Muktamiroh, Ririn
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gamifikasi sebagai Strategi Efektif dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pendidikan Agama Islam Kutbaniyah, A'imatul; Muktamiroh, Ririn; Bashith, Abdul
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v6i1.10948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan gamifikasi dalam meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Di tengah kemajuan teknologi dan inovasi dalam metode pengajaran, gamifikasi menawarkan pendekatan yang menarik dan melibatkan siswa secara aktif sebagai solusi atas tantangan dalam dunia pendidikan. Dengan memanfaatkan elemen-elemen permainan seperti poin, level, tantangan, dan hadiah, gamifikasi diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta mendorong partisipasi siswa secara lebih aktif dalam pembelajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi pengaruh gamifikasi terhadap pemahaman materi PAI dan peningkatan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar, mempermudah pemahaman konsep-konsep ajaran Islam, serta mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dalam pembelajaran. Dengan demikian, gamifikasi dapat dilihat sebagai strategi yang efektif untuk mengoptimalkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya di tengah perkembangan dunia digital saat ini.
Revitalisasi Pendidikan Islam melalui Nilai-Nilai Tasawuf: Menggali Kearifan Spiritual di Tengah Tantangan Modernitas Kutbaniyah, A’imatul; Muktamiroh, Ririn; Hanafi, Sal Shakhiba Albira Nanda; Rosyidah, Azizatur
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 9 No 2 (2025): Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v9i2.2616

Abstract

Modernization and technological advancement bring both positive and negative impacts on human life, including spiritual crises and the loss of existential meaning. Sufism, as a spiritual legacy of Islam, offers solutions through the purification of the soul, moral cultivation, and closeness to God. This study employs a descriptive-analytical qualitative approach, utilizing literature review and an examination of contemporary phenomena to explore the relevance of Sufi values in addressing the challenges of modernity. The findings indicate that the revitalization of Sufism can serve as a paradigm in Islamic educational praxis. Core values such as tazkiyat al-nafs (self-purification), tawakkal (trust in God), ṣabr (patience), zuhd (asceticism), and universal compassion are highly relevant for application in Islamic education to shape a generation with strong character, tolerance, and divine consciousness. This revitalization responds to the demands of the contemporary era and holds the potential to become a transformative force in building a humanistic and civilized society.
Reaktualisasi Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam Membangun Pendidikan Islam yang Transformatif bagi Generasi Milenial Muktamiroh, Ririn; Prabowo, Sugeng Listyo
Educational Studies and Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/e1w1qs07

Abstract

Generasi milenial hidup dalam era disrupsi digital yang sarat dengan perubahan nilai, budaya, dan orientasi moral. Tantangan globalisasi, sekularisasi, serta krisis keteladanan menuntut hadirnya model kepemimpinan yang mampu menginspirasi dan mentransformasi paradigma pendidikan Islam secara komprehensif. Artikel ini berupaya mereaktualisasi kepemimpinan intelektual dan spiritual Sultan Muhammad Al-Fatih sebagai paradigma pendidikan Islam yang transformatif bagi generasi milenial Muslim. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan kajian literatur historis-filosofis, penelitian ini menelusuri nilai-nilai kepemimpinan Al-Fatih seperti visi tauhidik, integrasi ilmu dan iman, disiplin intelektual, serta orientasi peradaban. Reaktualisasi nilai-nilai tersebut menunjukkan relevansi strategis dalam membentuk sistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Qur’ani dan profetik. Hasil kajian ini menegaskan bahwa model kepemimpinan Al-Fatih dapat dijadikan inspirasi dalam membangun generasi milenial Muslim yang berkarakter unggul, visioner, dan berorientasi pada kemajuan umat serta peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Integrasi Filsafat, Teologi, dan Tasawuf: Relevansinya dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Yang Holistik Muktamiroh, Ririn; Rossidy, Imron
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan integrasi filsafat, teologi, dan tasawuf dan relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik yang holistik, dengan menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur sebagai pengumpulan datanya. Analisis dilakukan dengan membandingkan konsep-konsep utama dalam filsafat, teologi, dan tasawuf, serta relevansinya terhadap pengembangan karakter bagi peserta didik dalam konteks pendidikan modern. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filsafat, teologi dan tasawuf memiliki relevansi dalam pembentukan karakter secara holistik. Filsafat berkontribusi terhadap pengembangan IQ, dengan mengajarkan peserta didik untuk berpikir kritis, analitis, dan logis. Sementara itu, teologi berkontribusi terhadap pengembangan EQ, yang memperkenalkan nilai-nilai moral dan etika yang membimbing individu dalam memahami hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama makhluk sosial. Sedangkan tasawuf berkontribusi terhadap pengembangan SQ, yang mengajarkan peserta didik tentang kedalaman spiritual, pengendalian diri, dan pencarian makna hidup yang lebih dalam.