Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TINDAK TUTUR KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN MASYARAKAT DI MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN (MPL) SAWAH SUDUT NAGARI SALAYO KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK Andi Marta, Redo; Halid, Elan; Rahayu, Zona Rida; Putri, Mega; Wirasty. B, Rini; Dwinita, Suci; Adhia, Hana; Ikhwan, Ikhwan; Zaimil, Roza; Roza, Helvita; Dwiputri, Risza; Zora, Fera
PUAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal PUAN Indonesia Vol. 7 No. 1 Juli 2025
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v7i1.366

Abstract

The Environmental Care Community (MPL) in Nagari Selayo, Kubung District, Solok Regency, is committed to realizing excellent service to the community through communication speech acts in serving the community. In this effort, the Environmental Care Community (MPL) educates the community about the importance of providing services to the community using good communication speech acts in dealing or carrying out activities. In communicating, the community needs to use three magic words, namely apologizing, asking for help, and saying thank you in carrying out activities at this institution. With a collaborative approach, the Environmental Care Community (MPL) also holds seminars and workshops that aim to increase public awareness when dealing or carrying out activities at this institution. Through this activity, it is hoped that the community and the Environmental Care Community (MPL) institution can understand the responsibility in maintaining good and correct speech or communication so that serving or dealing runs smoothly.
Perbandingan Model Problem Based Learning dengan Model Think Talk Write terhadap Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Rahmawati, Yovia; Dwinita, Suci; Pebriani, Yulia
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 1 No. 6 (2022): November 2022
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v1i6.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis teks deskripsi melalui pembelajaran menggunakan model problem based-learning, keterampilan menulis teks deskripsi melalui pembelajaran menggunakan model think talk write, dan perbandingan model pembelajaran problem based learning dengan model think talk write terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Mutiara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Mutiara yang berjumlah 54 orang yang terdiri dari kelas eksperimen 1 berjumlah 27 orang dan siswa kelas eksperimen 2 juga berjumlah 27 orang. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Mutiara menggunakan model problem based learning memperoleh nilai rata-rata 71,11 berada pada rentangan 66-75% dengan kualifikasi lebih dari cukup. Kedua, keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Mutiara menggunakan model think talk write memperoleh nilai rata-rata 77,48 berada pada rentangan 76-85% dengan kualifikasi baik. Ketiga, berdasarkan hasil uji t sampel berpasangan diketahui penggunaan model problem based learning kurang efektif dibandingkan menggunakan model think talk write terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Mutiara karena nilai t hitung -14,051 pada sig. sebesar 0,00 < 0,05 sehingga Ho ditolak.
Pengaruh Penggunaan Model Example dan Non-Example terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Tanjung, Silvia; Marni, Silvia; Dwinita, Suci
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v2i2.240

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman tanpa menggunakan model Exampel dan Non Exampel dan mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman dengan menggunakan model Exampel dan NonExampel serta mendeskripsikan pengaruh penggunaan model Exampel dan NonExampel pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian 67 siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman. Mereka terbagi dari 35 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Sampel ditetapkan sebanayak 33 untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol. Data keterampilan menulis teks prosedur dikumpulkan menggunakan teknik tes yakni tes keterampilan menulis teks prosedur. Data keterampilan menulis teks prosedur dianalisis menggunakan uji t satu sampel untuk rumusan masalah-1 dan rumusan masalah-2 dan uji t sampel berpasanngan untuk data guna menjawab rumusan masalah-3. Hasil penelitian ini: 1) kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman tanpa menggunakan model Example dan NonExample memperoleh nilai rata-rata 60,61 termasuk dalam kualifikasi rendah; 2) kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman menggunakan model Example dan NonExample memperoleh nilai rata-rata 70,15 kualifikasi sedang; 3) model Example dan NonExample berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pariaman yang ditandai oleh uji t sampel berpasangan dengan sig. 0,00 < 0,05.
TRANSFORMING BIPA LEARNING: INTEGRATING CROSS-CULTURAL COMMUNICATION WITH TECHNOLOGY FOR CULTURAL DIPLOMACY Tiawati, Refa Lina; Dwinita, Suci
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 9 No. 3 (2024): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores how integrating cross-cultural communication strategies with technology can revolutionize the teaching of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) and enhance its role as a tool for cultural diplomacy. The research analyzes the experiences of BIPA teachers and learners at two universities in West Sumatra involved in the Darmasiswa program. Data were collected through semistructured interviews, direct observations, and document analysis to uncover strategies for addressing cross-cultural challenges and the role of technology in improving learning effectiveness. The findings reveal that combining cross-cultural communication with technology-based media, such as interactive videos, gamification applications, and online learning platforms, enhances cultural understanding and learning motivation. Practical simulations, such as role-playing and cultural discussions, enable learners to grasp Indonesia's socio-cultural context more deeply. However, limitations in technological literacy among teachers and learners, as well as cultural gaps, remain significant challenges. This study highlights the need for comprehensive training for teachers to maximize the potential of technology in education and the development of inclusive, culturally oriented teaching materials. These strategies improve learners' language competencies and strengthen cross-cultural relationships, positioning BIPA as an effective instrument for Indonesia's cultural diplomacy in the digital era.