Faizudin, Faizudin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menangani Problematika Anak Broken Home Munjiah, Yayah; Sofa, Mutiara; Mafatih, Mafatih; Kurnaesih, Uun; Faizudin, Faizudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepercayaan diri anak broken home dan faktor yang mempengaruhinya di MTs Al-Khairiyah Rawa Arum kemudian menggali strategi yang dimainkan guru PAI dalam meningkatkan kepercayaan diri anak broken home selanjutnya menjelaskan hubungan antara peran guru PAI dengan peningkatan rasa percaya diri anak broken home. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus sebagai pendekatannya, kemudian data diperoleh dari informan dengan menggunakan tekhnik snowball sampling dan tekhnik pengumpulan datanya menggunakan model Miles and Hubberman dengan menggunakan tekhnik wawancara, observasi, dan dokumentasi adapun tekhnik pengolahan data menggunakan skala likert. Berdasarkan, isu broken home yang cukup signifikan di MTs Al-Khairiyah Rawaarum, dari penelitian ini diperoleh hasil perubahan positif pada Tingkat rasa percaya diri daengan di tandai berkurangnya prilaku agresif siswa, meningkatnya keaktifan berinteraksi, motivasi belajar, kedisiplinan dan rasa percaya diri mereka sehingga mereka mampu menghadapi tantangan akademik dan dinamika interaksi sosial dikelas. Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut mereka merasakan sekolah sebagai rumah ke dua dan merupakan pondasi yang baik untuk mereka berkembang, mereka merasa diterima, didukung, dihargai, didengar dan merasa diyakini akan diri sendiri hingga tumbuh percaya diri serta motivasi belajar lebih baik lagi.Temuan ini menegaskan bahwa dukungan guru bukan hanya sekadar bantuan akademis, tetapi juga merupakan sumber kekuatan emosional dan psikologis bagi para siswa dalam meraih potensi terbaik mereka.
Money Politics and Participation Awareness, Relevance to Moral Aqidah in Elections Faizudin, Faizudin; Utang Ranuwijaya; Muhajir, Muhajir
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.1600

Abstract

Political awareness and public participation in general elections have a crucial role in maintaining democratic integrity and ensuring the success of democratic and representative elections. Political money, which uses funds or wealth for political gain, undermines aspects of honesty, fairness, and the legal system in elections. Solutions to overcome money politics involve qualitative methods, socialization and education involving political parties and community leaders. Moral aqidah in Islam also plays a role in dealing with the negative impact of political money, because aqidah values shape individual views on unethical political practices. Political education and socialization of moral aqidah values are the keys to forming a responsible character in elections. The regulations provided for in the law provide a basis for the prevention and prosecution of money politics offences. Collaboration involving political education, teaching moral values, an active role for political leaders, and strict law enforcement can reduce political money practices and strengthen the integrity of a clean, open and fair election system. Thus, overcoming money politics is not only about strengthening democracy, but also about maintaining moral values and moral beliefs in society.
The Qur’anic Perspective On Identity Construction In Social Media Fathorrahman, Fathorrahman; Faizudin, Faizudin; Mubah, Hilmi Qosim; Hossam, Ahmed; Kaya, Cemil
Al Irsyad: Jurnal Studi Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Studi Islam
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/alirsyad.v5i1.879

Abstract

Social media users frequently engage in excessive self-presentation, including ostentation and arrogance, without regard for Islamic values; this leads to digital identities that conflict with religious ethical standards. This study seeks to examine identity construction on social media through a Qur’anic lens and to ascertain the influence of Islamic values on users' digital interactions. This study employs a qualitative approach, beginning with a literature review in Scopus. Subsequent steps involved editing, organizing, and analyzing the content, along with an assessment of the sources' accuracy and relevance to the topic. The results indicate that the process of identity formation on social media is influenced by digital interactions, cultural values, and Islamic ethical guidelines. Muslim adolescents navigate their religious and social identities through their shared content, demonstrating positive values and refraining from arrogant or disparaging conduct. Social media platforms, while facilitating self-expression, religious education, and community engagement, simultaneously present difficulties concerning misinformation and social pressures. Users can cultivate a balanced and responsible digital persona by incorporating Qur’anic tenets, including tabayyun (verification), humility, and honesty. Consequently, the construction of a Muslim digital identity should be congruent with Qur’anic principles, thereby directing online conduct and ethical decision-making. This study contributes to digital ethical awareness, provides direction for Islamic interactions on social media, and supports research into communication and identity.