Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALYSIS OF TRANSITIVE AND INTRANSITIVE VERBS IN THE LANI LANGUAGE AT TIGIKUN VILLAGE, TOLIKARA REGENCY Wenda , Lemurah; Mabel, Piter; Kaisepo , Amelia
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.849

Abstract

Language is a system of sound symbols used by humans to interact in social life. Language has sentence elements, which consist of  “Subject, Predicate, Object, and Complement”. The objectives of the study consisted of two parts. 1) to record transitive and intransitive verb sentences in the Lani Language of Tolikara Regency, 2) to describe the form of transitive and intransitive verb sentence structures in the Lani Language of Tolikara Regency. The method used in this study is descriptive. Descriptive research is conducted to describe the level of analysis, namely, analyzing and presenting facts systematically, so that they can be better understood and concluded. The researcher used an informant, the Chief of the Tribe "Yumiles Yikwa" to obtain data in the Lani Language. Based on the data analysis, it can be concluded that the structure of transitive and intransitive verbs is different in the Lani Language and Indonesian. Generally, the Lani Language Structure containing verbs is usually located at the end of the sentence "Subject + Object + Predicate + Complement", which in Indonesian should have the pattern "Subject + Predicate + Object + Complement".
Pentingnya Kolaborasi 4 Keterampilan Dasar Bahasa Inggris Mengunakan Drill Method bagi Siswa LKP YHSUA Training Institute Self-Development Manase Halitopo; Napius Kogoya; Laura Sansa Maitimu; Andinus Yanengga; Barton Wenda; Lemurah Wenda; Amelia Kaisepo; Febronius D Naja; Piter Mabel
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i2.4855

Abstract

LKP YHSUA Training Institute Self-Development is one of the course places for the Papuan people, which is located in the Pikhe, Wamena. This course provides places for Papuan people to develop their potential by offering courses and direct practices in the field. In contrast, one of the problems LKP YHSUA Training Institute Self-Development students face is a lack of understanding and motivation in learning English. As a solution to this problem, a Community Service socialization is designed for the collaboration of four basic English skills. The purpose of this socialization is to improve the students’ four English skills at LKP YHSUA Training Institute Self-Development. The method used in this socialization is the drill method. As a result of using the drill method, students of LKP YHSUA Training Institute Self-Development could develop their basic skills in English such as be able to listen, to speak, to read, and to write, even though they are not so passive in improving their skills, the drill method has encouraged their interest in using the four English skills.
DESCRIPTION IN ETHNOGRAPHY: THE MARRIAGE CEREMONY CULTURE OF THE LANNI TRIBE IN GOYAGE VILLAGE, GOYAGE DISTRICT, TOLIKARA REGENCY Wenda , Lemurah; Tabuni , Larius; Paramma, Paramma
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1444

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Bahasa Lanni pada upacara pernikahan Suku Lanni Kampung Goyage Distrik Goyage Kabupaten Tolikara. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode penelitian kualitatif dengan mengedepankan analisis Deskripti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara tentang hal yang diteliti dengan jelas dalam pembahasan hasil penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun kesimpulan yang dapat di petik dari hasil penelitian ini adalah proses pelamaran hingga pernikahan bagi masyarakat Suku Lanni Kampung Goyage distrik Goyage Kabupaten Tolikara yang terdapat nilai-nilai budaya yang perlu diwariskan kepada generasi penerus, melestarikan dan mengembangkan budaya Suku Lanni Kampung Goyage dengan kata lain melestarikan dan mengembangkan budaya nasional. Aktifitas upacara adat yang berkaitan erat dengan sistem adat merupakan salah satu wujud kebudayaan yang paling sulit dirubah oleh masyarakat Suku Lanni Kampung Goyage distrik Goyage Kabupaten Tolikara.
Peran Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari Menggunakan Project Based Learning Bagi Siswa LKP YSHUA Traning Institute Halitopo, Manase; Yanengga, Andinus; Wenda, Barton; Maitim, Laura Sansa; Kogoya, Napius; Mabel, Piter; Naja, Febronius D; Wenda, Lemurah
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di LKP YHSUA Training Institute Self-Development. LKP YSHUA merupakan tempat kursus bagi putra-putri papua yang berlokasi di Pikhe, Wamena. Tempat kursus ini telah memberikan ruangan kepada putra-putri papua untuk mengembangkan potensi mereka. Namun terdapat kendala dalam perhitung-hitungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian maka kegiatan pengabdian dilakukan dengan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan metode Project Based Learning (PjBL). Pengabdian dilakukan dengan melibatkan 15 siswa dan siswi. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa sebanyak 85% siswa lebih termotivasi setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, peningkatan signifikan terhadap pemahaman siswa juga terjadi mengenai penerapan konsep matematika dalam aktivitias sehari-hari, serta meningkatkan kerja sama tim dan kemampuan berpikir kritis.
Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis Yohanes Lose Dasilva; Sutarman Borean; Lemurah Wenda; Paramma Paramma
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1573

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur frasa negasi dalam bahasa Walak yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bahasa Walak sebagai salah satu khazanah bahasa daerah memiliki ciri sintaksis yang unik dan belum banyak dikaji secara ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada leksikon dasar atau sistem fonologi bahasa Walak, tetapi belum menyentuh aspek sintaksisnya, khususnya pada frasa negasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan pencatatan kosakata yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa tolakan dalam bahasa Walak terbentuk dengan menggabungkan kata-kata negasi seperti inggudlek, dlek, negen, atau madluk dengan kata sifat atau kata kerja. Terdapat struktur tetap dan struktur fleksibel dalam pembentukan frasa negasi yang mencerminkan logika tutur masyarakat Walak yang unik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa penolakan dalam bahasa Walak tidak hanya memiliki fungsi linguistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan hubungan sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi bahasa daerah dan menjadi rujukan sintaksis dalam kajian linguistik lokal.