Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pentingnya Kolaborasi 4 Keterampilan Dasar Bahasa Inggris Mengunakan Drill Method bagi Siswa LKP YHSUA Training Institute Self-Development Manase Halitopo; Napius Kogoya; Laura Sansa Maitimu; Andinus Yanengga; Barton Wenda; Lemurah Wenda; Amelia Kaisepo; Febronius D Naja; Piter Mabel
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v5i2.4855

Abstract

LKP YHSUA Training Institute Self-Development is one of the course places for the Papuan people, which is located in the Pikhe, Wamena. This course provides places for Papuan people to develop their potential by offering courses and direct practices in the field. In contrast, one of the problems LKP YHSUA Training Institute Self-Development students face is a lack of understanding and motivation in learning English. As a solution to this problem, a Community Service socialization is designed for the collaboration of four basic English skills. The purpose of this socialization is to improve the students’ four English skills at LKP YHSUA Training Institute Self-Development. The method used in this socialization is the drill method. As a result of using the drill method, students of LKP YHSUA Training Institute Self-Development could develop their basic skills in English such as be able to listen, to speak, to read, and to write, even though they are not so passive in improving their skills, the drill method has encouraged their interest in using the four English skills.
Analisis Faktor Preferensi Mahasiswa dalam Memilih Kampus STIKIP Abdi Wacana Wamena Berbasis Marketing Mix 7P: Analysis of Student Preference Factors in Choosing STKIP Abdi Wacana Wamena Campus Based on Marketing Mix 7P Paramma; Dasilva, Yohanes Lose; Kaisiepo, Amelia; Borean, Sutarman; Naja, Febronius Densius; Cahyo, Septian Tri
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1540

Abstract

Tingginya kompetisi di sektor pendidikan tinggi swasta menuntut perguruan tinggi menerapkan strategi pemasaran yang efektif, terutama dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi preferensi calon mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelompokkan faktor dominan preferensi mahasiswa dalam memilih STKIP Abdi Wacana Wamena berdasarkan konsep Marketing Mix 7P. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 94 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Abdi Wacana Wamena tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert (32 butir pernyataan) dan dianalisis menggunakan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA) dengan bantuan SPSS. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan secara bertahap untuk memurnikan instrumen. Dari 32 butir pernyataan awal, proses eliminasi CFA menghasilkan 8 butir valid (nilai KMO-MSA akhir 0.566 dan Cronbach's Alpha 0.937). Analisis faktor selanjutnya (metode Principal Component Analysis dan rotasi Varimax) berhasil mereduksi 8 butir valid tersebut menjadi 3 faktor utama yang memengaruhi preferensi mahasiswa, yaitu: (1) Faktor Orang (People), diwakili oleh kualitas dosen dan intensitas interaksi langsung kampus dengan calon mahasiswa; (2) Faktor Promosi (Promotion), diwakili oleh efektivitas kegiatan promosi kampus dan faktor sumber daya manusia yang terlibat; dan (3) Faktor Citra/Reputasi (Image), diwakili oleh citra, reputasi, kredibilitas kampus, dan faktor proses pelayanan. Faktor yang paling dominan dalam memengaruhi preferensi mahasiswa STKIP Abdi Wacana Wamena adalah Faktor Orang (People), yang menyerap varians terbesar sebesar 23.489%. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, terutama dosen, merupakan keunggulan kompetitif utama dan penentu keputusan bagi calon mahasiswa. Perguruan tinggi disarankan memprioritaskan investasi pada kualitas dan kompetensi dosen serta memperkuat interaksi personal dalam strategi penerimaan mahasiswa baru.
Peran Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari Menggunakan Project Based Learning Bagi Siswa LKP YSHUA Traning Institute Halitopo, Manase; Yanengga, Andinus; Wenda, Barton; Maitim, Laura Sansa; Kogoya, Napius; Mabel, Piter; Naja, Febronius D; Wenda, Lemurah
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di LKP YHSUA Training Institute Self-Development. LKP YSHUA merupakan tempat kursus bagi putra-putri papua yang berlokasi di Pikhe, Wamena. Tempat kursus ini telah memberikan ruangan kepada putra-putri papua untuk mengembangkan potensi mereka. Namun terdapat kendala dalam perhitung-hitungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian maka kegiatan pengabdian dilakukan dengan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan metode Project Based Learning (PjBL). Pengabdian dilakukan dengan melibatkan 15 siswa dan siswi. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa sebanyak 85% siswa lebih termotivasi setelah mengikuti kegiatan ini. Selain itu, peningkatan signifikan terhadap pemahaman siswa juga terjadi mengenai penerapan konsep matematika dalam aktivitias sehari-hari, serta meningkatkan kerja sama tim dan kemampuan berpikir kritis.
Frasa Adjektiva dalam Bahasa Bolakme: Kajian Semantik Yohanes Lose Dasilva; Febronius Densius Naja; Amelia Kaisiepo; Sutarman Borean
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1539

Abstract

This research aims to analyze adjectival phrases in the Bolakme language from a semantic perspective. The main focus of this research is on the form, structure, and meaning of adjectival phrases, as well as their comparison with equivalents in Indonesian to reveal the distinctive nuances of meaning in the Bolakme language. This research uses a descriptive qualitative approach, with data sources consisting of 30 adjectival phrases obtained through interviews, direct observation, and documentation. The sample was taken using purposive sampling with a total of 10 native Bolakme speakers as informants. The analysis technique uses meaning and context analysis methods. The research results show that adjectival phrases in the Bolakme language have a wealth of forms and meanings. Some phrases are formed by the repetition of morphemes to emphasize meaning, such as arek-arek which means "suddenly”. Phrases like maluk ekerak (failed) depict a combination of the meanings "dishonorable" and "fall," indicating a total failure. The phrase in egen amberi, which means "original," reflects a strong cultural identity. The phrases porok jegerak (absorbed) and wagangge (accepted) have deep semantic meanings related to the processes of social and psychological acceptance. In some cases, a word like maluk has a dual meaning, namely "despicable," "ugly," or "damaged," depending on the context. Thus, it can be concluded that adjectival phrases in the Bolakme language not only contain descriptive information but also reflect the worldview, cultural values, and collective experiences of its speakers. This research is expected to contribute to the preservation of regional languages in Papua and enrich semantic studies in local linguistics.