Arifiyah, Malika Faniyatul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membatasi Diri Dari Efek Negatif Gadget Arifah, Anissa Nur; Az Zahro, Fatimah; Arifiyah, Malika Faniyatul; Maharani, Salsabil Dwi; Rohmah, Naili; Sugiana, Sugiana
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 3 No 03 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v3i03.349

Abstract

Meskipun peran gadget dalam kehidupan anak-anak semakin berkembang, penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan kecanduan, masalah perilaku, dan keterlambatan bahasa. Pola asuh otoriter yang menyeimbangkan kebebasan dan pengawasan memungkinkan orang tua untuk secara efektif mengatur jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak mereka di depan layar berdasarkan usia mereka (≤ 1 jam per hari untuk anak-anak yang sangat aktif; ≤ 2 jam untuk anak-anak yang berusia lebih dari 5 tahun) dan menggantinya dengan stimulasi aktif. Kampanye komunikasi "Kurangi Efek Negatif Perangkat" di pos kesehatan terpadu Sekar Kanthil (3 Mei 2025) menyerukan partisipasi melalui studi lokalisasi, koordinasi, dukungan interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasilnya, 80% orang tua lebih menyadari efek negatif elektronik dan berupaya membatasi penggunaannya serta menyarankan kegiatan pengganti. Untuk mendukung perkembangan anak usia dini sebaik mungkin, hasil kegiatan tersebut mencakup peningkatan pemahaman orang tua tentang manajemen teknologi, pemantauan konten, dan pengaturan "zona gadget" di rumah.
Perspektif Guru terhadap Regulasi Diri Anak dalam Transisi PAUD-SD Arifiyah, Malika Faniyatul; Setiawan , Deni; Formen , Ali; Waluyo, Edi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis perspektif guru terhadap kemampuan regulasi diri anak  dalam konsteks transisi  dari PAUD menuju ke sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap guru PAUD dan SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru  memaknai regulasi diri, khususnya kemampuan menunggu giliran, sebagai indikator penting kesiapan bersekolah. Guru PAUD  memandang regulasi diri sebagai proses perkembangan bertahap melalui pembiasaan dan interaksi sosial, sedangkan guru SD  menekankannya pada aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kesiapan akademik. Perbedaan  cara pandang ini berimplikasi pada ketidaksinkronan praktik pembelajaran yang memengaruhi pengalaman transisi anak. Secara teoritis, temuan ini  memperkaya kajian transisi pendidikan dengan menegaskan pentingnya regulasi diri sebagai kompetensi perkembangan lintas jenjang, serta secara praktis menekankan perlunya penyelarasan praktik pembelajaran PAUD dan SD dalam implementasi kebijakan Transisi PAUD-SD yang berpusat pada anak.
Strategi Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Menunggu Giliran (Turn-Taking) di Satuan PAUD Arifiyah, Malika Faniyatul; Formen , Ali
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan menunggu giliran (turn-taking) pada anak usia dini melalui tinjauan sistematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA 2020, yang menyeleksi 17 artikel dari 654 publikasi tahun 2010–2025. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama yang konsisten meningkatkan kemampuan menunggu giliran, yaitu permainan tradisional, bermain peran, kegiatan kolaboratif berbasis proyek, serta intervensi regulasi emosi. Permainan tradisional dan role play terbukti paling dominan dalam meningkatkan kesabaran, kepatuhan aturan, dan interaksi prososial anak. Temuan juga mengidentifikasi hambatan yang sering dihadapi guru, seperti regulasi emosi anak yang rendah, kebiasaan instan dari rumah, keterbatasan media, dan tingginya rasio siswa. Sebagai  kontribusi baru, penelitian ini merupakan pemetaan komprehensif yang mensintesis strategi, efektivitas, dan hambatan pengembangan turn-taking pada anak usia dini dalam suatu kerangka analisis tematik terpadu. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas terstruktur berperan penting dalam mengembangkan kemampuan menunggu giliran pada anak usia dini.