Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Influence of the degree of compaction and plastic properties of expansively stabilized clay soil with a gypsum mix on the shear strength Gati Sri Utami; Dewi Kusumaningrum; Salman Attamimi
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 1, No 1 (2022): Journal of Civil Engineering Planning and Design
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2022.v1i1.3048

Abstract

The expansive soils have strong shrinkage capabilities, which negatively damage soil stability. Adding chemicals and gypsum materials is one approach to improving soil qualities. To measure soil parameters before and after mixing with gypsum material, soil analysis requires sieve analysis, Atterberg limits, standard proctors, and direct shear. The tests were carried out on 3 samples of gypsum mix, i.e. (5%, 10%, 15%) and aging of each soil for 10 days, 15 days, 20 days, 25 days. Initial soil characteristics: γd = 1340 g / cm3, shear strength Ø = 76.4 ° dan C = 0.071 kg / cm2, yield point = 69.07% and plasticity index = 45.02%. After adding 15% gypsum with a safe time of 25 days, γd = 1418 g / cm3, high shear Ø = 84.9 ° dan C = 0.441 kg / cm2, yield point = 47.94% and yield index = 11.94%. The stabilized density of the expanding soil influences the shear strength, the 5.6 ° increase in density takes advantage of the strong shear increase of Ø = 11.11% and C = 521.2%.
Comparison of Design Requirements for Non-Anchored and Anchored Sheet Piles as Retaining Wall in a Basement Wardani, Mila K; Utami, Gati Sri; Syafiarti, Arintha I D; Lestari, Laras L
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2024.v4i2.5959

Abstract

The construction of a 9-meter deep basement on clay soil with a soft consistency necessitates the use of a sheet pile for soil retention. Selected due to the soft soil conditions and a high groundwater level at the site, the sheet pile effectively addresses these challenges. The design calculations for the sheet pile, based on the Terzaghi concept, incorporated both active and passive earth pressures determined using the Rankine method. Analysis revealed a lateral force of 19,624 t/m² at a depth of 9 meters. The resulting design specifies a 10-meter embedded concrete pile without anchors, requiring a total sheet pile length of 19 meters. The chosen sheet pile type is W-600 A-1000. Alternatively, with anchors, the design calls for a 4-meter depth using type W-325A-1000 concrete sheet pile, with one anchor installed at a depth of 3 meters. The anchor's tensile strength is 5.46 tonnes, resisting a force of 113.817 Tm with a diameter of 5 cm. Modelling analysis showed that unanchored sheet piles have a safety factor of 0.770 and exhibit lateral deformation of 0.00803 meters. Conversely, the addition of anchors enhances the safety factor to 1.146 and increases lateral deformation to 0.0195 meters, indicating that anchors significantly improve safety and reduce deformation.
ANALISA PERBANDINGAN DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TERHADAP VARIASI BENTUK PENAMPANG FONDASI TIANG PANCANG Wardani, Mila Kusuma; Syafiarti, Arintha Indah Dwi; Utami, Gati Sri; Lestari, Laras Laila; Mareta, Ganeca Efa
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i2.12880

Abstract

Gedung Rumah Sakit bertingkat struktur baja komposit dengan tanah dasar lempung berlanau berdasarkan hasil uji SPT sedalam 30 m. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan perencanaan fondasi sesuai syarat SNI 8460:2017 yakni aman terhadap daya dukung dan penurunan. Penelitian ini menganalisis perbandingan variasi dimensi dan bentuk penampang guna dipilih yang paling memenuhi syarat izin. Metode yang digunakan untuk perhitungan daya dukung sesuai data SPT yaitu Luciano Decourt, Meyerhof, dan Reese O’Neil. Perhitungan penurunan total berdasarkan metode Vesic dan Tomlinson. Hasil perhitungan daya dukung ultimate tiang pada variasi tiang D40 cm, D60 cm, 40 x 40 cm dan 60 x 60 cm jika diurutkan dari yang terbesar pada 60 x 60 metode Meyerhof (172,34 ton) dan yg terkecil pada D40 metode Luciano Decourt (54,16 ton). Dengan perbandingan kebutuhan tiang dimensi 40 cm ke 60 cm sebesar 33% dan peningkatan nilai efisiensi 5%. Penurunan yang terjadi pada tiang D40 cm, D60 cm, 40 x 40 cm dan 60 x 60 cm pada beban terbesar sebesar 330,38 ton yaitu 16,145 cm, 15,660 cm, 16,269 cm dan 15,660 cm. Berdasarkan hasil didapatkan alternatif yang disarankan yaitu tiang lingkaran D60 cm dan persegi 60 x 60 cm dengan metode Reese O’Neil yang telah memenuhi syarat izin 8460:2017.
Analisis Tingkat Kepadatan dan Nilai CBR Tanah Dasar Ekspansif yang Distabilisasi dengan Campuran Gypsum Ferdyawan, M. Crevill; Sri Utami, Gati; Wardani, Mila Kusuma; Syafiarti, Arintha Indah Dwi; F, Dita Kamarul; L, Laras Laila
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah lempung yang mempunyai  level plastisitas yang tinggi, potensi kembang susut  tinggi dengan adanya pergantian musim, sehingga sebelum digunakan sebagai tanah dasar di diperlukan stablilisasi  untuk menurunkan nilai Indeks Plastisitas dan menaikkan daya dukung. Stabilisasi  adalah cara untuk merubah dan memperbaiki sifat-sifat tanah agar memenuhi persyaratan sebagai tanah dasar. Tanah di daerah Pakuwon, Surabaya Barat memiliki jenis tanah ekspansif, sehingga bangunan sipil terutama jalan mengalami kerusakan walaupun volume lalu lintas rendah. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis tingkat kepadatan dan nilai CBR tanah ekspansif yang distabilisasi menggunakan campuran gypsum dengan prosentase campuran gypsum 9%, 14%, dan 19% dan waktu pemeraman 5, 10 dan 15 hari.  Hasil  yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, karakteristik tanah asli termasuk tanah berbutir halus, plastisitas tinggi, tingkat kepadatan sedang dan  nilai CBR rendah. Karakteristik tanah lempung setelah distabilisasi menurut hasil uji atterberg limit memiliki nilai liquid limit 34,52%, indeks plastisitas sebesar 12,4%, termasuk katagori cukup baik. Prosentase dan pemeraman terbaik pada campuran gypsum 19% pada pemeraman 15 hari, tanah dalam kondisi paling padat 1,672 gr/cm³ dan nilai CBR terbesar 7,4% termasuk katagori cukup baik.
Influence of the degree of compaction and plastic properties of expansively stabilized clay soil with a gypsum mix on the shear strength Utami, Gati Sri; Kusumaningrum, Dewi; Attamimi, Salman
Journal of Civil Engineering, Planning and Design Vol 1, No 1 (2022): May
Publisher : Faculty of Civil Engeneering and Planning - ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jcepd.2022.v1i1.3048

Abstract

The expansive soils have strong shrinkage capabilities, which negatively damage soil stability. Adding chemicals and gypsum materials is one approach to improving soil qualities. To measure soil parameters before and after mixing with gypsum material, soil analysis requires sieve analysis, Atterberg limits, standard proctors, and direct shear. The tests were carried out on 3 samples of gypsum mix, i.e. (5%, 10%, 15%) and aging of each soil for 10 days, 15 days, 20 days, 25 days. Initial soil characteristics: γd = 1340 g / cm3, shear strength Ø = 76.4 ° dan C = 0.071 kg / cm2, yield point = 69.07% and plasticity index = 45.02%. After adding 15% gypsum with a safe time of 25 days, γd = 1418 g / cm3, high shear Ø = 84.9 ° dan C = 0.441 kg / cm2, yield point = 47.94% and yield index = 11.94%. The stabilized density of the expanding soil influences the shear strength, the 5.6 ° increase in density takes advantage of the strong shear increase of Ø = 11.11% and C = 521.2%.
PENDAMPINGAN IBU-IBU RUMAH TANGGA UNTUK MENGHADAPI PENDEMI CORONA DENGAN FIQIH WANITA Gati Sri Utami; Dita Kamarul F; Nafilah El Hafizah; Mutiara Firdausi; Eka Susanti; Dyan Eka N
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April-Juni 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i2.220

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat konkrit dan langsung dirasakan manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diadakan oleh Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) bekerja sama dengan RT 04 RW 02 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Kertajaya Kecamatan Gubeng Kota Surabaya dengan membangun sarana fisik yaitu pembangunan gapura serta pendampingan ibu-ibu rumah tangga menghadapi pendemic corona dengan Fikih Wanita. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan pengalaman baru dalam kegiatan bersosialisasi, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan sebagai bentuk pengabdian atau sumbangsih masyarakat Teknik Sipil ITATS kepada masyarakat Kalibokor RT 04 RW 02. Pembangunan gapura sebagai simbol atau identitas bagi warga jalan kaliokor, sehingga masyarakat luar dapat dengan mudah mngetahui jalan tersebut. Selain itu adanya bangunan gapura ini untuk mengontrol keluar masuknya kendaraan berat agar jalan tidak cepat rusak. Dengan adanya program fiqih wanita, ibu-ibu yang mengikuti kajian tersebut mendapatkan informasi yang bermanfaat dan berguna sebagai kaum wanita dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu ibu-ibu yang pada umumnya merupakan kaum yang lemah, menjadi kuat dan semangat menghadapi pendemic corona ini
Soil Improvement Planning Combination of Preloading and Stone Column (Case Study) in Sidorukun District, Gresik, Jawa Timur Kusumaningrum, Dewi; Sri Utami, Gati; Catur Atmaja, Johan
Jurnal IPTEK Vol 25, No 2 (2021): December
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2021.v25i2.2128

Abstract

The subgrade is the essential part of the construction process, such as access to factories, to develop industrial factory in areas to be developed, one of which in the Gresik area. Not all construction site has met the requirement. Hence, need soil improvement with a combination of preload and stone column. The soil parameters show the results of field and laboratory tests that the area has a small value NSPT with a thickness of the soft bottom layer up to a depth of 20 meters. This research is planned the initial height (Hinitial) to have stability analysis of un-reinforcement embankment, the diameter, and the distance from the stone column with the Xstab program. The results of the calculations carried out for the construction height of the embankment (Hfinal) 3.50 meters, then the first dam (HInitial) of 4.60 m is required. The tilt stabilization is obtained (MR = 168.7 tonm), wherein The Radius of the Slope area is 11.62 meters and the Safety Factor (SF = 0.881), where there is a possibility to slide. Planning preload with a stone column with a diameter of 1.00 meters needs to be combined, a distance of 1.50 meters installed in the subgrade.
The Effect of Using Styrofoam As Additional Material For Asphalt Concrete Layer (Laston) – WC With BNA BLE Syafiarti, Arintha Indah Dwi; Aslim, Fadlil Jalil; Utami, Gati Sri; Sekartadji, Ratih
Jurnal IPTEK Vol 26, No 1 (2022): May
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2022.v26i1.2433

Abstract

Asphalt concrete layer (laston) has a high degree of flexibility so that placing it directly on top of layers such as AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) makes this layer vulnerable to damage due to high temperatures and heavy traffic loads. The type of damage that often occurs in the laston is the release of granules and cracks. Styrofoam is a type of plastic polymer that is thermoplastic when heated it becomes soft and hardens when cold. When mixed with gasoline, styrofoam will soften and can function as an adhesive. This study was to determine the value of Marshall characteristics in the addition of styrofoam into the asphalt.variations used for styrofoam content are 1%, 1.5%, 2% with asphalt content of 4.5%, 5.0%, 5.5%, 6.0%. The results showed that the optimum asphalt value was obtained at 6% asphalt content. And the mixture that meets the requirements is the addition of 1% styrofoam. Higher content of styrofoam will reduce the value of the melt (flow) and will reduce the value of Marshall stability.
Peningkatan Nilai CBR Tanah Lempung Ekspansif Lakarsantri Surabaya Melalui Variasi Kapur Padam dan Waktu Pemeraman Kusuma Wardani, Mila; Sri Utami, Gati; Indah Dwi Syafiarti, Arintha; Laila Lestari, Laras; Azis Fikri, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2026.V1301.076-83

Abstract

Tanah lempung ekspansif di Kecamatan Lakarsantri, Surabaya Barat, memiliki potensi kembang–susut yang tinggi sehingga menyebabkan rendahnya daya dukung tanah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan kapur padam terhadap peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lempung ekspansif. Penelitian dilakukan pada dua titik lokasi penyelidikan, yaitu titik A dan titik B. Metode perbaikan tanah yang digunakan merupakan kombinasi stabilisasi kimiawi dan mekanis dengan variasi kadar kapur padam sebesar 4%, 8%, dan 12% dari berat kering tanah serta waktu pemeraman (curing time) selama 7, 14, dan 28 hari. Pengujian daya dukung tanah dilakukan melalui uji CBR laboratorium berdasarkan SNI 03-1744:2012. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi awal tanah pada kedua titik memiliki nilai batas cair (LL) lebih dari 50%, indeks plastisitas (IP) sebesar 20%, serta nilai CBR masing-masing sebesar 2,23% pada titik A dan 2,49% pada titik B. Penambahan kapur meningkatkan nilai CBR, namun menunjukkan respons yang berbeda pada setiap lokasi. Nilai CBR optimum pada titik A sebesar 8,79% diperoleh pada kadar kapur 12% dengan curing time 28 hari, sedangkan nilai CBR optimum pada titik B sebesar 6,43% diperoleh pada kadar kapur 4% dengan curing time 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas stabilisasi tanah menggunakan kapur sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah dan waktu pemeraman.