 orang yang pada aplikasinya jumlah tenaga bidan pelaksana masih kurang sesuai dengan jadwal pelayanan, jumlah pasien yang datang, maupun program – program KIA diluar gedung puskesmas seperti program BIAN, vaksinasi, dan sebagainya. Bidan pelaksana KIA juga melakukan rujukan maternal melalui aplikasi p- care puskesmas sesuai dengan kondisi dan indikasi pasien yang perlu dirujuk meskipun dalam pengaplikasiannya terdapat banyak kendala.Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan KIA Maternal di puskesmas telah berjalan cukup baik dan pelayanan diberikan oleh bidan berkompeten meskipun jumlah bidan pelaksana puskesmas belum mencukupi untuk pelaksanaan semua program KIA Maternal, sehingga jika berada pada bulan BIAN, pelayanan KIA di puskesmas seringkali tidak terdapat petugas.Begitu pula dengan sistem rujukan maternal yang tidak bisa diberikan setiap hari, karena keterbatasan sistem aplikasi p- care dan jadwal pelayanan p- care yang hanya sampai hari jumat, sementara hari pelayanan KIA hingga hari sabtu.
Patterns of Bullying Behavior in Undergraduate Nursing Student Rakinaung, Natalia Elisa
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2373

Abstract

Bullying behaviour patterns among undergraduate nursing students are a worrying problem that can negatively affect the classroom, student well-being, and the standard of patient care. The study investigated the patterns of bullying behaviour in undergraduate nursing students. This observational study was conducted with 62 undergraduate students using the purposive sampling technique in 2-4 years nursing students. As a research instrument, the revised Olweus bully/victim questionnaire (OBVQ-R) was administered to students. The data were analysed using descriptive analysis in SPSS version 26.0. The data showed that there were 10 patterns of bullying performed and received by nursing students in this study. In the category of victimisation, the highest pattern performed was spread rumours/lies talk (48.4%), followed by mean names (37.1%). In the aggression scale that represents bullying, the most common complaints are "call mean names" (32.3%), followed by "excluded from group" (25.6%). To address various forms of bullying behaviour in the nursing school environment, it is suggested that nursing schools provide bullying prevention programmes and counselling to nursing students.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENANGANAN QUARTER LIFE CRISIS TERHADAP SIKAP MAHASISWA TINGKAT AKHIR Pontolondo, Paramita; Rakinaung, Natalia; Laka, Angela A.M.L
Lasalle Health Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Quarter-life crisis merupakan fase krisis emosional yang umum dialami oleh individu usia 20–30 tahun, termasuk mahasiswa tingkat akhir, yang dihadapkan pada tekanan akademik, tuntutan karier, dan ketidakpastian masa depan. Objektif: Untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam penanganan Quarter-life crisis terhadap sikap mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-experimen dengan pendekatan one-group pretest-postttest design. Lokasi penelitian dilaksanakan di Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado. Populasi adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir Fakultas Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan dengan jumlah 68 mahasiswa, menggunakan total sampling n = 68. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan dari sikap mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tentang penanganan Quarter-life crisis (Z = -5.388 dengan p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi kesehatan tentang penanganan Quarter-life crisis efektif dalam meningkatkan sikap mahasiswa ke arah positif.
INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS DAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA Tigau, Putri Vitriana Yosevin; Rakinaung, Natalia Elisa; Tiwatu, Filia Veronica
Lasalle Health Journal Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik De La Salle Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan smartphone yang intensif pada remaja dapat menimbulkan dampak bahaya secara luas, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, performa akademik yang buruk, serta risiko depresi dan kecemasan. Faktor-faktor seperti paparan cahaya biru dan penggunaan smartphone pada malam hari juga berperan dalam memperburuk gangguan tidur remaja. Selain itu, remaja yang terlalu sering menggunakan smartphone cenderung mengalami penurunan interaksi sosial langsung, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan kualitas tidur dan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 1 Modoinding. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh siswa/I kelas X SMA Negeri 1 Modoinding dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Waktu penelitian Mei 2024. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan smartphone tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas tidur diperoleh nilai (p=1,000). Sedangkan intensitas penggunaan smartphone mempunyai hubungan yang signifikan dengan interaksi sosial diperoleh nilai (p=0,018). Kesimpulan: Intensitas penggunaan smartphone tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas tidur pada remaja, sedangan intensitas penggunaan smartphone memiliki hubungan yang signifikan dengan remaja.
Kajian Faktor Ekonomi Sebagai Determinan Kejadian Stunting: Economic Factors As Determinants of Stunting Among Children Rakinaung, Natalia; Laka, Angela; Pasulu, Theresetty
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8316

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia 0–59 bulan yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan di bawah standar usia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu keterbatasan ekonomi keluarga. Stunting berdampak pada gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan verbal, keterlambatan perkembangan otak, gangguan metabolisme, pertumbuhan fisik yang tidak optimal, serta berpotensi meningkatkan beban pembiayaan kesehatan di masa depan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan faktor ekonomi terhadap kejadian stunting pada anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu, Kabupaten Toraja Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Sa’dan Ulusalu. Sampel berjumlah 86 ibu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner demografi yang berfokus pada variable pendapatan keluarga. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya hubungan signifikan antara faktor ekonomi dengan kejadian stunting. Nilai signifikansi tersebut (p ≤ 0,005) mengindikasikan bahwa faktor ekonomi berperan dalam terjadinya stunting pada anak balita. Kesimpulan: Faktor ekonomi berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak balita. Kata kunci ; Faktor Ekonomi, Kejadian Stunting