Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG PADA RUAS JALAN KERTAJAYA INDAH TIMUR SURABAYA DENGAN LUMPUR LAPINDO Gati Sri Utami; Untung Usaha
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Peningkatan Teknologi Terapan di Industri dan Infrastruktur untuk Kemajuan Bangsa
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heavy rainfalls have been known to be the cause of most of the slope failures in the world. It was suggested that the existence of cracks inside soils and slopes should be the main factors causing the slope to become very vulnerable under heavy to very heavy rain. Also, the easy draining condition along the cracks makes any type of slope to appear as behaving like sand when subjected to heavy rainfalls. The geotechnical engineering implications of this finding are, among others: much higher permeability values of soil in field, the Triaxial test results are no longer valid, special testing procedure is to be introduced for soil strength parameters, and much lower safety factors obtained for slopes than conventionally estimated. The remedial measures are somewhat suggested, such as installation of sub-drains system inside the slope, the use of ground anchor with high prestressing loads, and combinations with other soil reinforcement methods.
Analisis Perbandingan Antara Wirtgen Type Sp-500 Dan Alat Angkut Truck Mixer Pada Pekerjaan Rigid Pavement Ditinjau Dari Segi Waktu Dan Biaya Pada Proyek Jalan Tol Surabaya – Mojokerto Seksi 1b Siti Choiriyah; Gati Sri Utami; Muhammad Nur Saifudin
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan tol sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dan mempersingkat jarak. Pekerjaan jalan tol Surabaya – Mojokerto 1B terbagi konstruksinya menjadi dua yaitu integral bridge dan timbunan, perencanaan jalannya yaitu rigid pavement, untuk pelaksanaannya menggunakan alat berat Wirtgen type sp-500, Excavator, Dump truck, dan Truck mixer. Penelitian ini membandingkan antara pekerjaan rigid pavement menggunakan metode mekanik (Wirtgen type sp 500) dengan manual (truck mixer), untuk mengetahui produktivitas, biaya, dan waktu. Dari analisis biaya dengan wirtgen type sp-500 lebih efisien dengan total biaya langsung Rp.10,826,959,865.70. Dari segi waktu pelaksanaannya wirtgen type sp 500 juga lebih efektif dapat menyelesaikan pekerjaan dengan durasi waktu 16 hari. Sedangkan total biaya truck mixer sebesar Rp.11,314,161,143.18 dengan durasi 29 hari Adapun kelebihan dari wirtgen type sp 500 pelaksanaannya lebih cepat sedangkan dari segi kekuranganya wirtgen type sp 500 tidak bisa menerima slump beton 5±2. Maka dengan ini alat angkut wirtgen type sp 500 bisa digunakan sebagai alternatif pemilihan metode alat angkut yang efektif dengan biaya yang efisien apabila digunakan terutama pada proyek jalan tol dalam skala panjang.
ANALISIS PEMANFAATAN KAPUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH LEMPUNG DITINJAU DARI KUAT GESER Gati Sri Utami; Abdul Haris H A
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Inovasi Teknologi Infrastruktur Berwawasan Lingkungan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuat geser tanah adalah kemampuan tanah untuk menahan gaya-gaya yang menyebabkan kelongsoran, keruntuhan dan pergeseran tanah. Keamanan suatu struktur geoteknik tergantung pada kekuatan tanah, jika tegangan yang bekerja pada tanah lebih besar dari kekuatan yang tersedia maka struktur geoteknis tersebut akan runtuh. Sedangkan parameter untuk mengetahui kuat geser tanah berdasarkan nilai tegangan geser, kohesi dan sudut geser dalam.Kapur salah satu bahan stabilisasi tanah lempung secara kimiawi, dikarenakan adanya unsur cation Ca2+ pada kapur dapat memberikan ikatan antar partikel yang lebih besar untuk melawan sifat mengembang dan dapat menaikan daya dukung tanah.Pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pemanfaatan kapur sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ditinjau dari kuat geser tanah. Tujuannya seberapa besar pengaruh penambahan kapur pada tanah lempung terhadap nilai tegangan geser, kohesi atau sudut geser dalam.Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan data hasil uji di laboratorium, meliputi uji kepadatan, kuat geser langsung dan kuat tekan bebas.Hasil penelitian kapur sebagai bahan stabilisasi tanah lempung dapat meningkatkan kepadatan, kuat geser tanah berdasarkan nilai tegangan geser dan kohesi. Pada awalnya tanah lempung termasuk tanah yang sangat lunak (C : 0,116kg/cm2) setelah ditambah kapur menjadi cukup keras (C : 0,373 kg/cm2). Prosentase optimum penambahan kapur supaya menjadikan tanah lempung dalam katagori cukup keras pada prosentase 10%.
The Effect of Using Styrofoam As Additional Material For Asphalt Concrete Layer (Laston) – WC With BNA BLE Arintha Indah Dwi Syafiarti; Fadlil Jalil Aslim; Gati Sri Utami; Ratih Sekartadji
Jurnal IPTEK Vol 26, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2022.v26i1.2433

Abstract

Asphalt concrete layer (laston) has a high degree of flexibility so that placing it directly on top of layers such as AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) makes this layer vulnerable to damage due to high temperatures and heavy traffic loads. The type of damage that often occurs in the laston is the release of granules and cracks. Styrofoam is a type of plastic polymer that is thermoplastic when heated it becomes soft and hardens when cold. When mixed with gasoline, styrofoam will soften and can function as an adhesive. This study was to determine the value of Marshall characteristics in the addition of styrofoam into the asphalt.variations used for styrofoam content are 1%, 1.5%, 2% with asphalt content of 4.5%, 5.0%, 5.5%, 6.0%. The results showed that the optimum asphalt value was obtained at 6% asphalt content. And the mixture that meets the requirements is the addition of 1% styrofoam. Higher content of styrofoam will reduce the value of the melt (flow) and will reduce the value of Marshall stability.
Pengaruh Waktu Pemeraman Pada Stabilisasi Tanah Lempung dengan Campuran Limbah Batu Gamping di Tinjau dari Kuat Geser Tanah Oktovianus Kambu; Gati Sri Utami
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.83 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i1.937

Abstract

Tanah dasar berjenis marine soft clay yang terbentuk dari sedimentasi pelapukan biota laut. Jika tanah dasar tersebut mempunyai daya dukung rendah dan kembang susut yang tinggi, maka bangunan yang ada diatas tanah tersebut sering mengalami kerusakan seperti tanah di daerah Wonorejo Timur. Sehingga sebelum tanah tersebut digunakan sebagai tanah dasar, diperbaiki terlebih dahulu. Salah sat metode yang digunakan untuk memperbaiki adalah dengan stabilisasi dengan campuran limbah batu gamping. Prosentase campuran adalah 6%,9%,12% dengan pemeraman 6, 12, 18 hari. Pengujian laboratorium meliputi: Analisa Saringan, Atterberg Limit, standartProctor, dan Direct Shear. Hasil pengujiantanah lempung Wonorejo Timur sebelum distabilisasi dengan campuran limbah batu gampingadalah nilai Indek Plastisitas (IP) = 40,55% dengan nilai kohesi (C) = 0.1394 Kg/cm2 dan sudut geser dalam (?) =23,96­­o. Penambahan prosentase limbah batu gamping dan waktu pemeraman pada stabilisasi tanah lempung dapat menurunkan sifat plastisitas dan menaikan parameter kuat geser. Nilai indek plastisitas terkecil pada campuran 12% waktu pemeraman 18 hari (IP = 16.37%) nilai kohesi terbesar pada campuran 12% pemeraman 12 hari (C = 0.3467Kg/cm2) dan sudut geser dalam pada 12% pemeraman 18 hari (Ø = 81.73?). Prosentase limbah batu gamping optimum sebagai campuran stabilisasi tanah lempung adalah batu gamping 12 % dengan pemeraman 12 hari baik untuk menurunkan sifat plastisitas dan menaikan nilai parameter kuat geser tanah.
Perbaikan Tanah Lunak Kombinasi Preloading dengan Prefabricated Vertical Drain Studi Kasus Rencana Tanggul Lapindo Porong M. Noer Hamsyah; Gati Sri Utami
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.671 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i2.1341

Abstract

Sidoarjo mud is a volcanic mudflow disaster which until now still emits massive mud, therefore the PPLS plans to increase the construction of the embankment on the east side of the main embankment area to increase the strength of the embankment so that it can anticipate if one day there is an overflow so it does not penetrate the area. other. In the previous soil investigation stage, it was shown that the embankment area had subgrade with a relatively small N-SPT value with a thick soft soil layer up to a depth of 30 meters. The construction of this embankment is planned to be built on subgrade conditions which are classified as soft soil so that in the process before the construction of the embankment is very necessary with the improvement of the subgrade.The method of improving soft soil with thickness is proposed using a combination of preloading with PVD to accelerate settlement.To obtain a design height of 5.50 m, the required initial embankment height is 6.77 m with a compression of 1.307 m. The preloading system without the combination of PVD the time a consolidation degree of 90% (U = 90%) for 82.34 years. While the combination preloading system with PVD size 10 x 0.5 cm with a rectangular installation pattern and installation distance (S) 0.80 m, the time consolidation degree 90% (U = 90%) for 3 weeks. Implementation of gradual hoarding at a rate of 0.5 / week for 14 weeks
ANALISIS KOMBINASI FONDASI DANGKAL DAN TIANG BOR DITINJAU DARI DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TERHADAP BEBAN KERJA Achmad Rochim; Gati Sri Utami
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFondasi merupakan suatu sistem rekayasa yang bekerja sebagai penerus beban dan beratnya sendiri ke dalam tanah yang terletak di bawah fondasi. Perhirtungan daya dukung fondasi dan penurunann dilakukan dengan memperhatikan data tanah, beban yang diterima oleh fondasi, kedalaman tiang, dimensi tiang, dan jarak antar tiang.Penelitian ini  menganalisis daya dukung dan penurunan kombinasi fondasi dangkal dan tiang bor untuk menahan beban bangunan diatasnya, dengan tujuan bahwa dalam perencanaan fondasi memenuhi persyaratan daya dukung dan penurunan. Daya dukung fondasi dangkal menggunakan metode dari Terzhagi, sedangkan untuk fondasi tiang bor menggunakan 3 metode, yaitu metode Luciano Decourt, Meyerhoff, dan Reese Wright. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai daya dukung fondasi serta besar penurunan yang terjadi.Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kapasitas dukung memenuhi persyaratan pada kedalaman minimal 44 m.  sedangkan untuk penurunan kelompok tiang tidak memenuhi standar SNI 8460 2017, sehingga kedalaman tiang ditambah menjadi 46 m untuk memperoleh penurunan yang lebih kecil dari 15cm.
Evaluasi Kedalaman Fondasi Tiang Pancang terhadap Beban Maksimum atau Distribusi Beban (Study Kasus Pembangunan Rumah Kos 4 Lantai Jl. Siwalankerto Timur /8) Gati Sri Utami; Mega Kartika Sari R; Mila Kusumawardani; Arintha Indah DS; Theresia MCA
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jts.2023.v4i1.4170

Abstract

The foundation is part of an engineering system that transmits the working load and self-weight into the soil or rock. The construction of a 4-storey boarding house with a land area of 1000m² located on Jalan Siwalankerto Timur II/8 Surabaya has been planned using a bore pile foundation with a diameter of 40 cm and a depth of 13m. This study re-planned the initial design of the foundation with pile foundations based on the analysis of the forces in the auxiliary program structure. The purpose of re-planning is to determine the depth of the pile foundation according to the load distribution received by each pile in a group.Based on the analysis of the bearing capacity of the pile foundation using the Mayerhoff method and the structural analysis of the auxiliary program, the results obtained are the bearing capacity of the pile foundation with a diameter of 40 cm, the deeper the value increases. Foundation depth based on maximum load and load distribution is 12m, because it is only influenced by axial loads and not affected by moments that occur based on the results of structural analysis, because the values are small (0.6% and 4.4%) compared to axial loads
PENGARUH PEMERAMAN DAN PERSENTASE ABU SEKAM PADI PADA STABILISASI LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP INDEKS PLASTISITAS DAN NILAI CBR Gati Sri Utami; Sufaryo Alvin; Mila Kusuma Wardani; Siti Choiriyah; Theresia MCA
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.10194

Abstract

Perbaikan tanah dengan metode stabilisasi pada tanah lempung ekspansif merupakan suatu hal penting yang harus dilakukan sebelum mendirikan suatu bangunan.  Tanah lempung ekspansif adalah tanah yang dapat mengalami kembang susut  ketika perubahan cuaca. Salah satu metode stabilisasi adalah dengan mencampur dengan bahan tambah yang mampu merubah sifat-sifat tanah secara kimiawi. Abu sekam padi mengandung silika dan material pozzolan yang merupakan hasil dari pembakaran kulit padi yang umumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Tujuan dari pada penelitian ini adalah mengurangi sifat kembang susut dan menaikan daya dukung tanah. Perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencampur stabilisasi dengan abu sekam padi 15%, 20% dan 25% dan lama pemeraman 3,7, dan14 hari. Penelitian dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah ITATS,  meliputi analisa saringan, volumetri gravimetri, Atterberg limits, Standart Proctor Test dan California Bearing Ratio. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan waktu pemeraman dapat menurunkan sifat kembang susut  serta menaikan daya dukung tanah berdasarkan nilai liquit limit, indeks plastisitan dan CBR. Setelah campuran 20% pemeraman 14 hari abu sekam padi dapat digunakan sebagai campuran stabilisasi tanah ekspansive, untuk   25%  dengan pemeraman 14 hari, nilai LL = 49,58%, IP = 16,52%  dan CBR =7,65%
Proximate Analysis of Durian Bark Briquettes and Coconut Shells with Starch Adhesive Based on SNI 01-6235-2000 Gati Sri Utami; Erlinda Ningsih; Dewi Kusumaningrum
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2023.v4i2.4641

Abstract

Briquettes are alternative fuels that resemble charcoal but are made or composed of non-wood materials. Alternative energy sources that can be used as a substitute for kerosene and firewood fuel are now quite expensive. Durian skin and coconut shell are inexhaustible waste, even a lot of them. For this reason, it is necessary to use this waste in order to reduce waste and have economic value. Based on this, it is necessary to conduct research on the use of durian skin and coconut shell as briquette material, which was previously carbonized and molded into briquettes with a composition of charcoal (durian skin: coconut shell) 65: 30, 60: 35, 55: 40, 50: 45, 45: 50 with 5% starch adhesive. Then a proximate analysis is carried out which includes water content, ash content, Volatile Matter, Fixed Carbon and calorific value as well as the length of burn time The results of the analysis are the moisture content is more than 8%, the ash content is more than 8%, Volatile Matter is less than 15%, Fixed Carbon is 64% - 74.9% and the calorific value is more than 5000 kcal / gr for the composition of 50: 45 and 45: 50, while the length of time of burning briquettes (28 - 53) minutes.