Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Desain Rangka Dan Penggerak Alat Pembulat Adonan Kosmetik Sistem Putaran Eksentrik Menggunakan Solidwork Imam Sungkono; Hery Irawan; Desmas Arifianto Patriawan
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berlatar belakang dari pembuatan adonan kosmetik yang masih dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan. Pada penelitian ini penulis akan mencoba membuat suatu inovasi yang diharapkan mampu menunjang jumlah produksi kosmetik. Dalam penelitian ini dilakukan berbagai pengujian salah satunya pengujian pada rangka. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan pada rangka dengan total beban tetap sebasar 80 kg dan beban tambahan sebesar 2 kg didapat beberapa hasil seperti : tegangan (Von misses stress) maksimal 9,2 Mpa, Displacement maksimal 4,1e-002 mm dan angka keamanan / safety factor sebesar 1,2e+007. Ketiga hasil tersebut terjadi pada daerah weld permukaan atas tepatnya pada rangka bagian belakang, dari pengujian dan kondisi dari rangka setelah dilakukan pengujian maka bisa disimpulkan untuk rangka alat pembulat adonan kosmetik tersebut aman.
Transient Response Performance Test on Aftermarket Motorcycle Rear Suspension in Indonesia Desmas Arifianto Patriawan; Miftahul Ulum; M Sulton Alqoroni; Ahmad Yusuf Ismail
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 1, No 2 (2021): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.064 KB) | DOI: 10.31284/j.jmesi.2021.v1i2.2297

Abstract

Modification parts are found in Indonesia, one of which is suspension. This paper proves which after-market suspension has the best performance. These three suspensions were tested with a transient response with a test instrument that has an excitation height of 30 mm with a shaft rotational speed of 322 rpm. The observed responses are displacement and settling time. The test results without the addition of mass obtained a displacement of 25 mm for Aspira, 39 mm for AHM and 39 mm for Combiz. The addition of 30 kg mass resulted in 29 mm for Aspira, 38 mm for AHM and 23 mm for Combiz. Settling time without adding mass 1 s for Aspira and 1.2 s for AHM and 0.9 s for Combiz. With the addition of 30 kg mass obtained settling time of 1.3 s for Aspira, 1 s for AHM and 0.7 s for Combiz.
Pengaruh Variasi Massa Raw Material dan Jenis Material Terhadap Respon Steady State Error Spindle Mesin Lathe Mini Muhammad Ali Masykur; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.618 KB)

Abstract

Lathe machines have played an important role in the development of the world of education and industry, learning how to operate lathe machines also requires expertise in accuracy, accuracy, speed, and improving quality and producing maximum results, this research method focuses on the analysis of motor spindle rpm and motor response mini lathe machine when given variations in load, material and feed, namely variations in spindle speed of 1000, 2000 and 3000 Rpm, mass of raw material Teflon PL and Aluminum 50, 100 and 150 grams, feeding 0.5 mm. The results of the study were to The greatest steady state error averagely was to 8 volt by 2000 rpm; it situation was obtained at no feeding procedure at a voltage of 8 volts with a target of 2000 rpm, without feeding conditions. Further, the feeding depth 0.5mm was obtained the greatest steady state error at 4 volt and 1000 rpm.Keywords: Lathe, Steady State Response, Spindle Speed
Perhitungan Biaya Manufaktur Alat Pembulat Adonan Kosmetik Dengan Sistem Putaran Eksentrik Skala Usaha Kecil Menengah Hery Irawan; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan; Hasan Syafik Maulana; Bambang Setyono; Vincentius Deny Pradana
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.388 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi adalah kunci untuk peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Hal ini juga berlaku pada sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Banyak UKM yang telah menerapkan teknologi pada proses produksi yang dilaksanakan. Salah satunya adalah UKM obat dan kosmetik yang mengembangkan alat pembuat adonan kosmetik dengan sistem putaran eksentrik. Sistem kerja alat ini hampir sama dengan mesin nastar bulat profood dengan type mini encrusting ME-168 with DR-138 rounding machine. Dimana adonan yang keluar dari ekstruder akan terpotong sesuai dengan dimensi yang akan dikehendaki dan hasil potongan akan dihantarkan oleh belt conveyor ke sebuah plat yang bertumpu pada 4 buah poros eksentrik yang nantinya akan membulatkan adonan yang sudah terpotong. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung total biaya yang diperlukan untuk membuat satu alat pembuat adonan kosmetik. Perhitungan dilakukan pada komponen penyusutan biaya tetap, screw, hopper, nozzle, nozzle lock, rangka, plat landasan dan plat tertutup. Selanjutnya perhitungan dilandaskan pada waktu produksi dan biaya part yang dibutuhkan. Hasil yang didapatkan adalah total biaya produksi proses pemesinan = Rp. 5.620.241,114,- dan total jumlah biaya keseluruhan, pembelian material atau komponen, non pemesinan = Rp. 7.508.450,-. Sehingga harga pokok produksi untuk pembuatan mesin “Pembulat Adonan Kosmetik dengan Sistem Putaran Eksentrik” adalah Rp. 13.128.691,114 ,- /unit.
Perancangan dan Analisis Sistem Pneumatik pada Kendaraan Hybrid Penggerak Motor Listrik dan Udara Bertekanan BED-18 Bayu Petir Bambang Setyono; Firman Prastya Nugroho; Desmas Arifianto Patriawan; Hery Irawan; Ahmad Anas Arifin; Hasan Syafik Maulana
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.274 KB)

Abstract

Sistem pneumatik memiliki berperanan penting dalam pengembangan teknologi otomasi. Pada umumnya sistem otomasi pneumatik terdiri dari berbagai sumber daya, sinyal input, sinyal proses, sinyal kendali dan elemen output (aktuator). Pengembangan sistem pneumatik perlu untuk dilakukan, salah satunya merancang kendraan hybrid dengan penggerak pneumatik. Metodologi yang digunakan adalah membuat simulasi pneumatik dengan beban yang disesuaikan hasil rancang bangun kendaraan. Hasil yang didapatkan dari simulasi menjadi acuan untuk membuat sistem pneumatik pada kendaraan hybrid. Berdasarkan hasil perancangan sistem pneumatik pada kendaraan yang menggunakan sistem pneumatik menunjukkan bahwa kendaraan hibrid ini bisa menempuh 1,1 km menggunakan sistem pneumatik 2 tabung udara bertekanan 150 bar, kapasitas 2 tabung @ 13,4 liter, diperlukan dua silinder pneumatik double acting kapasitas udara yang dibutuhkan sebesar 0,592 liter/detik dengan 4 kali kerja.
Pengaruh Variasi Massa Raw Material, Jenis Material dan Kedalaman Pemakanan Terhadap Respon Steady State Error pada Motor Penggerak Slider Mesin Lathe Mini Wahyu Stiyo Budi; Ahmad Anas Arifin; Desmas Arifianto Patriawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.072 KB)

Abstract

As time goes by, the world's technology is growing rapidly, as evidenced by the existence of manufacturers in the manufacturing sector such as lathe machines. In the lathe industry, it is very necessary to make it easier to work on the manufacture of custom components such as nuts, bolts and others, therefore this research was carried out using the incremental zero point measurement method using a caliper and testing was carried out based on variations including variations in the mass of raw materials, variations depth of eating, variations in material types. Besides that, this study modifies the mini manual lathe machine into an Arduino-based mini lathe machine (Semi-automatic) so that the operation of the machine can minimize the level of loss in terms of time and cost. This research focuses on testing the performance of the cylindrical motor with the method of calculating settling time, steady state error and variations in the type of working material in order to improve accuracy, precision and time efficiency in processing.Keywords: Steady state error, lathe, spindle 
Analisis Perbandingan Biaya Operasional Antara Kendaraan Listrik, Bensin dan Diesel Desmas Arifianto Patriawan; Janu Hadi Putra; Bambang Setyono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.095 KB)

Abstract

Mobil listrik bisa menjadi solusi kendaraan ramah lingkungan dan mengurangi beban pemerintah dalam melakukan impor minyak bumi. Salah satu halangan dalam menggunakan kendaraan listrik adalah tidak ada rincian pasti berapa biaya operasional yang diperlukan dalam menggunakan mobil listrik. Pada paper ini mencoba menghitung dan membandingkan biaya operasional dari mobil listrik dengan mobil pembakaran dalam. Mobil pembakaran dalam yang digunakan adalah dengan bahan bakar bensin dan diesel. Jenis kendaraan yang digunakan adalah Nissan Leaf  sebagai mobil listrik, Toyota Avanza untuk kendaraan bensin dan Suzuki Ertiga untuk kendaraan diesel. Ketiga kendaraan ini menggunakan spesifikasi di tahun 2013. Hasil dari perhitungan selama 10 tahun dengan asumsi jarak tempuh, waktu servis dan pergantian suku cadang sesuai dengan petunjuk teknis dari dari masing-masing pabrikan. Hasil perhitungan didapatkan bahwa Nissan Leaf memerlukan biaya sebesar Rp 161.570.640.-, untuk Toyota Avanza Rp 123.325.084.- dan Suzuki Ertiga Rp 108.996.469,-. Biaya operasional yang mahal untuk mobil listrik sebagian besar karena harga baterai yang masih mahal. Namun permasalahan tersebut akan teratasi dengan semakin matangnya teknologi baterai, sehingga membuat baterai semakin awet dan harga semakin terjangkau. 
Analisis Sistem Manufaktur Mesin Multifungsi (Pencuci, Perajang dan Penepung) Empon-Empon Desmas Arifianto Patriawan; Bambang Setyono; Deddy Wahyu Pratomo
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.438 KB)

Abstract

In Indonesia, spices have been widely used in the industries of food, drink, cosmetics, coloring substance, and essential oil. A biopharmaceutical industry refers to an industry producing medicine, cosmetics, and health products made of spices. To support the needs of biopharmaceutical industry, a multifunctional machine has been developed continuously to reach great effectiveness. A multifunctional machine (washer, slicer, and miller) has three main functions i.e. washing, slicing, and milling spices. To analyze the manufacturing system of this multifunctional machine, the researcher employed standard time in calculating production cost, production rate, production capacity, and Break Even Point of product that has been developed. As a result, this research obtained time of production (Tp) = 54.44 hours/batch and rate of production IDR =3.05 units/hour. Within the condition of effective working hours for 8 hours/shift, the production capacity (Pc) earned 1 unit/month. Furthermore, the calculation yielded Manufacturing Lead Time (MLT) = 44.80 hours, BEP (Q) = 2 units, while BEP (IDR) = 9,583,068.6/month.  Accordingly, the profit got IDR12,810,083/month.Keywords: Biopharmaceutical industry, multifunctional machine, manufacture 
Kualitas Produksi pada Proses Pembulatan Herbal Facemask dengan Perbedaan Pemanfaatan Tenaga Manusia dan Teknologi Hasan Syafik Maulana; Hery Irawan; Desmas Arifianto Patriawan; Ahmad Anas Arifin; Korrie Febryan; Moch Kiki Febrian
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.655 KB)

Abstract

Beberapa tahun ini, pemerintah Indonesia ingin meningkatkan terbentuknya UKM (Usaha Kecil Menengah) baru. Bahkan dalam situasi pandemic Covid-19 ini pemerintah juga menggelontorkan dana ke beberapa UKM agar tetap menjaga eksistensinya. Upaya pemerintah ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia itu sendiri. UD Halima adalah pelaku UKM yang bergerak di bidang obat-obatan khususnya di obat kecantikan herbal. Untuk membandingkan kualitas produk herbal facemask UD. Halimaa yang menggunakan proses pembulatan tenaga manusia dengan pembulatan menggunakan mesin pembulat dengan system putaran eksentrik, mka dilakukan analisa kualitas yang meliputi meliputi bentuk atau ukuran, berat, warna dan kadar pH dari produk tersebut. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas ukuran dan berat yang diperoleh jika menggunakan mesin pembulatan system putaran eksentrik memiliki nilai yang sesuai dengan standart yang diinginkan dan seragam dibanding kan dengan pembulatan menggunakan tenaga manusia. Dari segi warna produk dan nilai pH, tenaga manusia menghasilkan produk yang sesuai dengan standard yaitu sekitar 5.2 – 5.8, sedangkan jika menggunakan mesin pembulat maka nilai pHnya ada dibawah nilai standard yaitu sebesar 5.03,sehingga pada proses pembuatannya harus ditambah dengan zat penambah pH.
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK CNC MINI 2 AXIS DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Ahmad Anas Arifin; Kurnia Bekti Indarmawan; Desmas Arifianto Patriawan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i2.204

Abstract

Mini lathe is often used for several consumers to simplify lathe work with small workpiece size. There are several sizes of mini lathe on the market, so, it needed several developments. Quality Function Development (QFD) is a developing method from a product or service. This method was used because this method was able to give approach value to develop machine design to meet consumer desires and needs. This study discussed the development of mini lathe based on customer needs which was obtained from questionnaire. The questionnaire was processed inti development data and the basic of comparison design concepts. There were two comparing design concepts, Assessment based on function, ergonomic, design for manufacture, and design for assembly index. Based on assessment, concept number 2 is chosen as best concept.