Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Pengendalian Hiperurisemia melalui Skrining dan Edukasi pada Populasi Dewasa di Gereja Asisi Jakarta Tambunan, Nicholas Albert; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Johan, Richver Framanto; Haryanto, Ines
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.189

Abstract

Hyperuricemia is a medical condition characterized by an increase in uric acid levels in the blood above normal limits, which can trigger various metabolic complications such as gouty arthritis, urate nephropathy, and cardiovascular disease. In the early stages, hyperuricemia is often asymptomatic, therefore routine investigation of uric acid level are an important step in early detection. The Community Service Program (PKM) implemented at the Asisi Church, Tebet District, aims to increase public awareness of the importance of early detection of hyperuricemia through blood uric acid level screening activities. This activity uses the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach, which includes capillary blood tests with Point-of-Care Testing (POCT) tools and education on risk factors, symptoms, and prevention of hyperuricemia. Of the 68 participants, all participants showed uric acid levels within the normal range. These results emphasize the importance of education and routine screening efforts to maintain uric acid levels within normal limits, prevent complications in the future, and build public awareness of the importance of a healthy lifestyle to maintain quality of life sustainably.
Peran Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Komposisi Tubuh dalam Upaya Pencegahan Penyakit Metabolik di Jakarta Selatan Ruslim, Daniel; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Johan, Richver Framanto; Harsono, Axsel
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j3cdh748

Abstract

Komposisi tubuh yang tidak seimbang, terutama kelebihan lemak dan rendahnya massa otot, berhubungan erat dengan risiko metabolik jangka panjang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi ketidakseimbangan komposisi tubuh dan memberikan edukasi mengenai pola makan time-restricted eating sebagai strategi promotif pencegahan penyakit metabolik. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan komposisi tubuh menggunakan alat bioelectrical impedance analysis pada 65 peserta dewasa di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta Selatan, yang meliputi pengukuran persentase lemak tubuh, lemak viseral, dan massa otot rangka, kemudian hasilnya digunakan sebagai dasar edukasi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 69,23% peserta memiliki kadar lemak tubuh sangat tinggi, 89,23% berada dalam kategori massa otot rangka rendah, dan lebih dari separuh memiliki lemak viseral tinggi. Edukasi yang diberikan menekankan manfaat pengaturan waktu makan (time-restricted eating) dalam membantu menurunkan lemak tubuh dan mempertahankan massa otot. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi berbasis hasil pemeriksaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga komposisi tubuh ideal sebagai langkah pencegahan penyakit metabolik.
Pemeriksaan Kelembaban Kulit dan Edukasi Gaya Hidup: Kunci Pencegahan Kulit Kering pada Dewasa Awal Yudhitiara, Novia; Santoso, Alexander Halim; Gunaidi, Farell Christian; Anthony, Louis; Johan, Richver Framanto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i3.471

Abstract

Kulit yang sehat bergantung pada keseimbangan kadar air dan minyak untuk menjaga fungsi pelindungnya. Penurunan hidrasi dapat menyebabkan kulit kering (xerosis), meningkatkan risiko inflamasi, dan memicu gangguan dermatologis. Ketidakseimbangan ini juga mempercepat proses penuaan kulit dan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, deteksi dini kadar hidrasi kulit serta edukasi gaya hidup sehat sangat penting untuk mencegah kulit kering pada populasi dewasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Action), meliputi perencanaan kegiatan skrining, pelaksanaan pengukuran kadar air dan minyak kulit, evaluasi hasil, serta pemberian edukasi perawatan kulit bagi peserta dengan hasil abnormal. Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta yang dilakukan di Sekolah St. Yoseph, Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 4 orang (5.63%) memiliki kadar minyak dibawah normal dan 8 orang (8.46%) memiliki kadar air dibawah normal yang mengindikasikan bahwa peserta memiliki kulit yang kering. Oleh karena itu, penting dalam pemeliharaan hidrasi seperti asupan air yang cukup, penggunaan pelembap, dan pola hidup sehat. Deteksi dini hidrasi kulit serta edukasi efektif dalam pencegahan kulit kering dan peningkatan kualitas hidup.
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN DINI KADAR AIR, MINYAK, DAN HIDRASI KULIT : LANGKAH AWAL STRATEGI PROMOTIF-PREVENTIF TERHADAP PERMASALAHAN KULIT PADA MASYARAKAT Tan, Sukmawati Tansil; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Aziel, Disya Gwyneth; Johan, Richver Framanto
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3251

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lansia terhadap kesehatan kulit melalui edukasi dan pemeriksaan dini kadar air, minyak, dan hidrasi kulit sebagai langkah awal strategi promotif-preventif. Metode pengabdian yang digunakan adalah kegiatan skrining non-invasif menggunakan skin analyzer pada 99 partisipan lansia di Gereja Asisi, Jakarta Selatan, yang mencakup penyuluhan, pemeriksaan kadar air, minyak, dan hidrasi kulit, serta edukasi mengenai perawatan kulit dan faktor risiko kulit kering. Hasil pengabdian menunjukkan mayoritas peserta perempuan (71,7%) dengan rerata usia 71,85 ± 8,08 tahun; 30,3% partisipan memiliki kadar air kulit kategori dry, 62,6% oily; 66,7% memiliki kadar minyak berlebih; dan 79,8% termasuk kategori hidrasi moist dengan rerata hidrasi 54,28% ± 7,91. Temuan ini mengindikasikan variasi karakteristik kulit yang signifikan berdasarkan usia dan jenis kelamin, serta pentingnya intervensi edukatif dan perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi individu. Simpulan, program pengabdian ini efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan kulit, mendukung identifikasi dini masalah kulit, serta menjadi dasar strategi promotif-preventif yang berkelanjutan di tingkat komunitas.
Optimalisasi Skrining Kesehatan Mental melalui DASS-42 pada Masyarakat Kabupaten Lebak sebagai Upaya Promotif dan Preventif Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Alexandro, Cristian; Johan, Richver Framanto
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.617

Abstract

Gangguan kesehatan mental seperti depresi, ansietas, dan stres masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering tidak terdeteksi, terutama di komunitas dengan keterbatasan akses layanan medis formal seperti masyarakat di Kabupaten Lebak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan skrining kesehatan mental melalui penggunaan Depression, Anxiety, and Stress Scale-42 (DASS-42) sebagai alat deteksi dini yang sederhana, valid, dan mudah diimplementasikan. Program dilaksanakan pada 111 partisipan dewasa dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA), mencakup pengisian instrumen DASS-42, edukasi kesehatan mental, serta konseling individual bagi peserta berisiko. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan berada pada kategori normal untuk stres (96,4%), ansietas (90,1%), dan depresi (74,7%), dengan proporsi kecil mengalami gejala ringan hingga sedang. Perempuan lebih sering melaporkan gejala emosional dibanding laki-laki, sementara peningkatan skor cenderung ditemukan pada kelompok usia paruh baya hingga lanjut. Implementasi skrining DASS-42, yang dipadukan dengan edukasi tentang manajemen stres, peningkatan resiliensi, dan gaya hidup sehat, terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Program ini juga memperkuat peran kader dan tokoh adat dalam mendukung upaya promotif–preventif di tingkat komunitas. Dengan demikian, optimalisasi penggunaan DASS-42 dapat menjadi model intervensi berbasis komunitas yang efektif untuk deteksi dini, pencegahan gangguan emosional, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adat secara berkelanjutan.
Skrining Diabetes Sederhana: Gula Darah Sewaktu dan HbA1c pada Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman Martin, Alfianto; Santoso, Alexander Halim; Jap, Ayleen Nathalie; Johan, Richver Framanto
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/drksn621

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok usia produktif, terutama di lingkungan kerja dengan aktivitas sedentari dan tekanan tinggi. Pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dan HbA1c menjadi metode sederhana yang dapat digunakan untuk mendeteksi dini risiko diabetes. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Sebanyak 57 karyawan perkantoran aktif di Kawasan Sudirman berpartisipasi dalam pemeriksaan GDS dan HbA1c. Data diperoleh melalui pengambilan darah kapiler dengan alat digital, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan variasi kadar GDS dan HbA1c antarindividu. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal kondisi glikemik karyawan, dengan sebagian responden berada pada kisaran yang memerlukan perhatian. Hasil ini menegaskan adanya potensi risiko diabetes pada pekerja kantoran dengan gaya hidup sedentari dan beban kerja tinggi. Kesimpulan: Skrining sederhana menggunakan GDS dan HbA1c di tempat kerja terbukti efektif sebagai langkah deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan metabolik. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan perusahaan untuk pencegahan diabetes.
Optimalisasi Edukasi Kesehatan dengan Pemeriksaan Spirometri pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat Hadisono, Hadisono; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi; Johan, Richver Framanto
Journal of Community Service and Society Empowerment Том 4 № 01 (2026): Journal of Community Service and Society Empowerment
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jcsse.v4i01.2113

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a health problem with increasing prevalence in aging populations, contributing to a decline in the quality of life among older adults. This community service program aimed to optimize health education through spirometry assessments in an urban population. The activity was conducted at Asisi Church, South Jakarta, involving 99 participants (mean age 71.85±8.08 years; majority female 71.7%). Pulmonary function was assessed by spirometry, measuring FVC, FEV1, and FEV1/FVC ratio. Results showed that most participants exhibited a restrictive pattern, with reduced FVC (mean 58.8%; 89.9% decreased) and FEV1 (67%; 77.8% decreased), although the FEV1/FVC ratio remained within the normal range (91.9%). These findings highlight that the decline in lung capacity is more prominent in urban older adults. Integrating simple screening with health education sessions proved effective as a promotive–preventive strategy to raise community awareness regarding regular monitoring of lung function and adopting sustainable healthy lifestyles.