Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ENGLISH CLUB FOR YOUTH: WADAH KREATIF PEMUDA PERBATASAN DALAM MENGUASAI BAHASA INGGRIS Tuti, Tuti; Sijono, Sijono; Ilinawati, Ilinawati
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v4i1.4864

Abstract

Penguasaan bahasa Inggris menjadi keterampilan esensial bagi pemuda di daerah perbatasan guna meningkatkan peluang akademik dan profesional mereka. Kegiatan English Club for Youth ini bertujuan untuk menganalisis peran English Club sebagai wadah kreatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pemuda di wilayah perbatasan. Salah satu langkah utama dalam program ini adalah meningkatkan akses terhadap sumber daya pembelajaran dengan mengidentifikasi kebutuhan materi, mengumpulkan bahan ajar melalui donasi atau kerja sama, serta mendistribusikan materi dalam bentuk cetak dan digital. Selain itu, program ini mengembangkan akses e-learning agar peserta dapat belajar secara fleksibel. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas penggunaan sumber daya yang telah disediakan. Adapun hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah terbentuknya Komunitas Belajar Bahasa Inggris. Komunitas tersebut berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung bagi peserta untuk berlatih bahasa Inggris secara aktif. Selain itu, kegiatan ini telah berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris, kepercayaan diri, serta motivasi belajar para peserta. Program ini tidak hanya menyediakan akses pembelajaran yang lebih baik melalui materi dan sesi interaktif, tetapi juga membentuk komunitas belajar yang aktif dan berkelanjutan.Program ini merekomendasikan pengembangan program yang lebih terstruktur dan kolaborasi dengan institusi pendidikan untuk mendukung keberlanjutan English Club di komunitas perbatasan.Kata kunci: English Club, pemuda perbatasan, pembelajaran bahasa Inggris, kreativitas, komunitas belajar 
KONSTRUKSI IDENTITAS BILINGUAL: SURVEI SIKAP GENERASI MUDA DAYAK TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Tuti, Tuti; Sijono, Sijono
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.504

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap generasi muda Dayak terhadap pembelajaran bahasa Inggris dan keterkaitannya dengan pelestarian identitas budaya lokal. Meskipun bahasa Inggris semakin berperan sebagai lingua franca global dan simbol modernitas, kekhawatiran tetap muncul mengenai potensi dampaknya terhadap bahasa dan identitas lokal, khususnya pada komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 150 responden berusia 15–25 tahun di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan studi dokumen, serta divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Dayak memiliki sikap sangat positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris dan memandangnya sebagai keterampilan penting untuk pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi global. Namun, mereka tidak menganggap penguasaan bahasa Inggris sebagai ancaman terhadap identitas budaya. Sebanyak 89,6% responden menyatakan tidak setuju bahwa belajar bahasa Inggris menyebabkan mereka meninggalkan budaya Dayak, dan 94,8% tetap merasa memiliki ikatan kuat dengan identitas Dayak mereka. Sikap ini mencerminkan kematangan budaya, ketahanan budaya, serta munculnya identitas bilingual yang memungkinkan identitas global dan lokal hidup berdampingan secara harmonis. Responden juga menekankan peran keluarga, sekolah, dan lembaga adat dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Dayak. Penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi berbahasa Inggris dan pelestarian budaya lokal bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat saling memperkuat dalam proses negosiasi identitas di era global. Temuan ini menyoroti pentingnya model pendidikan dwibahasa berbasis budaya untuk memberdayakan generasi muda adat agar mampu bersaing secara global sekaligus menjaga warisan leluhur.   Kata kunci: Generasi Muda Dayak, Identitas Bilingual, Pelestarian Bahasa Adat, Sikap Pembelajaran Bahasa Inggris, Survei Kualitatif.